
Malam harinya dikediaman Desta,saat ini pemuda itu sedang duduk,dibalkon kamarnya.Saat ini ia berpikir,apakah Gladissa masih belum bisa melupakan Alex,sehingga wanita yang dicintainya itu menolak saat ia mengajaknya untuk serius,tepatnya bertunangan.
Desta menghela nafas kasar, haruskan ia menyerah saat ini?atau kah ia harus tetap berjuang demi cintanya,lalu bagai mana jika orang yang ia perjuangkan tidak ingin diperjuangkan?rasanya saat ini kepala Desta mau pecah memikirkannya.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu.
''Ia bik,ada apa?''tanya Desta,saat sang Art mengetuk pintu kamarnya.
''Makan malam sudah siap den, dan ibu sudah menunggu dimeja makan.''jelas bibik.
''Baiklah,saya akan segera turun.''jawab Desta.
Saat ini ibu dan anak itu sedang duduk dimeja makan,mereka makan dengan hikmat tanpa mengeluarkan suara, yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu.
Dirumah ini mereka hanya tinggal berdua,ayah Desta sudah lama meninggal karna sakit.
''Desta,apa kamu sudah bicara lagi dengan Gladis, tentang rencana kamu yang ingin melamarnya?''tanya Sumi setelah mereka selesai makan.
Desta hanya mengangguk,tanpa ingin menjawab.
''Apa dia kembali menolaknya?''tanya Sumi lagi,terlihat ada nada kekecewaan disana.
''Ma,mama tenang saja,saat ini mungkin Gladis belum siap,kan mama tau kalau aku pernah bilang sama mama, kalau Gladis pernah ditinggal nikah oleh laki-laki yang dia cintai, dan mungkin dia masih trauma,makanya dia minta waktu padaku.''jelas Desta.
Desta memang pernah cerita pada Sumi kalau wanita yang ia cintai saat ini pernah mengalami patah hati karna ditinggal menikah oleh laki-laki yang dicintainya,namun Desta tidak mengatakan kalau laki-laki itu adalah sepupunya sendiri yaitu Alex.
***
Saat ini Alex sedang terbaring diatas tempat tidurnya.
''Kenapa perutku rasanya sakit sekali,apa karna tadi siang telat makan?''gumamnya,sambil terus menahan rasa sakit diperutnya.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu.
''Siapa?''tanya Alex.
''Ini mama! mama boleh masuk gk?''tanya Rina yang masih betah berdiri diluar.
__ADS_1
''Masuk aja ma!" ucap Alex,dari dalam.
Setelah mendengar sahutan dari dalam,Rina pun langsung membuka pintu kamar tersebut.Dahi Rina berkerut saat melihat Alex duduk sambil menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang.
''Kamu kenapa Ki?kamu sakit?''tanya Rina setelah melihat wajah Alex yang sedikit pucat.
''Saya gk apa-apa kok ma,jangan khawatir.''ucap Alex,terlihat ia sedikit meringis menahan sakit dibagian perutnya.
''Jangan khawatir gimana?wajah kamu itu pucat banget lho,ayo mama anter kamu kedokter.''ucap Rina sambil mencoba menarik lengan Alex.
''Mah,udah lah! ini hanya sakit perut biasa kok.''jelas Alex yang terpaksa memberitahu Rina,kalau tidak pasti mamanya itu akan tetap memaksanya kedokter,dan Alex tak mau itu,karna menurutnya sakit ini sudah biasa ia alami kalau dirinya terlambat makan.
''Pasti kamu makannya telat lagi ya?kamu ini gimana sih Ki, udah tau punya penyakit maag masih aja makannya gk teratur,sepertinya mama harus cepat-cepat carikan kamu istri baru supaya ada yang memperhatikanmu dan merawatmu.''ucap Rina.
Alex yang mendengar hanya menggelengkan kepala,karna percuma juga kalau ia bersuara,pasti mamanya itu akan lebih banyak bicara lagi,dan Alex tak ingin sampai itu terjadi saat ini, sudah perut lagi sakit,masa harus ditambah ocehan sang mama,bisa makin sakit entar.
''Kamu istirahat dulu,biar mama ambilkan obat,sekalian teh hangat buat kamu.''ucap Rina sambil berlalu.
***
Pagi harinya,dikediaman ALEXANDER
Pokoknya nanti kamu bilang seperti itu saja pada Gladis ya Kin?''ucap Rina pada Kinara.
''Iya mah,ya sudah aku pergi dulu ya.''ucap Kinara yang diangguki oleh Rina.
Saat ini Kinara sengaja datang ke cafe milik Alex,ia ingin bertemu dengan kekasihnya Bisma ,sekalian ia ingin menyampailan pesan mamanya pada Gladis, sebenarnya bukan pesan,tepatnya sebuah rencana untuk mendekatkan Gladis dengan Alex.
Kini mobil Kinara sudah sampai di halaman cafe,setelah memarkirkan mobilnya Kinara langsung turun, dan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk cafe.
''Bisma,''sapa Kinara setelah melihat Bisma sedang bergulat dengan laptopnya diatas meja cafe.
''Sayang,tumben sepagi ini sudah sampai disini?memangnya kamu gk kebutik?''tanya Bisma sambil menutup laptopnya.Kini ia melangkah mendekati Kinara.
''Ini tuh sudah jam sembilan,aku sengaja datang kesini karna aku pengen ketemu kamu,kangen!'' rengek Kinara membuat Bisma terkekeh pelan.
''Aku juga kangen.''balas Bisma sambil mengecup kening kekasihnya.
__ADS_1
Mereka gk tau aja, tak jauh dari mereka berdiri ,terlihat ada dua orang karyawan yang memperhatikan mereka,siapa lagi kalau bukan si kepo Vega dan entah kenapa Maya juga ikut-ikutan kepo.
''Duuh,,aku jadi iri liat kemesraan mereka.''ucap Maya.
''Makanya mba, cari pacar dong! biar ada yang meluk kayak mba Kinara.''ucap Vega asal.
''Huus,kamu ini pelak-peluk,emang guling.''protes Maya.
''Alex masih dirumah yang?''tanya Bisma.
''Kayaknya hari ini Kia gk datang ke cafe sayang, soalnya dia lagi sakit ? ini aja masih belum sembuh.''ucap Kinara yang sengaja mengeraskan sedikit volume suaranya, saat matanya melihat sosok Gladissa yang baru keluar dari dapur.
''Kak Alex sakit?sakit apa?sepertinya semalam dia baik-baik saja deh.''gumamnya pelan.
Karna merasa penasaran akhirnya Gladissa memberanikan diri untuk bertanya pada Kinara.
''Ehem,''ucap Gladis yang sengaja berdehem untuk mengalihkan perhatian Kinara dan Bisma.
''Eh,Gladis,''ucap Kinara sambil tersenyum.Yang dibalas juga dengan senyuman oleh Gladis.
''Eemm.. mba, tadi saya tidak sengaja dengar, mba bilang kak Alex lagi sakit, kalau boleh tau dia sakit apa mba?''tanya Gladis,sangat terlihat raut wajah cemas yang ditunjukan oleh gadis itu.
''Ternyata benar kata mama,kalau Gladis sepertinya masih sangat perduli dengan Kiano.''
''Kalau kamu mau tau,sebaiknya kamu datang aja kerumah! gak apa-apa kan yang,kalau Gladis libur hari ini,kan dia mau jenguk bosnya juga.''ucap manja Kinara.
Bisma sangat gemas melihat tingkah kekasihnya itu.
''Iya,gak apa-apa kok Dis,kalau kamu mau melihat keadaan Alex.Mana tau setelah kamu jenguk dia langsung sembuh.''goda Bisma,yang ditanggapi senyuman oleh Gladis.
''Terimakasih ya kak.''ucapnya.
Setelah itu Gladis langsung pergi kekamarnya untuk kembali membersihkan badannya yang sempat berkeringat,setelah melakukan pekerjaannya tadi.
''Ya sudah yang,aku jalan ke butik dulu ya.''ucap Kinara.
''Iya,kamu hati-hati ya,jangan ngebut!"ucap Bisma,yang dibalas acungan jempol oleh Kinara.
__ADS_1
TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA PLISS..
BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🤗😘