Usaha Pelarian Seorang Istri

Usaha Pelarian Seorang Istri
Curiga


__ADS_3

Selepas upacara pemberkatan nikah di gereja, mereka pun pulang dan melanjutkan mengurus surat-surat lainnya yang bersifat hukum. Karena resepsi direncanakan baru akan dilaksanakan esok harinya, hari ini mereka juga mulai membagikan undangan.


Undangan acara tersebut tentu saja tidak dibagikan kepada sembarang orang, hanya kalangan tertentu saja yang bisa mendapatkannya. Misalnya para konglomerat lain, pemimpin perusahaan, rekan bisnis, teman dekat dan beberapa orang yang mempunyai status sosial.


Mereka semua yang mendapatkan undangan tersebut juga sangat terkejut dengan pernikahan yang tiba-tiba ini. Karena sebelumnya memang tidak ada rumor ataupun skandal yang beredar, mereka yang mendapatkan undangan akhirnya sangat antusias untuk datang demi mengetahui apa yang sebenarnya menjadi latar belakang pernikahan ini.


Hari ini persiapan acara resepsi sudah memasuki tahap akhir, sebagian besar dekorasi pesta yang megah juga telah selesai dikerjakan. Pesta resepsi itu bukan diadakan di gedung ataupun di kediaman utama keluarga Adinata, melainkan diadakan di kediaman utama keluarga Kartawijaya.


Hari dengan cepat berganti, hari di mana berlangsungnya acara resepsi pernikahan Daniel dan Natasha pun dimulai. Acara pesta resepsi pernikahan itu diadakan saat malam hari.


Ini merupakan pesta pertama yang dilakukan kembali di kediaman mewah itu setelah pesta ulang tahun Tuan Muchtar beberapa bulan yang lalu. Karena di pesta sebelumnya terjadi insiden penusukan yang korbannya adalah Nisa, kali ini tim keamanan khusus lebih ditekankan kembali untuk memperketat penjagaan.


Sesuai reputasi yang dimilikinya, Keluarga Kartawijaya, keluarga konglomerat yang saat ini menyandang status sosial paling tinggi. Para tamu yang hadir di acara itu pun juga sangat memperhatikan detail mereka sendiri. Mereka semua berpenampilan elegan dan glamor demi menunjukkan prestise yang masing-masing mereka punya.


Dekorasi pernikahan yang bertema klasik dengan warna putih yang mendominasi membuat suasana glamor menjadi semakin berkesan. Sentuhan gemerlap dari tata ruang, hiasan, rangkaian bunga hingga gaun yang dipakai oleh Natasha semakin menambah kesan pesta selayaknya seperti pesta seorang putri dari kerajaan barat.


Bukan cuma dekorasi pesta yang tampak menakjubkan, hidangan pesta, souvenir untuk para tamu, dan band orkestra yang sebagai hiburan, semuanya telah disiapkan secara mendetail dan sempurna.


Acara resepsi dimulai dengan ucapan salam dan selamat datang dari MC acara. Lalu dilanjutkan oleh segenap keluarga dari kedua mempelai memasuki ruangan pesta. Baru setelah itu Daniel dan Natasha memasuki ruangan dengan diiringi oleh musik yang dimainkan oleh band. Pengantin baru itu bergandengan tangan, melangkah bersama menuju ke atas panggung, lalu disusul oleh orang tua dari kedua mempelai yang juga naik ke atas panggung.


Tuan Muchtar sebagai tuan rumah meminta mic dari MC acara untuk memberikan sambutan langsung kepada seluruh tamu. Namun beliau tidak menjelaskan alasan mengapa diadakannya resepsi yang mendadak itu. Raut wajah yang seakan-akan penuh tanda tanya bisa terlihat dari seluruh tamu. Bahkan bukan cuma tamu, reporter yang hadir dari pihak pers pun juga sudah tidak sabar untuk meliput.


Mic yang dipegang oleh Tuan Muchtar lalu berpindah tangan ke Daniel. Dengan sebelah tangannya yang masih menggenggam tangan Natasha, dia bersiap-siap mengatakan sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu oleh para tamu. Seketika suasana menjadi tenang, semua pandangan mata terfokus pada Daniel.


"Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih banyak atas para tamu sekalian yang telah hadir di acara resepsi pernikahan saya ini. Lalu ..." sejenak Daniel terdiam dan melirik ke arah Keyran yang sedang memperhatikan dari kejauhan.


Nisa yang saat ini berada tepat di sebelah suaminya juga menyadari hal itu. Dengan pelan dia lalu berkata, "Kenapa dia melihatmu? Apa mungkin dia lupa dialog?"


"Ssttt ... diamlah, aku tahu arti tatapan itu. Dia akan menyeret namaku sebagai tameng." jawab Keyran sambil menyeringai.


"Hah?! Maksudnya?" Nisa kebingungan.


"Makanya diam dan perhatikan!"


"Iya-iya ..." jawab Nisa dengan tatapan kesal.


Daniel lalu mengambil napas panjang. "Saya paham jika Anda sekalian bertanya-tanya alasan dibalik pernikahan saya yang terbilang cukup mendadak ini. Sebenarnya pernikahan ini tidak mendadak, tapi kami sudah menikah sejak setahun yang lalu."

__ADS_1


"Hah?!"


"Benarkah?!"


"Bagaimana bisa?!"


Seketika para tamu dibuat kaget, para reporter juga segera mengabaikan momen pernyataan itu secepatnya. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa itulah yang akan dikatakan oleh Daniel.


"Mohon tenang! Saya tahu bahwa Anda sekalian terkejut dengan pernyataan yang saya ungkapkan. Tapi hal itu benar adanya. Saya dan Natasha ... kami sudah menikah sejak lama, kami sepakat dan memutuskan untuk merahasiakan pernikahan kami."


"Alasan kami merahasiakan pernikahan ini, tidak lain karena saat itu kakak saya, Keyran Kartawijaya belum menikah. Menurut sebagian orang, merupakan sebuah hal yang tabu jika adik melangkahi kakaknya dalam pernikahan. Karena alasan itulah, karena kami menganggap hal itu juga penting, akhirnya kami memutuskan untuk merahasiakan pernikahan kami."


"Dan hari ini ... kami mengadakan acara resepsi karena telah siap mengungkapkan hubungan kami ke hadapan publik. Terlebih lagi, kami juga akan mengumumkan bahwa kami sudah memiliki buah hati."


Seketika semua tamu kembali heboh. Lagi-lagi pernyataan yang keluar dari mulut Daniel membuat mereka terkejut.


"Sekali lagi saya mohon para hadirin untuk tenang! Alasan utama kami mengadakan acara resepsi ini karena demi menghindari isu miring terhadap bayi kami ke depannya nanti! Perlu saya tegaskan bahwa bayi kami adalah bayi yang sah!"


"Sekarang karena kami sudah memiliki bayi, dan kakak saya juga sudah menikah, maka alasan inilah yang mendasari pengungkapan hubungan pernikahan kami hari ini di hadapan publik. Sekian dari saya, terima kasih."


Lagi-lagi Keyran menyeringai. "Wah wah ... adikku yang luar biasa, dia mengumandangkan kebohongan dengan begitu kerasnya hanya dalam beberapa tarikan napas."


"Yaaa ... mungkin dia sudah berlatih berulang kali demi dialog itu. Aku hanya tidak habis pikir kalau ayahmu bisa merancang hal ini. Dan bisa-bisanya dia bilang kalau dia menikah lebih dulu dibanding kita, dan itulah alasannya merahasiakan pernikahan ... Satu kata, licik." ucap Nisa yang juga terkejut dengan pernyataan Daniel.


Acara pesta kembali dilanjutkan, lalu acara selanjutnya adalah tuang champagne. Kedua mempelai menuangkan botol champagne, dan untuk para tamu champagne dibagikan oleh panitia. Toast champagne bersama dipimpin oleh MC, dan tak lupa juga band memainkan lagu pengiring wedding toast.


Lalu acara selanjutnya adalah potong kue. Kue pernikahan bertingkat kali ini juga disiapkan secara khusus, karena Nisa sendirilah yang membuatnya. Nisa mau membuat karena dipercaya oleh Tuan Muchtar tentunya, mana mungkin dia berinisiatif sendiri.


Itulah wujud kontribusi Nisa dalam pernikahan adik iparnya. Tetapi, sekarang dengan tidak tahu malunya dia menyombongkan diri bahwa dialah yang membuat kue pernikahan tersebut. Bahkan Keyran sebagai suaminya pun hanya menghela napas melihat tingkah lakunya.


Kue bertingkat tersebut dipotong oleh Daniel dan Natasha secara bersama-sama dengan sebuah pedang di tangan mereka. Setelah sesi potong kue berakhir, acara dilanjutkan dengan menikmati makan bersama dan hiburan.


Sebagai hiburan tambahan, diadakan juga acara berdansa. Daniel dan Natasha berdansa di tengah-tengah sebagai pembuka. Lalu jika ada pasangan lain yang berniat ingin bergabung berdansa juga diperbolehkan untuk bergabung.


Keyran yang melihat banyaknya pasangan yang sedang berdansa dengan indahnya juga mulai tertarik, dia lalu tersenyum dan menatap ke arah Nisa. "Darling, ayo dansa! Kita juga harus ikut menikmati pesta ini!"


"Aku mau, tapi tidak bisa, pinggangku masih agak nyeri. Ini juga gara-gara ulahmu tadi sore!"

__ADS_1


"Tapi Nisa ... sebentar saja, kita bisa pakai gerakan yang tidak terlalu heboh." pinta Keyran dengan tatapan berbinar.


Nisa lalu berbalik badan dan berjalan pergi meninggalkan Keyran. "Tidak bisa ya tidak bisa! Kita dansa lain kali saja, dan masih ada cara lain jika kau mau menikmati pesta."


Hehehe, masa bodoh dengan dansa. Ini saatnya untukku berburu wine!


Jika di pesta sebelumnya, yaitu pesta ulang tahun Tuan Muchtar, di pesta itu Nisa tampak enggan bersosialisasi dengan semua orang. Tetapi di pesta ini Nisa justru cenderung mengakrabkan diri dengan orang-orang.


Di sisi lain Keyran yang agak kecewa karena tidak bisa berdansa dengan istrinya. Namun seiring dengan berjalannya pesta itu, dia memilih untuk mengisi waktunya dengan berbincang bersama rekan bisnisnya.


Rekan bisnisnya itu tiba-tiba mengubah topik pembicaraan dengan berucap. "Saya sangat tersanjung dengan istri Tuan, kalau saya perhatikan dia adalah wanita yang hebat."


"Maksudnya?" tanya Keyran dengan tatapan curiga.


"Maksud saya kemampuan Nyonya Nisa sangat hebat, kemampuan bicaranya sangat baik, apalagi kemampuan minumnya. Dia mudah mengakrabkan diri dengan orang lain. Bahkan dia juga menantang beberapa pria lain untuk beradu kekuatan minum dengannya, ternyata toleransinya pada alkohol sangat baik. Berbeda seperti wanita kebanyakan."


"Benar." jawab Keyran singkat.


"Haha, mempunyai istri dengan karakter spesial itu sepertinya menyenangkan. Pasti banyak hal-hal luar biasa yang bisa dia lakukan! Bisakah Tuan Muda Keyran menceritakan beberapa?"


Sejenak Keyran tertegun, namun kemudian dia berkata. "Itu privasi, silakan tanya yang lain."


"Eh, ehmm ... K-kalau begitu ... saya permisi."


Keyran yang saat ini seorang diri hanya diam dan masih berdiri di tempat. Lagi-lagi dia termenung, menatap bayangan wajahnya yang berada di pantulan segelas wine yang dia pegang.


"Benar juga," gumamnya.


Pikiranku sempat teralihkan karena belakang ini Nisa lebih sering dan cenderung bersikap manja. Aku tahu kalau Nisa bukanlah orang yang polos, tapi ... sebenarnya sampai sekarang pun aku masih belum memahami bagaimana karakternya yang sebenarnya.


Tapi jika aku ingat baik-baik ... terkadang Nisa bersikap dan berbicara aneh, seperti orang lain. Dulu saat aku berniat mengawasinya dan mengirim beberapa orang, dia dengan mudahnya menyingkirkan orang-orang itu. Padahal mereka semua juga sudah terlatih.


Lalu ... Nisa mengaku bisa menguasai beladiri dengan baik dan keluarnya pun juga sama. Hal itu bahkan sudah terbukti. Dan satu hal lagi ... aku ingat betul saat bulan madu, saat itu Nisa juga mengungkit dan bercanda bahwa dia sebenarnya adalah gangster.


Dan sekarang ... orang lain pun sadar kalau dia mahir dalam minum alkohol. Sebenarnya dari dulu aku juga sadar kalau Nisa menyukai alkohol. Padahal menurutku sebagian besar wanita akan menghindari alkohol. Apa jangan-jangan ...


"Ah, sialan! Kenapa aku tiba-tiba berpikir begini?!" gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2