
''Lalu ada keperluan apa kamu mencari saya?''tanya Alex langsung.
''Kamu pasti kenal Pak Wandi kan?''tanya Dara.
''Iya, saya kenal,dia adalah fatner kerja saya,''ucap Alex.
''Kamu tau Lex,kalau Pak Wandi itu adalah Om aku, makanya aku tau kalau kamu ada disini, awalnya aku gk percaya namun saat Om Wandi liatin poto kamu baru aku percaya.'' ucap Dara lagi.
''Lex,kamu duduk dong, temani aku disini!'' ucap Dara dengan gaya centilnya.
''Apa kamu beneran Dara yang dulu seorang kutu buku? dan selalu memakai kaca mata tebal?''ucap Alex yang merasa kurang yakin.
''Ya benerlah,kenapa? kamu terpesona ya sama aku karna sekarang aku lebih cantik?''ucapnya percaya diri.
Dari jauh Bisma memperhatikan interaksi keduanya, terlihat sangat jelas, kalau Akex merasa kurang nyaman bersama dengan wanita itu.
''Tapi saya tidak yakin kalau kamu adalah dara si kutu buku,''ucap Alex lagi.
''Kenapa? emang dulu aku jelek banget ya? sehingga semua orang tidak suka melihatku.''ucap Dara sambil menatap kearah Alex.
''Bukan begitu maksud saya,Dara yang saya kenal waktu kuliah dulu,orangnya kalem dan pemalu,dan tentunya lagi dia tidak terlalu banyak bicara seperti kamu.''ucap Alex menyindir.
''Maksud kamu,saya bawel gitu?''tanya dara sedikit emosi.
''Saya tidak bilang begitu,saya hanya bilang, kalau Dara yang dulu jauh lebih menarik .''ucap Alex
''Apa?? jadi maksudmu sekarang aku tidak menarik gitu? kamu buta ya? sekarang semua laki-laki begitu memuja penampilanku,sedangkan dulu mereka semua menghinaku kau tau itu?ucap Dara yang meninggikan suaranya,hingga sedikit mengundang perhatian pengunjung.
Alex memperhatikan sekeliling,
''Begini Dara,saya masih banyak pekerjaan,jadi maaf saya tidak bisa menemanimu disini, permisi.''ucap Alex sambil berlalu.
Dara melihat punggung Alex yang kian menjauh.
''Aku kesini untuk mu Lex, aku ingin kamu memandangaku,sebagai seorang gadis,aku ingin membuktikan pada seluruh dunia,kalau aku bisa seperti mereka,, bukan sebagai seorang kutu buku yang culun seperti yang selalu mereka bilang,''gumam Dara sendu.
Sejak masuk kuliah dan juga sejak pertama kali Dara melihat Alex ia sudah menyukainya,namun setiap kali Dara mencoba untuk mendekati Alex,teman-teman Alex selalu mengejeknya,termasuk Misya, gadis yang selalu menempel kemanapun Alex pergi.
Misya adalah salah satu wanita yang dibenci Dara,karna selalu mengejeknya dulu,setiap kali Dara berusaha untuk mendekati,atau pun saat ingin berteman dengan Alex, Misya selalu berusaha menjauhkannya dari Alex.
__ADS_1
Dan sekarang sudah tidak lagi, karna ia sangat yakin bisa membuat Alex jatuh cinta padanya,karna menurutnya sekarang dia adalah wanita yang sempurna.
Bisma melihat Alex tang berjalan menuju kearahnya.
''Siapa tuh Cewe?''tanya Bisma pada Alex yang baru saja duduk disampingnya.
''Teman kuliah,''ucap Alex malas.
''Cantik bro,emang loe gk tertarik?''tanya Bisma lagi.
''Oya ngomong-ngomong tadi ngapain tuh cewe nyariin loe?''tanya Bisma yang semangkin kepo.
''Kamu lama-lama udah seperti wartawan yang lagi cari berita saja,''ucap Alex tanpa ingin menjawab pertanyaan Bisma.
''Yaa,, namanya juga penasaran Bro, masa cewe secantik itu di anggurin.'' ucap Bisma.
Alex yang mendengar,memutar bola matanya malas.
''Kamu tau Pak Wandi kan?
'' Nah,,dia itu keponakannya,dia juga termasuk temannya Misya waktu kuliah dulu.''jelas Alex sambil pandangannya terus tertuju pada Dara,entah kenapa perasaannya sedikit tidak enak,setelah bertemu dengannya.
***
Sore ini keluarga mereka kedatangan tamu,yaitu Ibu Yanti dan Pak Bagas mereka adalah kedua orang tuanya Misya.
''Mba Yanti, Mas Bagas, silahkan masuk!'' ucap Rina,yang sedikit terkejut karna kedatangan mereka.
Bik Ijah tolong buatin minum ya,untuk tamu!''ucap Rina pada asisten rumah tangganya.
''Mari Mas, Mba,silahkan duduk!'' ucap Rina.
''Suamimu mana Rin?kok gak kelihatan,padahal sebelum kesini kami sudah memberitahunya,''ucap Yanti, to the point,,setelah duduk diruang tamu.
''Dia lagi dikamar,sebentar ya Mba biar saya panggil dulu,'' namun saat Rina hendak menaiki anak tangga,Jonathan sudah lebih dulu menuruni anak tangga.
''Mas ada Mba Yanti dan Mas Bagas,''ucap Rina memberi tahu, setelah Jonathan dihadapannya.
''Iya, Mas sudah tau,''ucap Jo sambil duduk diruang tamu.
__ADS_1
Tak lama,Bik Ijah datang membawakan minuman dan juga kue kering.
''Kalau boleh tau, Ada keperluan apa Mas Bagas dan Mba Yanti datang kesini?''tanya Rina,yang duduk disamping suaminya.
''Sebelumnya kami sudah memberitakan maksud kedatangan kami pada suamimu Jonathan, namun kami juga akan kembali memberitahukan maksud dari kedatangan kami pada kalian sekali lagi,''ucap Bagas.
Rina menatap suaminya,lalu kembali lagi menatap dua orang yang ada didepannya.
''Maksud Mba Yanti apa?''tanya Rina yang merasa penasaran.
''Begini Rina, maksud kedatangan saya dan istri saya kesini adalah untuk membicarakan tentang perjodohan anak kita,yaitu Misya dan Kiano.''ucap Bagas.
''Perjodohan,Kiano dan Misya???''tanya Rina kaget.
''Iya sebelumnya saya dan Jonathan sudah membicarakannya kemarin saat dikantor.''ucap Bagas lagi.
''Apa benar Mas? kok kamu gk kasih tau aku?''tanya Rina yang merasa kesal pada suaminya.
''Maaf Mas Bagas,dan Mba Yanti, saya belum bisa untuk menerima keputusan ini,karna saya juga baru tau,, lagi pula kami harus membicarakan ini dulu pada Kiano,karna dia yang akan menjalaninya nanti,saya harap Mba Yanti dan Mas Bagas bisa mengerti.''ucap Rina tanpa ingin menyinggung perasaan mereka.
''Iya, kami mengerti,ini semua memang mendadak, tapi kami harap kalian bisa membujuk Kiano untuk menerima perjodohan ini.''ucap Bagas.
''Iya Jo, ingat bagai mana kami dulu sudah menolong keluarga kalian,dan sepertinya sudah saatnya kalian membalas budi.''ucap Yanti yang terdengar seperti ancaman bagi Rina.
***
Setelah kepergian orangtua Misya, Rina memberondong Jonathan dengan pertanyaan yang sudah berada dikepalanya sejak tadi.
''Mas,sebenarnya apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba kalian melakukan perjodohan tanpa sepengetahuanku? dan Mas juga gk minta pendapatku sama sekali.''ucap Rina marah.
''Sayang dengar,, walau bagai manapun mereka itu sangat berjasa pada keluarga kita, dan Mas tidak enak untuk menolaknya.''ucap Jonathan.
''Dengan mengorbankan perasaan Kia? gitu Mas? apa Mas lupa, kalau Kia itu sudah berulang kali menolak Misya, karna memang Kiano sama sekali tidak cinta padanya.''jelas Rina.
''Cinta bisa datang dengan seiringnya waktu, sebenarnya Mas juga tidak mau egois Ma,tapi mau gimana lagi,sepertinya ini memang sudah saatnya bagi kita untuk membalas budi keluarga mereka.''ucap Jonathan.
''Tapi bagai mana cara kita memberitahu tentang masalah ini pada Kia Mas?
NEXT..
__ADS_1