
Saat Keyran dan Nisa sampai, seketika semua orang lain memandangi mereka dan ada juga yang mulai saling berbisik membicarakan tentang mereka. Melihat Keyran dan Nisa bergandengan tangan dengan mesra, semua orang-orang itu menganggap kalau apa yang dikatakan Dimas adalah benar.
"....." Nisa tersenyum dan melirik ke arah Dimas.
Sial! Semua orang menatapku dengan tatapan aneh. Ini pasti karena mereka semua salah paham. Awas kau! Setelah pulang nanti, aku pasti akan buat perhitungan denganmu!
"....." Dimas tersenyum dan membalas Nisa dengan kedipan mata.
Wah... wah... kakak tersenyum! Habislah aku!
"Para hadirin yang terhormat! Karena kedua mempelai sudah datang, maka acara pertunangan sudah bisa dimulai! Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, saya Daniel Kartawijaya. Saya bertugas sebagai pembawa acara sekaligus juru bicara keluarga saya"
Prok.... Prok.... Prok....
"Terima kasih atas tepuk tangan yang meriah! Para hadirin sekalian, tanpa menunda lagi kita akan memulai sesi pertama, yaitu sesi perkenalan anggota keluarga! Saya selaku juru bicara dari keluarga mempelai pria akan memperkenalkan terlebih dahulu. Yang pertama adalah ayah saya, Tuan Muchtar Kartawijaya. Selanjutnya ibu saya, Nyonya Ratna. Lalu yang terakhir adalah mempelai pria, dia adalah kakak saya, Keyran Kartawijaya. Kami keluarga Kartawijaya mengucapkan salam untuk keluarga mempelai wanita, keluarga Dharma..."
Setelah selesai memperkenalkan anggota keluarga dari mempelai pria, semua orang terkejut dengan marga keluarga mempelai wanita. Mereka semua tidak menyangka kalau mempelai wanita berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Mendengar hal itu, semua orang langsung berbisik satu sama lain.
"Ssstt... kau dengar itu? Ternyata mempelai wanita dari keluarga Dharma. Siapa mereka?" Bisik seorang tamu.
"Entahlah, aku juga tidak menyangka kalau keluarga nomor satu akan menjalin hubungan dengan keluarga yang sama sekali tidak terkenal!"
"Iya, sungguh sayang sekali! Padahal tuan muda adalah pria yang sangat tampan, mapan, punya badan yang bagus.... pokoknya dia adalah idola seluruh wanita! Tapi, dia malah dinikahkan dengan gadis biasa. Iri sekali aku.... "
"Aku juga iri.... Gadis biasa seperti itu tidak pantas dengan pria impian kita!"
"Setuju! Gadis jelek itu sama sekali tidak pantas!"
"......"
Dasar orang-orang bodoh! Kalian pikir aku nggak dengar ucapan kalian? Aku sama sekali nggak tertarik dengan pria impian kalian! Bahkan kalau dikasih secara cuma-cuma aku juga nggak mau. Jangankan dikasih, memungut pun aku nggak sudi!
"Mohon tenang! Sekarang giliran keluarga mempelai wanita memperkenalkan diri. Tapi, siapa juru bicara dari keluarga mempelai wanita?" Ucap Daniel dengan senyum licik.
Hehehe, kakak ipar~ bukankah tadi kau sangat meremehkan aku? Bagaimana perasaanmu setelah dihujat begitu banyak orang? Aku ingin tahu apakah kau masih bisa sombong!
"....." Nisa melirik ke arah Reihan.
"....." Reihan membalas Nisa dengan menganggukkan kepala.
"Adikku yang akan jadi juru bicara!" Ucap Nisa sambil tersenyum.
Hehe, akhirnya kau berguna juga~ Seharusnya hal ini sangat mudah untukmu! Mengingat sifatmu yang suka caper ke cewek-cewek, kau pasti sangat senang!
"Ini, mikrofonnya...." Ucap Daniel sambil menyerahkan mikrofon ke Reihan.
Aku ingin tahu, sekarang apa kau bisa membuat pandangan orang-orang mengenai keluargamu berubah. Kau bocah ingusan ingin melawanku? Setelah ini kau pasti dihina oleh orang-orang!
"Iya...." Ucap Reihan sambil tersenyum.
Wah.... kak Nisa baik banget! Dengan menjadi juru bicara, aku bisa tebar pesona ke cewek-cewek! Aku pasti akan mengubah pandangan orang-orang pada keluarga kita!
"Hallo~ Para hadirin yang berbahagia! Aku adalah adik dari mempelai wanita. Hemm... kalian pasti asing dengan marga keluargaku. Untuk itu, nanti kalian semua harus ingat dan perhatikan ya~" Ucap Reihan dengan penuh percaya diri sambil mengedipkan satu matanya.
Hehehe! Wahai gadis-gadis, terpesonalah dengan wajahku yang tamvan ini....
"Kyaa... cute bangeet!"
"Adik kecil, kamu ganteng!"
"Kyaa... jadilah pacarku!"
"Semuanya.... tenang ya! Pertama-tama aku akan memperkenalkan diri terlebih dulu, namaku Reihan Raka Sutadharma. Salam kenal~"
"Yang pertama adalah ayahku yang tegas, Gilang Sutadharma. Selanjutnya adalah ibuku yang penyayang, Rika Fatmawati. Lalu adikku yang imut, Adimas Rian Sutadharma. Lalu yang terakhir adalah mempelai wanita, dia adalah kakak pertamaku, Nisa Sania Siwidharma. Itulah keluarga kecil kami~"
__ADS_1
Prok.... Prok.... Prok....
"Wah.... ternyata mereka keluarga yang harmonis ya..."
"Iya, mungkin karena ini mereka bisa menjalin hubungan dengan keluarga nomor satu!"
"Benar! Terutama Reihan.... pokoknya cute deh~"
Reihan berhasil mengubah pandangan orang-orang terhadap keluarganya, dan dia mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah. Tapi, hanya para wanita yang memberikan Reihan tepuk tangan. Sementara untuk para pria, mereka semua ternganga karena kaget melihat sifatnya Reihan.
"Terima kasih atas waktunya~ Ini kak, mikrofonnya...." Reihan menyerahkan mikrofon sambil tersenyum seakan merendahkan Daniel.
"Ah!? Iya..." Daniel tersenyum dengan canggung.
Sialan! Bahkan adiknya juga meremehkan aku! Awas kau!
"......" Reihan tersenyum dan melirik ke arah Nisa.
"Hah..." Nisa hanya menghela napas.
Adikku yang satu ini benar-benar fakboy!
"Para hadirin sekalian! Sekarang kita masuk ke sesi kedua, yaitu serah terima simbol pengikat pertunangan. Silakan untuk masing-masing mempelai bertukar cincin...."
Lalu datanglah seorang pelayan yang membawakan sepasang cincin. Setelah itu, Keyran dan Nisa langsung memasangkan cincin secara bergantian. Tapi, Keyran berhenti sejenak saat gilirannya memasangkan cincin ke jari Nisa. Mereka lalu mulai memandang satu sama lain.
"Hei, ini salahmu!" Ucap Keyran dengan lirih sambil memasangkan cincin ke jari Nisa.
"Ya.... aku tahu"
Sial! Seharusnya saat itu aku saja yang memilih cincin! Cincin ini kebesaran untukku. Mungkin akan pas kalau dipakai di jari jempol. Untung saja orang-orang nggak bisa melihatnya dengan jelas!
"Daniel, berikan mikrofonnya padaku!" Ucap Keyran dengan tidak sabar.
"Ini...." Sambil menyerahkan mikrofon ke Keyran.
"....."
WTF! Seminggu lagi! Gila ya!? Aku belum siap melepas masa lajangku! Kenapa dia memutuskan hal ini tanpa membahasnya denganku? Nggak! Ini terlalu cepat! Aku harus ikut campur untuk urusan ini!
"Hei... a-aku masih..." Nisa berbisik ke telinga Keyran.
"Iya! Untuk para tamu yang hadir hari ini dipastikan akan diundang lagi saat acara pernikahan! Kalau bisa kalian sebarkan juga hal ini! Acaranya akan aku buat sangat megah!" Teriak Tuan Muchtar dengan penuh semangat.
"Haha, kau terlambat!" Bisik Keyran ke telinga Nisa.
"Hmph!"
Ajg! Bgst! Persetan dengan pernikahan! Aku pengen banget pindah dimensi!
"Para hadirin sekalian! Untuk pernikahan juga sudah diumumkan. Jadi kita bisa masuk ke sesi terakhir, yaitu sesi penutup. Saya selaku pembawa acara mengucapkan terima kasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Untuk para tamu silakan menikmati hidangan, dan untuk home band bisa memulai iringan musiknya. Sekian dari saya, terima kasih....."
Semua orang yang hadir di acara itu tampak sangat menikmati hidangan dan juga iringan musik yang disuguhkan. Tapi, tiba-tiba.ada seseorang yang mendekat ke arah Nisa.
"Kak Nisa!" Ucap Dimas.
"Apa? Kau masih belum puas, adikku sayang~"
"Hahaha, kakak bicara apa? Aku nggak ngerti deh~"
"Terserah, kau mau apa?"
"Kak, kenapa kakak nggak dansa aja sama kakak ipar? Kakak kan suka menari!"
"Ide bodoh apa yang kau bicarakan!?" Nisa melotot ke Dimas.
__ADS_1
"Maaf, aku pergi aja. Bye!" Dimas berlari secepat mungkin menjauh dari Nisa.
"Hng! Aku nggak mau menari hari ini!"
"Kenapa? Apa karena kakimu terluka? Ternyata kau gadis lemah ya..." Tiba-tiba Keyran berbisik ke telinga Nisa.
"Cih! Luka seperti ini nggak ada pengaruhnya untukku!"
"Lalu kenapa kau tidak berdansa saja denganku? Apa kau takut tidak bisa mengimbangi gerakanku?"
"Kau meremehkan aku! Itu cuma sedikit gerakan langkah kaki lalu berputar, apa susahnya dengan itu!?"
"Oh, kau menganggap remeh ya... kalau berani berdansalah denganku satu lagu! Kalau kau berdansa dengan lancar dan tidak menginjak kakiku, maka aku akan mengakui kemampuan berdansamu. Bagaimana? Jangan sampai mempermalukan dirimu sendiri loh!" Keyran menatap Nisa dengan tatapan meremehkan.
"Tsk! Kau banyak bicara! Aku terima tantanganmu!" Ucap Nisa dengan penuh percaya diri.
"Baiklah, aku mulai!" Keyran tiba-tiba berlutut dan mencium tangan Nisa.
"Hah!?"
Pada saat itu semua orang langsung memperhatikan mereka. Lalu ada banyak orang yang juga cepat-cepat memotret mereka.
Oh, aku mengerti! Ternyata dia sok
gentleman. Baiklah, akan aku ladeni!
"May I?" Keyran menengadah dan menatap Nisa.
"My pleasure...." Nisa tersenyum dan sedikit membungkuk.
Keyran lalu berdiri dan mulai memegang tangan dan merangkul tubuh Nisa. Sementara itu Nisa juga langsung merangkul pundak Keyran. Lalu mereka berdua saling menatap dan mulai berdansa.
Hemm.... 1,2 kanan, lalu belakang 1,2 kiri, lalu ke depan dan berputar. Ini mudah! Ini seperti yang aku lakukan dengan kakek!
"Ternyata kau bisa menyesuaikan temponya ya..." Bisik Keyran ke telinga Nisa.
"Tentu saja, ini mudah!" Nisa menatap mata Keyran dengan penuh percaya diri.
"Bersiaplah, ini akan semakin cepat!"
Semakin lama mereka berdansa temponya juga semakin cepat. Tentu saja orang-orang dibuat takjub oleh mereka, orang-orang menganggap kalau mereka memiliki rasa cinta yang mendalam karena selama berdansa mereka hanya saling menatap satu sama lain. Tapi, kenyataannya tatapan mata mereka itu adalah tatapan yang saling meremehkan.
"Hei, setelah kau berputar, kita sudahi ini!" Ucap Keyran.
"Oke...." Nisa lalu berputar dengan indah dan mengakhiri dansa dengan jatuh ke pelukan Keyran.
Prok.... Prok.... Prok....
"Wah... indah sekali!"
"Iya, pasangan yang serasi!"
Keyran dan Nisa mendapat tepuk tangan yang meriah dari semua tamu yang hadir. Karena mendapat pujian dari semua orang, Nisa tersipu malu lalu bergegas pergi dan menjauh dari Keyran.
"A-aku sedikit haus.... Bye!" Nisa berjalan pergi dengan wajah memerah.
Huh! Kalau tahu akan diperhatikan banyak orang seharusnya tadi aku nggak dansa dengannya! Bodo amat lah, minum wine aja deh!
Nisa lalu berjalan menuju meja yang ada minuman. Tapi, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat ke arah Nisa dan menumpahkan segelas wine ke gaun milik Nisa.
"Ah!? Siapa yang...." Teriak Nisa.
"Maaf! Saya tidak sengaja, saya tersandung dan tangan saya licin!" Teriak orang yang menumpahkan wine.
"Eh!? Kamu.... nona artis!"
__ADS_1
Sial! Kenapa dia ada disini? Siapa sih yang mengundangnya? Pasti dia mau buat masalah sama aku!