Usaha Pelarian Seorang Istri

Usaha Pelarian Seorang Istri
Meminta Penjelasan


__ADS_3

Helikopter mendarat tepat di helipad yang berada di kediaman utama keluarga Kartawijaya. Waktu pendaratan adalah sekitar pukul 3 dini hari. Keyran dan Chelsea turun dari helikopter itu dan memutuskan untuk mengerjakan aktivitas mereka masing-masing.


Malam ini Chelsea tak pulang ke kediamannya sendiri, melainkan dia menginap di kediaman itu sebagai salah seorang tamu. Sedangkan Keyran, saat ini dia langsung bergegas menuju ke kamarnya, dia sangat tidak sabar untuk meminta penjelasan dari istrinya.


BRAAKK!!


Pintu dibanding dengan keras, bahkan mungkin saja suaranya dapat membuat orang lain menjadi kaget. Begitu dia melangkah masuk ke kamarnya, dia melihatnya sosok wanita yang mengenakan piama sedang duduk di pinggir ranjang, wanita itu tidak lain adalah istrinya.


Nisa tiba-tiba berdiri dan menatap Keyran, terlihat senyuman ramah yang berseri di wajahnya. "Aku kira kau tidak akan pulang hari ini. Ternyata urusan bisnismu lebih cepat selesai dibanding dugaanku."


Keyran diam seribu bahasa, ekspresi yang ditunjukkan juga datar. Sedangkan Nisa, dia tiba-tiba mendekat lagi ke arahnya. Nisa dengan santainya meraih dan melepas dasi yang berada di leher Keyran.


Dia lalu kembali berkata, "Bisnismu berjalan dengan lancar, kan? Tadi kau membanting pintu, apa suasana hatimu sedang buruk, darling?"


"Berhenti berpura-pura!" ucap Keyran penuh penekanan.


Seketika Nisa seakan-akan membeku, tetapi setelahnya dia berkata, "Pura-pura bagaimana maksudmu? Aku melakukan ini karena memang perhatian padamu, lagi pula ini juga bukan pertama kalinya aku membantumu melepas dasi."


"Bukan itu maksudku, Nisa! Sekarang aku menunggu penjelasan darimu! Kau sudah tahu bukan ke mana perginya aku?!"


"Ya, aku tahu." jawab Nisa sambil memalingkan wajahnya.


"K-kau!! Sejak kapan kau mengetahuinya? Apa sebelum ini kau sudah mengetahuinya saat kau mencoba menahanku agar jangan pergi?"


"..." Nisa membisu.


"Kalau begitu sekarang jelaskan! Hari ini, hari ini secara resmi keluarga Adinata telah menjalin hubungan dengan kita, tapi kau sebagai istriku ternyata malah terlibat dalam kasus terbunuhnya Tuan Muda dari keluarga Adinata! Apa kau sadar sekarang bagaimana situasinya?!"


"..."


"Aku bahkan sampai berbohong ke Chelsea demi menutupi perbuatan yang kau lakukan! Aku melakukannya karena aku percaya padamu kalau kau tak mungkin melakukan hal itu! Sekarang katakan, katakanlah padaku kalau semua yang aku dengar di sana tidaklah benar!"

__ADS_1


"..."


"Kenapa kau diam?! Aku bukan sedang memarahimu, tapi aku minta penjelasan darimu! Cepat jawab! Jawab aku, Nisa!"


Nisa mengepalkan tangannya sekuat mungkin, dia menatap Keyran dengan tatapan mata yang sayu sambil mempelihatkan senyuman yang tipis. "Untuk apa aku menjawab jika jawabanku bukanlah jawaban yang ingin kau dengar?"


Deg!


Jantung Keyran untuk sesaat terasa seperti berhenti berdetak. Harapannya hancur, selama ini dia merasa telah mengenal istrinya dengan baik, namun ternyata dia salah. Baginya, sekarang sosok perempuan manis yang berdiri di hadapannya adalah perempuan asing.


Asing, begitulah perumpamaan yang cocok untuk Nisa saat ini. Bagi Keyran, ini pertama kalinya dia melihat istrinya seakan-akan menjadi orang lain, tak dapat tersentuh, tak dapat dimengerti, dan tak dapat merasakan adanya cinta dari tatapan matanya.


"Siapa kau?" ucapnya secara spontan.


"..." Lagi-lagi Nisa membisu, namun tiba-tiba dia melangkah mendekat ke arah ranjang dan duduk di sana. "Duduklah, jika kau mau mendengar penjelasan dariku. Aku tidak memaksa."


"..." Keyran tak berkata sepatah kata pun dan masih berdiam diri di tempat.


Keyran lalu mendekat dan duduk di sebelah Nisa. Kemudian dia berkata, "Aku sudah mendengar dan tahu semuanya, tapi dari orang lain. Sedangkan aku ingin memastikannya sekali lagi dari mulutmu sendiri. Aku tak mau ada kesalahpahaman ataupun kekeliruan informasi dari orang yang berbeda. Agar nantinya aku juga tak membuat keputusan yang akan aku sesali."


"Lalu? Kau mau mendengar penjelasanku yang mana?" tanya Nisa dengan tatapan dingin.


"Terserah yang mana! Yang jelas aku mau tahu semuanya! Bahkan jika itu memerlukan waktu sampai pagi, aku juga tidak keberatan!"


"Baiklah, kalau begitu dengarkan baik-baik."


Nisa lalu mengambil napas panjang. "Semua orang punya teman, aku pun tak terkecuali. Aku punya teman yang sudah aku kenal sangat lama, sejak kecil aku tumbuh dan bermain bersamanya. Dan kali ini aku akan bercerita tentang salah satu temanku, aku menyebutnya Dika. Saat aku masih SMA ... Dika dan aku satu sekolah, tapi suatu hari dia ada masalah dengan keluarganya dan dia memilih untuk berhenti sekolah."


"Sebagai teman, sifat kami tak jauh berbeda, Dika juga sering membuat masalah sama sepertiku. Lalu ... entah karena apa, dia tiba-tiba menyinggung Tuan Muda dari keluarga Adinata, William Adinata. Mulai dari sini harusnya kau sudah tahu kelanjutannya, orang yang bermata cacat harusnya yang memberitahumu."


"Ya ... kau benar," gumam Keyran.

__ADS_1


Bahkan Nisa tahu dengan siapa aku berbicara di sana, sudah pasti kalau dia juga yang mengaturnya. Berarti benar, Nisa di sana memang punya kekuasaan dan dihormati oleh semua orang.


Tiba-tiba Keyran teringat akan sesuatu, dia merogoh saku jas nya dan mengeluarkan selembar foto. Dia menyodorkan foto itu kepada Nisa. "Dari sana aku dapat ini sebagai bukti, ini jelas-jelas adalah kau. Pertanyaanku adalah, kenapa kau hanya pakai kaus singlet saat bertarung?"


"Hah? Memangnya itu penting untuk kau tanyakan?" tanya Nisa dengan tatapan heran.


"Tentu saja itu penting! Mana ada penyusup berpakaian terbuka seperti ini?!"


"Itu ... alasannya sangat memalukan, kau tahu kalau aku mabuk laut. Aku muntah dan mengotori bajuku, jadi aku lepas baju. Aku benci karena itu di atas kapal, karena itu aku putuskan untuk membakarnya saja."


"Konyol!" batin Keyran yang tidak habis pikir dengan alasan kenapa Nisa membakar kapal.


"Sekarang aku sudah tahu mengapa alasanmu membakar kapal yang berakibat tewasnya orang-orang yang disebut sebagai tamu VIP itu. Tapi ... kenapa kau sampai harus membunuh William?!"


"Bukan aku yang membunuhnya, aku cuma menamparnya 3 kali."


"Apa?! Maksudmu kau bukan pelaku yang membunuhnya?!" tanya Keyran seakan tidak percaya.


"Memang bukan aku yang membunuhnya, tapi temanku. Aku dan teman-temanku sepakat untuk mengantarnya ke neraka."


"Tapi kenapa kau biarkan itu?! Kau tahu bukan kalau menyinggung salah satu keluarnya konglomerat itu konsekuensinya besar?!"


"Aku tahu, tapi saat itu aku sangat marah. Dika, temanku yang diculik dan dipaksa untuk bertarung itu keadaannya sangat menyedihkan. Ketika aku menemukannya sesaat sebelum pertandingan turnamen dimulai, dia dikurung di dalam kandang. Kandang dari kawat yang terbuat dari besi, kadang itu bahkan sudah berkarat karena darah. Bahkan makanan yang diberikan pun jauh lebih buruk dibanding dengan makanan di penjara."


"Di sana, aku juga menemukan rahasia lain dari Violent Zone. Para tawanan yang dipaksa untuk bertarung dan menghibur para VIP itu ... mustahil bertahan hidup tanpa adanya luka di tubuhnya. Dan para tawanan lain, termasuk temanku juga sama, mereka semua tak mendapatkan perlakuan yang layak untuk mengobati luka mereka. William si bajing*n brengsek binatang itu malah memberikan obat-obatan ilegal untuk penyembuhan luka."


"Demi bertahan hidup tentu saja para tawanan mengonsumsi obat itu. Memang obat itu berefek bagus dan cepat dalam penyembuhan luka, tapi efek sampingnya ... itu berpengaruh ke otak! Daya ingat menjadi menurun, temanku sedikit demi sedikit kehilangan ingatannya. Saat aku menemukannya, dia bahkan lupa di mana dia tinggal dan siapa orang tuanya. Tapi dia demi tetap mengingatku, dia rela menyayat tangannya sendiri untuk menulis namaku! Aku tidak rela jika temanku diperlakukan seperti itu! Karena itulah William pantas mati!"


"Aku dan teman-temanku ... setiap kali tahun baru selalu berkumpul dan bersenang-senang. Kami mengadakan acara bakar-bakaran seperti bakar barbeque dan jagung, lomba paling cepat menghabiskan mie ramen, dan menyalakan kembang api. Tapi 4 tahun lalu suasana tahun baru berbeda karena teman kami menghilang satu. Sebagai pengganti tidak ada jagung bakar, karena itulah aku memutuskan untuk membakar kapal!"


"Aku juga merusak beberapa sekoci dan menyisakan sedikit. Tamu VIP ataupun awak kapal dan semua yang berada di atas kapal, orang-orang yang egois itu saling berebut dan hanya sedikit yang selamat. Lalu sebagai sentuhan terakhir, keluarga Adinata lah yang diketahui sebagai pengelola, akhirnya dituntut atas kelalaian dan kecelakaan kapal itu oleh orang-orang yang tidak terima keluarnya mati. Jadi darling, bagaimana tanggapanmu?"

__ADS_1


"A-aku ..."


__ADS_2