Usaha Pelarian Seorang Istri

Usaha Pelarian Seorang Istri
Wonder Lake


__ADS_3

"Ricky, untuk apa kamu datang kemari? Kalau mau cari Natasha, dia nggak ada." ucap Nisa dengan ekspresi kecewa.


"Bukan, aku bukannya mau cari dia. Aku kemari karena ingin menemuimu. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan denganmu..."


"Haha... tentu saja, sebelumnya aku ucapkan selamat atas pencapaian besar yang kamu dapatkan. Kamu pasti sangat bahagiaaa..." ucap Nisa dengan senyum terpaksa.


Berbagi kebahagiaan? Lelucon macam apa ini?


"Nisa, ternyata kamu sudah tahu. Sebenarnya aku ingin menyampaikan padamu secara langsung, aku ingin memberimu sebuah kejutan. Tapi ngomong-ngomong... kamu tahu dari mana?"


Padahal aku berencana membuat Nisa sebagai orang pertama yang aku beritahu.


"Nggak penting aku tahu dari mana, aku tahu semuanya, semua tentang kamu. Dan... ini juga sangat mengejutkan untukku. Apakah cuma ini alasanmu menemuiku?"


"Tentu saja bukan cuma itu, karena pencapaianku ini, maka malam ini aku akan mengadakan sebuah pesta untuk merayakannya, jadi aku berniat ingin mengundangmu. Kamu mau datang kan?"


"Nggak, aku nggak mau. Toh kehadiranku juga nggak penting, ini kebahagiaanmu sendiri, jadi jangan libatkan aku. Aku permisi!" Nisa langsung berlari pergi dan meninggalkan Ricky seorang diri.


Di sisi lain Ricky masih berdiam diri di tempat dan memandangi Nisa yang berlari meninggalkannya, bahkan tatapan mata Ricky juga terlihat sangat kecewa.


"Nisa... apakah mungkin aku sudah terlambat?" gumam Ricky sambil menggertakkan gigi.


Sekarang akhirnya aku bisa berhadapan dengan suamimu, sekarang aku sudah punya cukup kemampuan untuk melawannya, sekarang aku sudah percaya diri untuk merebutmu kembali. Tapi kenapa kamu seperti ini, kenapa kamu menunjukkan ekspresi seperti itu kepadaku?


Apakah aku sudah kehilangan harapan? Seharusnya kamu bahagia jika memang mencintaiku, tapi ternyata cintamu padaku sudah hilang. Kamu sudah menemukan cintamu yang baru, kamu sudah melupakan aku.


Padahal alasanku bisa sampai ke posisi ini adalah karena dirimu, kamulah satu-satunya yang menjadi alasanku. Tapi, ketika aku berhasil... ternyata hatimu sudah berpindah ke yang lain. Sekali pun mendapat posisi ini, apa artinya jika aku kehilangan cintamu?


Mungkin memang seperti inilah akhirnya, sekarang aku telah sepenuhnya kehilangan dirimu... Terima kasih karena kamu pernah mencintaiku, sampai seterusnya cintamu akan terus aku simpan. Karena aku percaya pada satu hal, Tuhan pasti akan selalu membuatkan jalan, jika kamu memang cinta sejatiku, suatu hari nanti kamu pasti akan kembali dengan cara yang menakjubkan.


"Nisa, aku mencintaimu, aku harap kamu bahagia..." ucap Ricky dengan senyum pahit.


...Senja hari, Wonder Lake...


...•••••• ...

__ADS_1


Setelah berlari meninggalkan Ricky seorang diri, tanpa sadar Nisa berlari menuju ke danau. Danau itu bernama Wonder Lake, sebuah danau yang menjadi saksi bisu berakhirnya kisah cinta Nisa dengan Ricky.


Begitu Nisa sampai, dia langsung duduk di sebuah bangku yang berada di tepi danau. Bangku itu merupakan bangku yang sama seperti waktu itu, dan suasana hati Nisa juga sama seperti waktu itu, sama-sama kacau.


Ketika hari masih terang, banyak orang yang mengunjungi danau, dan selama itu juga Nisa terus melamun sambil memandang ke arah danau yang airnya begitu jernih. Begitu hari menjelang gelap, orang-orang mulai meninggalkan danau dan keadaan danau pun menjadi begitu sunyi senyap, seperti sekarang.


Sekarang hanya tinggal Nisa seorang diri di kawasan danau. Nisa sudah tak kuasa lagi menahan emosi yang bergejolak di dalam dirinya, lalu pada akhirnya dia menangis, menangis sampai terisak.


"Hik.. hik..." air mata langsung mengalir deras di pipi Nisa.


Ricky... kenapa kita berdua harus seperti ini? Rasanya sangat berat, berat sekali menghadapi kenyataan ini. Namun, jika boleh jujur, aku tak ingin kita begini, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Tapi itu terlalu sulit, mustahil untuk menulis ulang sebuah kisah yang bahkan pemerannya sudah hilang.


Tahukah kamu betapa kecewanya diriku? Kamu adalah sosok yang tak pernah tergantikan, aku mencintaimu melebihi cintaku pada diriku sendiri, aku juga menggantungkan seluruh harapan beserta kebahagiaanku padamu. Tapi ternyata kamu adalah seorang penghianat, kamu yang terlebih dulu membuang rasa cinta di antara kita.


Padahal aku pikir cintamu itu tulus, karena sikapmu padaku juga terkesan begitu tulus, begitu tulusnya sampai-sampai aku terlena. Aku teringat ketika aku menangis di dekapmu, aku menceritakan semuanya kepadamu, dan kamu sendiri juga memahami yang aku rasakan.


Dan sekarang yang aku rasakan hanyalah sakit, rasanya sangat sakit karena aku masih peduli. Aku masih peduli kamu bersama siapa, melakukan apa, sedang sedih atau bahagia, dan memastikan kalau kamu baik-baik saja. Dan ternyata tanpa adanya aku, kamu juga bisa bahagia, sangat bahagia.


"Hik... Ricky..." Nisa lalu melepas sebuah kalung yang ia pakai. Setelah melepasnya, Nisa hanya menggenggam kalung itu dengan begitu erat, dan air mata pun juga semakin deras mengalir.



"Hik... I love you... to the moon and back... "


Aku masih mengingatnya, saat hari jadi kita yang pertama, kita berdua menghabiskan waktu selama 24 jam bersama, 24 jam hanya ada aku dan kamu, 24 jam milik kita berdua.


Saat itu kita berkencan, kencan yang diawali dengan pergi ke pantai. Di pinggir pantai, kita bermain kejar-kejaran, kita juga membangun istana pasir, namun yang kita bangun bukanlah istana, tapi sebuah rumah. Kamu bilang rumah itu adalah sebuah gambaran rumah masa depan kita, dan sekarang aku sadar, rumah itu hanya terbuat dari pasir yang bisa hancur hanya dengan sekali sapuan ombak.


Saat itu kita juga mengumpulkan kerang, dan kerang-kerang itu tampak sangat cantik. Aku merangkai kerang itu menjadi sebuah kalung, lalu kalung itu aku pakaikan padamu. Dan sebagai imbalan, kamu memberiku sebuah ciuman, ciuman mesra yang dilakukan di kala senja.


Saat itu kita juga menjelajahi bukit, kita mendirikan tenda dan berkemah di sana. Ketika malam sudah tiba, kita berdua berbaring di bawah cahaya bintang-bintang. Kamu juga membawa teropong waktu itu, kita mengamati berbagai rasi bintang sekaligus bercerita tentang kisah rasi tersebut.


Saat itu bulan juga terlihat sangat indah, dan di tengah keindahan itu kamu tiba-tiba memberiku sebuah kejutan. Kamu memberiku sebuah kalung dengan liontin bulan sabit, dan saat kamu memasangkannya di leherku, saat itu dengan senyumanmu yang lembut kamu berkata, "I love you to the moon and back."


"Hik.. hik.. betapa indahnya saat-saat itu..."

__ADS_1


Aku bahkan berharap seandainya aku bisa memundurkan waktu, aku ingin kembali di saat kamu masih menjadi milikku dan kamu hanya menciumku. Tapi lihatlah keadaannya sekarang... aku menangis seorang diri, aku berharap bisa membencimu. Tapi aku masih mencintaimu, sangat sulit mengubah cinta menjadi kebencian.


Pilihanku satu-satunya hanya bisa menyerah, perasaan ini perlahan mulai luruh, perasaan ini mustahil aku jaga lagi, perasaan ini sudah bukan milikku lagi.


Ricky, kamu adalah cinta pertamaku. Cinta yang penuh dengan keindahan, yang memenuhi duniaku dengan pelangi warna-warni. Kamu yang menjadi alasanku bahagia, menangis dan tertawa, kamu yang pernah membuatku berubah. Dan sekarang, aku telah kehilangan sosok bak malaikat itu.


"Hik..." Nisa tiba-tiba beranjak dari bangku lalu berjalan mendekat ke arah danau. Dia terus menangis sambil melihat bayangan dirinya pada air danau. Dan tetesan air mata, air mata itu jatuh dan membuat gelombang kecil di permukaan air danau.


"A-aku sudah menyerah..." Nisa lalu mengulurkan tangan kanannya yang menggenggam kalung, dia perlahan melonggarkan genggaman tangannya, hingga pada akhirnya kalau itu jatuh dan tercebur hilang di kedalaman danau.


"Hik... inilah akhirnya..."


Ternyata sampai akhir aku telah gagal membunuh perasaan ini, jadi lebih baik aku membunuh diriku sendiri.


"Kalau begitu mari bertaruh..."


Waktu itu kamu menyelamatkan aku yang hampir tertabrak, kamu juga yang menyelamatkan aku saat hampir mati tenggelam di kolam renang. Dan sekarang jika aku tercebur ke dalam danau ini, apakah nantinya kamu juga yang menyelamatkan aku?


Aku mencintaimu, aku sangat membutuhkanmu. Semuanya rela aku lakukan, aku rela memberikan hati dan jiwaku untukmu.


"Ricky, I love you to the moon and back..." Nisa menutup kedua matanya, dia lalu mengambil napas panjang dan bersiap untuk melangkahkan kakinya.


🌜


🌜


🌜


🌜


🌜


🌜


...♡I love you to the moon and back♡ ...

__ADS_1


Frasa "I love you to the moon and back" memiliki sebuah cerita. Dikatakan di cerita tersebut bahwa dalam satu hari jantung manusia dapat memompa energi yang cukup besar untuk membuat sebuah truk berjalan sejauh sekian kilometer. Jika rata-rata umur manusia adalah sekitar 70 tahun. Hitung punya hitung, apabila kita menjumlahkan energi yang dipompa jantung kita selama 70 tahun, maka energi tersebut dapat mengantarkan sebuah roket ke bulan dan kembali lagi ke bumi.


Jadi, mengatakan "I love you to the moon and back" sama saja dengan mengatakan bahwa kita mencintai seseorang selama hidup kita.


__ADS_2