Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Panggil Aku Mas!


__ADS_3

Alex masih mendekap tubuh Gladis dengan erat,bahkan semangkin erat kala Gladis terus memberontak didalam dekapannya.


''Kak lepasin dong,itu mama nunggu loh dibawah,''rengek Gladis.


''Kalau aku gk mau gimana?''tanya Alex sambil menatap wajah cantik yang ada dihadapannya saat ini.


''Sayang jangan bayak gerak dong,emang kamu gk merasakan kalu sijoni makin tegang kalau kamu terus bergerak seperti itu,''protes Alex.Dan benar saja Gladis memang merasakan seperti ada yang mengganjal dibagian pahanya dan tentu saja Gladis tau itu benda apa.


''Kak, a- aku mau keluar,tolong lepasin!" ucap Gladis memohon.


''Aku akan lepasih,tapi kamu harus tidurkan dia dulu,''bisik Alex ditelinga Gladis,membuat wanita itu bergidik ngeri.


''Gak mau,''jawabnya.


''Yakin gk mau?''goda Alex lagi.


''Ck,kak Alex apa-apaan sih,kok jadi mesum gitu,sebenarnya aku pengen banget liatnya ,tapi kan gk mungkin juga,gimana kalau sampai kepergok mama Rina kan bahaya.


Batin Gladis.


''Kak udah dong,kalau kaka gk mau lepasin aku teriak nih!" ancam Gladis.


''Teriak aja gpp,malah aku senang,itu artinya setelah ini kita akan langsung dinikahkan sama mereka.''jawab Alex enteng,Gladis yang mendengar hanya mendengus sebal.


Tok-tok-tok..


''Dis apa kamu ada didalam?''panggil Rina dari luar.


''Tuh kan kak,mama ada diluar.''ucap Gladis yang mulai panik.


''Ya terus,emangnya kenapa kalau mama ada diluar?biarin aja.''ucap Alex santai


Tiba-tiba..


''Aaww,''pekik Alex sambil mengelus kakinya karna diinjak Gladis.


''Awas kamu ya Sasa.''ancam Alex namun bukannya takut Gladis malah mengeluarkan lidahnya mengejek Alex.


''Gladis! Kia!'' panggil Rina lagi.

__ADS_1


''Iya mah,''jawab Gladis sambil membuka pintu kamar tersebut.


''Kamu ngapain kok lama baget didalam?terus Kiano nya mana?''tanya Rina sambil melirik kedalam ruang kamar.


''Kak Alex sedang dikamar mandi, maaf mah lama, tadi aku beresin tempat tidur kaka Alex dulu.''jawab Gladis,untung saja saat masuk tadi dia semapat merapikan tempat tidur Alex,jadi dia punya alasan saat Rina bertanya.


Tak lama terlihat Alex keluar dengan pakaian yang sudah rapi.


''Mama,ada apa mama memanggil saya?''tanya Alex dengan mode datarnya.


''Cih,bisa-bisanya dia bersikap seperti itu dengan mamanya,kalau sama aku aja,bersikap seenaknya.


Ucap batin Gladis.


''Sebaiknya kita bicara dibawah!" ucap Rina sambil melangkahkan kakinya menuju tangga,diikuti oleh Gladis dan Alex dibelakangnya.Sambil menuruni anak tangga Alex merangkul pinggang Gladis posesif membuat Gladis nenggelengkan kepalanya.


Saat ini mereka sedang duduk diruang tamu.


''Sebenarnya mama memanggilmu ingin bicara tentang pernikahanmu dan Gladis hari minggu besok,yang ingin mama tanyakan apa kamu dan Gladis ingin acaranya ini meriah?maksud mama,walaupun kalian hanya akad,apa tidak sebaiknya kita juga mengundang beberapa orang terdekat atau teman-teman kalian gitu? gimana menurut kalian?''tanya Rina.


''Sebaiknya Akadnya nanti dihadiri oleh orang terdekat saja mah,lagi pula saya dan Misya belum bercerai secara resmi,saya hanya tidak mau jika nanti orang-orang malah membicarakan kami,apa lagi Sasa,saya tidak mau mereka membicarakan hal buruk nantinya tentang Sasa."jelas Alex


''Menurutmu gimana Dis?apa kamu setuju yang dikatakan Kia?''tanya Rina pada Gladis.


''Kalau aku gimana baiknya saja mah,''jawab Gladis.


''Yasudah kalau itu keputusan kalian,, oya Ki sebaiknya kamu bawa Gladis untuk mencari cincin untuk acaranya nanti,kalau masalah baju pernikahan Kinara sudah mempersiapkannya.''ucap Rina.


''Memangnya mba Kinara tau ukuran Sasa mah?''tanya Alex.


''Dia bilang sih tau,soalnya ada salah satu pelanggan mereka yang tinggi tubuh dan ukurannya sama seperti Gladis,Kinara juga bilang kalau Gladis juga mengenalnya,apa benar itu Dis?''tanya Rina.


''Oh iya,namanya mba Via mah, memang ukuran baju kami sama.''jelas Gladis.


''Yasudah sekarang tinggal beli cincin dan juga pakaian dalam mungkin,''goda Rina,membuat sepasang calon pengantin itu tersenyum kikuk.


''Mama ini ada-ada saja.''ucap Alex terkesan datar,namun dalam hatinya merasa sangat malu.karna digoda oleh Rina.


''Baiklah kalau gitu mama tinggal dulu,karna mama akan menghubungi beberapa kerabat dekat.''ucap Rina sambil bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju lantai atas.

__ADS_1


''Sebaiknya kita berangkat sekarang!''ucap Alex,membuat Gladis seketika menatap kearahnya.


''Kemana kak?


''Sayang masa masih muda udah mulai pikun sih,kitakan mau beli cincin pernikahan,atau kamu mau cincin dari rumput saja seperti yang pernah kita buat empat tahun yang lalu.''jelas Gladis,yang membuat Gladis tersenyum kala mengingat hal tersebut.


''Kak Alex masih ingat?''tanya gadis itu sambil mengembangkan senyumnya.


''Tentu saja.''jawab Alex,sambil membalas senyuman Gladis.


''Ayo,jadi gk?''tanya Alex lagi.


''Tunggu aku ganti baju dulu.''ucapnya sambil berlalu menuju kamarnya,sedangkan Alex juga terlihat berlalu menuju lantai atas.


***


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju salah satu mall terbesar dikotanya.Sepanjang perjalanan Alex terus menggenggam tangan Gladis,bahkan sesekali pria itu mengecup lembut punggung tangan sang kekasih.


''Sasa aku mau mulai sekarang kamu memanggilku dengan sebutan mas!" ucap Alex sambil menatap sekilas wajah Gladis.


''Ok, baiklah mas ku sayang.''jawab Gladis dengan senang hati,sebenarnya dia juga sangat menyukai sebutan itu, yang menurutnya terkesan romantis.


Tak terasa mobil yang ditumpangi mereka sudah sampai,setelah memarkirkan mobil,kini sepasang kekasih itu masuk menuju lantai dasar.


''Gimana kalau kita cari makan dulu,mas lapar,tadikan belum sempat makan.''ucap Alex,yang membuat Gladis seketika menepuk jidatnya sendiri.


''Astaga mas,maaf ya aku juga lupa kalau kamu memang belum makan,''sesal Gladis.


''Iya gk apa-ap kok sayang,yasudah yuk cari makan.''ucapnya sambil mengandeng tangan Gladis.


Saat ini mereka sudah duduk disalah satu restoran yang ada didalam gedung bertingkat tersebut.


''Mas kamu pesan aja,soalnya aku mau ketoilet dulu,,entar makanannya samain aja punyaku sama punya mas Alex.''ucap Gladis,yang diangguki oleh Alex.


Saat ini Gladisaa sudah melangkah menuju toilet,namun saat ia hendak memasuki toilet tersebut,tak sengaja matanya melihat sosok laki-laki yang selama beberapa hari ini sulit ia hubungi.Laki-laki itu terlihat baru keluar dari toilet pria yang memang juga bersebelahan dari toilet wanita,ingin rasanya Gladis memanggilnya,namun rasa sesak karna sudah menahan pipis terpaksa ia mengurungkan niatnya dan lebih menuntaskan hajatnya terlebih dahulu.


''Akhirnya lega juga,tapi dimana tadi dia ya?''gumam Gladis sambil memperhatikan sekitar,namun ia tak melihat sosok yang lihat tadi,akhirnya Gladis memutuskan untuk kembali kemeja dimana saat ini Alex berada.


BERSAMBUNG

__ADS_1


MAAF KALAU CERITANYA SEDIKIT MEMBOSANKAN,TAPI AUTHOR AKAN BERUSAHA AGAR PARA PEMBACA SEMUA TERHIBUR DENGAN CERITA RECEH AUTHOR INI 😁.JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA! DENGAN CARA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN PAVORIT❤ TERIMAKASIH..🤗😘


__ADS_2