
DI PART INI ADA ADEGAN 21+
BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR SEBAIKNYA DI SKIP AJA YA...
''Saayang pliss tolong jangan marah lagi ya?''mohon Alex.
''Baiklah tapi dengan satu syarat.''ucap Gladissa.
''Apa pun syaratnya akan ku lakukan.''ucap Alex.
''Aku mau malam minggu besok kak Alex harus mengajakku jalan-jalan,dan kalau sampai kak Alex ingkar lagi maka jangan pernah datang kesini lagi.''ancam Gladissa.
''Duuhh,,serem banget yang ancamannya, baiklah,,kali ini aku janji aku gk akan lupa lagi.''ucap Alex yakin.
''Jangan marah lagi ya,''bujuk Alex sambil menaik turunkan alisnya.
''Apaan sih kak,''ucap Gladissa malu.
''Malam ini boleh ya aku tidur disini,?''pinta Alex.
''Kak Alex kan punya rumah,kenapa gk tidur dirumah saja,kan kasurnya jauh lebih empuk dari pada dirumahku.''
''Siapa bilang ? asal kamu tau ya Sa, disini kasurnya spesial dan pastinya selalu bikin nagih,''ucap Alex sambil berbisik ditelinga Gladissa,membuat Gladissa merinding.
''Oya apa kak Alex haus ? biar kuambil kan minum?''tanya Gladissa mengalihkan pembicaraan.
''Ia aku sangat haus,''ucap Alex.
''Baiklah kakak mau minum apa?''tanya Gladissa lagi.
''Susu,biar sehat,''ucap Alex santai.
''Susu?? mana ada susu disini kak,aku buatin teh hangat aja ya?''ucap Gladissa hendak berdiri.
Namun dengan cepat Alex menarik tangan Gladissa hingga membuatnya hilang keseimbangan dan akhirnya terjatuh tepat dipangkuan Alex.
1detik
2detik
3detik
__ADS_1
Mata mereka saling tatap,hingga tiba-tiba Gladissa tersadar dan bangkit dari pangkuan Alex,namun Alex bukannya membantunya berdiri justru ia malah menahan tubuh Gladissa.
''Kak lepas aku mau buat minum untuk kamu,''ucap Gladissa sambil mencoba bangkit dari Alex, yang masih menahannya dengan kuat.
''Sayang aku gk mau teh,aku maunya susu, susu kamu.''ucap Alex dengan suara beratnya.
''Iya tapi kan aku udah bilang kalau aku gk punya su su??''ucap Gladissa yang tiba-tiba tak melanjutkan ucapannya.
''Whaat,, kak Alex bilang apa tadi? apa aku gk salah dengarkan,dia bilang mau susu punya aku? apa maksud nya payud*ra milikku.''
Batin Gladissa, yang membuat jantungnya tiba-tiba berdetak dengan kencang.
''Kak Alex mau apa?''tanya Gladissa panik saat wajah Alex mulai mendekat ke d*d* nya.
''Aku mendengar suara jantungmu yang berdetak sangat kuat.''ucap Alex sambil menempelkan telinganya di d*d* Gladissa.
''Gladissa menelan salivanya saat telinga Alex kini sudah menempel di aset miliknya.
''Kak Alex,''ucap Gladissa lirih.
''Ada apa hemm?''ucap Alex sambil menatap mata kekasihnya itu.
Lima menit lamanya mereka berci*man,saat Alex merasa kekasihnya mulai kehabisan nafas,Alex melepaskan pangutan mereka,namun setelahnya ia kembali mencium bibir Gladissa.
Tangan Alex mulai menjelajah kearea aset milik Gladissa, namun dengan bibir yang masih bertautan.
Kini tangan Alex sudah berhasil masuk dan menyentuh aset milik Gladissa.
''Aaah, kak geli,''ucap Gladissa manja.
Namun tangan Alex terus bermain disana,kini Alex sudah membuka kancing atasan milik Gladissa dan menurunkan baju itu hingga sebatas pinggang hingga terlihatlah tubuh mulusnya dan juga kedua aset milik Gladissa yang masih terbungkus br*.
Gladissa menutup aset miliknya dengan cara menyilangkan kedua tangannya,karna merasa malu,sebab Alex melihatnya tanpa berkedip.
''Jangan ditutup sayang,''ucap Alex sambil menyingkirkan tangan Gladissa.
Perlahan Alex mengeluarkan gumpalan daging kenyal milik Gladissa dari sarangnya,Alex menelan salivanya saat melihat put*ng milik Gladissa yang berwarna coklat muda itu,dan tanpa menunggu lama Alex segera melahap nya dengan rakus,Alex terus menikmati kegiatannya secara bergantian,membuat Gladissa merasakan kembali sensani aneh ditubuhnya,seperti ada aliran listrik yang mengalir ditubuhnya hingga membuat darahnya berdesir.
''Nikmat sekali sayang,''bisik Alex.
Alex mengangkat tubuh Gladissa,menuju kamarnya,lalu membaringkannya secara perlahan.
__ADS_1
Kini pakaian Gladissa sudah terlepas dari tubuhnya hanya tinggal menyisakan ********** saja dibagian anak gunung miliknya.
Alex memposisikan dirinya dibawah Galdissa,dan perlahan ia mulai melepaskan kain penutup anak gunung tersebut.
Benar-benar pemandangan yang sangat indah,batin Alex.
Alex mengambil posisi,dan perlahan melebarkan sedikit kaki Gladissa,setelah itu ia mendekatkan wajahnya tepat didepan anak gunung tersebut,lalu menghirup aroma yang khas dari gunung tersebut yang selalu membuatnya selalu bergair*h.
Alex mulai bermain dengan anak gunung tersebut dengan jari-jarinya,kemudian membuka sedikit jalan menuju goa yang sempit itu, jari Alex menyentuh benjolan merah muda sebesar kacang yang ada ditengah-tengah jalan menuju goa milik Gladissa dan memainkannya dengan lembut hingga membuat Gladissa menggelinjang hebat.
''Aakkhh,,''lenguh Gladissa sambil meliuk-liukan tubuhnya,seperti ular yang sedang menari.
Alex tersenyum melihat kekasihnya itu sangat menikmati permainanya tersebut.
Gladissa terpekik saat merasakan sapuan hangat pada anak gunung miliknya,sungguh ia benar-benar menikmati permainan dosa itu.
Dengan lihai Alex terus menyapu seluruh area goa tersebut dengan lidahnya,hingga terdengar suara-suara aneh dibawah sana.
Tiba-tiba tubuh Gladissa bergetar hebat,dan sepertinya ada yang akan menyembur keluar dari bawah sana.
''Aahh,,kak Alex...''lenguh Gladissa panjang sambil menekan kepala Alex agar terbenam lebih dalam lagi di bawah sana.
Alex melihat aliran air keluar dari dalam goa milik Gladissa,Alex yang merasa sudah sangat haus itupun tak membuang waktu ia segera menghirup dan meneguk air yang terus keluar dari goa tersebut hingga tak tersisa,karna merasa masih haus Alex pun menjil*ti sisa-sisa air goa tersebut.
''Sekarang giliran kamu sayang!" ucap Alex,lembut sambil mengecup pipi Gladissa.
Gladissa menatap belalai Alex yang sudah menjulang tinggi seperti monas, tanpa ragu Gladissa segera berjongkok di bawah Alex lalu bermain dengan belalai milik kekasihnya itu.
Saat ini Gladissa dan Alex,sedang duduk bersandar disandaran ditempat tidur, setelah tadi sempat saling memuaskan.
Gladissa memeluk erat tubuh Alex,yang masih sama-sama tertutupi selimut.
''Sasa,bagai mana kalau kita menikah siri dulu,nanti jika saatnya sudah memungkinkan baru kita resmikan secara hukum,aku tidak mau sampai kamu pergi dariku.''ucap Alex membalas erat pelukan Gladissa.
''Tapi bagai man dengan Misya???
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Misya sedang berada dikamar tamu,sejak tadi dirinya merasa gelisah karna memikirkan Alex,sebab waktu dibawah tadi ia mendengar saar Rina bertanya pada Art tentang keberadaan Kia,dan Art itu bilang kalau dia melihat Kiano keluar dari rumah dengan menggunakan mobilnya.
NEXT
__ADS_1