
Keyran merasa heran dan bingung karena sikap Mr. Tiger yang panik seperti sekarang. "Kenapa kau panik? Apa ada yang salah?"
"Hah?! Tentu saja ada yang salah! Bagaimana bisa gadis ini jadi istrimu?! Kau pasti bercanda! Cepat katakan kalau itu tidak benar!" teriak Mr. Tiger.
"Dia istriku, itulah kenyataannya."
"Ah, habislah aku ..." gumamnya dengan nada pasrah.
"..." Keyran terdiam, dia mengambil foto Nisa yang berada di atas meja lalu memperhatikannya dengan saksama. Beberapa saat setelahnya dia berkata, "Ini memang foto istriku, sepertinya foto ini diambil saat dia masih sekolah. Wajahnya sampai sekarang tidak banyak berubah, tapi aku heran saja kalau dulu ternyata dia mewarnai rambutnya dengan warna biru seperti ini. Di foto ini dia juga hanya memakai kaus singlet yang cukup terbuka, sebenarnya di mana foto ini diambil?"
"Foto itu diambil di tempat kejadian, lebih tepatnya diambil saat sebelum kapal pesiar terbakar." jawab Mr. Tiger sambil menundukkan kepala.
"Jadi maksudmu istriku adalah orang yang menyebabkan terbakarnya kapal pesiar 4 tahun yang lalu?!" tanya Keyran seakan tidak percaya.
"Ya begitulah, kau perhatikan saja sendiri foto itu. Lihat baik-baik kalau dia adalah istrimu atau bukan, kau sendiri yang lebih paham bagaimana tampangnya."
"Aku tidak percaya! Kau pasti menipuku! Foto ini hasil editan, kan?!"
Mr. Tiger menggeleng pelan. "Haiss ... tidak ada gunanya juga aku menipumu, bahkan aku berharap kalau dia bukanlah istrimu. Tapi perhatikanlah foto itu baik-baik! Lihat bahunya, ada tato simbol yin-yang di sana! Itulah ciri-ciri yang paling membekas di ingatanku!"
"Apa kau yakin tidak salah orang? Tidak mungkin istriku adalah pelaku kebakaran ..." ucap Keyran yang masih tak mau mempercayai perkataan Mr. Tiger.
"Ya! Memang tidak mungkin istrimu adalah pelaku kebakaran! Karena dia adalah orang yang melakukan penyerangan terhadap para penjaga! Dia juga terlibat dalam pembunuhan Tuan Muda William! Dia adalah alasan utama kenapa Violent Zone yang dulu bisa hancur!"
"..." Keyran membisu, dia tak tahu harus berkata apa lagi untuk menyangkal hal itu sekarang. Lalu dengan suara lirih dia berkata, "Apakah itu mungkin? Istriku adalah orang yang sangat manja, dia selalu bersikap manis terhadapku. Meskipun dia memiliki kemampuan beladiri, tapi apakah mungkin dia bisa menyerang para penjaga yang bahkan terkenal kejam dan brutal?"
"Itu mungkin, dan hanya ada satu alasan mengapa itu bisa terjadi. Dia jauh lebih kejam dan brutal dibandingkan dengan kami." jawab Mr. Tiger dengan penuh keyakinan.
"Maksudmu?"
"Kau lihatlah wajahku ini baik-baik! Luka yang tak akan pernah hilang ini adalah ulahnya! Dia menyerangku sampai seperti ini, bahkan ini pun sudah termasuk keberuntunganku karena masih bisa hidup sampai sekarang! Sedangkan yang lain, teman-temanku ... sebagian besar dihabisi olehnya tanpa diberi pengampunan. Oh ya, Tuan. Sekarang berapa usia istrimu?"
"20 tahun," jawab Keyran secara spontan.
"Heh, dasar ... sungguh memalukan. Haha ..." ucap Mr. Tiger dengan tawanya yang pahit. "Sangat memalukan bagi kami dikalahkan oleh gadis yang bahkan di bawah umur. Dia baru berusia 16 tahun saat itu, benar-benar seorang bocah jelmaan iblis ..."
"Iblis," gumam Keyran.
Aku baru menyadarinya sekarang, adik iparku Reihan, dia terkadang menggoda Nisa dengan sebutan ratu iblis. Apa mungkin selama ini keluarga Nisa menyembunyikan semua hal ini dariku? Apakah mungkin jika sebenarnya mereka satu keluarga seperti ini?
Keyran lalu menatap Mr. Tiger lekat-lekat. "Aku sangat penasaran, apakah kau punya niatan untuk membalas dendam pada istriku?"
"Punya, tapi itu dulu. Sekarang coba pikir, gadis yang baru berusia 16 tahun punya kemampuan seperti itu. Terlebih lagi dia menyusup ke dalam kapal tidak seorang diri, dia membawa teman-temannya yang bahkan sama kejamnya seperti dirinya. Bahkan mereka bisa memperoleh peledak yang jumlahnya tidak sedikit. Apalagi mereka berani mencari masalah dan menyinggung bisnis besar yang bahkan menyangkut para pebisnis berpengaruh dari luar negeri. Mereka pasti punya latar belakang yang tidak sembarangan, di belakang mereka pasti masih ada kekuatan besar yang mendukung mereka. Aku yang hanya seorang macan ini ... mana berani menyinggung mereka?"
Sejenak Keyran termenung, dia mengambil napas panjang dan berkata, "Satu pertanyaan terakhir dariku. Dulu aku pernah menyuruh seseorang untuk menggali informasi tentang seseorang dari tempat ini. Tapi informasi yang dia dapat terbatas karena peraturan perlindungan privasi di sini sangat ketat. Aku tidak berbeda dengan para VIP lainnya, tapi kenapa kau bersedia memberitahu semua ini secara cuma-cuma? Apa yang membuatmu berubah pikiran?" (seseorang yang dimaksud adalah Valen)
^^^*Note: Keyran pernah mencurigai Nisa dan menyuruh Valen mencari informasi di episode [Bersulang, bab 47]^^^
Mr. Tiger mengernyit. "Kau benar, memang sangat dilarang untuk menyebarkan luaskan hal ini kepada orang luar. Itulah peraturan yang dibuat oleh bos. Dan soal menjaga informasi masalah privasi orang lain. Hal itu harus membutuhkan izin dari orang yang bersangkutan. Aku dapat telepon dari seseorang, namanya Nisa Sania Siwidharwa. Dia berpesan bahwa akan ada seorang pria yang mengunjungi kapal, dia memintaku agar bicara dengan pria itu dan memberitahu semua yang pria itu ingin ketahui."
"M-maksudmu ... istriku tahu bahwa aku datang ke sini?!" tanya Keyran seakan tidak percaya.
"Benar, seperti itulah. Tapi ini adalah jebakan bagiku! Dia tidak bilang kalau yang akan datang adalah suaminya!"
"Tunggu sebentar! Aku sedikit bingung di sini ... bagaimana bisa Nisa meneleponmu?! Bukannya tadi kau bilang Nisa lah yang menghancurkan bisnis kalian terdahulu?! Tapi kenapa sekarang kau seakan-akan menaruh rasa hormat kepadanya?!" tanya Keyran dengan tidak sabar.
__ADS_1
Mr. Tiger lalu menghela napas panjang. "Sepertinya aku memang harus menceritakan segalanya, tentang yang aku tahu 4 tahun yang lalu."
"Baiklah, aku akan menyimak dengan baik."
"4 tahun yang lalu ... ada seorang laki-laki yang menyinggung bos William. Kami memutuskan untuk menculiknya dan memaksanya mengikuti pertarungan. Tapi di luar dugaan ternyata dia seseorang yang tangguh, dia bertahan hidup sampai akhir dan berhasil mengikuti puncak acara yaitu turnamen hidup dan mati yang dilakukan saat malam tahun baru."
"Para tamu VIP semuanya sudah hadir, pertunjukan turnamen pun dimulai. Tapi anehnya terdapatnya satu orang yang tidak hadir, dia adalah laki-laki yang kami culik tadi. Lalu tiba-tiba saja terdengar bunyi ledakan yang beruntun dari berbagai arah kabin kapal. Para VIP yang panik langsung berlarian tidak jelas, mau kabur pun percuma karena sebagian besar sekoci kami telah dirusak. Tim pengawal dari organisasi satu per satu juga tumbang karena diserang. Dan saat itu aku kebetulan berhadapan dengan gadis kejam itu. Dia bukan cuma merusak dan melukai wajahku, tapi dia masih menusukku meskipun aku sudah tumbang sekali pun."
"Dan yang membuat kami tercengang, bos William dibawa kabur oleh komplotan gadis yang membakar kapal. Komplotan itu ternyata telah menyiapkan speed boat untuk kabur. Kapal yang terbakar itu hanya punya satu akhir, yaitu tenggelam. Para VIP banyak yang tewas, dan yang selamat hanya yang beruntung dan bisa bertahan di atas puing-puing kapal. Esok harinya kami yang tersisa, kami mendapat berita bahwa bos William telah tewas karena dibunuh. Keluarga Adinata memilih alasan kecelakaan untuk menutupi hal itu, tapi sebenarnya dia ditembak dan di tubuhnya terdapat banyak bekas luka oleh benda tumpul. Menurutku dia disiksa sampai mati."
"Dari sini kau sudah tahu kelanjutannya. Tapi saat di hari pertama kami memulai bisnis Violent Zone kembali. Tiba-tiba gadis itu datang lagi, dia mengancam akan menghancurkan dan membakar kapal kami lagi jika kami masih menyinggung temannya. Menariknya lagi dia datang dengan berani seorang diri. Kami yang saat itu haus akan balas dendam mencoba menyerangnya bersama-sama. Tapi di luar dugaan, Mr. Oni yang merupakan bos baru kami ternyata mengenal dan melindungi gadis itu."
"Akhirnya pun Violent Zone yang baru membuat perjanjian dengan gadis itu. Kami tidak diizinkan memberi informasi secuil pun tentang kejadian terbakarnya kapal dan tewasnya bos William kepada orang lain. Jika kami melanggar, maka Mr. Oni sendiri yang akan turun tangan untuk membunuh kami semua. Gadis itu juga bilang, dia akan terus mengawasi kami lewat Mr. Oni sebagai perantara. Lalu Miss Holiday yang aku ceritakan tadi, dia secara terang-terangan mengaku adalah suruhan dari gadis itu."
"Kami merasa terhina, ini merupakan penghinaan besar bagi kami. Orang yang dulunya menghancurkan bisnis dan membunuh bos kami, sekarang malah menjadi bagian dari kami. Ah, salah ... justru kami yang menjadi bagian dari mereka. Kami memperlakukan musuh kami dengan hormat meskipun dia menginjak-injak harga diri kami. Aku sudah bilang kalau dia adalah iblis!"
"Aku bahkan setiap malam mengutuk gadis itu! Berharap dia akan mendapat nasib sial dan tewas di tangan pembunuh bayaran yang dikirim oleh konglomerat warga Tiongkok yang juga ingin membalas dendam! Tapi ternyata dia masih hidup dalam damai sampai sekarang." Tiba-tiba Mr. Tiger menatap Keyran dan berekspresi aneh. "Eh, maaf ... Aku tidak akan mengutuk istrimu lagi!"
"..." Keyran membisu.
Tiba-tiba Mr. Tiger menyatukan kedua tangannya, dan menatap Keyran dengan tatapan berharap. "Aku mohon ... bebaskan aku dari sini!"
"Hah?! Apa kau tidak punya malu?! Tadi kau memamerkan kekuasaanmu! Di mana rasa percaya dirimu tadi yang bicara seolah-olah kau adalah dewa?! Dan kenapa kau malah memohon padaku?!" tanya Keyran terheran-heran.
"Karena kau adalah suami dari gadis iblis itu! Aku mohon bujuklah dia untuk membebaskan aku dari kapal ini! Aku sangat menderita meskipun aku bergelimang harta dan kekuasaan. Aku dipaksa untuk terus pakai topeng, tidur pun pakai topeng! Eksekutif yang sama-sama berjuang dari awal denganku hanya tinggal aku yang tersisa, semuanya dibunuh oleh Mr. Oni! Aku bahkan tidak tahu seperti apa wajah dari 11 eksekutif yang lain! Akulah yang paling lemah di sini, semua eksekutif baru adalah orang-orang dari Mr. Oni! Aku terkurung di kapal dan belum menginjak daratan selama 2 tahun! Dan lagi ... di sini kekurangan wanita."
"Ada Foxy, dia juga sepertinya sangat menurut kepadamu." jawab Keyran dengan nada malas.
"Persetan dengan Foxy! Siapa yang mau bercinta dengan banci yang seksi sepertinya! Dia itu ahli menipu, bahkan jenis kelaminnya juga menipu!"
"Tapi itu belum seberapa, yang paling aku benci adalah peraturan tentang pakaian. Coba lihat bajuku baik-baik, jawab dengan jujur bagaimana tanggapanmu!"
"Ehmm ... menjijikkan," ucap Keyran sambil menatap jijik kaus bermotif macan tutul yang dipakai Mr. Tiger itu.
"Kau benar, baju ini memang menjijikkan. Baju ini lebih cocok dipakai oleh biduan dangdut, ini sangat melukai harga diriku. Sepertinya Mr. Oni berencana menyingkirkan aku dengan memberikan tekanan mental agar aku bunuh diri. Tapi ngomong-ngomong ... kau tidak berniat untuk bunuh diri, kan?"
"Tentu tidak! Aku bukan orang yang berpikiran sempit semacam itu! Lagi pula untuk apa aku bunuh diri?!"
"Oh, baguslah. Meskipun istrimu penjahat, tapi menurutmu dia itu manis, kan? Jadi maafkan saja apa pun kesalahannya dan tetaplah bersamanya!"
"..." Keyran diam seribu bahasa, tiba-tiba saja dia memakai topeng putih miliknya lagi dan bangkit dari kursi.
"Terima kasih atas semua informasi yang telah kau berikan Mr. Tiger, aku pamit undur diri."
Keyran langsung keluar dari kabin khusus itu, dia lalu bergegas kembali ke area bar untuk menghampiri Chelsea. Di sana ternyata Chelsea telah menanti-nanti kedatangannya.
Dengan tidak sabar dia pun berkata, "Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan apa yang kau mau?"
"Sudah. Ayo pergi dari sini secepatnya!" Keyran melanjutkan jalannya yang terburu-buru, Chelsea yang agak kaget dengan tingkahnya langsung mencoba untuk mengejar langkahnya.
"Tunggu aku! Kau tidak lupa tentang syaratku, kan? Sekarang beritahu aku siapa pembunuh kakakku!"
Sejenak Keyran tetap diam, namun setelahnya dia berkata. "Kau tak perlu tahu, karena dia sudah lama mati."
"Mati?! Apa maksudmu?!"
__ADS_1
"Dia tewas di tangan pembunuh bayaran, salah satu keluarga dari pebisnis asal Tiongkok ingin membalas dendam dengan mengirim pembunuhan bayaran itu. Pelaku pembunuh kakakmu sudah tewas tanpa campur tanganmu."
Chelsea tersenyum semringah di balik topengnya. "Baguslah! Aku harap saat itu dia mati dengan mengenaskan! Oh iya, kenapa kau jalan terburu-buru? Kau tidak menyinggung eksekutif, kan? Aku tidak mau dilempar ke laut!"
"Tidak, bukan itu! Aku hanya ingin cepat pulang. Aku sudah merindukan istriku."
"Ya yaa ... dasar pemuja istri! Kabar bahwa kau sering menunda rapat karena istrimu sudah tersebar loh, aku kira itu cuma rumor, ternyata itu benar." ucap Chelsea dengan nada mengejek.
"..." Keyran membisu, tak ada seorang pun yang tahu seperti apa ekspresi yang terukir di wajahnya yang berada di balik topeng.
Aku harus pulang secepatnya, aku ingin mendengar semua ini dari mulutmu sendiri Nisa! Aku mohon, jangan kecewakan aku!
***
Di sisi lain di dalam ruangan kabin khusus. Saat ini Mr. Tiger duduk lemas, dia serasa kehilangan tenaga.
"Astaga ... ternyata suaminya sendiri yang datang. Aku harap dia mengingat kalimat yang terakhir kali aku ucapkan. Semoga saja setelah dia mengetahui ini tidak akan terjadi perceraian. Jika itu sampai terjadi ... Aku takut gadis iblis itu akan mengamuk dan datang kemari untuk membunuhku."
"Hiyy ... membayangkan betapa sadisnya dia saja aku sudah merinding."
TOK TOK TOK!
"Woi, dasar rubah banci! Pergi sana! Aku tidak ada selera untuk bertemu denganmu!!"
"Ini aku," terdengar suara yang serak dari balik pintu.
"Aduh, gawat ... Ini suara Mr. Oni." gumam Mr. Tiger yang tiba-tiba merasa gugup luar biasa. Dia segera membuka pintu itu, dan di hadapannya ada seorang pria bertopeng iblis merah yang berpakaian dengan jubah hitam.
"M-maafkan ketidaksopananku barusan, Mr. Oni. Mohon belas kasihan Anda ..."
"Apa kau sudah mengerjakan apa yang aku minta dengan baik?" tanya Mr. Oni.
"S-sudah, saya sudah memberikan kesaksian seperti yang Mr. Oni minta. Saya berbohong bahwa Nona terhormat menelepon saya. Saya sama sekali tidak bilang bahwa yang sebenarnya ditelepon adalah Anda, Mr. Oni."
"Bagus, sebagai imbalan akan ada 3 wanita yang akan mengetuk pintumu 10 menit dari sekarang."
"Eh, sungguh?! Terima kasih atas kebaikan Mr. Oni!"
Tanpa berkata apa pun lagi pria tinggi berjubah hitam itu pun pergi. Di sudut lain yang tersembunyi di kapal itu mendadak dia mengeluarkan ponselnya, dia berniat untuk menelepon seseorang.
"Bagaimana?" tanya seseorang yang tersambung dengan panggilan telepon itu.
"Semuanya berjalan sesuai permintaanmu, bos. Suamimu sekarang dalam perjalanan pulang. Tapi ... apa kau yakin tidak akan menyesal?"
"Kau sudah lupa apa motto hidupku? Aku ingatkan, aku tidak akan pernah hidup dalam rasa penyesalan!"
"Haha, aku salut padamu. Aku juga tidak akan menyesal melayanimu. Miss Holiday~"
"Hati-hati bicaramu! Miss Holiday hanya berlaku saat di kapal. Awas kau ya, saat ketemu nanti akan aku tampar kau, Marcell!!"
"Baik-baik ... aku menunggu pertemuan kita, untuk sekarang kau persiapkan saja kalimat untuk suamimu itu~"
TUT TUT ...
Pria itu terkekeh. "Haha, dia marah. Tapi baguslah, setidaknya dia jadi dirinya sendiri saat bersama pria yang sekarang. Ini lebih baik ketimbang saat dia bersama pria yang dulu."
__ADS_1