
Kini Gladis sedang menemani Alex makan malam diruangannya.
''Kamu gk makan?''tanya Alex,setelah meneguk minumannya.
''Belum laper kak,''jawab Gladis.
''Buka mulut!" perintah Alex sambil menyodorkan satu sendok makanan kemulut Gladis.
''Ta tapi belum laper,''rengek Gladis.
''Buka sayang!" ucap Alex,yang seketika membuat Gladis replek membuka mulutnya saat mendengar kata sayang.Entah kenapa dia seperti itu ,apa mungkin dirinya merasa kangen dengan panggilan mesra itu,hingga membuatnya langsung membuka mulut saat Alex mengatakannya.
Alex tersenyum saat Gladis tak lagi menolaknya.
''Haruskah aku panggil sayang dulu,baru kamu mau nurut sama aku.''ucap Alex membuat Gladissa hampir tersedak oleh makanannya.
''Apaan sih kak,mana ada seperti itu''kilah Gladis rasanya malu sekali,ingin rasanya ia tenggelam saja didasar bumi.
''Iya juga gpp kok,aku akan dengan senang hati memanggilmu dengan sebutan itu.''goda Alex lagi.
***
Sebulan sudah berlalu,walaupun sudah tinggal satu rumah,Alex masih memberikan nafkah lahir pada Misya,walau bagai mana pun Misya masih istrinya, karna belum ada perceraian diantara mereka.Jadi Alex tetap memberikan gaji bulanannya pada Misya.
Awalnya Rina dan Kinara keberatan,namun Alex mencoba menjelaskan pada mereka pelan-pelan hingga akhirnya merekan pun mengerti.
Sedangkan Yanti merasa terhina,ia berpikir bahwa Alex hanya ingin membuat keluarganya semangkin malu dan seolah-olah Misya lah yang harus disalahkan untuk semua yang terjadi, walaupun kenyataan sebenarnya memang seperti itu.Namun tidak ada niat dihati Alex sama sekali untuk mempermalukan keluarga mereka.
''Sebaiknya kau bawa kembali uangmu itu! kau pikir saya tidak tau maksud dari semua ini,kau hanya ingin semua orang melihat jika Misya lah yang harus disalahkan atas semua ini iya kan?''senggak Yanti.
__ADS_1
''Tante,saya kesini karna saya masih bertanggung jawab atas Misya,karna memang kami belum resmi bercerai.''ucap Alex.
''Alaahh,, tidak usah sok baik kamu! saya tau sebenarnya kedatangan kamu kesini hanya ingin mengejek keluarga kami iya kan?sudahlah lebih baik kamu pulang! dan jangan pernah sok perduli pada anak saya! silahkan bawa kembali uangkamu ini! Misya tidak membutuhkannya,, karna saya masih bisa memberi Misya makan.Dan satu lagi,jangan pernah datang kesini lagi dengan alasan apapun!''ucap Yanti angkuh.
''Baiklah,setelah ini saya tidak akan datang lagi,tapi satu yang harus tante ingat! apa pun yang terjadi pada Misya nanti nya, itu bukan lagi tanggung jawab saya.Karna tante sendirilah yang menolak saya.''
Setelah mengatakan itu Alex pergi dari kediaman keluarga Misya.Dan sejak tadi ternyata Misya mendengar semua pembicaraan mereka dari awal.
Keesokan harinya..
Saat ini jam sudah menunjukan pukul dua belas siang,dan siang ini pula Gladissa sedang dalam perjalanan menuju cafe,namun bukan cafe milik Alex,melainkan cafe lain,karna saat ini Gladissa ingin menemui seseorang.
Kini taksi yang ia tumpangi sudah sampai ditempat tujuan,matanya menyapu seluruh ruangan cafe tersebut,hingga matanya melihat sosok yang ia cari.Dengan langkah pelan Gladis mendekati orang tersebut.
''Misya,''sapa Gladis.
''Haii Dis,duduk lah!'' ucap Misya yang diangguki oleh Gladissa.
''Kamu mau pesan apa?''tanya Misya, setelah Gladis duduk didepannya.
''Jus jeruk aja.''jawab Gladis.
''Baiklah,mba jus jeruknya dua sama Steak sapinya satu.''ucap Misya,pada pelayan cafe.
''Baiklah ditunggu sebentar ya mba!" ucap pelayan tersebut,sambil berlalu.
''Sebenarnya ada apa kamu ingin bertemu dengan saya?''tanya Gladis langsung.
''Sebenarnya aku hanya ingin berbaikan denganmu kamu maukan kalau kita kembali berteman?''ucap Misya,setenang mungkin.
__ADS_1
Namun tidak dengan Gladissa,ia merasa sedikit heran dengan permintaan Misya.Pasalnya waktu itu,Misya sempat mengatakan pada nya kalau sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah memaafkan Gladis,karna telah merebut Alex darinya.Namun sekarang apa? dengan mudahnya Misya mengatakan kalau dirinya ingin kembali berteman dengan Gladissa,jadi wajar kan kalau Gladis berpikir kalau Misya ada maksud tertentu?
Gladis masih belum menjawab,dan Misya bisa melihat keraguan dimata Gladissa.
''Dis,aku tau mungkin kamu masih belum percaya jika aku ingin kembali ingin berteman denganmu, namun aku ingin kamu tau,kalau aku menyesal pernah berbuat buruk padamu,sebenarnya kamu tidak salah,karna sejak awal kamu lah wanita yang dicintai mas Kiano, namun saat itu aku tidak bisa menerimanya, mungkin karna aku terlalu mencintai mas Kiano saat itu.''ucap Misya sambil menjeda ucapannya.
''Dis, apa kamu masih mencintai mas Kia?''tanya Misya sambil menatap Gladis.
''Sa saya ti -,'' belum sempat Gladis menjawab Misya kembali menyela ucapannya.
''Kalau kamu masih mencintai nya perjuangkanlah kembali.Aku akan ikhlaskan dia untukmu,aku sadar seberapa besar pun cintaku padanya, dan sekuat apa pun aku tetap mempertahankan nya di sisiku, kalau memang Tuhan tidak menghendaki maka kami tidak mungkin bisa berjodoh, terus mau bagai mana lagi,pasti akan terpisah juga kan? dan mungkin takdir dan jodohku saat ini adalah ayah dari bayi yang ku kandung.''jelas Misya.
''Kamu tau Dis?mungkin kalau saja saat ini aku tidak hamil, dari kemarin pasti sudah ada surat perceraian diantara kami.Namun aku harus menunggu beberapa bulan lagi untuk itu.''ucap Misya sambil mengelus perutnya yang masih belum terlihat membuncit.Karna usia kandungan Misya baru dua bulan.
Jujur, saat ini Gladis tidak tau harus berkata apa,sebenarnya ia senang mendengar ucapan Misya,namun ia juga tak tau harus menanggapi ucapan Misya seperti apa.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun tiba.
***
Gladis dan Misya sudah memutuskan untuk berdamai,dan melupakan semua yang telah terjadi diantara mereka,walaunpun tidak se akrab dulu,namun setidaknya diantara mereka sudah tidak ada lagi saling membenci dan permusuhan diantara mereka.
Seminggu kemudian..
Saat ini terlihat dikediaman keluarga ALEXANDER ramai oleh para pekerja tenda.Karna tiga hari lagi akan ada pernikahan dikediaman keluarga itu.Siapa lagi kalau bukan Kinara dan Bisma.
''Mah kan cuma nelpon masa gk boleh juga sih?! rengek Kinara.Pasalnya, selain tak boleh bertemu, Rina juga sama sekali tak mengijin kan Kinara dan Bisma untuk saling berkomunikasi,peraturan dari mana coba, mungkin itu hanya bisa-bisa Rina saja.
''Udah,gk usah manyun gitu! kan tiga hari lagi juga bakalan ketemukan?jadi gk usah di monyong-monyongin tu bibir.''ucap Rina,yang membuat Misya tambah kesal.
__ADS_1
BERSAMBUNG