
Pada saat itu juga perhatian semua orang langsung tertuju kepada mereka. Orang-orang mulai berpikir kalau Amanda sengaja menyulitkan Nisa, karena mereka semua tahu kalau Amanda sudah sejak lama memendam rasa suka pada Keyran.
"Keributan apa yang mereka perbuat? Aku harus segera kesana!" Ucap Keyran penuh kekesalan.
"Tunggu!" Ucap Tuan Muchtar.
"Kenapa ayah...."
"Kau perhatikan saja dulu!"
Tunjukkan kemampuanmu menantuku, buktikan kalau aku tidak salah memilih orang untuk putraku!
"Saya benar-benar tidak sengaja, tolong maafkan saya...." Ucap Amanda dengan suara memelas.
"...." Nisa diam dan hanya menatap Amanda dari atas sampai bawah.
"Nona mempelai, maafkan aku ya? Aku akan bertanggungjawab...."
Huh! Memangnya kenapa kalau kau bertunangan dengan Keyran-ku, aku masih bisa mempermalukanmu! Kalau kau memaafkan aku dengan begitu mudah, pasti kedepannya akan ada banyak orang yang menindasmu. Sebaliknya jika kau buat perhitungan denganku, orang-orang akan menganggapmu sebagai gadis yang pemarah dan imagemu jadi buruk. Hehe, sekarang apa yang akan kau lakukan?
"Oh, kau akan bertanggungjawab ya..." Ucap Nisa dengan senyum licik.
"T-tentu saja, ini kesalahanku... aku pasti bertanggungjawab!"
Apa yang sedang dipikiran gadis busuk ini!? Apa dia tidak peduli dengan pandangan orang-orang?
"Wah.... kau baik sekali! Cuci gaunku ya~ Nanti nggak perlu buru-buru kok saat mengembalikan. Terima kasih kakak~" Ucap Nisa dengan wajah polos sambil menunjuk ke tumpahan wine yang ada di gaunnya.
"A-aku... c-cuci...?" Amanda terbata-bata karena kaget.
"Hahaha, artis papan atas seperti dia disuruh mencuci!"
"Haha, pasti dalam hati dia nggak terima wkwkwk!"
"Ssstt.... Pelankan suaramu, nanti dia dengar loh!"
"Biarin, toh semua orang juga tertawa! Mempelai wanita ini benar-benar lucu!"
Semua orang yang hadir langsung menertawakan Amanda, bahkan tuan rumah juga ikut menertawainya. Amanda memutuskan untuk menerima permintaan Nisa, lalu setelah itu segera pergi meninggalkan acara karena dia tidak tahan sudah dipermalukan oleh Nisa.
"B-baiklah, soal itu asistenku yang akan mengurus. Aku undur diri!" Amanda berbalik lalu berjalan pergi.
"Tunggu!" Teriak Nisa.
Amanda berhenti lalu sedikit menoleh ke arah Nisa "Ya, apakah ada hal lain...."
"Kau belum menyampaikan maksudmu padaku!" Ucap Nisa dengan serius.
"Haha, aku ada maksud apa padamu? Kau pasti bercanda!"
Apa sih maunya gadis busuk ini! Apa dia masih belum puas mempermalukan aku!?
"Menurutku, mana mungkin kau berjalan menuju meja minuman sementara kau membawa gelas yang penuh dengan wine. Lalu dengan tanpa sengaja menumpahkannya. Yah... kalau dipikir-pikir sih tentu saja kau punya maksud tertentu padaku. Kecuali... kalau kau memang rakus itu baru masuk akal!"
"Emmm.... i-itu, aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pertunanganmu secara pribadi. Hanya itu saja kok..."
"Oh, kalau begitu terima kasih. Silakan kalau kau ingin pergi!" Ucap Nisa seakan tidak peduli lalu melanjutkan meminum wine miliknya.
"I-iya sama-sama...." Amanda berjalan pergi dengan cepat karena sangat kesal.
Hng! Dasar gadis busuk! Awalnya kau hanya seorang sekretaris rendahan, aku pikir karena kau sudah tidak terlihat di perusahaan aku sudah kehilangan satu saingan. Tapi, bisa-bisanya kau bertunangan dengan Key milikku! Aku pasti akan menghancurkanmu!
"Kak Nisa!" Reihan berjalan mendekat ke arah Nisa.
"Ada apa?"
"Kak, ayo kita pergi ke ruang ganti! Gaun kakak kan sudah kotor, sebaiknya kakak segera menggantinya. Aku akan menemani kakak!"
"Kau benar juga, kalau gitu ayo!"
Nisa dan Reihan akhirnya pergi menuju ke ruang ganti. Saat mereka sampai, Reihan langsung memilihkan pakaian untuk Nisa.
"Kak, kenapa bisa tadi lo nggak tahu malu banget sih? Bisa-bisanya nyuruh orang lain buat nyuci baju kakak, mana artis lagi!"
"Gue bilangin ya, tadi tuh si artis itu mau mempermalukan kakakmu ini! Ini simple kok, kalau ada yang mau mempermalukanmu salah satu jalan keluarnya yaitu dengan menjadi orang yang nggak tahu malu. Ingat nasihat suci ini!"
"Idihh.... suci dari mana? Itu sesat woi!!"
__ADS_1
"Ya... ya... gue memang sesat, selalu di jalan setan. Emang masalah buat lo?"
"Nggak sih, lo kan emang iblis kak, ratu iblis malah!"
"Dasar bocah laknat! Gue sumpahin lo yang jadi ib... Ughh...." Nisa tiba-tiba merasakan sakit di perutnya.
"Kak, apa sakit maag-mu kambuh? Ayo duduk dulu!" Reihan memapah Nisa untuk duduk di sofa yang berada di sampingnya.
"Ugh.... kayaknya sih iya... Cepat ambilkan air hangat, kalau ada teh chamomile sekalian!"
"Oke, kakak tunggu sebentar!" Ucap Reihan dengan panik.
"Cepatlah! Ini ugh.... s-sakit banget...."
Setelah tahu kalau aku sudah nggak ada harapan sama Ricky, aku sama sekali nggak ada nafsu makan. Terakhir kali aku makan sepertinya juga beberapa hari yang lalu, lalu saat lambungku kosong aku malah minum wine, bodohnya aku!
"Sialan kamu Ricky!"
Pertama hatiku hancur, lalu aku hampir mati, setelah itu sakitku kambuh juga gara-gara terus mikirin kamu! Sial! Terus mencintaimu hanya membuatku menderita! Kalau seperti ini terus, lebih baik aku belajar untuk melupakan perasaanku padamu.
"Hah.... setelah memakimu, rasa nyeri di perutku sedikit berkurang. Tapi, sekarang malah kerongkongan yang terasa nggak enak!"
Tap... tap... tap...
Eh!? Reihan cepet banget! Tapi, minum nanti aja deh, ganti baju dulu!
"Kau sudah kembali, taruh aja teh nya di meja! Tutup juga pintunya! Aku mau ganti baju!" Ucap Nisa tanpa menoleh.
Klap....
"Sekarang bantu aku melepas gaun ini!" Ucap Nisa sambil menggulung rambut.
Sreett....
"Woi, kenapa berhenti? Apa ritsletingnya macet?"
Sreetttt....
"Nah, gitu dong! Aku sudah nggak sabar pengen pulang! Kalau aku terus disini bisa-bisa aku stress!" Ucap Nisa dengan tidak sabar.
Dengan perasaan yang campur aduk, Nisa terburu-buru melepaskan gaun yang dia pakai. Sekarang Nisa dalam keadaan setengah telanjang yang hanya memakai pakaian dalam.
Nani!? S-suara ini.... nggak mungkin kan? Nisa lalu perlahan menengok ke belakang "Kyaaa....!"
K-Keyran!? A-apa yang sebenarnya terjadi.... (OTAK NGELAG 100%)
"....." Keyran hanya diam dan masih memandangi tubuh Nisa.
Hmmm.... kenapa dia sama sekali tidak berniat untuk menutupi tubuhnya? Apa dia bermaksud pamer? Tapi... lumayan juga, terlebih lagi dadanya ukuran Cup D. Tunggu! Apa yang sedang aku pikirkan? Apa aku gila? Tapi, seharusnya gapapa, aku kan calon suaminya!
"A-apa yang kau lakukan!?" Teriak Nisa.
"Aku membantumu melepas pakaian, kau sendiri yang minta!" Ucap Keyran dengan santai.
"Aku pikir kau Reihan, jadi aku minta tolong untuk membantu melepas gaunku. Nggak! I-ini salah! Kenapa kau kemari?"
"Apa aku harus meminta izin untuk menemuimu? Kau itu calon istriku!"
"Hng! Baru calon istri, kan belum tentu aku jadi istrimu!"
"Kau!! Kau yang memaksaku...." Keyran lalu berdiri dan mulai mendekat lalu memegang tangan dan dagu Nisa.
"Kau mau apa!?"
"Aku peringatkan kau! Kau itu calon istriku, jangan mencoba untuk kabur atau menggagalkan acara pernikahan denganku!"
"Kalau aku tetap ingin kabur gimana?"
"Coba saja kalau berani! Kalau kau sungguh-sungguh ingin kabur, maka aku akan hancurkan keluargamu!"
"Huh! Kau cuma bisa menekan keluargaku soal uang! Aku bisa saja menghancurkan hidupmu atau bahkan membunuhmu!"
"Lakukan, lakukanlah kalau memang mampu! Aku ingin lihat, apa yang bisa gadis kecil sepertimu lakukan! Dan mulai sekarang, jaga perilakumu! Mulai dari tingkah laku, ucapan, bahkan hilangkanlah semua pikiran gila itu! Apa kau tahu, yang kau lakukan tadi itu sangat memalukan. Bisa-bisanya di tengah pesta menyuruh orang lain untuk mencuci bajumu!" Keyran semakin erat menggenggam tangan Nisa.
"Oh, jadi kau membelanya! Kenapa kau nggak menikah dengannya saja!? Tapi, malah mempersulitku seperti ini!" Nisa terus meronta.
Sial! Kalau saja sakitku nggak kambuh, pasti aku sudah memukulmu!
__ADS_1
"Aku bukan membelanya! Yang kau lakukan itu sangat memalukan, kalau kau memang ingin memberinya pelajaran, seharusnya kau tumpahkan wine juga padanya!"
"Hng! Aku nggak mau rugi! Wine milikku jauh lebih berharga daripada memberi pelajaran pada orang sepertinya!"
"Kau!! Aku ingatkan sekali lagi! Kau itu tunanganku, apa pun yang kau lakukan kau juga menyeret namaku di dalamnya! Aku harus apa agar kau paham!?"
"Itu mudah, kita batalkan saja pertunangan ini!"
"Hal gila apa yang kau bicarakan!? Para tamu bahkan belum pulang, tapi kau ingin membatalkan pertunangan ini!"
"Itu bagus! Kita batalkan saja sekarang! Para tamu juga bisa jadi saksi!" Ucap Nisa dengan bersemangat.
"Kau gila!"
"Terserah kau menganggapku apa! Apa kau kemari hanya untuk membicarakan hal ini padaku dan ummm..... mmm...." Nisa melotot ke Keyran.
What the.... D-dia menciumku.... Nggak! Harus aku gigit biar lepas!
"Mmmm....." Keyran melotot membalas tatapan Nisa.
Sialan! Gadis ini menggigitku! Kau ingin aku melepaskan ciuman ini, mimpi! Sepertinya aku harus bertindak lebih jauh agar kau sadar!
"Mmmm....." Keyran mulai meraba tubuh Nisa, mulai dari paha, perut lalu semakin ke atas dan menyentuh dada.
"M-mmmm....." Nisa terus meronta dan semakin kuat menggigit bibir Keyran hingga akhirnya berdarah.
Fu*k! Tangannya malah meraba asset berharga milikku! Aku bersumpah, suatu saat aku pasti akan mematahkan tanganmu ini!
Keyran tiba-tiba melepaskan ciumannya "Ugh... Kau berani membuatku berdarah!"
"Hah.... hah... Ya, aku berani! Lalu lepaskan aku sekarang juga!" Nisa meronta sekuat tenaga.
"Melepasmu!? Memangnya kau sudah paham?"
Bisa-bisanya dia masih berani berteriak padaku setelah aku perlakukan seperti ini! Dasar gadis gila!
"Paham apa!? Memangnya apa yang bisa dipahami saat kau me ummm...."
Sialan! Lagi-lagi dia menciumku!
"M-mmm....." Keyran terus mencium Nisa dengan paksa, sementara itu tangannya malah meremas dada Nisa.
"Aahhh! M-mmm....." Nisa meronta sekuat tenaga.
Gilaa! Orang ini mesum! Aku nggak tahan lagi, akan aku tendang surgamu itu!
Brak.....! Suara bantingan pintu.
"Kakak, cepat minum! Ini teh.... Astaga! Mataku!" Reihan seketika memejamkan mata dan berbalik!
Ya ampun, apa tadi Dimas juga melihat pemandangan seperti ini? Aku pengen banget ngintip,tapi kakak pasti akan menghajarku! Pilih yang aman deh, aku tinggalin aja mereka.
"Reihan! Jangan pergi!" Teriak Nisa sambil terburu-buru memakai baju.
Untungnya si cabul ini melepasku setelah Reihan masuk! Hng! Juniormu selamat kali ini!
"Kak Nisa nggak perlu pedulikan aku kok, aku nggak mau mengganggu kakak! Kalian lanjutkanlah~ Aku pergi dulu!" Reihan perlahan berjalan pergi.
"Kemari! Kalau kau pergi maka aku akan menghajarmu!"
Sial! Aku nggak mau buat orang salah paham untuk kedua kalinya!
"Iya-iya! Jangan main hajar aja dong!" Reihan berjalan mendekat ke arah Nisa.
"Sini teh nya!" Nisa langsung meminum teh yang dibawa oleh Reihan.
"Emmm... Kakak ipar, maaf ya sudah mengganggu!" Ucap Reihan dengan canggung pada Keyran.
"Hmph! Kau harus ingat apa yang sudah aku katakan padamu tadi! Aku melakukan semua ini agar kau sadar kalau kau itu tunanganku! Urusanku sudah selesai, aku pergi!" Keyran berjalan pergi dengan wajah yang memerah.
"Cuih!!" Nisa menyemburkan teh yang dia minum.
"Woi, itu teh! Kok buat berkumur sih? Jorok tahu!"
"Biarin! Siapa suruh tadi dia menciumku! Itu lebih menjijikkan!"
"Btw, bibir kakak ipar berdarah, pasti kakak menggigitnya kan? Itu uwuu banget loh~"
__ADS_1
"Uwu palamu! Dia itu brengsek! Kau cepat bilang ke ayah sana! Aku pengen banget pulang, nggak tahan aku lama-lama disini!"
"Siap, jendral!" Teriak Reihan sambil memberi hormat pada Nisa.