Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Menolak Secara Halus


__ADS_3

Saat ini Gladissa sudah berada didalam mobil menuju kediaman Desta,dan tentunya juga bersama dengan laki-laki itu.


''Kamu kenapa?kok diam aja sejak tadi?kamu sakit?''tanya Desta beruntun.


''Gk kok kak,aku gpp, mungkin hanya sedikit gugup,''jelas Gladis beralasan.


Padahal saat ini dia sedang memikirkan ucapan Alex,ucapan yang membuat hatinya kembali merasakan sesuatu perasaan yang selama ini untuk coba ia lupakan.


Tiba-tiba Desta mengenggam tangan Gladis,karna kaget gadis itu replek menarik tangannya dari genggaman Desta,membuat Desta mau tak mau kembali menarik tangannya dengan hampa.


''Maaf Dis,kalau kamu merasa gk nyaman.''ucap Desta sambil kembali fokus pada jalanan.


''It-itu, seharusnya saya yang minta maaf sama kak Desta. tadi saya tiba-tiba kaget.''ucap Gladis merasa tak enak hati.


''Iya,aku ngerti kok.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dikediaman Desta.Gladissa menatap kagum, pada bangunan rumah berlantai dua tersebut,,dengan suasana sejuk dan asri karna banyak pepohonan disekitar pekarangan rumah tersebut,hingga membuat orang betah menatapnya.


''Ini rumah kak Desta?''tanya Gladissa takjub,


''Bukan,'' jawab Desta, membuat Gladissa seketika menatap kearahnya.


''Tapi ini adalah rumah ibuku,''sambungnya lagi.


''Kamu suka?''


''Iya kak,suka banget,suasananya sangat sejuk,persis didaerah Kota asal saya,jadi keingat ibu.''ucap Gladis.


''Nanti lain kali, kalau ada waktu luang,kita kunjungi ibu kamu lagi.''ucap Desta,dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Gladis.


''Mobil siapa ini?apa mama sedang kedatangan tamu.''gumam Desta,namun masih terdengar oleh Gladis.


''Assalamu'alaikum..''ucap Desta,dan di susul oleh Gladissa.


''Wa'alaikum salam..''jawab kedua orang wanita yang berbeda usia,yang saat ini sedang duduk diruang tamu.


Sebentar ya Rin,sepertinya Desta sudah datang bersama calonnya.''ucap Sumi,dengan nada sedikit sombong.


Sumi berdiri,lalu melangkah menuju pintu depan,, ia tersenyum saat melihat putranya sudah datang bersama dengan seorang gadis cantik.


''Ini...??''

__ADS_1


''Ini Gladissa ma,wanita yang aku ceritain ke mama waktu itu.''ucap Desta menyela ucapan ibunya.


''Tante,''sapa Gladis sambil menyalim tangan ibunya Desta.


''Ma,didepan itu mobil siapa?''tanya Desta penasaran.


''Oh, itu mobil tante Rina,itu orangnya lagi ada diruang tamu, ayo kesana! biar dia tau kamu punya calon yang begitu cantik.''ucap Sumi sambil terkekeh pelan.


''Ayo duduk nak! kebetulan adik ipar tante juga ada disini.''ucap Sumi.


Saat Gladis sampai di kursi tamu,ia sedikit kaget, saat melihat wanita paru baya sedang duduk dengan santai diatas kursi tersebut,yang masih belum menyadari kedatangan Gladissa karna masih sibuk berbalas pesan,entah dengan siapa.


''Tante Rina,''sapa Gladis.


Rina yang tadinya tengah sibuk berbalas pesan,mengangkat wajahnya saat suara lembut memanggil namanya.


''Gladissa,''ucap Rina sedikit kaget.


''Jadi benar yang dibilang Kinara waktu itu,kalau Desta dan Gladis menjalin sebuah hubungan.''


Batin Rina.


''Kalian sudah saling kenal?''tanya Sumi yang tiba-tiba datang bersama Desta.


''Tentu saja aku kenal mba,dia kan-,''


''Oya tan,apa om Jo sekarang masih di kota J,?''tanya Desta memotong ucapan Rina.


Sekilas Rina menatap Desta,kemudian ia tersenyum tipis,Rina mengerti maksud Desta, sepertinya ia tak ingin Sumi tau kalau Gladis pernah menjalin hubungan dengan Alex.


''Iya kamu benar,om kamu itu masih sibuk mengurus anak perusahaan yang ada dikota J.''jawab Rina.


''Ayo duduk sini sayang!" ucap Rina sambil menepuk-nepuk sofa yang ada disampingnya.Membuat Sumi sedikit penasaran,kenapa mereka sampai bisa sedekat ini.Namun dirinya enggan kembali bertanya.


''Mba Sumi,,Gladis ini selain karyawan di cafe miliknya Kiano,dia ini juga temannya Kinara.''jawab Rina apa adanya.


''Benarkah?jadi Gladis bekerja di cafe milik Alex? kebetulan sekali ya?''jawab Sumi sambil melirik kearah Desta.Jujur dia sedikit kaget mendengarnya.


''Kenapa dari awal Desta gk bilang kalau kekasihnya bekerja di cafe Alex.''


Batin Sumi.

__ADS_1


Sumi terus memperhatikan interaksi Rina dan Gladissa,jujur ia merasa sedikit cemburu kala Rina terlihat lebih dekat dengan Gladissa dibandingkan dia yang notabenya adalah ibu dari kekasihnya.


''Ekhem,,oya Dis, Desta bilang kemarin kalian sempat berkunjung kekampung halamanmu ya?terus gimana kabar ibumu?''tanya Sumi,sekilas ia melirik Rina dengan ekor matanya,untuk melihat reaksi iparnya itu.


''Iya tante,kemarin saya dan kak Desta memang sempat mengunjungi ibu,dan Alhamdulillah kabar ibu baik.''jawab Gladis,lembut.


''Apa? jadi ternyata Desta sudah pernah bertemu dengan ibunya Gladis,waah..Kia kalah selangkah ini.''


Batin Rina.


''Gimana kalau kita makan siang?kebetulan saya sudah masak banyak, tadi dibantu bibik.''ucap Sumi,yang diangguki oleh ketiganya.


Saat ini mereka sedang menikmati makan siang,dengan suasana hening,tanpa ada yang mengeluarkan suara,entah kenapa tiba-tiba saja suasana menjadi canggung,terlebih untuk Gladissa sendiri, jujur saja,ia merasa kurang nyaman karna ada Rina disana,bukan karna dia tidak menyukai ibu dari Alex,namun Gladis merasa kalau Rina selalu mengawasinya,entahlah kenapa ia bisa berpikiran seperti itu pada wanita paruh baya itu.


''Oya,kapan rencana nya kalian meresmikan hubungan ini?''tanya Sumi,yang membuat Gladis dan Rina terbatuk secara bersamaan.


''Loh,kalian kenapa?kok bisa tersedak barengan gitu?''ucap Sumi heran.


''Mungkin ada yang lagi ngomongin kita kali mba,secara bersamaan.''jawab Rina asal.


''Gawat nih,sepertinya mba Sumi selangkah lebih dulu dari ku,gk bisa dibiarin nih,aku harus bicara dengan Kiano secepatnya.''


Ucap batin Rina.


*


*


Kini mereka sudah kembali keruang keluarga,kalau Rina jangan ditanya, tentunya dia masih tetap disana,ia tak ingin sampai kecolongan,dan dia juga ingin tau apa yang akan direncanakan oleh kaka ipar angkatnya itu.


Sebenarnya Sumi juga merasa heran,kenapa Rina masih berada dirumahnya sampai saat ini,padahal tadi sebelum ia mengatakan kalau Desta akan datang bersama calonnya,Rina bilang tidak bisa lama-lama karna ada urusan lain,tapi kenyataannya sampai detik ini adik iparnya itu masih betah duduk didepannya.


Sedangkan Desta,sedikit banyaknya tau kalau tantenya ini,atau mama dari rival nya ini, ingin mengetahui sejauh mana hubungannya dengan Gladis,sebenarnya ia merasa tak nyaman,tapi tidak mungkin juga dia menyuruh wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda itu untuk pulang dari rumahnya.


''Gladis,kamu tau kan kalau Desta ini serius sama kamu,dan tante juga mau kalau secepatnya kalian meresmikan hubungan kalian,ya setidaknya kalian kan bisa bertunangan dulu.''ucap Sumi,mengusulkan.


Bukannya kak Desta bilang tadi hanya ingin berkenalan saja ya,tapi sekarang kenapa jadi seperti ini?aku harus jawab apa coba?''


Batin Gladissa.


''Eem,jadi gini tante,sebenarnya saya dan kak Desta baru menjalin hubungan,dan kami ingin mengenal dulu sifat dan karater masing-masing,mengenai rencana yang lebih jauh,jujur saya belum kepikiran sampai kesitu tan,''ucap Gladissa sopan,sebisa mungkin ia berkata lembut,ia tak ingin sampai orang tua Desta merasa tersinggung dengan perkataannya.

__ADS_1


''Good job sayang,,akhirnya kamu nolak juga.''


Ucap Rina bersorak dalam hati.


__ADS_2