
Saat ini Gladissa sedang dalam perjalanan menuju kediaman Alex,didalam perjalanan ia terus berdoa,semoga Alex baik-baik saja.
Tak terasa taksi yang ditumpangi Gladis telah sampai dikediaman keluarga ALEXANDER.
Setelah membayar taksi tersebut,Gladis pun segera turun dan melangkah kan kakinya menuju rumah besar itu.
Rina yang saat itu sedang berada didapur mendengar suara bel rumah berbunyi.
''Siapa ya? gk biasanya ada yang bertamu jam segini.''gumam Rina sambil melihat jam yang ada didinding dapur yang saat itu menujukan pukul sepuluh pagi.
''Bik,tolong bukain pintunya dong!" ucap Rina sedikit berteriak.
''Iya buk,''jawab Art tersebut.
''Siapa bik?''tanya Rina sambil melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
''Tante,''sapa Gladis setelah melihat Rina.
''Gladissa,kamu datang.''ucap Rina.
''Tuh kan, aku gk salah, dia pasti datang kesini mau melihat keadaan Kia,,aku semangkin yakin kalau Gladis masih mencintai Kiano.''
Ucap batin Rina.
''Oya tan,kata mba Kinara kak Alex sakit?terus gimana keadaannya sekarang?''tanya Gladis.
''Sepertinya masih sakit,ini rencananya tante mau masakin bubur buat dia.''jelas Rina.
''Gimana kalau saya bantu tante?''tawar Gladis.
''Oh,boleh-boleh yuk!" ajak Rina,sambil melangkah kan kakinya menuju dapur.
Beberapa saat kemudian.
''Akhirnya selesai juga.''ucap Rina.
''Yaudah Dis,sebaiknya kamu bawa kekamar Kia langsung,tante mau ganti baju dulu nih kotor.''ucap Rina sambil berlalu.
__ADS_1
Rina sengaja tak memberika Gladis kesempatan untuk menolaknya.Dan mau tak mau akhirnya Gladis pun harus mau 😁
Saat ini Gladis sudah berdiri di depan pintu kamar Alex.
''Ketok gk ya,''gumamnya pelan,jujur saat ini ia sedikit ragu.Dan akhirnya Gladis pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar tersebut.
Namun setelah diketuk berulang kali,tak ada jawaban dari dalam,karna penasaran Gladispun akhirnya memberanikan diri untuk memutar knop pintu tersebut.
Gladis masuk selangkah sambil memanggil nama Alex,namun masih tak ada jawaban.Akhirnya Gladis mendekat menuju ranjang,yang ternyata ada sosok laki-laki yang ia khawatirkan sejak tadi, ternyata masih anteng dengan tidurnya.
''Masih tidur,''gumam Gladis.
Akhirnya wanita muda itu meletakan nampan berisi bubur diatas nakas,lalu kakinya melangkah menuju jendela dan membunya gorden yang masih tertutup rapat itu.
Setelahnya ia kembali mendekati tempat tidur dimana saat ini Alex berada.Gladis mendudukan bo*kongnya di sisi tempat tidur, ia menatap wajah Alex yang memang sesalu tampan dimatanya,tanpa Gladis sadari tangannya kini terulur untuk mengelus wajah itu.
Alex merasa sedikit terusik,namun ia masih enggan untuk membuka matanya,karna saat ini ia bermimpi Gladis datang menemuinya dan terlihat mereka sangat bahagia di mimpi itu.Namun ia kembali terusik,saat merasakan ada yang meraba wajahnya,dengan sedikit malas akhirnya Alex membuka kedua matanya.
Saat membuka mata orang yang pertama kali ia lihat adalah Gladis wanita yang selalu menjadi ratu dihatinya.Alex tersenyum,ia mengira kalau ia masih belum bangun dari mimpinya,lalu Alex kembali memejamkan matanya,namun suara lembut itu membuat dahinya mengkerut,dengan pelan Alex kembali membuka matanya.
Dan tetap,wajah itu yang kembali ia lihat.
''Mau sampai kapan kak Alex terus tersenyum seperti itu?''ejek Gladis.
''Hah?bahkan mimpi ini seperti nyata.''gumam Alex lagi yang masih belum konek.
''Kak Alex,ini bukan mimpi! lagian matanya udah kebuka gitu juga,masih aja bilang kalau ini mimpi.''rajuk Gladis.
Alex yang baru tersadar kalau ini bukanlah mimpi segera bangkin dari tidurnya,lalu menyandarkan kepalanya dikepala tempat tidur.
''Sasa,kamu ada disini?beneran?''tanya Alex yang masih belum percaya.
''Iya kak,ku dengar kak Alex sakit makanya aku jenguk,oya tadi aku sama tante Rina buatin bubur buat kamu,dimakan ya!" ucapnya sambil meraih nampan yang ada diatas nakas.
''Oya gimana keadaan kaka sekarang?''tanya Gladis sambil menyuapi bubur tersebut kemulut Alex.Dan Alex dengan senang hati menerimanya.
''Sepertinya jauh lebih baik sekarang.''jawabnya sambil terus memandang wajah pujaan hatinya.Tak terasa bubur yang ada di mangkok tersebut habis tak tersisa.
__ADS_1
''Baiklah sudah habis,kalau gitu aku keluar dulu ya.''ucap Gladis sambil bangkit dari duduknya.
Namun tiba-tiba tangan Alex menarik tangan Gladis,hingga wanita itu jatuh tepat dihadapannya dengan posisi Gladis ada diatas Alex.
Hening...
Saat ini mereka masih saling diam,dan juga saling tatap.
Jantung keduanya berdegup dengan kencang.
''Astaga,kenapa dengan jantungku ,semoga kak Alex tidak mendengarnya.
''Sasa,aku ingin kita kembali lagi seperti dulu,aku sangat mencintaimu,apa kah masih ada kesempatan untukku?''
Batin Alex.
''Ah,maaf kak,''ucap Gladis sambil memperbaiki duduknya.
''Sasa bisa kah kita kembali seperti dulu?''tanya Alex tiba-tiba.
Terlihat Gladis menghela nafasnya.
''Kak,kak Alex tau kan sekarang ini aku sedang menjalain hubungan dengan kak Desta,dan apa menurut kak Alex pantas kalau seseorang yang sedang menjalin hubungan lalu dia menerima orang lain untuk jadi kekasihnya?itu artinya sama saja aku berselingkuh,dan aku tidak mau menyakiti hatinya, dan ku rasa cukup aku saja yang pernah mengalaminya.''ucap Gladis.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Gladis,membuat hati Alex merasa tertampar,dengan kata-kata nya.Namun ia tak ingin kehilangan kesempatan untuk kedua kalinya,dan sebelum janur kuning belum melengkung Alex bertekat akan merebut kembali hati Gladissa.Namun jika Gladis tetap akan mempertahankan hubungannya dengan Desta, maka Alex akan mengalah.
''Sasa,aku tau kamu tidak mencintai Desta,kamu hanya menerimanya karna kasihan kan? jika kamu terus memaksakan hubungan cinta sepihak itu, kamu tidak akan bahagia,dan secara tidak langsung kamu juga akan tetap menyakiti perasaan Desta.''jelas Alex.
Gadis itu nampak berpikir,mungkin ia mengira ucapan Alex ada benarnya,namun tetap saja tidak mungkin baginya untuk memutuskan hubungan tanpa ada alasan yang jelas.
Sebaiknya aku keluar.''ucap Gladis,meninggalkan Alex yang masih menatap punggung Sasa,hingga gadis itu menghilang dibalik pintu.
Saat ini Rina dan Gladis sedang menyiapkan makan siang,rencananya Rina akan menyuruh Kinara dan Bisma untuk makan siang dirumah,awalnya Kinara menolak permintaan sang mama dengan berbagai alasan,salah satunya kerjaan yang menumpuk,lagian toh hanya makan siang biasa,gk ada yang istimewa, namun bukan Rina namanya kalau tidak bisa membuat Kinara menurutinya.
Tepat pukul dua belas siang, Kinara dan Bisma sampai dikediaman ALEXANDER
''Memangnya ada acara apa dih yang?hingga mama kamu menyuruh kita makan siang bersama?''tanya Bisma yang masih penasaran.
__ADS_1
NEXT