Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Mungkin Takdirmu Adalah Dia


__ADS_3

Saat ini Alex terlihat sangat tegang,entah kenapa dipernikahan yang kedua ini membuat Alex begitu merasa sangat gugup.


''Kenapa kamu tegang sekali nak? coba rilex,tarik nafas dalam,dan hembuskan perlahan!"ucap pak penghulu.


Dan Alex pun mengikuti saran yang diberikan pak penghulu tersebut,dan sepertinya itu cukup berhasil,terbukti kini Alex tak setegang tadi.


''Baiklah,karna calon pengantin wanita nya sudah tidak mempuyai ayah atau pun saudara yang bisa mewalikannya, makan saya sendari yang akan jadi wali hakimnya.Sekarang kita akan mulai akadnya, apa nak Alex sudah siap?''tanya pak penghulu.


''Iya pak saya sudah siap.''jawab Alex.


Pak penghulu pun segera melakukan tugasnya,setelah beberapa saat terdengar lah kata sah dari saksi dan juga orang yang sedang menyaksikan pernikahan mereka


''Bagai mana para saksi?sah..??''


''SAAHH.....''jawab mereka serentak.


''Alhamdulillah,''ucap mereka semua.


''Baiklah nak Alex silahkan sematkan cincinnya dijari istrinya!" ucap pak penghulu.


Setelah selesai akad,kedua pengantin pun langsung digiring kedepan oleh sang kakek untuk menyambut para tamu yang hadir,kususnya para rekan bisnis sang kakek yang sengaja datang dari luar kota untuk menghadiri pernikahan dari cucu rekannya.


Tak lama terlihat Sumi datang seorang diri, setelah menyapa kakek Arya dan Jonathan Sumi duduk disudut ruangan sambil memperhatikan sepasang pengantin yang saat ini tengah berpoto bersama keluarga.


''Andai yang bersanding saat ini adalah Desta,pasti aku akan bahagia sekali rasanya.''


Ucap batin Sumi.


Dilain tempat, saat ini Uut ,Lastri ,Lina, dan Reni sudah berada didepan rumah kediaman keluarga Alex,dengan pagar yang menjulang tinggi dan dijaga oleh dua satpam disana,pagar tinggi itu memang hanya dibuka separuh saja,untuk berjaga-jaga hal-hal yang tak diinginkan.


''Loh, kalau gk salah ini kan rumahnya buk Kinara.''ucap Uut.


''Kamu yakin Ut?''tanya Reni,karna memang dia belum pernah datang ketempat ini.


''Iya,kamu benar,kemarin kan waktu ulang tahun nya buk Kinara kita diundang dan ini alamat rumahnya.''sambung Lina.

__ADS_1


''Masa disini sih,coba kamu cek lagi alamat yang dikasih oleh Gladis!" tanya Lastri pada Lina.


''Benar kok ini alamatnya,coba biar aku tanya dulu sama satpamnya.''ucap Lina sambil mendekat kearah gerbang yang dijaga oleh dua satpam tersebut.


''Permisi pak,apa benar ini alamat rumah yang ada di sini?''tanya Lina sambil memperlihatkan alamat dari ponsel miliknya.


''Iya dek,benar itu alamat rumah ini,ada apa ya?''tanya satpam tersebut ia memindai penampilan Lina.


''Apa adek ini mau keacara pernikahan den Alex ya?''tanya satpam tersebut yang membuat dahi Lina berkerut.


''Bukan pak,saya mau keacaran nikahan teman saya namanya Gladissa,lagi pula pak Alex kan sudah punya istri.''ucap Lina lagi


''Iya dek,istri den Alex namanya non Galdissa.''ucap satpam tersebut membuat Lina terkejut,termasuk ketiga temannya


''Oh gitu ya pak,kalau gitu kami bolek masuk kan?''ucap Lina,yang diangguki oleh yang lain.


''Undangannya mana? kalau tidak ada undangan kalian tidak dapat masuk.''ucap satpam itu lagi.


''Hah! undangan? apa harus pakai undangan segala ya pak? baru bisa masuk?''tanya Reni,yang diangguki oleh satpam tersebut.


''Ya mana gue tau kalau masuknya harus pakai undangan segala,lagi pula Gladis juga gk ada ngasih tau gue tentang hal ini.''jawab Lina.


''Mungkin Gladis lupa.''sambung Lastri.


''Ck,ngerepotin aja,masa mau datang kondangan aja mesti seribet ini.''gerutu Reni.


''Biasalah kalau orang kaya dimana-mana kayak gini Ren,emang loe baru tau ya?!" ucap Uut seolah mengejek.


Reni hanya memutar bola matanya jengah,saat mendengar ucapan Uut.


''Pak kami tidak memiliki undangannya,,lagi pula kami ini juga pegawai butiknya buk Kinara loh,kalau bapak tidak percaya ini buktinya.''ucap Lina sambil memperlihatkan poto mereka saat hendak mempromosikan barang yang dijual ditoko mereka saat itu,bahkan poto Gladis juga ada disana saat waktu masih kerja dibutik itu.


''Apa bapak masih belum percaya juga?''ucap Uut yang mulai kesal karna pak satpam tersebut terlihat masih diam.


Sebenarnya pak satpam tersebut masih ragu,namun ia juga tidak ingin ada masah kalau ternyata para gadis ini memang benar ternyata adalah teman-temannya dari sang pemilik rumah.

__ADS_1


''Baiklah saya percaya pada kalian,kalau begitu silahkan masuk!


''Nah gitu dong, yuk guys!" ajak Uut masuk,diikuti oleh yang lain dibelakang.


''Sebenarnya aku masih penasaran,apa benar Gladis menikah dengan kak Alex?yang kita tau kan dia suaminya mba Misya,''ucap Lina yang masih sedikit bingung.


''Apa jangan-jangan Gladis telah merebut kak Alex dari mba Misya,''ucap Uut asal.


''Iya loe benar Ut,kelihatan kan sekarang kalau Gladis itu aslinya gimana.''ucap Reni yang mengandung nada ejekan disana.


''Huus,kalian berdua ini,kalau ngomong jangan asal,kita kan belum tau kebenarannya seperti apa.''ucap Lastri.


Langkah mereka terhenti kala mata mereka melihat sesuatu didepan mata mereka saat ini.


''Ternyata benar,Gladis menikah dengan kak Alex,duuh beruntung banget sih dia bisa dapatin pangeran yang selama ini aku impikan.''ucap Uut dengan nada yang penuh sindiran sambil matanya melirik kearah Reni.


''Eh eh eh,coba lihat disana! itukan mba Misya sama siapa dia?kok mesra sekali, lagi pula kok dia seolah tidak masalah jika suaminya menikah lagi.''ucap Uut hingga membuat ketiga temannya menoleh bersamaan.


''Apa itu pacarnya? aduuhh benar-benar membingungkan.''ucap Uut sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Sebenarnya yang lainnya pun berpikiran yang sama dengan Uut,sebenarnya apa yang sudah terjadi pikir mereka.


''Yasudah lah,kita tidak perlu tau apa yang sebenarnya terjadi pada mereka,yang terpenting saat ini kita kesini kan ingin memberikan restu pada sahabat kita yang saat ini sedang duduk didepan itu.''ucap Lina sambik matanya mengarah pada sepasang pengantin yang sedang duduk disingga sananya.


***


''Kita pulang saya ya,sepertinya kamu sangat lelah.''ucap Brayen,sebenarnya ia tau kalau suasana hati Misya sedang tidak baik,pasti ia merasa sakit saat melihat laki-laki yang masih ia cintai bersanding dengan wanita lain,bahkan statusnya masih jadi istri saat ini.


Misya mengangguk tanpa ingin bicara.Namun sebelum pergi ia kembali menatap sepasang pengantin tersebut.


''Sepertinya kamu sangat bahagia mas saat bersanding dengan nya,bahkan senyummu tak pernah surut sejak tadi,berbeda sekali saat aku yang menjadi istrimu dulu,sepertinya kamu sangat tertekan saat menikah denganku,mungkin takdirmu adalah dia,,kuharap kamu bahagia bersama wanita yang kamu cintai mas.''


Ucap batin Misya.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2