Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Brayen Yang Penasaran


__ADS_3

Misya melangkah mendekati Alex lalu memeluknya daari belakang.


''Mas sebenarnya aku pengen,''ucap Misya memelas.


Alex mengerenyitkan dahi,lalu mencoba melepaskan pelukan Misya dari tubuhnya.


''Maksud kamu??''tanya Alex sambil menatap wajah Misya.


''Aku pengen berbagi keringat denganmu pagi ini mas,''goda Misya dengan nada sensualnya.


Alex menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan.


''kenapa pagi-pagi sudah dihadapkan dengan hal seperti ini,membuat kepalaku rasanya mau pecah saja,coba yang ada didepanku saat ini adalah Sasa sudah habis ku makan sejak tadi.''


Batin Alex,sambil menatap wajah Misya,lalu dengan cepat ia menghindar dari istri mesumnya itu.


''Mas iihh,''rengek Misya saat Alex meninggalkannya begitu saja keluar dari kamar mereka.


''Kenapa Misya jadi mesum seperti itu ya,sepertinya aku akan kerepotan menghadapi sifat mesumnya itu.''


Batin Alex,yang tanpa sadar sudah berada dibawah.


''Baru turun loe,''sapa Bisma yang saat ini masih duduk manis bersama Kinara dimeja makan.


Alex sama sekali tak menghiraukan ucapan Bisma,namun ia malah menarik kursi tepat disamping Kinara dan mendudukinya.


''Mana bini loe?''tanya Bisma lagi.


''Diatas.''jawab Alex singkat.


''Tumben sekali kamu belum ?pergi kerja jam segini Bisma?''tanya Alex sambil menyeruput teh hangatnya miliknya yang baru disediakan oleh Art.


''Mau nganterin Kinara dulu ke butik,habis itu baru ke cafe.''jawab Bisma.


''Kamu sudah siapa sayang?tanya Bisma pada kekasihnya.


''Bentar ya yang aku ambil tas dulu dikamar.''jawab Kinara,yang di angguki oleh Bisma.


Setelah mengatakan itu Kinara segera berlalu,beberapa saat kemudian Kinara pun keluar dengan membawa tas dan laptop miliknya.


''Yuk!" ajak Kinara.


''Ki,mba pergi ya,nanti bilang sama Misya kalau mba sudah pergi diluan.''ucap Kinara.


''Iya mba.''jawab Alex.


***


Kini Alex sedang duduk diruang tamu sambil menunggu Misya turun dari kamarnya.


''Kemana Misya,kenapa lama sekali.''gerutu Alex.


Alex memutuskan untuk menyusul Misya keatas,namun baru hendak melangkah ia melihat Misya sudah menuruni anak tangga.


Tanpa banyak bicara Alex langsung melangkah menuju luar,diikuti Misya dari belakang.


Sementara itu di cafe Gladis dan teman-temannya sedang sibuk melayani para pelanggan cafe yang mulai berdatangan.

__ADS_1


Gladis kembali melihat sosok pemuda yang pernah ia lihat kemarin sedang memasuki cafe,matanya terus menatap pria itu,entah kenapa sosok pria itu tiba-tiba menyita perhatiannya padahal ia sama sekali tidak mengenalnya.


''Kenapa loe liatin tu cowo dari tadi?naksir loe?tanya Vega yang tiba-tiba mengagetkan.


''Tapi ngomong-ngomong tuh cowo cakep juga ya,apa lagi tatonya beehh,,,bikin tambah kelihatan macho.''cerocos Vega.


Gladis yang mendengar memutar bola matanya jengah.


Saat ini Alex sedang mengendarai mobilnya bersama Misya menuju butik dimana Misya bekerja.


''Kenapa kamu tidak memakai mobil kamu sendiri saja sih?''ucap Alex yang masih fokus dengan stirnya.


''Males aja,lagi pula aku juga pengen seperti orang-orang kalau kerja dianterin sama suaminya.''ucap Misya.


''Kenapa memangnya?jangan bilang kamu keberatan buat antarin aku ke butik?''tanya Misya sambil menatap Alex.


''Walau pun saya bilang keberatan memangnya kamu mau mengerti? tidak kan?!" jawab Alex.


''Hehe iya juga sih,''ucap Misya.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Setelah Misya turun dari mobil,Alex langsung melajukan mobilnya menuju cafe miliknya.


Dua puluh menit kemudian Alex pun sampai,dan ia langsung memarkirkan mobilnya.


''Haii Lex,''baru sampai?''sapa Bisma.


Sementara Alex hanya mengangguk sebagai jawaban.


''Oya ada yang nyariin loe sejak tadi.''sambung Bisma lagi.


''Tuh,,''tunjuk Bisma dengan mulutnya.


''Oh,yasudah saya kesana dulu.''ucap Alex sambil berlalu.


''Sudah lama Brayen?''tanya Alex


''Lumayan,sendiri aja?mana istri loe kenapa tidak diajak?''tanya Brayen.


''Kamu meledek saya? lagi pula saya ini sedang bekerja,bukannya liburan.''cetus Alex.


Brayen terkekeh mendengar jawaban Alex.


Sedang kan di meja pantry, Vega dan yang lainnya sedang sibuk melayani para pelanggan.


''Dis,tolong anterin ini kemeja nomor sembilan dong,aku kebelet pipis nih,tolong ya?!'' ucap Maya sambil berlalu begitu saja.


Gladis hanya menggeleng kan kepalanya,dan mau tak mau ia yang menggantikan Maya mengantar pesanan,yang sialnya itu adalah meja dimana Alex dan Brayen duduk.


''Ya ampun,kenapa harus meja itu sih yang nomor sembilan,bisa diganti gk sih nomor mejanya.''gumam Gladis,namun kakinya tetap melangkah menuju meja tersebut.


''Permisi mas,ini pesanannya.''ucap Gladis sopan,sambil meletakkan pesanan tersebut.


Alex nampak terkejut saat yang mengantarkan pesanannya adalah gadis yang selalu membuatnya merasakan rindu.


''Silahkan dinikmati!"tambah Gladis lagi sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


''Apa-apaan dia,kenapa seolah tak mengenalku,bahkan melirikku saja tidak.''


Batin Alex sambil tatapannya terus tertuju pada sosok wanita yang ada didepannya.


Setelah mengucapkan itu Gladissa pun berniat pergi,namun baru selangkah ia melangkahkan kakinya,tiba-tiba suara seseorang menghentikan langkahnya.


''Maaf nona bisa saya bertanya sebentar?''tanya seseorang tersebut yang tak lain adalah Brayen.


Alex mengerenyitkan kening,saat Brayen memanggil Gladis.


''Iya mas,apa masih ada yang ingin dipesan?''ucap Gladis lagi.


''Apa kamu membawa ponsel?''tanya Brayen.


''Tidak mas,saya tidak bawa.''jawab Gladis.


''Kalau nomornya ingat kan?''tanya Brayen lagi.


''I iya ingat emangnya ada apa ya mas?''tanya Gladisaa yang masih belum faham.


''Coba sebutkan kalau kamu ingat?


''HAH??


''Maksud saya,boleh kan saya minta nomornya nona?''ucap Brayen to the point.


Mendengar ucapan Brayen seketika membuat Gladis menatap kearah Alex.


''Eehheemm,,'' Sasa sebaiknya kamu kembali kebelakang!" ucap Alex datar.


''Ba baik pak, kalau gitu saya permisi.''ucap Gladis sambil berlalu.


Alex masih memperhatikan punggung Gladis sampai menghilang dibalik kerumunan pengunjung.


''Cantik ya?''ucap Brayen tiba-tiba, membuat Alex menatap kearahnya.


''Siapa maksud kamu?


''Siapa lagi kalau bukan cewe cantik dan imut yang mengantarkan pesanan gw tadi.''jawab Brayen.


''Jangan macam-macam kamu Bray,dia itu milik saya,maksud saya dia itu karyawan saya dan saya bertanggung jawab jika dia berada di cafe ini.''ucap Alex dengan nada serius.


''Benarkah hanya itu?''tanya Brayen curiga.


''I iya,tentu saja.''jawab Alex gugup.


''Baiklah,tapi gpp dong kalau gw deketin dia?


''Tidak boleh!'' jawab Alex langsung.


''Why?


''Ya karna saya tau kamu hanya akan mempermainkan nya saja,dengar ya Brayen jangan pernah kamu memcoba untuk merayu atau pun mendekati Sasa,karna dia adalah tanggung jawab saya.''jelas Alex.


''Apa dia kekasihmu Lex?''tanya Brayen yang semangkin penasaran.


Tadinya Brayen hanya berniat menggoda Alex,karna sejak Gladis datang untuk mengantarkan pesanannya, Brayen melihat Alex terus memperhatikan gadis itu, dan dari situlah Brayen ingin berniat menggoda Alex dengan meminta nomor ponsel Gladissa, namun siapa sangka niat yang awalnya hanya bercanda justru ditanggapi serius oleh Alex.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2