Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Kedatangan Brayen


__ADS_3

Saat ini di keluarga ALEXANDER hanya ada Misya dan beberapa pekerja rumah ,,sedang kan Rina saat ini sedang pergi kesupermarket untuk membeli beberapa keperluan.


Tok! tok! tok


Terdengar suara pintu depan diketuk,Misya yang saat itu sedang berada didapur,langsung melangkahkan kakinya menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang.


''Kok sepi sekali sih,gk ada orang apa yah,''gumam Misya sebab ia tak melihat satu orang pun didalam rumah tersebut.


Misya membuka pintu tersebut,matanya membola saat mengetahui siapa yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.


''Haii sya,''sapa orang tersebut yang tak lain adalah Brayen.


''Kamu? ngapain kamu datang kesini?''ucap Misya sinis,namun matanya melihat kanan dan kiri sapa tau ada yang melihat.


''Ku dengar kamu sakit,makanya aku datang kesini untuk melihat keadaanmu.''jawab Brayen.


''Siapa yang bilang aku sakit?aku baik-baik saja kok.''ucap Misya malas.


''Loh sya,ada tamu ya?kok gk disuruh masuk?''tanya Rina yang tiba-tiba datang sambil membawa dua kantong belanjaan ditangannya.


''Ma mama,''ucap Misya gugup.Sedangkan Brayen terlihat biasa saja.


''Halo tante apa kabar?''tanya Brayen.


''Eh kamu Brayen ya?,tante sampai pangling,tante kira tadi temannya Misya,kamu pasti cari Kia kan?tapi sayangnya Kia sudah berangkat ke cafe.''ucap Rina panjang lebar.


Yang ditanya hanya tersenyum bingung harus menjawab apa.


''Ayo masuk Bray!" ucap Rina sambil mendahului dua orang yang berada disamping pintu tersebut.


Misya yang awalnya ingin menyuruh Brayen pulang,akhirnya mau tak mau terpaksa mempersilahkan Brayen masuk.


''Sya kamu temani nak Brayen sebentar ya,mama mau ganti baju dulu,sekalian ingin menaruh belanjaan.''ucap Rina.


Misya terpaksa mengangguk saat ibu mertuanya itu memintanya untuk menemani Brayen,padahal rasanya Misya ingin sekali mengusir pemuda yang saat ini ada dihadapannya.


''Wajahnya jagan ditekuk gitu dong sayang,''ucap Brayen yang sukses membuat Misya mendelikan matanya pada Brayen.


''Brayen,kuharap kamu bisa menjaga sikapmu ini rumah suamiku.''ucap Misya yang merasa geram.


''Kamu kok sensitif banget sih?lagi datang bulan ya?''goda Brayen lagi.


Jujur rasanya Misya ingin sekali memukul kepala pria dihadapannya ini dengan sapu.


''Sebaiknya kamu pulang gih,lagi pula mas Kia sedang tidak berada dirumah.''ucap Misya malas.


''Loh-loh Misya, kok kamu malah menyuruh Brayen pulang?emangnya kenapa?''tanya Rina yang tiba-tiba saja sudah berada disamping Misya.

__ADS_1


''I itu mah,tadi....''


''Mungkin tadi aku membuatnya sedikit kesel tante makanya dia menyuruhku pulang,lebih tepatnya Misya menyuruhku menemui Alex langsung di cafe.''kilah Brayen,menyela ucapan Misya.


''Apa benar yang Brayen bilang barusan Misya?''tanya Rina memastikan.


''Iya mah,''jawab Misya sambil memaksakan senyumnya.


Tak lama terlihat Art membawa secangkir teh.


''Ini den minumannya!" ucap Art sambil meletakkan teh hangat diatas meja.


''Terimakasih bik.''ucap Brayen.


''Maafin Misya ya Bray? kalau menantu tante ini sedikit membuatmu tidak nyaman,biasa lagi bawaan ibu hamil jadi moodnya bisa berubah-ubah.''jelas Rina.


Perkataan Rina membuat Brayen seketika tersedak oleh minumannya sendiri.


''Uhuk-uhuk-uhuk..


Brayen terus terbatuk,hingga membuat Rina menjadi panik.


''Brayen kamu tidak apa-apa?''tanya Rina yang masih terlihat panik.


Sedangkan Misya merasa gelisah sekarang,gelisah kalau nanti Brayen menyadari kalau yang ia kandung sekarang ternyata adalah anaknya.


''Emang ucapan tante ada yang salah ya?sehingga membuatmu terbatuk seperti ini?''tanya Rina lagi.


''Gk kok tan,saya hanya sedikit terkejut aja,oya selamat ya tan karna sebentar lagi tante akan jadi seorang nenek,dan selamat juga untukmu Misya,karna akan menjadi seorang ibu.''ucap Brayen,sambil menatap Misya penuh arti.


''Terimakasih.''jawab Misya singkat.


Saat ini Brayen sedang menuju keapartemen miliknya,sepanjang perjalanan ia terus memikirkan tentang kehamilan Misya,mungkinkah bayi yang di kandung oleh Misya adalah anaknya? itulah sekarang yang di pikirkan Brayen.


***


Saat ini Alex sedang berada didalam ruangannya,tak lama terdengar pintu ruangan diketuk seseorang dari luar.


''Masuk!


Setelah terdengar sahutan dari dalam orang yang berada diluar segera memasuki ruangan tersebut.


''Lagi apa bro?''tanya suara bariton yang tak lain adalah Bisma.


''Tumben ketok pintu?''sindir Alex.


''Elu mah, gw ketok pintu salah, nyelonong juga tambah salah.''ucap Bisma sambil mendengus.

__ADS_1


''Oya,gimana keadaan istri loe?gw dengar dari Kinara, Misya hamil?!" ucap Bisma.


''Ya gitu lah.''jawab Alex malas.


''Loe kenapa? apa loe merasa tidak senang jika sekarang Misya mengandung? ingat ya Lex,yang ada dikandungan Misya adalah anak loe,jadi gw harap loe bisa bersikap baik dengannya.''ucap Bisma serius.


''Hem.''ucap Alex tanpa ingin menjawab.


Jujur saat ini Alex sangat bingung harus bersikap seperti apa,ingin rasanya ia memberitahu semua orang kalau anak yang dikandung Misya bukanlah darah dagingnya,namun Alex juga tak ingin membuat wanita itu malu, jadi untuk saat ini Alex hanya diam,hingga waktu yang tepat nanti baru dia akan membuka suaranya,atau pun kalau bisa Misya sendirilah nanti yang akan menjelaskan pada semuanya.


***


Jam sudah menunjukan pukul satu siang,dan saat ini Alex sedang duduk disalah satu meja cafe bersama pengunjung yang lainnya.


Dari kejauhan ada seserorang yang sejak tadi menatap kearahnya,dia adalah Gladissa.


''Haruskah aku kesana dan memberikannya selamat atas kehamilan Misya?tapi apa aku mampu.''


Gladissa menghembuskan nafas kasar.


''Dis kamu kenapa?''tanya Maya.


''Gpp kok mba,oya sini biar saya bantu,ini mau diantar kemeja nomor berapa mba?''tanya Gladissa.


''Kenomor dua puluh,itu yang ada disamping pak Alex.''jelas Maya.


Ucapan Maya membuat Gladis seketika menatap ke arah Alex.


''Dis! udah antar sana,orangnya nungguin itu loh!" ucap Maya.


''I iya mba.''jawab Gladis sambil melangkah menuju meja tersebut.


Gladis meletakan pesanan dimeja tersebut sesekali matanya melirik pada Alex, yang saat ini sedang menikmati makanannya.


Gladissa menghembuskan nafas nya kasar,saat dia rasa Alex tidak menyadari keberadaannya.


''Apa yang kamu harapkan Sasa,dasar bodoh.''


Ucap batin Gladissa sambil memukul kepalanya pelan.


''Kenapa kamu pukul kepalamu sendiri?''ucap suara bariton yang membuat Gladis seketika tersentak.


''Hah??ucap Gladissa bengong,saat suara tersebut ternyata berasal dari seorang pria yang saat ini sedang duduk dibelakangnya. Ya dia adalah Alex,laki-laki yang sejak tadi ia harapkan melirik kearahnya.


Alex tersenyum kala melihat Gladis masih diam membeku ditempatnya.


''Duduklah!" perintah Alex,yang entah kenapa Gladis langsung menurutinya.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND KOMENNYA YA..🤗😘


__ADS_2