
Melihat sikap Alex yang terlihat posesif terhadap karyawannya membuat Brayen semangkin penasaran,tentang hubungan antara keduanya.
''Oya Lex,aku semangkin penasaran,apa bisa loe jelaskan sama gw.
Alex menarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskannya perlahan.
Sebenarnya dia adalah Sasa,orang yang selama ini saya cari.''jelas Alex.
Jawaban Alex tentu saja membuat Brayen sedikit terkejut,pasalnya yang ia tau selama ini Alex selalu mencari gadis ini,,dan sekarang ,setelah menemukannya kenapa Alex malah menyia nyiakan nya.''pikir Brayen yang sama sekali tak mengerti dengan cara pikir temannya yang satu ini.
''Sekarang loe sudah menemukan cinta pertama loe, tapi kenapa tidak menikahinya,loe pernah bilangkan kalau loe akan menikahinya suatu saat jika loe berhasil menemukannya?''ucap Brayen lagi mengingatkan.
''Entah lah Bray,semua yang saya inginkan tak sesuai dengan harapan saya,dan kamu tau kan saya juga sudah menikah dengan Misya,sebenarnya saya ingin sekali menjadikan Sasa istri saya, namun keadaannya tak memungkinkan.
''Dan saya juga tidak tau apa yang harus saya lakukan sekarang, semenjak saya menikah hubungan kami semangkin berjarak bahkan ia tak ingin saya menemuinya lagi dibelakang Misya,dan parahnya Desta juga sudah mulai mendekati nya.''jelas Alex.
''Desta??sepupu loe itu??''tanya Brayen lagi.
Alex mengangguk pasti.
Hening sesaat..
''Lex,gw baru ingat ada yang harus gw urus,entar lain kali kita sambung lagi gw pasti dengerin curhatan loe,udah ya gw cabut.''ucap Brayen sambil berlalu begitu saja.
Dasar anak itu,pasti dia baru ingat jika ada janji dengan wanitanya ''gumam Alex.
Setelah Brayen pergi dari cafe nya,Alex memilih untuk kembali keruangannya.
''Sasa,''gumam Alex saat melihat Gladis masuk keruangan yang ada disebelah ruangannya.
Alex memperhatikan keadaan sekitar,saat dirasanya aman Alex langsung masuk keruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Gladis yang mengetahui ada orang yang masuk kekamarnya tentu saja merasa kaget,dan ia lebit kaget lagi setelah mengetahui yang masuk kekamarnya adalah Alex,laki-laki yang sampai saat ini masih mengisi hatinya.
''Kak Alex sedang apa kamu disini?''tanya Gladis sedikit panik.
''Kenapa kamu kelihatan panik begitu?''ucap Alex santai sambil memperhatikan ruangan yang akan ditempati Gladissa.
''Jadi mulai malam ini kamu akan tinggal disini?''
__ADS_1
''Iya, dan aku ucapkan terimakasih atas semua yang kak Alex berikan pada ku.''jelas Gladis.
Seketika Alex merasa tercubit hatinya saat mendengar ucapan Gladis yang seperti sedang menyindirnya,walau pun ia tau sebenarnya bukan itu maksud dari ucapan Gladis.
''Aku tidak memberikan apapun.''jawabnya pelan.
''Tapi semua ini kan kamu yang berikan?,dari mulai tempat tidur,sofa dan yang lainnya.''jelas Gladis lagi.
''Hem,jawab Alex tanpa ingin membuka mulut.
''Oya kak Alex ada perlu apa masuk?
''Oh,aku hanya ingin tau kenapa tadi kamu bersikap cuek denganku didepan Brayen?
''Oh jadi namanya Brayen.''ulang Gladis.
''Ck,menyebalkan,jangan bilang kamu tertarik dengannya.''ucap Alex cetus sambil melirik tajam kearah Gladis.
''Kenapa? gk ada masalahkan?apa karna dia sudah menikah,seperti kak Alex?
''Sasa,''ucap Alex menggeram.
Gladis menatap wajah itu,wajah yang dulu selalu membuatnya rindu.
''Kak Alex dengar!! aku sudah mutusin akan mulai membuka hati untuk pria lain,karna percuma jika aku harus terus berlarut-larut dan terus mengharapkan cinta semu,itu tidak akan ada gunanya.''ucap Gladis.
''Sasa aku tau kamu bohong.''ucap Alex yakin.
''Kak! aku juga ingin merasakan kebahagiaan,seperti pasangan diluaran sana.''jelas Gladis,berusaha meyakinkan Alex,bahwa dia memang bicara sungguh-sungguh.
Mendengar ucapan Gladis yang sepertinya serius membuat Alex merasa sedikit resah,karna jika benar, mungkin ia akan benar-benar kehilangan Gladis jika sampai dia membuktikan ucapannya.
''Sasa kau adalah milikku dan akan tetap jadi miliku sampai kapanpun aku gk mau ada yang memilikimu selain aku.''ucap Alex tegas.
Gladis tersenyum sinis mendengar ucapan Alex,namun ia tak ingin menanggapi ucapan memuakan itu.
''Sebenarnya ada yang ingin aku tanya kan sama kamu dari kemarin,hanya saja belum ada waktu yang pas, dan jawaban yang akan kak Alex berikan akan berpengaruh bagi hidupku.''jelas Gladis.
''Apa yang ingin kamu tanyakan?''ucap Alex,entah kenapa hatinya mendadak jadi tidak tenang,dan juga merasa gelisah.
__ADS_1
''Sebenarnya apa yang akan Sasa tanyakan?kenapa aku jadi was-was seperti ini.''
Batin Alex.
''Aku tau,mungkin kedengarannya ini adalah pertanyaan konyol, tapi aku hanya ingin tau apa kak Alex pernah menghabiskan malam bersama Misya,''tanya Gladissa dengan sekali tarikan nafas,namun wajahnya sengaja ia tundukan,sebenarnya ia sangat malu saat menanyakan hal pribadi seperti itu,namun rasa penasaran begitu besar dihati Gladis untuk mengetahui kebenarannya.
''Apa? kenapa Sasa bisa punya pikiran seperti ini,apa selama ini dia selalu memikirkan tentang itu?apa yang akan ku jawab pada nya,haruskah aku jujur saja pada Sasa,tapi pasti dia akan kecewa.''
Ucap batin Alex.
''Kak,kenapa diam saja? baiklah diammu itu akan ku anggap kamu memang telah berbagi keringat dengan Misya. wajar sih ,,toh dia kan istrimu,dia punya hak atas itu,dan kamu juga berkewajiban untuk memenuhi tanggung jawab itu.''ucap Gladis mencoba menghibur diri sendiri dengan berpura tegar saat mengucapkannya padahal hatinya sangat terluka,walaupun Alex belum mengatakannya namun diamnya Alex sudah menjawab semua pertanyaannya.
''Sebaiknya aku keluar,masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan.''ucap Gladis sambil melangkah menuju pintu.
Namun baru beberapa langkah Alex langsung menarik Gladis dengan kuat hingga ia jatuh kepelukan Alex.
''Kak,lepasin aku!!" ucap Gladis,sambil mencoba memberontak.
''Biarin,biarin seperti ini sebentar saja Sa,'' pinta Alex sambil memeluk erat tubuh Gladis.
Mendengar itu, Gladis tak lagi melawan,, ia membiarkan sejenak dan memejamkan matanya,sungguh sebenarnya dirinya sangat merindukan pelukan ini,aroma tubuh Alex yang selalu membuatnya nyaman.
Alex melerai pelukannya,lalu membingkai wajah Gladis dengan tangannya.
''Walau pun raga ini milik orang lain,tapi sampai kapanpun hati ini akan tetap jadi milikmu.''ucap Alex sambil menatap netra hitam milik Gladis.
Gladis menatap mata Alex untuk mencari kebohongan disana,namun ia tak menemukannya.
''Ehem, kak sebaiknya aku keluar.''ucap Gladis yang tak ingin terlalu lama bersama Alex,ia takut akan kembali merasakan sakit hati,untuk kesekian kalinya.
Bisma melihat Gladissa keluar dari kamar tersebut,tak lama ia juga melihat Alex juga keluar dari tempat yang sama.
Bisma mengepalkan tangannya,dengan wajah memerah ,seperti sedang menahan amarah.
Bisma melihat Alex melangkah menuju ruangannya,dan dengan langkah cepat Bisma pun segera mengikutinya.
Alex terkejut saat melihat Bisma masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
''Bisma! bikin saya kaget saja,kenapa masuk tak mengetuk pintu?.''ucap Alex sambil duduk di kursi kebesarannya.
__ADS_1
''Lex gw ingin bicara serius sama loe.''