Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Ide Gila


__ADS_3

Jam sembilah lebih tiga puluh,Gladis sampai di cafe tempatnya bekerja,ia sengaja datang lebih awal agar teman-temannya tidak mengetahui kepindahannya.


Gladis sengaja menyembunyikan kepindahannya karna ia tak ingin teman-temannya heboh dan bertanya-tanya kenapa?dan mengapa ia bisa menempati ruangan tersebut sebagai kamarnya,padahal dulu salah satu dari mereka tidak di ijinkan untuk menempatinya,padahal dia adalah karyawan lama,sedangkan Gladis baru kerja satu bulan sudah bisa menempati ruangan itu,maka dengan alasan itulah kenapa Gladissa belum mau kalau teman-temannya mengetahuinya.


Sedangkan dengan Desta dirinya sudah membicarakannya,awalnya Desta sempat keberatan dengan berbagai alasan,namun setelah mendengar penjelasan Gladis akhirnya ia menyetujuinya walaupun sebenarnya ada rasa tak rela dihatinya.


Desta takut dengan tinggalnya Gladis di cafe milik Alex pasti akan membuat Alex semangkin punya kesempatan untuk kembali mendekati Gladissa, dan ke khawatiran itu pernah Desta sampai kan pada Gladis,namun berulang kali juga, Gladissa meyakinkan Desta kalau semua itu tidak akan terjadi, karna ia juga tak ingin sakit hati untuk kesekian kalinya.


***


Beberapa saat kemudian..


Terdengar satu persatu suara celotehan teman-teman Gladissa yang baru datang.


''Heii Dis,udah lama kamu datang?''tanya Maya.


''Lumayan mba,''jawabnya.


''Kita tadi ribut banget saat datang jangan-jangan pak Alex ada diruangannya lagi.''tambah Maya.


''Gk kok mba,pak Alex belum datang kok.


''Oh syukur lah kalau begitu,''ucap Maya lega.


Setelah mereka berganti pakaian, kini saatnya memulai aktivitas seperti hari-hari sebelumnya,seperti biasa, sebelum pelanggan datang mereka akan terlebih dahulu membersihkan cafe,


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Misya dan Kinara sedang sarapan pagi.


''Suami kamu gk ikut turun?''tanya Kinara sambil mengoles selai kacang di roti miliknya.


''Tadi sih masih tidur, oya Kin mama sama papa kapan balik dari luar kota sudah hampir dua minggu lho, kangen juga sama mereka.''ucap Misya.


''Kamu aja kangen,apa lagi aku sya, tapi mau gimana lagi, papa bilang kalau gk selesai dengan urusannya maka mereka belum bisa pulang.''jelas Kinara.


''Memangnya masalahnya rumit banget ya,makanya sampe sekarang belum selesai juga?''ucap Misya sambil menyuap nasi goreng kemulutnya.

__ADS_1


''Aku juga gk tau sya,,tapi sepertinya memang seperti itu.''jelas Kinara.


Disaat mereka masih menikmati sarapan paginya,tiba-tiba Bisma datang menghampiri mereka.


''Duuhh,enak banget kayaknya nih,''ucap Bisma yang membuat kedua wanita itu menoleh ke asal suara


''Ck,kebiasaan,kalau masuk itu salam dulu kek,ini main nyelonong aja.''ucap Misya protes.


''Udah tau,!!! kan bibik tadi yang bukain pintunya dan bibik juga yang jawab salamku.''ucap Bisma tak mau kalah.


''Sudah-sudah,kalian ini masalah kecil saja dibesar-besarin.''ucap Kinara menengahi.


''Adik ipar kamu ini sayang ngeselin,''adu Bisma pada Kinara, yang membuat Misya seketika mau muntah mendengarnya.


''Udah ah,gk asik ada si tukang rusuh datang.''sindir Misya sambil beranjak dari duduknya,dan berlalu meninggalkan kedua pasangan tersebut yang masih berada dimeja makan.


''Sayang kamu ini suka banget godain Misya,coba lihat ngambek kan dianya.''ucap Kinara protes.


''Biarin ajalah yang, lagi pula dia gk akan bisa marah lama kalau sama aku.''jelas Bisma sambil menyendok nasi goreng kemulutnya,yang memang sudah disediakan Kinara untuknya.


Misya mematikan AC diruangan tersebut lalu melangkah menuju jendela untuk membuka gorden kamarnya.


''Sudah jam sepuluh masih belum bangun juga sih.''gerutu Misya, sambil melangkah mendekati Alex yang saat ini masih tertidur dengan pulasnya.


Cukup lama Misya menunggu Alex bangun,namun sampai saat ini tak ada tanda-tanda suaminya itu akan bangun,walaupun sudah berulang kali Misya memanggilnya. hingga muncul lah sebuah ide gila dikepala Misya, bagai mana cara untuk membangunkan Alex dengan mudah.


''Baiklah sayang kalau kamu gk mau bangun, maka aku akan membangunkan mu dengan caraku sendiri.''gumam Misya sambil tersenyum penuh arti.


Misya mendekati Alex,lalu menyingkap selimut yang sejak tadi membungkus tubuhnya.


Tatapan Misya langsung tertuju pada belalai Alex yang masih terbungkus kain bernama boxer.


Misya duduk disisi tempat tidur,lalu tangan lembutnya mulai meraba perut rata suaminya,lalu mulai berpindah dan merayap menuju belalai yang pastinya sedang melambai pada nya saat ini.


Kini tangan Misya sudah menyusup masuk,melewati dua lembar kain penutup asetnya.


Misya tersenyum puas,saat mangsanya kini sudah berada dalam genggamannya,dan kini ia mulai menaik turunkan jari-jari lentiknya,bermain dengan belalai yang selalu membuatnya merasa ketagihan.

__ADS_1


Sementara di bawah alam sadar nya,Alex merasa ada yang sedang bermain dengan belalai miliknya,dan benar saja ia melihat istri pajangannya tengah asik bermain dengan aset miliknya.


''Apakah ini mimpi?tapi kenapa sepertinya begitu nyata.''


Begitulah pikiran Alex saat ini.


Sedangkan Misya,masih asik bermain dengan belalai kesayangannya.


''Duuhh,gemes banget aku liatnya,kalau ku makan sekarang,kira-kira gimana reaksinya ya,entar marah lagi kayak kemarin,duh bodo amat deh...''


Batin Misya sambil memasukan belalai milik Alex kemulutnya, namun belum lagi benda itu masuk, Alex sudah menarik belalainya menjauh dari Misya.


Misya yang kaget langsung menatap kearah Alex yang saat itu sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


Misya yang ditatap hanya tersenyum canggung


''Aku hanya ingin membangunkanmu saja,soalnya sejak tadi kamu susah sekali dibangunkan.''ucap Misya tanpa rasa bersalah.


''Misya dengar kan saya baik-baik! jika sekali lagi kamu berani melakukan ini pada saya, maka saya tidak akan memaafkanmu.''ancam Alex.


Namun Misya sepertinya sama sekali tidak takut dengan ancaman Alex karna ia merasa sah-sah saja jika memegang pusaka miliknya Alex,karna ia merasa itu juga adalah miliknya dan ia merasa punya hak atas belalai itu.


''Ini anak kenapa lagi,dimarahi kok malah tersenyum seperti itu.''


Batin Alex,sambil menatap aneh pada Misya.


Tanpa memperdulikan Misya lagi,,Alex segera beranjang dari tempat tidur,dan langsung menuju kamar mandi.


Sementara Misya malah merebahkan tubuhnya kembali ditempat tidur,sambil menunggu Alex selesai melakukan aktivitasnya dikamar mandi.


Lima belas menit kemudian Alex selesai dari ritual mandinya,ia keluar dengan sudah berpakaian lengkap,Misya terus menatap kearah Alex,semua yang dilakukan Alex tak luput dari pandangannya,hingga membuat Alex merasa risih saat Misya terus memperhatikannya.


''Misya! apa bisa kamu tidak melihat saya seperti itu?ucap Alex jengah.


''Memangnya kenapa? aku suka, ya kan gk masalah dong.''ucap Misya santai.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2