
Keyran yang sama sekali tak menunjukkan keraguan sedikit pun berhasil membuat Mr. Tiger tertegun untuk sejenak. "Mampuss aku ..." gumamnya.
"Apa kau bilang?" tanya Keyran.
"Lupakan, bukan apa-apa!" Pria bertopeng macan itu kemudian duduk tegap dan mengubah posisinya menjadi lebih serius. "Nah, tadi kau bilang ingin mengetahui tentang semuanya. Harus dari mana aku mulai bercerita?"
"Aku ingin tahu apa yang terjadi pada organisasi ini 4 tahun yang lalu. Saat itu kabarnya terjadi kebakaran kapal yang menewaskan banyak orang. Ada kabar juga kalau Violent Zone telah terpuruk, tapi nyatanya sekarang aku lihat justru semakin bertambah besar dibanding sebelumnya. Sebenarnya apa yang membuat Violent Zone sekarang berbeda dengan Violent Zone yang dulu?"
"Jadi itu yang ingin kau tanyakan. Tempat ini menjadi besar seperti sekarang hanya ada satu alasan yang pasti. Bos kami berganti. Di bawah naungan bos yang baru, peraturan dan sistem tempat ini juga berubah."
"Oh, benarkah? Tapi menurut temanku ... kalian membangun ulang bisnis ini atas dasar penyelewengan dana kompensasi dari keluarga Adinata. Tapi bagaimana bisa bos kalian berganti dan bahkan sekarang menganggap remeh keluarga Adinata? Apa kalian tidak malu jika dicap sebagai pengkhianat?" tanya Keyran.
"Itu memang benar, soal penyelewengan dana itu benar adanya. Tapi bicara soal jumlah, itu sangat kurang jika ingin membangun kembali bisnis ini. Itulah mengapa kami butuh bos baru, dia yang membantu kekurangan dana yang kami perlukan. Dan kami juga bukan pengkhianat, tapi keluarga Adinata lah yang membuang kami terlebih dulu." jawab Mr. Tiger dengan nada sedikit kesal.
"Membuang?"
"Ya, merekalah yang membuang kami! Mereka pikir dengan memberikan dana kompensasi itu sudah cukup, tapi bagi kami yang namanya dana kompensasi itu tidak diperlukan. Sebagian besar dari kami hidup sebatang kara dan tak punya keluarga, jadi yang namanya kompensasi atau apalah itu kami tidak butuh. Yang kami butuhkan adalah dana modal untuk memulai bisnis ini kembali, dengan memulai bisnis ini kembali maka uang akan terus berputar dan bahkan akan berlipat ganda! Tapi jawaban yang keluarga Adinata berikan adalah tidak, mereka memutuskan untuk tidak lagi menjadi pengelola bisnis ini."
"Saat kami dalam situasi terpuruk, tiba-tiba seseorang menawarkan kerja sama dengan kami. Dia bersedia memberikan kapal pesiar yang baru, modal yang berlimpah, bahkan senjata. Tapi dia punya syarat agar dia yang menentukan sistem dan peraturan baru dalam bisnis ini, kami juga diharuskan untuk selalu patuh padanya. Tentu saja kami tidak menolak kesempatan sebaik ini, kami selaku sampah masyarakat yang tak diterima di mana pun, akhirnya punya kesempatan untuk kembali berbisnis dan kembali mendapatkan kekuasaan."
"Tapi jika bos kalian adalah orang baru, kenapa nama bisnis kalian masih tetap Violent Zone?" tanya Keyran.
"Violent Zone sudah terkenal punya popularitas yang tinggi, dan orang-orang pun juga lebih akrab dengan nama ini. Jadi bos baru tidak mau melewatkan untuk mengambil alih hak bisnis yang namanya sudah populer ini."
"Hmm ... bosmu yang baru sepertinya menarik, siapa dia? Apa dia juga berasal dari salah satu keluarga konglomerat dari kota ini?"
"Pertanyaan selanjutnya!" ucap Mr. Tiger.
"Tapi kau belum menjawab pertanyaanku."
"Aku bilang pertanyaan selanjutnya!!" bentak Mr. Tiger sambil menggebrak meja kerjanya.
"..." Keyran membisu, sejenak kemudian dia berkata, "Tadi kau sudah bilang akan memberitahu semuanya padaku. Apa sekarang kau mau menjilat ludahmu sendiri?" tanyanya dengan nada menyindir.
Tiba-tiba saja Mr. Tiger melotot dan mendekatkan wajahnya pada Keyran. "Biar aku pastikan satu hal, kau tidak membawa alat perekam, kan?"
"Emm ... tidak," jawab Keyran dengan canggung sambil menjauhkan wajahnya dari Mr. Tiger.
"Baguslah, jika kau membawanya maka aku dengan terpaksa harus membunuhmu! Jika setelah keluar dari kapal ini kau juga menyebarkan apa yang kita bicarakan, kau juga akan terbunuh!"
Mr. Tiger lalu menjauhkan wajahnya dan kembali duduk tenang. "Kau menanyakan soal siapa bos kami. Untuk itu ... maaf, aku sendiri juga tidak mengenalnya."
"Apa?! Bagaimana bisa kau tidak mengenal siapa bosmu sendiri? Dia bukan hantu, kan?" tanya Keyran seakan tidak percaya.
"Kau salah mengartikan maksudku. Aku tidak mengenalnya bukan dalam artian yang itu. Tapi bos kami yang baru adalah pria yang sangat merahasiakan identitasnya. Sejak awal dia sudah memakai topeng, kami yang sempat merasa ditipu pernah mencoba untuk menyerangnya bersama-sama, tapi kami semua dikalahkan olehnya."
__ADS_1
"Topeng macam apa yang dia pakai?" tanya Keyran penasaran.
"Oni. Topeng khas Jepang sebagai perwujudan dari setan yang warnanya merah, bergigi tajam, bertanduk dan ekspresinya menyeramkan. Kami menyebutnya Mr. Oni. Tapi dia bilang kalau dia bukan bos yang sebenarnya ... dia mempunyai atasan lain yang bahkan aku sendiri belum pernah melihatnya. Waktu kunjungan Mr. Oni ke kapal hanya pada saat diadakannya pertunjukkan."
"Kira-kira aku sudah mengerti kalau status kedudukan di tempat ini ditunjukkan oleh topeng yang dipakai. Putih polos untuk VIP sepertiku, hitam untuk para awak kapal, 12 shio untuk para eksekutif, lalu Mr. Oni yang bisa disebut sebagai bos kalian. Peraturannya semakin ketat saja, padahal dulu setahuku cuma VIP dan eksekutif yang memakai topeng."
Mr. Tiger mengangguk. "Kurang lebih seperti yang kau katakan. Tapi beberapa waktu yang lalu Mr. Oni membawa seorang gadis bersamanya, dia juga memakai topeng yang mirip tapi sedikit berbeda. Topeng tengu, yang membedakan adalah hidungnya yang panjang mirip paruh burung. Jika oni adalah setan maka tengu adalah sebaliknya."
"Lalu ... Dia adalah Ms. Tengu?" tanya Keyran.
"Salah, topeng yang dia pakai memang topeng tengu. Tapi dia dipanggil Miss Holiday!"
"Hah?! Bukannya itu tidak ada hubungannya dengan topeng yang dia pakai?" Keyran terheran-heran.
"Kau sepertinya belum sepenuhnya paham, nama samaran orang-orang di sini bukan tergantung pada topeng, melainkan pada sifat orang tersebut. Misalnya orang yang menyambutmu tadi memakai topeng rubah, dia adalah Foxy, dia dipanggil seperti itu karena pandai memainkan trik untuk menipu. Lalu Mr. Oni, topeng yang dia pakai sudah mencerminkan sifatnya, dia seperti iblis. Dan untuk Miss Holiday, dia disebut seperti itu karena dia berkunjung ke kapal sesuka hati dan tak tentu. Saat kami bertanya kapan tepatnya dia berencana datang setidaknya untuk persiapan menyambutnya, dia selalu bilang akan datang saat hari libur, tapi baginya setiap hari adalah hari libur."
"..." Keyran membisu.
Sepertinya aku memahami satu hal, semakin berbahaya tempat yang dikunjungi maka orang-orang di sana juga semakin aneh.
"Nah, pertanyaanmu soal bos baru kami sudah aku jawab. Selanjutnya apa yang mau kau tanyakan lagi?" tanya Mr. Tiger.
"Kau bilang bosmu itu Si Mr. Oni membuat sistem dan aturan baru. Apa saja sistem yang dia ubah?"
"Sebelum aku jawab, aku ingin memastikan satu hal. Kau pasti pernah menyaksikan pertunjukan Violent Zone yang dulu. Apa kau tahu dari mana asal para petarung itu?"
"Hahh ... wajar saja jika tidak tahu. Yang kau tahu pasti Violent Zone itu sebatas arena pertarungan bawah tanah untuk menghibur orang-orang kaya sepertimu. Tapi sistem sekarang telah berbeda, para petarung yang dulu mengikuti pertarungan hanya sebatas orang-orang yang jago berkelahi. Ada yang terkena masalah finansial lalu menawarkan diri demi uang. Ada juga yang pernah menyinggung organisasi dan diculik lalu dipaksa mengikuti pertarungan."
"Tapi sekarang berbeda! Bukan sembarang orang yang bisa jadi petarung! Dan bukan sembarang orang juga yang bisa menikmati pertunjukan! Status VIP yang kau miliki saat ini adalah perlakuan khusus dari kami bagi para pebisnis lokal yang mengusai pasar. Tapi para tamu VIP yang berasal dari luar negeri kami perlakuan dengan berbeda, mungkin karena daerah asal berbeda maka kegilaan mereka juga berbeda."
"Para VIP yang berasal dari luar negeri adalah orang-orang kaya yang akan sedih jika dinomorduakan. Itulah target kami yang sebenarnya, mereka adalah orang-orang gila yang menyandang status VIP sesungguhnya! Tetapi mereka juga tetap harus mematuhi aturan kami, mereka semua juga diwajibkan memakai topeng."
"Lalu untuk para petarung Violent Zone saat ini, mereka semuanya adalah para pelaku kriminal. Apa kau pernah dengar tentang narapidana yang mencoba kabur dari penjara?"
Keyran mengangguk.
"Para narapidana punya beberapa cara untuk kabur dari penjara. Dan salah satunya adalah dengan menumpang naik ke kapal penyelundup! Tapi kami membohongi mereka dan menggiring mereka semua ke sini untuk mengikuti pertarungan yang kejam! Hahaha! "
"Apa?!" Keyran terkesiap.
"Ya begitulah. Ketika acara pertunjukan atau pertarungan hidup dan mati dimulai, para kriminal itu akan dipasangi harga taruhan yang sudah pihak organisasi kami tentukan. Kejahatan pembunuhan berantai, perdagangan manusia, pemerkosa anak di bawah umur, pembunuh pacar sendiri yang sedang mengandung, semakin bejat kejahatan yang mereka lakukan maka nilai taruhan akan semakin tinggi!"
"Dan kau tahu apa yang lebih menarik lagi?! Kami pasang harga sampai miliaran pun para VIP itu tetap mau. Para VIP bebas menentukan mereka akan bertaruh pada kriminal yang mana. Jika kriminal itu menang dan hidup sampai akhir, keinginannya untuk bebas akan dikabulkan! Dan para VIP yang bertaruh pada kriminal itu akan memenangkan uangnya! Hahaha, inilah kombinasi sempurna antara perjudian dan pertunjukan sirkus!"
"..." Keyran diam seribu bahasa, dia tak pernah menyangka akan mengetahui kenyataan seperti yang dikatakan oleh pria bertopeng dengan nama samaran Mr. Tiger itu.
__ADS_1
"Oh iya, aku beritahu satu rahasia lagi! Meskipun ada kriminal yang menang dan bertahan hidup sampai akhir, tapi saat para VIP itu pulang maka sang dewa akan membunuhnya!"
"D-dewa ...?"
"Ya, dewa! Dewa adalah algojo yang organisasi kami siapkan untuk membunuh para kriminal yang membangkang atau memberontak! Fakta menarik lainnya adalah ... dewa yang aku bicarakan ada aku! Ah, salah ... harusnya aku menyebutnya kami, para eksekutif!"
Beberapa setelahnya Keyran hanya diam dan masih berusaha mencerna semua yang barusan dia dengar. Lalu setelahnya dia berkata, "Aku ingin bertanya lagi, ini mengenai tragedi terbakarnya kapal 4 tahun yang lalu, bagaimana kebakaran itu bisa terjadi? Padahal itu saat di mana turnamen final dilakukan dan penjagaan pastinya sangat ketat."
"Hei, tidak usah berputar-putar! Kau ingin bertanya soal tewasnya Tuan Muda William Adinata, bukan?"
"Kau benar, jadi tolong ceritakan!" pinta Keyran dengan nada serius.
"Itu sederhana, intinya dia dibunuh. Dan pelakunya ada orang yang sama dengan yang membakar kapal. Tadi aku sudah menjelaskan siapa saja petarung di Violent Zone yang lalu. Di antaranya ada orang yang menyinggung organisasi. Dan saat itu, seseorang yang sudah berhasil kami culik ternyata memiliki latar belakang yang tidak sederhana. Rekan-rekannya datang untuk menyelamatkannya dengan cara memasang peledak di kapal dan membunuh bos William. Eh ... m-maksudku Tuan Muda William."
Keyran mengernyit. "Sampai sekarang kau memanggilnya bos. Apa kau punya hubungan yang dekat dengannya semasa dia hidup?"
Mr. Tiger membisu, namun setelahnya tiba-tiba saja dia melepas topengnya. Keyran yang menyadari hal itu sangat tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Di wajah pria itu terdapat sebuah bekas luka yang besar di bagian mata, yang bahkan sampai membuatnya buta sebelah.
"Apa kau sekarang mengenalku?" tanya Mr. Tiger.
"Yaa ... aku ingat, dulu aku pernah bertaruh untukmu. Tak aku sangka sekarang kau menjadi seorang eksekutif. Tapi aku lupa nama aslimu."
"Sudahlah, bagiku nama tak penting lagi sekarang. Kita lanjutkan yang tadi, kau ingin mencari tahu siapa yang membakar kapal, kan?"
"Ya," jawab Keyran singkat.
"Tapi sebelum itu aku punya syarat, lepaskan topengmu!"
Seketika Keyran melepaskan topengnya.
"Kenapa kau langsung menurut?!" bentak Mr. Tiger.
"Kau sendiri yang menyuruhku!" bentak Keyran dengan tatapan heran.
"Rahasia identitasmu itu penting, kawan! Yang barusan itu cuma bercanda! Tapi baiklah, kau tunggu sebentar!"
"Orang aneh," gumam Keyran.
Mr. Tiger lalu membuka laci meja kerjanya, dia tampak sibuk mencari sesuatu di laci itu. Selang sekitar 1 menit kemudian dia meletakkan sesuatu di atas meja, benda itu tidak lain adalah selembar foto.
"Apa kau mengenalnya?" tanya Mr. Tiger.
"Ya," jawab Keyran dengan ekspresi aneh.
"Sungguh? Apakah ini sebuah kebetulan?!"
__ADS_1
"Apa yang kau bicarakan? Orang yang berada di foto ini adalah istriku."
"Apaaa?! M-mampuss kau! Mampuss aku! Kita akan Mampuss! Kita celaka!!" teriaknya histeris.