Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Luka Tak Berdarah


__ADS_3

Saat ini Alex bersama ibu dan kedua kaka nya sedang dalam perjalanan menuju kediaman mereka yang akan mereka tempati selama dua hari ini.


''Akhirnya Ki,kamu diterima juga oleh ibunya Gladis,tadinya mba sudah khawatir banget lho,takut kamu ditolak hanya karna Misya.Kenapa sih gk kamu bilang aja yang sebenarnya sama bu Diah tentang Misya yang berselingkuh, dan juga hamil anak orang lain,kamu tau? kalau misalnya ibunya Gladis tidak menerima lamaranmu hanya karna statusmu masih suaminya Misya, mba akan katakan yang sebenarnya,untuk apa juga kamu tutup-tutupi aib wanita itu.''ucap Kinara dengan ber api-api.''tanpa ia sadari ada yang merasa sedikit tersinggung dengan ucapannya.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai ditujuan,satu persatu orang yang ada dalam mobil tersebut turun,kecuali Kinara dan Bisma yang masih berada didalam mobil.


''Mas,kita disinikan masih satu hari lagi,gimana kalau besok kita jalan-jalan?''tanya Kinara.


''Liat besok aja ya.''jawab Bisma tak acuh,kemudian turun begitu saja dari dalam mobil.


''Mas Bisma kenapa sih,kok kayaknya ngambek gitu.''gumam Kinara.


Kemudian Kinara pun berjalan mengikuti langkah suaminya memasuki rumah.


Sementara ditempat lain..


''Buk makasih ya udah mau merestui hubungan aku sama kak Alex, oya buk ini tadi ada oleh-oleh dari mama dan mba Kinara buat ibu.''ucap Gladis sambil memberikan sebuah paperbag pada ibunya.


''Apa ini?''tanya bu Diah setelah menerima hadiah tersebut.


''Oleh-oleh,''jawab Gladis


''Iya ibu juga atau ini oleh-oleh,tapi maksud ibu isinya apa nduk?''tanya bu Diah gemes.

__ADS_1


''Aku juga gk tau buk,coba ibu buka sendiri!


''Wah, ini kan kebaya jaman ibu masih muda dulu,kok ibu mertuamu bisa memilikinya?''ucap bu Diah sambil menatap dengan mata berbinar pada kebaya jadul tersebut.Pasalnya itu adalah kebaya yang sedang buming ditahunnya kala itu,dan bu Diah saat itu tidak bisa membelinya karna harganya yang cukup mahal,dan akhirnya mau tak mau ia mengubur impiannya untuk memiliki kebaya itu.Namun siapa sangka akhirnya dimasa tuanya akhir ia bisa memiliki kebaya yang di impi-impikannya sewaktu muda dulu,dan ini semua berkat Rina.


''Sepertinya ibu harus berterimakasih langsung nih sama calon ibu mertuamu.Oya Dis,kapan rencananya mereka akan pulang?''


''Besok sore,kan aku juga ikut,ibu lupa?''ucap Gladis


''Oiya, maklum sudah tua nak, jadi agak pikun.''ucapnya sambil tersenyum.


''Besok pagi sebelum kamu pulang temani ibu dulu ya kepasar afa yang ingin ibu beli soalnya.''ucap bu Diah.


''Baiklah,tapi jangan lupa sebelum hari minggu ibu dan bibik harus sudah datang!" jelas Gladis.


''Ibu sih, kemarin ditawarin dijemput sama supir gk mau,kan enak gk akan sempit-sempitan sama penumpang yang lain nanti di bus.''ucap Gladis.


Pasalnya kemarin sebelum pulang Rina menawarkan supir agar menjemputnya nanti saat hendak ke kota S,namun bu Diah menolak secara halus dengan berbagai alasan,dan akhirnya Rina pun menyerah untuk membujuknya.Sebenarnya bu Diah hanya tidak ingin dikatakan oleh orang lain bahwa dirinya itu mengambil kesempatan dalam kesempitan.


***


Ditempat lain, saat ini disebuah cafe terlihat dua orang laki-laki sedang duduk bersantai sambil menikmati musik live didalam cafe tersebut,dan dia adalah Desta dan temannya Roki,teman yang selalu menasehati Desta jika dirinya mulai salah jalan.Tepatnya setelah Desta mengetahui jika Gladis tak bisa mencintai dirinya dan lebih memilih bersama Alex, sebenarnya saat itu hatinya sangat sakit,seperti luka yang tak berdarah,dari situ Desta mulai terpuruk lagi, setelah dulu dirinya pernah ditinggal oleh orang yang dicintainya,kini kejadian itu kembali terulang.Namun Desta tidak ingin melampiaskannya dengan cara mabuk-mabukan lagi seperti saat itu,ia tak ingin melihat Sumi merasa sedih,sekuat tenaga Desta selalu mencoba terlihat kuat dihadapan ibunya, walau pun sebenarnya ia sangat hancur.Bahkan sebenarnya Sumi tau itu,hanya saja Sumi juga tidak ingin mengungkit dan membicarakan kembali hal yang nantinya akan membuat putranya itu sedih.


Tak mungkin juga bagi Desta menceritakan keluh kesahnya pada sang ibu,hanya pada Roki lah ia selalu bercerita,dan untungnya Roki adalah teman yang baik,ia selalu memberikan solusi yang baik untuk Desta,seperti saat ia mengatakan hubungan percintaannya bersama Gladis yang sekarang tidak jelas,bahkan bisa dikatakan putus.Disitu Roki menasehati Desta agar sebaiknya dirinya melepaskan Gladis,karna percuma jika diteruskan jika nantinya akan membuat mereka saling menyakini,karna pada dasarnya hanya Desta lah yang mencintai.Dan disitulah Desta berpikir mungkin benar yang dikatkan Roki,bahkan dia juga pernah mendengar perkataan yang sama dari mulut Gladis.Mungkin perpisahan adalah jalan satu-satunya,agar mereka tidak akan saling menyakiti lagi nantinya.

__ADS_1


Desta yang memang masih betah duduk di dalam cafe tersebut tiba-tiba matanya melihat diluar cafe seperti ada keributan,karna merasa penasaran Desta dan Roki memutuskan keluar untuk melihatnya,matanya menyipit saa melihat orang yang sepertinya tidak asing baginya dan saat ini orang tersebut sedang beradu mulut dengan seseorang,saat mereka hendak memulai kembali perkelahian itu dengan cepat Desta memisahkan keduanya,sebenarnya banyak orang yang saat itu berada disana ,namun mereka hanya diam tanpa berniat untuk melerai keduanya,mungkin bagi mereka itu adalah sebuah tontonan yang mengasikkan,yang sayang jika di lewatkan.


Desta terus menarik tubuh salah satu dari mereka hingga akhir terlepas.


''Lepaskan aku!" ucap orang itu yang teryata adalah Naomi.


Ya,tadi Naomi yang datang sndiri ke cafe tadinya berniat hanya ingin sekedar ngopi,namun tiba-tiba niatnya berubah saat ia melihat Desi,musuh bebuyutannya sewaktu SMA dulu,Naomi yang tiba-tiba moodnya berubah memilih berniat untuk pergi dari sana,namun kala ituDesi yang sudah melihatnya langsung mengikuti Naomi yang saat itu berjalan menuju mobil miliknya.


Sebelumnya..


''Eh anak manja,udah lama ya gk ketemu.''ucap Desi sambil memandang Naomi dengan sinis.


Naomi yang memang malas meladeni,langsung kembali melangkahkan kakinya menuju mobil,namun baru satu langkah suara Desi kembali menghentikan langkahnya.


''Eh anak manja,gue ngomong sama loe ya,gk sopan banget sih loe.''senggak Desi


Naomi yang mulai terpancing akhirnya menatap wanita itu.


''Sebenarnya masalah kamu sama saya itu apa sih?kenapa dari dulu kamu suka sekali gangguin hidup saya.''sungut Naomi


''Karna dari dulu gue gk pernah suka sama loe,loe itu suka cari-cari perhatian sama orang disekitar loe,dan itu membuat gue enek liatnya,atau loe kayak gitu karna kekurangan kasih sayang dari bokap loe iya? karna setau gue loe kan gk punya nyokap.''


NEXT

__ADS_1


__ADS_2