Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Terpesona


__ADS_3

Setelah menyerahkan kartu undangan pada satpam , kini Gladisaa dan yang lainnya segera memasuki rumah tersebut.


''Ternyata sudah ramai juga ya,''ucap Lina.


Desta yang saat itu sedang bicara pada rekannya tidak sengaja melihat Gladissa.


''Bukankah gadis itu pegawai butik milik Kinara? dia cantik sekali,walau pun dengan pakain sederhana itu,tidak mengurangi kecantikannya.''


Batin Desta, sambil terus memperhatikan Gladissa dari kejauhan.


''Dis,kamu lihat deh,cowo tampan yang ada disana ?dari tadi liatin kamu terus lho dia,'' ucap Lastri pelan.


Gladissa melihat arah pandang Lastri,dan benar saja Desta masih saja memperhatikan nya,dan Gladissa langsung membuang pandangannya ketempat lain.


Setelah para tamu undangan berkumpul,kini saatnya acara intinya dimulai yaitu pemotongan kue yang akan dilakukan oleh Kinara.


Kinara memberikan potongan kue pertama pada ibunya Rina dan yang kedua pada Jo papa Kinara.


Saat Kinara akan memberika potongan ketiga pada Alex ternya Desta lebih diluan maju untuk mengambilnya,hingga membuat semua orang yang ada disana bersorak,,


Para orang tua hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Bisma yang memang punya hoby yang jahil.


'' Jatah saya itu bisma!" ucap Alex menatap Bisma tajam.


''Santai bro,''ucap Bisma tanpa dosa.


Teman-teman Kinara satu persatu maju untuk mengucapkan selamat pada Kinara termasuk Misya,hingga kini giliran Gladissa dan teman-temannya yang maju kedepan untuk memberikan selamat pada Kinara.


''Selamat ulang tahun ya Mba Kinara,ini dari kamu ber'empat,''ucap Gladissa sambil menyerahkan kado pada Kinara.


Makasih ya semua,maaf jadi merepotkan kalian,''ucap Kinara


''Gk repot kok buk,kami malah meresa senang karna buk Kinara sudah mau mengundang kami diacara ini.''ucap Lastri.


''Iya,,kalau gitu silahlan dimakan dong hidangannya!" ucap Kinara.


''Iya buk kalau gitu kami kesana dulu!" ucap Lina yang diangguki oleh Kinara.


Saat Gladissa hendak menuju hidangan bersama yang lainnya,tiba-tiba Misya memanggilnya.


''Gladis,sini!" ucap Misya yang saat ini sedang bersama Alex.


Mau tak mau Gladissa pun akhirnya melangkah menuju mereka.


Haii Sya,''sapa Gladissa.


''Kamu naik apa kesini?''tanya Misya.


''Taksi online,''ucap Gladissa singkat.


Gladissa menatap wajah Alex sekilas yang ternyata juga sedang menatapnya,,lalu Gladissa kembali menundukan pandangannya.

__ADS_1


''Kalau begitu aku kesana dulu ya Sya, permisi!" ucap Gladissa.


*


*


*


Saat ini Gladissa sedang menikmati makannannya bersama teman-temannya.


''Semua menu kesukaan gue ada disini guys,''ucap Uut sambil mengisi piringnya dengan semua menu yang ada disana,hingga terlihat penuh.


''Ut piring loe udah penuh itu,emang loe gk malu apa diliatin yang lain?'' ucap Lina yang tak habis pikir dengan temannya yang satu ini.


''Udah loe diem aja napa! mumpung gratis jadi harus dimanfaatkan.''ucap Uut lagi dengan tidak tau malunya.


Ketiga temannya itu hanya menggelengkan kepala mereka.


Tiba-tiba handpone milik Lina berbunyi tanda ada pesan masuk.


''Reni nih, katanya dia gk bisa datang,''ucap Lina.


''Jadi Reni beneran gk datang? emang kemana sih dia?''tanya Uut dengan mulut yang masih terisi penuh dengan makanan.


''Gk tau,soalnya dia gk bilang alasannya,''jelas Lina.


''Aku ketoilet dulu ya,''ucap Gladissa,sambil berlalu.


namun langkah Gladissa terhenti saat mengetahui kalau itu adalah suara Misya yang sedang berbicara dengan Alex sabil menangis.


Gladissa memutuskan untuk pergi dari sana,tak sopan rasanya kalau dia mendengar pembicaraan orang lain,namun saat akan melangkahkan kakinya,Gladisaa mendengar pertanyaan Misya pada Alex yang membuat Gladissa mengurungkan niatnya untuk pergi.


''Kia apa kamu menyukai Gladis?''tanya Misya


''Maksudmu?''tanya balik Alex.


''Dari kemarin sampai hari ini kuperhatikan pandanganmu berbeda saat memandangnya, apa itu karna kamu menyukai gadis itu?''ulang Misya lagi.


''Kalau saya berkata jujur padanya pasti Misya akan bilang pada tante Yanti,dan itu akan membuat nyawa Sasa terancam.''


Batin Alex.


''Sebaiknya kita kembali,''ucap Alex yang tak ingin menjawab pertanyaan Misya.


''Apakah ini artinya perkataanku benar,kalau kamu memang menyukai Gladis?''ucap Misya.


''Misya kamu bicara apa sih?''tanya Alex lagi.


''Baiklah Kalau kamu memang tidak menyukainya ,kamu harus menciumku sebagai bukti bahwa kamu tidak perduli padanya!" ucap Misya.


Hati Gladissa tiba-tiba merasa deg-degan saat mendengar ucapan Misya,ia takut kalau Alex akan melakukan itu pada Misya

__ADS_1


''Apa kak Alex akan bebar-benar menc*um Misya, untuk meyakinkannya bahwa ia memang tidak mempunyai perasaan padaku? bukankah itu wajar,, karna Misya adalah tunangannya,tapi kenapa d*d* ku terasa sesak mendengarnya.


Batin Gladissa.


''Kia aku mau kamu membuktikan padaku kalau dugaan ku ini salah!" ucap Misya lagi,sambil melangkah mendekati Alex.


''Kamu ingin buktikan?'' ucap Alex.


Dengan cepat Alex menarik tengkuk Misya dan langsung mendaratkan ci*mannya pada Misya.


Gladissa yang menyaksikan secara langsung menutup mulutnya yang sempat terbuka dengan kedua telapak tangannya.


Dengan berlinang air mata Gladissa berlari dari tempat itu,karna tak melihat jalan Gladissa sampai menabrak seseorang,hingga membuatnya terjatuh.


''Maaf nona apa anda tidak apa-apa?''tanya orang tersebut yang tak lain adalah Desta.


''Nona apa anda terluka?''tanya Desta lagi karna melihat wanita yang ia tabrak tidak meresponnya.


Namun Desta terkejut saat ia mendengar wanita itu menangis,


''Maafkan saya nona saya benar-benar tidak sengaja!" ucap Desta yang merasa bersalah karna ia berpikir wanita didepannya ini menangis karna merasa kesakitan.


Desta berjongkok,untuk melihat wajah wanita yang ia tabrak.


''Nona,'' panggil Desta.


Gladissa mengangkat wajahnya karna mendengar suara yang begitu dekat ditelinganya.


Kini pandangan mereka saling bertemu,hingga membuat Desta tidak berkedip saat menatapnya,dan Desta sungguh terpesona pada kecantikan wajah wanita yang ada didepannya ini,sangat natural pikirnya.


''Maaf,''ucap Gladissa yang tiba-tiba membuyarkan lamunan Desta.


''Seharusnya saya yang minta maaf karna sudah menabrak kamu hingga sampai membuatmu menangis seperti ini.''ucap Desta.


''Tidak,ini bukan karna salah kakak,''ucap Gladissa.


''Saya Desta,''ucap Desta sambil mengulurkan tangannya.


''Aku Gladissa kak,panggil saja Gladis!" ucap Gladissa.


''Baiklah kalau begitu sini biar saya bantu kamu untuk berdiri,''ucap Desta,yang diangguki oleh Gladissa.


Namun tiba-tiba suara seseorang mengagetkan mereka ,disaat mereka masih berpegangan tangan.


''Desta!" panggil Alex dengan nada tegas.


Gladissa yang melihat itu dengan cepat menarik tangannya dari genggaman Desta.


''Apa yang kamu lakukan disini?''tanya Alex sambil melangkahkan kakinya menuju Desta dan Gladissa.


NEXT...

__ADS_1


__ADS_2