
Alex melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Gladissa,ia berjongkok disisi ranjang tempat tidur untuk memandang wajah Gladissa yang sedang tertidur dengan pulasnya.
Setelah puas mandang wajah pujaan hatinya,Alex naik ketempat tidur yang mempunyai ukuran kecil itu,lalu Alex segera berbaring disamping Gladissa.
Tanpa sadar Gladissa berbalik kearahnya sambil melingkarkan tangan lembut itu dipinggang Alex.
Kini wajah Alex dan Gladissa hanya berjarak satu jengkal saja,hingga hembusan nafas Gladissa bisa di rasakan oleh Alex.
Alex membelai wajah Gladissa dengan jarinya,hingga membuat sang empu merasa terganggu,Alex kembali membelai wajah cantik Gladissa hingga sampai dibibir ramun yang selalu menggoda imannya itu.
''Kak Alex,,jangan jahil dong!" ucap Gladissa yang masih menutup matanya.
''HAH,, dia kok bisa tau kalau aku yang melakukannya?''gumam Alex,sambil memperhatikan wajah Gladissa.
''Tapi sepertinya dia masih tidur,apa dia sedang bermimpi sedang bersamaku saat ini?''gumam Alex yang merasa lucu.
Sepanjang malam Alex terus terjaga sambil menatap wajah yang selalu ia rindukan,rasanya sayang bila ia lewatkan begitu saja,hingga menjelang shubuh Alex baru bisa memejamkan matanya.
Gladissa yang baru membuka matanya terkejut dengan keberadaan Alex yang tepat didepan matanya.
''Kak Alex,''gumamnya,sambil menatap wajah damai kekasih hatinya itu saat sedang tertidur.
Gladissa mengangkat tangannya untuk membelai rahang tegas milik Alex,lalu jari lentiknya kembali meraba hidung mancung Alex hingga turun kebibir sensual milik Alex.
''Aku sangat merindukanmu kak Alex,tapi aku juga marah padamu,karna kamu lebih memilih Misya dari pada aku,tapi aku selalu berharap bersama siapapun kamu kelak,semoga kamu selalu bahagia,''gumam Gladissa.
Gladissa mendekatkan wajahnya,lalu Gladisaa menempelkan bibirnya pada bibir Alex dengan memejamkan matanya,hingga saat Gladissa ingin menarik wajahnya kembali, tiba-tiba tengkuknya ditahan oleh Alex,hingga membuat Gladissa membuka matanya.
Gladissa sangat kaget karna melihat Alex membalas ciumannya,dan tiba-tiba kini Gladissa sudah berada didalam kukungannya.
''Gadis nakal,beraninya kamu mencuri ciuman dariku di pagi hari hm..?''ucap Alex sambil memegang tangan Gladissa diatas kepalanya.
''Ka kak Alex sudah bangun?''ucap Gladissa,yang tiba-tiba saja menjadi gugup.
''Kak lepasin aku,''ucap Gladissa yang tak merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini.
''Akan aku lepaskan tapi dengan syarat kamu harus memberiku ciuman sekali lagi.
__ADS_1
''HAH,, gk mau ah,tadi kan udah,''ucap Gladissa dengan wajah yang sudah memerah menahan malu.
''Kak udah dong,,lepasin aku!" ucap Gladissa sambil merontak.
Namun justru gerakan yang dilakukan Gladissa membuat gesekan yang membuat Batangannya Alex seketika menjadi on.
''Oh shiittt!!!'' gumam Alex pelan.
''Kamu bisa diem gk sih! yasudah kalau kamu gk mau biar aku saja yang melakukannya ini juga bentuk suatu hukuman karna kamu tadi sudah berani mencuri ciuman dari ku.''ucap Alex sambil melancarkan aksinya.
Alex memberika kecupan lembut pada bibir ranum Gladissa,hingga membuat Gladissa terbawa suasana,tanpa sadar Gladissa juga membalas ciumam Alex.
Alex tersenyum disela-sela ciumannya, kini ciuman Alex mulai turun keleher jenjang Gladissa dan memberikan gigitan kecil disana.
''Aakkhh..''ucap Gladissa saat Alex mengecup leher miliknya.
Tanpa sadar kini Alex sudah meloloskan kain tipis itu hingga sebatas perut putih Gladissa,dan kini ia dapat melihat gundukan kenyal yang masih terbungkus cup hitam.
''Kak,''ucap Gladissa saat menyadari kini tubuhnya sudah setengah telanj*ng.
''Aku hanya ingin ini,dan tidak akan lebih!" ucap Alex sambil kembali melanjutkan aktivitasnya.
''Indah sekali sayang,''ucap Alex yang kini sudah membenamkan wajahnya pada benda kenyal milik Gladissa.
Alex menyesap secara bergantian ujung bulatan tersebut,membuat Gladissa merasakan sensasi aneh pada dirinya.
''Astaga,kenapa aku bisa melakukan ini ?dan kenapa aku sangat menikmatinya,aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari tubuhku,''
Batin Gladissa yang masih menikmati permainan yang Alex berikan.
Tangan nakal Alex kini mulai meraba bagian bawah Gladissa,hingga membuat Gladissa terpekik saat tangan Alex berhasil menyentuh area sensitifnya.
''Kak jangan!" ucap Gladissa sambil menahan tangan Alex.
''Tapi kalau lihat boleh ya?''ucap Alex dengan memohon.
''HAH,,lihat?? tapi aku malu kak,''ucap Gladissa.
__ADS_1
''Boleh ya sayang?''ucap Alex yang kini sudah kembali meraup bibir Gladissa,namun tangannya sudah berhasil melepaskan semua penutup tubuh Gladissa.
Alex menelan salivanya dengan susah payah saat melihat gundukan anak gunung tersebut, dengan replek Alex menempelkan hidungnya pada gundukan tersebut, Alex menghirup dalam-dalam aroma khas yang ada pada gundukan tersebut,lalu mengecupnya sebentar.
Darah Gladissa terasa berdesir saat Alex melakukan itu pada intinya, namun saat tiba-tiba Alex menyudahi permainannya,entah kenapa Gladissa merasa kecewa,dan ia merasakan seperti ada sesuatu yang hilang.
Alex kembali membantu Gladissa mengenakan pakaian Gladissa setelah itu ia segera berlalu kekamar mandi.
''Kak Alex ngapain sih didalam lama banget,''gumam Gladissa sambil mondar-mandir didepan pintu kamar mandi.
Tak lama terdengan erangan panjang didalam kamar mandi,yang bertanda Alex kini sudah selesai sengan ritualnya.
''Kak Alex ngapain didalam tadi? terus kok aku dengar ada suara jeritan gitu?''tanya Gladissa.
''Itu namanya pelepasan sayang,tadinya aku mau lepasin disangkarnya tapi kamunya gk ngasih,''ucap Alex sambil tangan nakalnya meraba bagian sensitif Gladissa.
''Kak Alex kok jadi mesum gitu sih,''ucap Gladissa mencebik,
Alex yang mendengar ucapan Gladissa tertawa renyah.
''Aku pria normal,dan aku sebenarnya orang nya juga nafsuan,''jujur Alex.
''Terus apa kakak bisa melakukan hal ini juga pada Misya?''tanya Gladissa yang mulai kawatir.
''Tergantung,''ucap Alex yang membuat Gladissa tiba-tiba menatap tajam kearahnya.
''Becanda sayang, aku tidak akan melakukan itu pada wanita lain,''ucap Alex sambil menatap wajah Gladissa.
''Baiklah,tapi awas ya sampai ketahuan kamu berbuat seperti itu padanya lihat saja apa yang akan aku lakukan!"ancam Gladissa.
''Iya-iya,,sana mandi! bukannya sebentar lagi kamu akan berangkat kerja.''ucap Alex.
''Baiklah,sebaiknya kakak juga pulang!" ucap Gladissa setelah itu ia berlalu kekamar mandi.
''Dasar gadis ini lihat saja apa yang akan kulakukan!" ucap Alex sambil tersenyum licik.
Setelah lima belas menit,akhirnya Gladissa selesai dengan ritual mandinya,ia keluar dengan hanya menggunakan handuk pendek yang hanya menutupi area pribadinya.
__ADS_1
Saat ia hendak mengambil pakaian didalam lemari tiba-tiba ia dikejutkan dengan adanya Alex yang sedang duduk dengan santainya diatas tempat tidur miliknya.
NEXT..