Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Mabuk


__ADS_3

Saat ini Brayen sedang mengantar kan Alex menuju kediamannya,sepanjang jalan Alex terus memanggil-manggil nama Gladissa,bahkan tak jarang ia mengumpat seseorang.


Brayen mengerenyit bingung,saat Alex menyebut kalau ibunya Misya adalah dalang dari semuanya.


''Apa maksud nih anak?apa semuanya ada hubungan dengan ibu mertuanya??''gumam Brayen.


''Lex! Alex! maksud loe apa? barusan loe bilang kalau penderitaan yang loe alami saat ini karna ulah mamanya Misya? apa benar?tanya Brayen yang merasa penasaran.


Biasanya kalau orang mabuk tidak akan bohong, dan Brayen memanfaatkan situasi ini untuk mengorek hal sebenarnya,karna kalau ia sadar tidak mungkin Alex akan mennceritakannya.


''Iya,kamu tau Bisma,, tante mu itu maksa saya buat jauhin Sasa,kalau tidak Sasa akan dicelakainya,hueekk,,,''ucap Alex disela-sela ucapannya.


''Heii,,mobil gue jangan dimuntahin dong Lex,nih anak bener-bener nyusahin gw loe.''gerutu Brayen.


Alex yang memang tak biasa minum,tentu saja langsung mabok, dan melupakan apa pun termasuk Brayen yang ia kira adalah Bisma,, berbeda halnya dengan Brayen yang sudah terbiasa minum, kalau hanya tiga botol kecil seperti itu tidal akan membuatnya mabuk.


''Terus apa yang terjadi selanjutnya?tanya Brayen semangkin penasaran.


''Hehe,, kepo ya?udah kayak Brayen aja loe Bisma,yang mau tau urusan saya.''jawab Alex sambil sesekali memegangi kepalanya yang terasa pusing.


''Yaelah,, gue emang Brayen kali Lex,ucap nya sebal.


''Asal kamu tau Bisma, waktu tante kamu mengancam seperti itu,tadi nya saya tidak perduli ,tapi setelah saya melihat sendiri Sasa terbaring dirumah sakit,saya tau bahwa tante kamu itu menang orang jahat, orang yang tega menghancurkan kebahagiaan saya demi anaknya Misya.''cerocos Alex.


''Lalu kenapa kamu tidak melaporkan hal ini pada pihak berwajib?ucap Brayen yang semangkin kesal dengan temannya yang satu ini,


''Bisa-bisanya mengorbankan perasaan sendiri demi orang lain, toh pada akhirnya loe sendiri yang rugi dan menderita seperti ini.''gerutu Brayen.


Brayen segera menepikan mobilnya saat dirasanya Alex akan mengeluarkan isi perutnya.


Setelah menghentikan mobilnya dipinggir jalan, Brayen segera membantu Alex keluar dari mobil tersebut.


Alex memuntahkan semua isi perutnya.

__ADS_1


Hoek-hoek..


''Makanya kalau gk bisa minum banyak jangan sok-sok an.''ucap Brayen yang masih saja menyudutkan Alex.


Setelah dirasa Alex sudah tak mengeluarkan muntahannya lagi Brayen pun segera memapah Alex lembali memasuki mobil miliknya,lalu kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Alex.


Setelah menempuh perjalanan 25 menit akhirnya kedua pemuda itu sampai dikediaman keluarga ALEXANDER.


Kini mobil Brayen sudah berada di depan rumah Alex,setelah membuka pintu mobilnya Brayen segera keluar menuju pintu sebelah untuk memapah Alex menuju kediamannya.


Ting-tong..


Setelah memencet bel berulang kali barulah pintu dibuka dari dalam.


''Loh, Kia! kamu kenapa?dia kenapa bisa sampai seperti ini?''ucap wanita yang ternyata adalah Kinara.


''Mba sebaiknya kita bawa dia masuk dulu!" ucap Brayen yang diangguki oleh Kinara.


Setelah mendudukan Alex diatas sofa,Brayen langsung menjelaskan pada Kinara tentang yang dialami Alex namun ia tak mengatakan tentang masalah yang diceritakan Alex pada Kinara soal ibunya Misya yang menyebabnya ini semua terjadi.


''Yasudah kalau gitu gw pulang dulu ya Kin?''ucap Brayen.


''Iya sekali lagi terimakasih ya Bray udah nganterin Kia pulang? maaf jadi ngerepoti kamu.''ucap Kinara merasa tak enak hati.


''Its ok,gak masalah kok,oya apa mau gw bantuin anterin dia kekamar sekalian?''tawar Brayen lagi,karna merasa tak tega jika Kinara sendiri yang membawa Alex kelantas atas yang pastinya akan kesusahan pikirnya kalau Kinara sendiri yang membopong , melihat bobot tubuh Alex yang memang lebih besar dari kakaknya.


''Gk usah Bray,nanti aku panggil istrinya saja.''jawab Kinara,yang tak ingin merepotkan lagi.


''Oh yasudah kalau gitu,gw langsung pulang aja,''


''Iya sekali lagi makasih ya Bray?''ucap Kinara yang diangguki oleh Brayen.


Kinara memang sudah mengenal Brayen sebagai temannya Alex dari dua tahun yang lalu,seminggu yang lalu juga Kinara sempat bertemu dengan Brayen disalah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota tersebut dengan seorang wanita yang diyakini Kinara itu adalah pacar kesekian nya Brayen,karna Kinara sebenarnya juga tau kalau Brayen itu adalah seorang playboy.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Misya,ia sama sekali belum pernah mengenal Brayen sebagai temannya Alex,karna memang Kinara mengenal Brayen saat sedang berlibur di luar negri, sedangkan Alex dia memang sudah mengenal Brayen sebelum saat itu Brayen memutuskan untuk pindah keluar negri ikut orang tuanya.


Setelah kepergian Brayen,Kinara langsung naik kelantai atas untuk memanggil Misya untuk membantunya membawa Alex naik kekamar.


''Apa?? Kiano mabuk!''pekik Misya,saat Kinara sudah berada dikamar Misya,dan memberitahukan tentang keadaan Alex pada nya.


Sebenarnya setelah pulang dari butik Misya langsung pegi ke cafe,namun disana Misya justru disugukan pemandangan yang indah untuknya karna saat ia memasuki cafe, Misya melihat Gladissa sedang berpegangan tangan dengan Desta,tepatnya saat itu Destalah yang menggenggam tangan Gladis untuk mengucapkan terimakasih karna dirinya sudah diberi kesempatan untuk jadi kekasihnya Gladis.


Setelah cukup puas melihat adegan itu Misya pun segera mencari keberadaan suaminya diruangannya,namun ia tak menemukan keberadaan Alex disana, karna tak menemukan Alex diruangannya, Misya pun memutuskan untuk bertanya pada Bisma,kebetul saat itu Bisma juga memang melihat kepergian Alex dari cafe dia pun berkata kalau Alex sudah pulang tiga puluh menit yang lalu.


Setelah mendengar ucapan Bisma akhirnya Misya pun memutuskan untuk segera pulang.Namun saat sampai dirumah Misya sama sekali tidak melihat keberadaan Alex,setelah mencari di kamar Misya tetap tak menemukan keberadaan suaminya itu.


***


''Apa Kia mabuk karna tadi dia juga melihat adegan Gladis dan juga Desta?.


Batin Misya.


''Sya, hey! laah ni anak disuruh bantuin juga,malah melamun.''gerutu Kinara.


''Hehe iya maaf,yasudah yuk!'' ajak Misya sambil melangkah kakinya keluar dari kamar.


Setelah membawa Alex kekamar Kinara langsung keluar,namun sebelum mambuka pintu Misya tiba-tiba menghentikan langkahnya.


''Oya Kin,memangnya siapa tadi yang membawa Kia pulang?kan tidak mungkin dia pulang sendiri dalam keadaan mabuk seperti ini.''tanya Misya.


''Oh itu temannya tadi yang bawa dia pulang,yasudah aku turun dulu ya.''ucap Kinara yang diangguki oleh Misya.


Setelah Kinara keluar,Misya langsung mengambil air dan menaruhnya didalam wadah lalu Misya menuju lemari untuk mengambil sebuah handuk kecil.


NEXT


MAAF YA GUYS KEMARIN AUTHORNYA LAGI SAKIT JADI GK BISA UP

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DAN TAMBAHKAN JUGA DI PAVORIT YA..🤗😘


__ADS_2