
***HAPPY READING...
DISINI MASIH LANJUTAN CERITANYA KINARA SAMA BISMA YA***..
Saat ini Kinara melangkah menuju pintu kamar,sebelum membuka pintu tersebut ia membalikan tubuhnya,dan menatap kearah Bisma.
''Mas bisma sudah makan?sekarang aku mau buat nasi goreng,kalau mas mau akan kubuatkan juga sekalian.''tawar Kinara.
''Iya, tapi aku mau mandi dulu.''jawab Bisma sambil berlalu menuju kamar mandi.
Saat ini mereka memang terlihat masing saling bicara,untuk memenuhi tanggung jawab satu sama lain sebagai suami istri,, namun sebenarnya didalam hati masing-masing masih ada yang mengganjal, yang harus segera mereka keluarkan.
Saat ini terlihat Kinara sedang berkutat dengan bahan-bahan yang akan diolahnya menjadi nasi goreng,saat ini ia sedang meracik bumbu-bumbu yang akan menjadikan nasi goreng tersebut memiliki cita rasa yang khas ala ceff Kinara.Setelah selesai membuat telur mata sapi kini Kinara mulai menumis bumbu dasar sebelum ia memasukan nasi putih tersebut kedalam wajan.Tak lupa Kinara juga memasukan potongan bakso kedalam nya,wangi nasi goreng buatan Kinara tercium sampai lantai atas, Bisma yang saat itu juga baru keluar dari kamar langsung melangkah cepat menuruni anak tangga,rasanya tiba-tiba cacing di perutnya sudah mulai berdemo saat mencium aroma nasi goreng buatan istrinya.
Kini terlihat Bisma sudah duduk di depan meja makan,ia terus memperhatikan Kinara yang saat ini masih terlihat sibuk mengaduk masakannya diatas kompor.Dimata Bisma saat ini Kinara terlihat sangat se*ksi dengan memakai gaun tidur berbahan satin dengan tali spaghetti, rambut yang di cepol sembarangan hingga memperlihatkan leher jenjang yang putih dan mulus itu.Hingga membuat Bisma kesusahan menelan sendiri salivanya,andai saat ini dirinya tidak egois,mungkin sudah habis Kinara sejak tadi.
Kini Kinara sudah terlihat mematikan kompor,lalu memasukan nasi goreng kedalam sebuah wadah.
''Loh mas,udah turun,kirain masih diatas,''ucapnya sambil mengisi nasi tersebut kedalam piring lalu menambahkan telur ceplok, mentimun dan juga kerupuk diatasnya lalu memberikannya pada Bisma
Bisma mengambil nasi goreng miliknya setelah tadi sempat ia mengucapkan terimakasih pada Kinara.Mereka makan dalam diam,tak ada yang mengeluarkan suara sepatah katapun diantara mereka,apa lagi Kinara dia memilih untuk tidak berkata apapun walau sebenarnya ia sangat canggung berada dalam posisi ini.Kini makanan didalam piring keduanya sudah habis tak tersisa,apa lagi Bisma ia sungguh lahap memakan nasi goreng buatan istrinya itu,Kinara tersenyum samar saat melihat piring Bisma sudah kosong tak tersisa.
''Eem,,gimana keadaan butik kamu?''tanya Bisma yang mulai membuka obrolan.
''Hari ini sibuk banget aku mas, banyak pesanan yamg masuk tadi aja aku sama karyawan yang lain pada lembur.''jelas Kinara
''Jadi tadi kamu juga baru pulang?''tanya Bisma lagi.
''Iya mas.''jawabnya singkat.
__ADS_1
Hening,beberapa saat..
''Nara, aku ma..,''
Deeerrtt-derrrtt..
Tiba-tiba saja ponsel milik Kinara bergetar
''Ya hallo..''
''Iya mas,''
''Besok ya? ok deh, mas datang saja langsung kebutik! saya akan sampai sebelum jam sembilan...''ucap Kinara pelan diakhir kalimatnya,karna melihat Bisma tiba-tiba beranjak dari meja makan.
''Hallo mba Kinara apa kamu masih disana?''tanya seseorang dari sebrang telpon.
''Iya mas, yasudah kan mas,besok langsung aja datang kebutik! terimakasih
''Mas Bisma kenapa lagi sih,baru saja keadaan mulai kondusif,''gumam Kinara sambil menghela nafas kasar.
''Gimana ya cara nya agar mas Bisma tidak marah lagi sama aku,''gumamnya lagi.
Tiba-tiba Kinara tersenyum penuh misterius,sepertinya ia sudah mulai mendapatkan ide yang cemerlang,dan Kinara yakin dengan cara ini pasti suaminya itu akan luluh.Setelah membersihkan sisa makanan mereka,Kinara kemudian langsung menuju kamar, saat membuka pintu Kinara melihat Bisma sedang duduk bersandar sambil memainkan ponsel miliknya.
Setelah menutup pintu kamar,Kinara segera menuju lemari untuk mengambil sesuatu,kemudian dia langsung menuju kamar mandi,tanpa Kinara sadari sejak tadi Bisma selalu meliriknya dengan ekor matanya.
Tak lama Kinara keluar dengan memakai pakaian yang sedikit terbuka,apa lagi dibagian da*da, hingga memperlihatkan dua daging mentah yang kenyal dan padat kesukaan Bisma.
Bisma yang melihat istrinya berpenampilan seperti itu menatap tanpa berkedip,bahkan hanya untuk menelan ludahnya sendiri saja ia kesusahan. Bisma seperti melihat daging mentah itu mengintip dan juga melambai-lambai kearahnya.Ingin sekali dia mengeluarkan benda tersebut dari bungkusnya,kemudian menikmatinya.
__ADS_1
Kini Kinara sudah berbaring disampingnya,dan tentu saja itu semangkin membuat Bisma gelisah sudah hampir tiga malam ia tak menikmati tubuh istrinya itu.
''Kinara pasti sengaja berpenampilan seperti ini untuk menggodaku.Malah si Joni sudah bereaksi lagi,sepertinya aku harus berbaikan dengan istriku ini,mana mungkin aku bisa mengabaikannya kalau sudah begini.Lagi pula aku juga tidak bisa lama-lama bersikap tak acuh padanya ,pasti Kinara sedih, dan aku tidak mau membuatnya terus bersedih seperti ini."
Sesal batin Bisma.
Terlihat saat ini Kinara sedang berpura sibuk dengan ponsel miliknya,padahal dia hanya ingin melihat reaksi apa yang akan suaminya itu lakukan,dan sampai berapa lama Bisma akan tahan dengan godaan yang dia berikan.
Sungguh,sebenarnya Bisma merasa sangat tersiksa,rasanya dibawah sana sudah terasa sangat sesak,apa lagi sekarang ini daging kenyal kesukaannya itu sejak tadi terus saja melambai-lambai padanya seperti ingin cepat disentuh.
Terlihat Bisma memiringkan tubuhnya kearah Kinara,setelah tadi ia sempat meletakkan ponselnya terlebih dahulu diatas nakas.
''Nara,apa kamu belum ngantuk?
Pertanyaan Bisma seketika membuat Kinara menghentikan kegiatannya yang tak berarti.
''Sepertinya belum,emang kenapa mas?
''Sebenarnya,mas hanya ingin minta maaf sama kamu tentang kejadian waktu itu,sepertinya mas sudah bersikap keterlaluan sama kamu,maaf kalau beberapa hari ini sikap mas membuatmu merasa tidak nyaman.''ucap Bisma tulus,,yang akhirnya menyadari kesalahannya karna sudah bersikap tak acuh pada Kinara,bukan hanya karna keinginan hasratnya,namun karna ia juga merasa bersalah karna sudah membuat istrinya sedih.
''Seharusnya aku yang minta maaf sama kamu,maaf kan aku mas mungkin karna aku masih kesal saat itu dengan Misya,makanya tanpa sadar ternyata aku juga sudah melukai hatimu,kamu benar walau bagai manapun Misya adalah adik kamu,bagai mana mungkin kamu akan tahan saat mendengar orang yang kamu sayangi dijelekan oleh orang lain apa lagi istr....,''
''Suutttt, mas mohon jangan diteruskan! mas akan semangkin merasa bersalah,mas minta maaf untuk itu,, dan mas merasa sangat bersalah padamu karna sudah bersikap seperti itu.''sesal Bisma.
''Iya,aku sudah memaafkan mas Bisma kok,dan jika suatu saat tanpa ku sadari ucapanku menyinggung perasaannya mas Bisma, ku harap mas Bisma langsung menegurku,agar aku tau letak kesalahanku dimana.''ucap Kinara.
''Iya sayang,''jawab Bisma sambil menggenggam tangan istrinya dan membawa Kinara kedalam pelukannya.
''Mas kangen baget sama kamu,apa lagi yang ini.''ucap Bisma sambil menelusupkan tangannya kedalam pakaian tipis milik sang istri.
__ADS_1
NEXT