
Setelah kepergian Kinara,Misya segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mengambil air lalu dituangkan kedalam wadah,setelah itu ia kembali dan meletakkan wadah tersebut diatas nakas bersama handuk kecil yang sudah ia ambil dari dalam lemari.
Perlahan Misya membuka saru persatu kancing kemeja yang digunakan Alex,setelah semuanya terlepas Misya segera mengelap tubuh Alex yang memang sudah sangat lengket tersebut bahkan dibaju yang tadi Alex gunakan ada sedikit noda muntahan yang sudah mulai mengering,tanpa rasa jijik Misya terus mengelap tubuh suaminya itu hingga seterusnya.
Setelah selesai Misya segera menggantikan pakaian Alex dengan kaos longgar .
Sejenak Misya menatap wajah Alex yang kelihatannya sudah tertidur itu.
''Apa kamu masih belum bisa melupakan wanita itu?hingga membuatmu sampai mabuk sepeeti ini hanya karna dia?!"
Batin Misya,setelah itu Misya bangkit dari duduknya namun sebelum melahkan ia mendengar Alex bergumam yang membuat Misya seketika mengeluarkan air matanya.
Setelah mendengar hal itu Misya langsung keluar dari kamar,dan menuruni anak tangga lalu menyambar kunci yang terletak diatas bufet khusus untuk menyimpan kunci mobil.
Kini Misya sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, membelah jalanan kota yang masih lumayan ramai karna jam masih menunjukan pukul sepuluh malam.
''Kamu jahat Kia! jahaatt!!'' teriak Misya sambil memukul-mukul setir mobil miliknya.
Misya terus melajukan kendaraannya dengan kencang dan tanpa tujuan.
Sementara dikamar Alex,terlihat laki-laki itu sedang duduk sambil menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang,sesekali ia memijat kepalanya karna merasa pusing akibat alkohol yang ia konsumsi.
Alex kembali mengingat ucapannya beberapa saat yang lalu,hingga membuat Misya berderai air mata dan langsung keluar dari kamar yang saat ini mereka tempati setelah menikah.
flashback
Setelah Misya selesai mengelap tubuh Alex, Misya segera bangkit dari duduknya namun saat hendak melangkah samar-samar Misya mendengar Alex seperti sedang mengatakan sesuatu,karna tidak terlalu begitu jelas Misya sedikit mendekatkan telinganya pada Alex.
__ADS_1
''Misya maafkan saya,,walau sekeras apa pun kamu mencoba untuk berusaha merebut hati saya,saya tidak akan pernah bisa mencintai kamu, karna dihati saya selamanya akan tetap ada nama Sasa,dan itu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun termasuk kamu.''gumam Alex dengan mata yang masih terpejam dan juga dengan gaya bicara seperti orang mabuk, dan ucapannya pun tak begitu jelas hingga Misya harus benar-benar menajamkan indra pendengarannya, namun kenyataan pahit itulah yang ia dengar sekarang,walau pun sejak awal ia memang sudah mengetahui hal itu,tapi entah kenapa sekarang rasanya kini jauh lebih sakit dari sebelumnya.
Setelah mendengar ucapan dari mulut Alex,Misya langsung berlari keluar dari kamar tersebut.
Setelah kepergian Misya dari kamarnya,Alex pun langsung membuka matanya.
flashback and
''Maafkan saya Misya,mungkin ini terlihat kejam,, tapi saya harus tetap melakukan ini, bukan maksud saya menyakiti hatimu,namun saya memang sungguh tidak bisa mencintaimu.Dan Sasa,walaupun seberapa keras aku mencoba melupakannya, tapi entah kenapa perasaan dan hati ini, justru semangkin kuat ingin memilikinya.''gumam Alex.
Sebenarnya sudah dari kemarin Alex ingin menyampaikan ucapannya ini pada Misya,namun Alex selalu ngurungkan niatnya karna ia takut dengan reaksi yang akan ditunjukan oleh Misya setelah mendengar pengakuannya tersebut.
Dan tadi kebetulan saat Misya mengelap tubuhnya dengan air hangat ,Alex sebenarnya sudah mulai sadar,walau pun ia masih merasakan pusing yang luar biasa.
Alex merasakan tubuhnya sedang dilap oleh seseorang,Alex mencoba membuka matanya sedikit, dan ia mendapati Misya sedang membersihkan tubuhnya,melihat itu Alex semangkin merasa bersalah,ia tak tau lagi harus menyampaikan perasaannya yang sebenarnya pada Misya dengan cara bagai mana lagi,,Alex tak ingin lebih lama lagi memberi harapan palsu pada Misya,karna nanti ujung-ujungnya itu akan lebih menyakitkan lagi untuk dirinya,hingga akhirnya Alex menemukan ide untuk menyampaikan kata-kata yang memang sudah sejak kemarin ia ingin sampaikan pada Misya,namun Alex belum punya cara yang pas untuk menyampaikannya.
Saat itu Misya berpikir kalau Alex berbicara masih dalam keadaan mabuk, dan ia juga berkesimpulan kalau yang Alex ucapkan saat itu adalah dari hatinya,walau pun kenyataan nya memang seperti itu, Alex terpaksa saat mengatakan nya, seperti orang yang masih kelihatan mabuk,dan Alex juga membuat seolah sedang mengigau,karna hanya itu cara satu-satunya agar Misya bisa mengerti.
***
Ditempat lain..
Di sebuah club,,suara dentuman musik saling bersautan memekakan telinga, dan membuat orang yang barada didalam sana harus sedikit berteriak jika ia ingin bicara dengan seseorang.Disudut ruangan ,ada seorang wanita yang duduk sendirian,sambil sesekali kakinya juga ikut ia hentakan mengikuti irama musik.
''Boleh saya duduk disini?''
Seketika wanita itu menatap kearah sumber suara,matanya terkesiap tatkala melihat sosok pemuda yang saat ini ada dihadapannya yang sedang meminta ijin untuk duduk bergabung dengannya.
__ADS_1
''Maaf saya harus pergi.''jawab wanita itu sambil memunguti barang miliknya yang terletak diatas sofa.
Namun baru satu langkah kaki wanita itu berjalan,ucapan pemuda tersebut sudah menghentikan langkah kakinya.
Wanita itu membalikkan tubuhnya, menatap wajah sang pemuda dengat tatapan sinisnya.
''Apa kamu sudah melupakan malam panjang yang pernah kita lalui bersama honey?''ulang sang pemuda tersebut yang tak lain adalah Brayen, dan siapa lagi yang dimaksud Brayen kalau bukan Misya.
Setelah mengendarai mobil selama satu jam tanpa tujuan,akhirnya Misya memutuskan untuk pergi ke club malam,hanya saja ia tak mengetahui kalau club yang ia masuki adalah club milik Brayen,orang yang pernah merenggut mahkota berharganya.
Misya melangkah mendekati Breyen dan menelisik wajah tampan pemuda itu dengan wajah yang ditumbuhi bulu-bulu halus disekitar rahangnya.
''Tampan sih,tapi sayang gue gk cinta.''
Batin Misya sambil terus memberikan tatapan intimidasinya.
''Kenapa wanita ini terus menatapku seperti ini,sudah sepeeti ingin memakanku hidup-hidup saja.''
Ucap batin Brayen sambil bergidik ngeri.
''Dengar ya tuan! saya tidak akan menuntut anda atas perbuatan yang telah anda lakukan waktu itu pada saya, jadi saya harap anda tidak usah mengungkit-ungkit lagi masalah itu,dan saya harap anda menganggap tidak pernah terjadi,! karna saya juga sudah melupakannya.''jawab Misya sambil melangkahkan kakinya.
Namun kata-kata yang diucapkan Brayen lagi-lagi mrmbuat langkah Misya terhenti.
''Apa kau yakin nona ,sudah melupakan malam yang penuh dengan suara-suara des*ahanmu itu ???
TBC
__ADS_1