Usaha Pelarian Seorang Istri

Usaha Pelarian Seorang Istri
Sudah Berakhir


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban dari Ricky, perasaan seperti kecewa, marah dan tidak percaya semua menjadi satu. Nisa yang merasakan itu semua langsung kehilangan kendali atas pikiran dan perkataannya, lalu dia segera menyerahkan kotak itu pada Ricky dan berjalan pergi.


"Ini! Terima kasih atas pengertiannya!" Ucap Nisa sambil menyerahkan kotak.


"Tunggu dulu! Bukankah ini semua hadiah yang aku berikan padamu?"


"Iya, aku kembalikan!" Berjalan pergi.


Ricky tiba-tiba menarik dan menahan tangan Nisa "Nisa, maksudmu apa!?"


"Heh! Aku minta putus dan kamu juga sudah setuju, hubungan kita sudah berakhir!"


"Nggak! Aku nggak mau! Bukankah yang tadi itu cuma bercanda?"


"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?"


"Aku nggak terima! Pokoknya aku nggak mau putus!"


"Tadi kamu sudah setuju. Jadi, lepaskan tanganmu dariku! Aku mau pergi!" Teriak Nisa sambil meronta.


"Nggak akan aku lepas sebelum kamu kasih aku penjelasan kenapa kamu mau putus!"


"Nggak ada yang perlu dijelasin! Aku mau kita putus, titik!"


"Nisa, aku mohon jangan seperti ini.... kalau ada masalah kita bisa bicarakan baik-baik. Jangan ambil penyelesaian putus gitu aja!"


"......."


Haha, masalah? Masalah ini sangat besar Ricky! Kalaupun aku bicara pasti nanti juga akan menyulitkan kamu! Aku nggak mau jadi beban untukmu!


"Apa aku pernah berbuat salah padamu? Aku nggak tahu kesalahan apa yang sudah aku buat, jadi tolong beritahu aku! Kalau kamu cerita, aku akan perbaiki kesalahan yang aku buat. Tolong.... katakan yang sebenarnya padaku!"


"......."


Nggak Ricky, kamu nggak salah! Yang salah aku, semuanya salah aku! Sekarang sudah jadi seperti ini, sekalian aja aku buat kamu benci padaku!


"Nisa.... aku mohon bicaralah!" Teriak Ricky sambil mengguncangkan tubuh Nisa.


"Oke, kamu mau penjelasan kan? Kalau begitu dengarkan aku baik-baik! Aku sudah lelah, aku lelah menjalani hubungan ini denganmu! Gimana, puas? Kalau puas, tolong lepaskan tanganmu dariku!"


"Nggak! Bukan penjelasan seperti ini yang aku inginkan! Bukankah hubungan kita selama ini baik-baik saja, bahkan akhir-akhir ini kita semakin mesra! Jadi, penjelasanmu tadi itu nggak masuk akal!" Teriak Ricky seolah tidak terima.


"Ricky, apa aku sangat penting untukmu?" Tanya Nisa dengan lirih.


"Apa yang kamu bicarakan? Tentu saja kamu sangat penting! Aku mencintaimu dengan sepenuh hati! Aku tulus mencintaimu Nisa! Tolong jangan akhiri hubungan ini denganku!"


"Kalau begitu maaf, aku nggak pernah menganggap dirimu penting. Aku sudah bosan denganmu. Selama ini aku bersamamu hanya untuk bersenang-senang!" Nisa lalu memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Nggak!! Nisa.... Tolong katakan kalau itu cinta! Tolong katakan padaku kalau semua waktu yang kita habiskan bersama itu cinta!"


"Apa aku harus ulangi perkataanku agar kamu paham!?" Teriak Nisa dengan nada kasar.


Tentu saja itu cinta! Aku bisa bertahan selama ini itu juga karena cinta! Aku mohon cepat lepaskan aku..... mengatakan semua kebohongan itu juga sangat menyakitkan untukku!


"Bohong! Aku tahu kalau kamu berbohong padaku!"


"Terserah mau percaya atau nggak, itu bukan urusanku!"


"Tatap mataku Nisa! Tatap!"


"......."


"Aku menantangmu! Kalau yang kamu bilang benar, tatap mataku! Bilang kalau kamu selama ini nggak pernah mencintaiku!"


"......."


Saat Nisa menatap mata Ricky yang penuh dengan rasa kecewa, dia hanya bisa diam. Nisa terdiam karena dia tidak tahu cara untuk mengatakan kalau dia tidak pernah mencintai Ricky. Karena seseorang tidak akan bisa berbohong saat menatap mata orang yang dicintai, karena cinta itu sendiri didasari oleh kejujuran dan kepercayaan.


"Ayo, bilang! Kenapa diam aja!?"


"......"


Aku mohon Ricky..... jangan memaksaku melakukan ini! Aku nggak mau kalau kamu sakit hati nanti.... Kalau kamu tetap memaksaku, aku jamin kalau aku akan buat kamu benci padaku!


"Aku tahu, kamu nggak bisa bilang karena kamu juga cinta padaku! Aku benar kan!?"


"......"


"Ricky.... Ricky.... kamu tahu aku tentang apa? Kita pacaran juga baru dua tahun, kamu sama sekali nggak mengenal aku sebenarnya orang yang seperti apa! Jadi, tentang kamu yang bilang mengenalku itu cuma omong kosong!"


"Apanya yang omong kosong!? Apa bagimu dua tahun itu sebentar? Kita pacaran selama ini juga banyak melewati saat-saat yang bahagia, apa kamu nggak pernah merasakan kebahagiaan itu? Apa semua itu nggak ada artinya untukmu!?"


"Kamu benar, semua itu nggak ada artinya untukku! Aku juga sudah bilang kalau aku bersamamu hanya untuk senang-senang aja, nggak lebih dari itu!"


"Nisa, kamu pembohong yang buruk! Nggak mungkin semua itu nggak ada artinya untukmu. Karena selama ini aku bisa merasakan kalau cintamu padaku itu nyata! Jadi apa pun alasan yang kamu berikan padaku itu, aku tetap nggak akan terima!"


"Terserah! Bagiku hubungan kita sudah berakhir! Aku mau pergi, cepat lepaskan tanganmu dariku!" Sambil menepis tangan Ricky.


Ricky tiba-tiba memeluk Nisa "Nggak akan! Aku nggak akan melepasmu sebelum kamu katakan yang sebenarnya padaku!"


"Ricky! Lepaskan aku! Yang perlu aku katakan sudah aku katakan semua!" Teriak Nisa sambil meronta.


"Nggak! Yang kamu katakan semua itu cuma alasan palsu! Dan aku juga nggak akan melepasmu begitu saja, selamanya nggak akan pernah!" Memeluk semakin erat.


"......."

__ADS_1


Uhhh.... aku harus bilang apa? Semakin lama aku disini, hatiku semakin hancur melihat Ricky yang sampai seperti ini untuk menahanku.


Ricky terus memeluk Nisa dengan erat karena dia tidak mau hubungannya berakhir begitu saja. Sementara itu Nisa juga terus meronta supaya Ricky melepasnya. Tapi, tiba-tiba Nisa berhenti meronta lalu seketika dia menjadi tenang.


"Nisa, kenapa berhenti memberontak? Apa kamu berubah pikiran?"


"Ricky, dengarkan aku! Aku hanya akan mengatakannya sekali saja"


"Ya, silakan...."


"Ricky.... Tolong lepaskan aku, biarkan aku pergi. Jika tidak, seumur hidup aku akan membencimu!"


"......"


Ricky hanya terdiam setelah mendengar ucapan dari Nisa. Meskipun sebenarnya dia sangat marah karena tidak terima, tapi akhirnya dia juga melepaskan Nisa. Nisa yang menyadari hal itu langsung bergegas pergi.


"Ricky, hubungan kita sudah berakhir. Sekarang aku bukan lagi pacarmu, setelah ini jangan cari aku lagi!" Ucap Nisa sambil berjalan pergi.


"Berhenti!" Teriak Ricky.


"Ada apa? Jika kamu terus seperti ini, maka aku akan benar-benar membencimu!"


"Kamu harus ingat ini! Aku mungkin melepasmu hari ini. Tapi, aku nggak akan menyerah! Aku akan membuatmu kembali padaku!"


"Teruslah bermimpi!"


Maaf.... aku nggak mau kamu terus berharap padaku, harapan itu hanya akan membuatmu merasa menderita.


Nisa akhirnya pergi meninggalkan Ricky sendirian di danau. Setelah Nisa pergi, Ricky hanya memandangi kotak hadiah yang dikembalikan oleh Nisa. Semakin lama dia memandangi kotak itu hatinya semakin hancur.


"Sial! Kenapa semuanya jadi begini!? Yang aku inginkan hanyalah bisa bersamamu! Tapi, kamu malah ingin semuanya berakhir begitu saja. Kamu pikir aku akan percaya dengan semua alasanmu yang nggak masuk akal itu? Aku ini nggak bodoh, pasti ada hal yang sangat mengganggumu!"


Sialan! Aku nggak bisa menebak apa yang sedang Nisa lakukan, semua yang dia lakukan itu sangat berbeda dengan kebanyakan orang.


"Nisa.... Nisa... sebenarnya masalah apa yang sedang menimpamu? Bahkan semua hadiah yang aku berikan padamu juga dikembalikan, bukankah kamu sangat menyukainya? Setiap kali kita berkencan kamu selalu memakai salah satu dari hadiah yang aku berikan"


Aku lelah memikirkan semua ini, terlalu banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Sebaiknya aku segera pergi, tempat ini jadi saksi berakhirnya hubunganku dengan Nisa. Terus berada di tempat ini membuatku muak!


Ricky kemudian pergi dari tempat itu, tak lama kemudian cuaca menjadi buruk, lalu turun hujan yang sangat deras. Tapi, bukannya pulang Ricky tanpa sadar malah menuju ke taman hiburan. Saat tiba di tempat parkir, dia baru sadar kalau dia menuju tempat yang salah.


"Eh!? Kenapa aku kemari?"


Apa aku sudah gila? Apa yang aku lakukan? Kenapa aku pergi ke taman hiburan? Tunggu sebentar, taman hiburan ya....


"Ha ha ha! Seharusnya aku dan Nisa berkencan sekarang! Tapi, yang aku dapatkan sekarang bukannya kencan yang romantis tapi malahan pernyataan putus! Sungguh ironis!" Teriak Ricky sambil meneteskan air mata.


Sialan! Cinta ternyata benar-benar bisa menyakiti orang, hatiku sakit sekali....

__ADS_1


"Ha ha ha! Bahkan aku sampai menangis dibuatmu! Kamu hebat Nisa....."


Sangat disayangkan, puncak acara ulang tahun taman hiburan yang seharusnya ramai dikunjungi orang sekarang malah batal karena hujan deras. Bahkan langit pun ikut menangis, seolah-olah menemani Ricky yang sedang menangis di dalam mobil.


__ADS_2