
''Misya apa kamu sedang lelah?''tanya Alex sambil melangkah mendekati Misya.
''Tidak juga mas,apa mas Kia butuh sesuatu biar aku ambilkan.''tawar Misya.
Kini Alex sudah duduk di tepi ranjang tepat disamping Misya.
Misya terlihat salah tingkah kala Alex menatap wajahnya lekat.
''Kenapa mas Kia menatap ku seperti itu,jantung ku juga kok jadi berdebar seperti ini ya.''
Batin Misya sambil memegang da danya sendiri.
Alex mulai mendekat kan wajahnya pada Misya,lalu membisikan sesuatu ditelinga wanita itu,mata Misya mengerjab berkali-kali saat mendengar ucapan Alex pada hanya.
''Mas serius?''tanya Misya berbinar.
Dan Alex pun mengangguk sebagai jawaban.
''Kalau gitu aku bersiap dulu ya mas.''ucap Misya sambil berlalu kekamar mandi.
Alex menghembuskan nafas nya kasar.
''Aku harus memastikan nya lagi.''gumam Alex.
Alex yang asik melamun tak sadar jika Misya kini sudah berada dihadapannya.
Tanpa rasa malu Misya melepaskan jubah mandinya dan hanya menyisakan sepasang b*ra dan celana da*lam nya saja.
Misya mencoba membuka kemeja yang Alex kenakan hingga terpampanglah tubuh atletis milik suaminya itu.
Misya menelan ludahnya kasar saat menatap da da bidang Alex yang terlihat sangat sek*si dimatanya.
Tanpa permisi Misya langsung menyambar bibir Alex,hingga membuat Alex hampir terhuyung kebelakang kerna serangan mendadak.
Misya terus melu*mat bibi suaminya itu dengan sangat rakus hingga menimbulkan suara-suara decapan disana.
Tangan Alex pun mulai bergerilya,hingga tangannya sampai dipengait benda berwarna hitam yang menutupi gunung kembar milik Misya.
Perlahan Alex membuka pengait tersebut,hingga terpampanglah daging kenyal yang terjun bebas dihadapannya.
Alex menatap dua gundukan tersebut,matanya memindai setiap inci tubuh setengah telan*jang itu,Alex menuntun Misya untuk segera berbaring ditempat tidur,lalu tangannya mulai menurunkan penutup terakhir milik Misya,hingga ter lihatlah anak gunung yang berwarna putih kemerahan.Mata Alex kembali menatap milik Misya seperti sedang mencari sesuatu dan yap,,akhirnya Alex menemukan yang ia cari,sebuah tanda kepemilikan atau tanda cinta yang diciptakan oleh orang tersebut,yang sudah berani meniduri istrinya.
__ADS_1
Alex kembali meraih kemejanya lalu memakainya,hingga membuat Misya bingung.
''Mas kenapa?apa ada yang salah?kenapa mas Kia kembali memakai kemejanya?''tanya Misya yang masih belum mengerti.
''Saya ingin kamu berkata jujur.Dengan siapa kamu melakukannya?''tanya Alex dingin
''Melakukan apa mas?aku gk ngerti maksud kamu,''ucap Misya,berkilah.
Laki-laki mana yang sudah tidur denganmu tadi malam?''ucap Alex akhirnya.
Wajah Misya seketika memucat, hasrat yang tadinya menggebu juga ikut surut,,kala Alex menanyakan kembali perihal ketidak pulangannya tadi malam,bahkan sekarang Alex bisa langsung menebak ke intinya.
''A aku tidak mengerti apa yang mas ucapkan, dan aku tidak melakukan apa pun yang mas tuduhkan.''ucapnya pelan,namun ia sama sekali tak berani menatap mata elang Alex.
Alex manarik nafas dalam,lalu membuangnya perlahan, Alek kembali mendekati Misya kemudian menunjuk warna merah ke unguan yang terdapat di atas anak gunung miliknya.
Misya mengikuti arah pandang Alex, seketika matanya membola saat melihat ada tanda cinta yang diciptakan Brayen tepat diatas inti miliknya.
''Kenapa aku sama sekali tidak menyadarinya,apa yang harus ku jawab pada mas Kia sekarang? duuhh,,Brayen kenapa bisa seceroboh ini sih.''
Batin Misya.
''Kalau kamu tidak ingin menjawab tidak masalah,tapi sebaiknya mulai sekarang kita tidur ditempat yang terpisah.''ucap Alex datar
''Aku harus bagai mana,aku gk mau kalau sampai kehilangan mas Kia,aku sangat mencintainya.''ucap Misya lirih kini air matanya juga sudah mulai membasahi pipi nya.
Sedangkan Alex langsung pergi menuju cafe,sepanjang jalan ia berpikir,kenapa perasaannya biasa-biasa saja saat mengetahui Misya sudah berkhianat pada nya,tidak ada sakit hati atau pun benci,, apa mungkin karna sampai sekarang dirinya belum bisa mencintai Misya.
Namun sebagai seorang suami Alex merasa kecewa pada Misya,kenapa dia bisa-bisanya berselingkuh dibelakangnya.
***
Tak terada dua hari telah berlalu,terlihat Gladissa juga sudah kembali dari kampung halamannya.
''Haii Dis,kamu sudah kembali,gimana keadaan ibumu sehat kan?''tanya teman-teman satu kerjaannya.
''Alhamdulillah sehat,oya ini saya ada bawa sedikit oleh-oleh untuk kalian.''ucap Gladis sambil menyerahkan beberapa bungkusan pada teman-temannya.
''Widiih,,baik banget cih temenku ini tapi ngomong-ngomong apa isinya nih Dis?''ucap Vega sambil menatap bungkusan tersebut.
''Buka aja.''ucap Gladis.
__ADS_1
''Wah makanan guys, udah lama aku pengen makanan ini, loe tau aja Dis, makasih ya.''ucap Vega dan yang lainnya.
''Sama-sama.''jawab Gladissa sambil tersenyum.
''Ekhm,''ucap seseorang yang membuat Gladis dan teman-temannya menoleh kearah sumber suara.
''Kak Bisma,''ucap Gladis yang seketika membuat teman-temannya menatap heran pada Gladis,pasalnya Gladis memanggil Bisma dengan sebutan kak,bukan pak seperti biasanya.
''Kenapa loe panggil pak Bisma dengan sebutan kak?'' tanya Maya heran.
''Tidak masalah kok,saya juga tidak keberatan.''jawab Bisma saat mendengar obrolan pegawainya.
''Oya Dis,buat saya tidak ada oleh-olehnya?''sindir Bisma.
''Ada kok kak,sebentar ya.''ucap Gladis kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar yang selama satu bulan ini ia tempati.
Lagi-lagi semua temannya menatap heran padannya.
''Ini kak, dan ini sekalian buat mba Kinara.''ucap Gladis sambil memberikan oleh-oleh pada Bisma.
''Ok makasih ya Dis.''ucap Bisma yang diangguki oleh Gladis.
Ketika Gladis menoleh tiba-tiba ketiga temannya menatapnya dengan tatapan penuh tanya,seperti orang yang penasaran.
''Kalian kenapa?kok liatin saya seperti itu?''tanya Gladis yang masih bingung akan tingkah teman-temannya.
''Coba jelasin ke kita, apa loe yang selama ini nempati kamar yang ada disebelah ruangan pak Alex?''tanya Vega menyelidik.
''Hah? i itu...,,sebenarnya iya saya yang menempatinya.''jujur Gladis.
''Terus kenapa selama ini kamu gk bilang ke kita?''tanya Vega lagi.
''Ya saya hanya tidak enak pada kalian,karna kan kalian yang lebih dulu kerja di cafe ini,tapi yang dapat kamar itu malah saya.''sesal Gladis.
''Ya ampun Dis,ya gpp lagi itu artinya nasip kamu yang beruntung untuk nempati tuh kamar.''sambung Maya.
''Jadi kalian gk marah sama saya?
''Ya ngapin kami marah,tapi kami hanya kecewa kenapa kamu gk jujur dari awal tentang ini.''ucap Vega.
''Iya sekali lagi saya minta maaf.
__ADS_1
TBC