
Tok-tok-tok..
Cekleek,,
''Sayang kamu cepetan turun itu keluarga Kiano sudah datang,'' ucap Yanti sambil melirik pada Gladissa.
''Ah iya ma,aku sudah siap kok, yuk Dis!''ucapnya pada Gladissa.
Dan Gladissa hanya tersenyum sebagai jawaban.
Saat ini mereka sedang menuruni anak tangga,semua perhatian para tamu tertuju pada Misya dan tentunya juga pada Gladissa yang ada dibelakang Misya.
Terdengar kasak-kusuk ucapan para tamu.
''Cantik sekali mereka berdua,apa mereka kakak beradik jeng?''tanya seorang tamu undangan.
''Bukan jeng,dia hanya teman anak saya!" jelas Yanti.
''Oh,,saya kita mereka bersaudara,habisnya kedua-duanya terlihat cantik sih,''sambungnya lagi.
Yanti hanya tersenyum saat mendengar ucapan tamu tersebut.
Kini Misya dan Gladissa sudah turun,dan langsung melangkah menghampiri Bagas yang sedang berbincang bersama Jonathan dan Rina.
''Waahh,,Misya kamu cantik sekali malam ini sayang!" puji Rina.
Namun tiba-tiba pandangannya jatuh pada Gladissa yang berada dibelakang Misya.
''Dia siapa Nak?''tanya Yanti, sambil menunjuk Gladissa.
''Oh dia teman ku tan,namanya Gladissa.
''Dis,kenalin ini tante Rina mamanya Kinara dan juga Kia,''ucap Misya.
''Gladissa tante,''ucapnya sambil salim pada Rina.
''Kamu cantik sekali sayang,''ucap Rina sambil membelai rambut panjang Gladissa.
''Terima kasih tan,tante Rina juga cantik,''ucap Gladissa.
''Kamu bisa saja,tantekan sudah tua,''ucap Rina sambil terkekeh.
''Kia dan Kinara mana tan?kok tidak kelihatan?''tanya Misya
''Ada kok,mungkin lagi ditoilet kali.''jawab Rina
''Mereka kompak ya tan, masa ketoilet aja barengan.''ucap Misya.
''Maaf Misya ,tante,saya permisi dulu kebelakang sebentar,''ucap Gladissa,karna kurang nyaman bergabung dengan mereka.
***
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam,kini saatnya Misya dan Kia melangsungkan pertunangannya.
Semua para tamu juga sudah berkumpul untuk menyaksikan.
Terlihat ada Bisma dan juga Desta disana.
Kini Kia sudah berdiri dihadapan Misya karna mereka akan melakukan tukar cincin.
Namun saat Alex ingin memakaikan cincin dijari Misya,cincin tersebut tiba-tiba terjatuh kelantai,dan berhenti tepat dikaki Gladissa.
Gladissa menunduk untuk mengambil cincin tersebut,lalu melangkah untuk menyerahkannya langsung pada Alex.
''Ambilah, dan pasangkan dijari manis Misya!" ucap Gladissa dengan wajah datar.
Dengan ragu Alex mengambil cincin yang ada ditangan Gladissa lalu segera memakaikan kembali cincin tersebut dijari Misya.
Gladissa yang merasa tidak sanggup menyaksikan memilih pergi dari acara tersebut,sedangkan Alex,tidak bisa berbuat apapun saat Gladissa pergi dari sana.
''Maafin aku Sasa,maaf telah menyakitimu.''
Batin Alex yang masih melihat punggung Gladissa yang kian menjauh.
FLASHBACK..
Saat ini Alex sedang berbicara pada Kinara.
''Kia apa kamu sudah yakin akan bertunangan dengan Misya?''tanya Kinara lagi.
''Karna kakak tau yang kamu cintai adalah Gladis bukan Misya,''ucap Kinara sambil menatap Alex.
Alex sempat terkejut dengan ucapan Kinara,namun kemudian ia kembali bersikap biasa.
Kakak sudah tau?''tanya Alex .
''Ya,kakak tau saat kita liburan bersama kepantai waktu itu,dan itu untuk pertama kalinya kalian bertemu lagi setelah empat tahunkan?''ucap Kinara sambil menatap adiknya.
Katakan! sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari kakak? karna kamu tidak mungkin menerima perjodohan ini begitu saja,walaupun Om Bagas sudah menyelamatkan Papa dan Mama,,kakak yakin itu bukanlah satu-satunya alasan kamu menerima pertunangan ini!" ucap Kinara yang tau sifat Alex.
Kinara tau kalau Alex tidak akan mengambil keputusan yang bertentangan dengan hatinya,jadi ia yakin pasti ada sesuatu yang ditutupi oleh adiknya dari keluarga mereka.
Ini adalah keputusanku Kak,jadi sebaiknya kakak bersenang senanglah!" ucap Alex.
***
Satu bulan yang lalu,
Alex bertemu kembali dengan Yanti, disana Alex mengatakan kalau dirinya tidak bisa bertunangan dengan Misya,dan itu membuat Yanti murka,Yanti sudah menjanjikan semuanya pada Misya untuk pertunangan itu,dan tidak mungkin baginya untuk menerima penolakan yang Alex berikan.
''Kamu yakin ingin menolak pertunangan ini Kia?''tanya Yanti sambil menatap Alex tajam.
''Maaf tante saya tidak bisa!" ucap Alex,setelah mengatakan itu Alex segera pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
''Baiklah Kia,kamu sudah berani mempermainkan saya,kamu lihat saja apa yang akan saya lakukan nanti!" ucap Yanti dengan mata yang memerah.
Setelah itu Yanti segera menghubungi seseorang,untuk melakukan rencananya.
***
Alex merasa lega karna sudah menolak permintaan Yanti yang menyuruhnya untuk bertunangan dengan Misya,walau pun sebenarnya ada sedikit kegelisahan dihatinya,takut kalau Yanti serius dengan ancamannya.
Dan benar saja, tiba-tiba Alex nendapat kabar kalau Gladissa kecelakaan dan kini sedang dirawat dirumah sakit terdekat.
Setelah mendapat kabar itu,Alex segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit tersebut.
Alex berlari dilorong rumah sakit,untuk mencari kamar rawat Gladissa,, setelah tadi ia sempat bertanya pada seorang Suster.
''Ini dia ruangannya!" ucap Alex sambil memasuki ruangan,dimana sekarang Gladissa dirawat.
''Sasa,kamu tidak apa-apakan?''tanya Alex sambil memperhatikan tubuh Sasa yang penuh lecet ditangan dan kakinya.
''Aku gpp kok kak?jangan khawatir ya?''ucap Gladissa sambil sedikit meringis karna merasa perih akibat luka dikakinya.
''Sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kamu bisa sampai seperti ini?tanya Alex lagi.
''Aku juga tidak tau kak,saat itu aku sedang berjalan menuju restoran yang ada didepan butik,untuk membeli makan siang untuk anak-anak,namun tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang melaju dengan kencang kearahku, tapi untunglah aku cepat menghindar kalau tidak aku tidak tau apa yang terjadi,''ucap Gladissa mengingat kejadian yang menimpanya.
''Ini pasti ulah tante Yanti,ternyata dia benar-benar tidak main-main dengan ucapannya!"
Batin Alex yang sudah mengepalkan tangannya.
''Sasa kamu istirahat ya,aku pergi dulu sebentar,karna ada urusan,nanti aku datang lagi ok?''ucap Alex
''Baiklah!" ucap Gladissa.
Kini Alex sudah berada didalam mobil nya,saat ini tujuannya adalah kediaman yanti
Setelah mengendarai mobil selama dua puluh menit akhirnya Alex sampai dirumah Yanti.
Alex memarkirkan mobilnya sembarangan,setelah turun ia langsung melangkah menuju rumah tersebut.
''Tante!! tante Yanti!!'' panggil Alex dengan berteriak.
Yanti yang memang sedang berada diruang tamu merasa terusik dengan suara teriakan nya Alex.
''Ck, apa sih anak itu, mengganggu saja!" gerutu Yanti.
Dan akhirnya Yantipun segera keluar untuk menemui Alex yang sejak tadi terus berteriak.
''Alex, kenapa kamu berteriak-teriak dirumah tante?''tanya Yanti.
''Tante Yanti,kenapa tante tega melukai Sasa?dia sama sekali tidak ada hubungannya sama urusan ini!" ucap Alex sambil menahan amarahnya.
''Kia.. kia,, kamu ini bicara apa sih?tante gk ngerti maksud kamu,''
__ADS_1