
Uuhh... nyamuk sialan, berani-beraninya menggigit leherku.
Nisa masih menutup matanya, dia adalah orang yang cukup sensitif, oleh sebab itu dia bisa merasakan rangsangan sekecil apa pun pada tubuhnya. Dan sekarang dia merasa kalau ada seekor nyamuk yang menggigit lehernya, dia mencoba untuk menepuk nyamuk itu, namun dia merasa kalau tangannya tidak bisa digerakkan.
Apa-apaan? Kenapa kedua tanganku sulit digerakkan? Dan... bukan hanya itu, semua tubuhku juga sulit digerakkan, jangan-jangan aku ketindihan setan! Ya Tuhan... seharusnya sebelum tidur tadi aku baca doa dulu. Sebaiknya aku coba membuka mataku dulu, mungkin saja aku bisa melakukannya.
Begitu Nisa membuka matanya, "Kyaaa!!" Nisa langsung terdiam dan matanya membelalak setelah berteriak histeris, dia juga mulai memperhatikan seluruh keadaan sekitarnya.
Tanganku diikat pakai dasi yang dikaitkan pada ranjang. Dan sedari tadi Keyran juga terus menciumi leherku. Keyran juga menindih tubuhku dalam keadaan telanjang. Dan aku hanya memakai tank top? Tunggu sebentar... sebelum tidur aku memang hanya memakai tank top. Lalu... celanaku juga masih aku pakai. Jadi ini semua...
WTF!! Ternyata efek dari obat itu belum hilang! Nggak nggak nggak! Pokoknya nggak bisa! Aku harus lolos kali ini!
"Lepaskan aku!" Nisa meronta sekuat tenaga dan juga mencoba untuk melepaskan dasi yang mengikat pergelangan tangannya.
"Dalam mimpimu! Malam ini akan menjadi malam yang panjang, jadi tenanglah dan menurut saja~" ucap Keyran yang masih terus menciumi leher Nisa.
"Uuuhh... berhenti mencium leherku..." Nisa masih terus mencoba untuk melepas dasi yang mengikat pergelangan tangannya.
Sial! Simpul macam apa yang dia pakai!? Jari-jari tanganku sulit digerakkan, dan setiap aku meronta pergelangan tanganku semakin sakit. Andai saja ini borgol, pasti aku sudah bisa melepasnya dari tadi. Mau menendangnya juga nggak bisa, dia menindih tepat di atas pahaku. Kali ini sepertinya Keyran bersungguh-sungguh, apakah aku sudah benar-benar hilang harapan?
"Diamlah, berhenti memberontak! Kau tidak akan bisa melepasnya, aku tahu kalau kau berusaha keras untuk melepaskan ikatan itu. Jika ini memang sulit untukmu, saranku tutup saja matamu. Kau hanya perlu diam, biarkan aku yang mengurus sisanya~"
Keyran terus melanjutkan mencium serta menjilat leher Nisa. Dan di sisi lain Nisa masih terus meronta. "Haa.. ha.. hentikan... jika kau... terus mencupang leherku... m-maka..." ucap Nisa dengan napas yang terengah-engah.
"Maka apa~" Keyran berganti mencupang leher Nisa di sisi lainnya.
"Maka a-aku akan... patahkan lehermu!!"
"Hmmm~ benarkah?" Keyran melepaskan cupangnya dari leher Nisa, dia lalu menyelipkan rambut panjang Nisa yang menutupi wajah pada telinga. Lalu Keyran tiba-tiba mendekatkan wajahnya dan menggigit telinga Nisa, dia juga berbisik, "Tanganmu saja masih terikat~ memangnya kau mau mematahkan leherku dengan apa? Apakah hanya dengan kata-kata..."
Keyran juga meniup telinga Nisa dengan manja, dan karena itulah tubuh Nisa kini mulai gemetar. "Ehnn... berhentilah meniup telingaku... Omonganku tadi bukan omong kosong, jadi cepatlah berhenti!!"
Sialan, berharap keajaiban datang juga mustahil, karena bulan ini aku sudah datang bulan. Apakah aku sungguh akan tamat hari ini?
"Berhenti? Apakah itu perlu? Kau ini sensitif sekali ketika aku meniup telingamu~ bahkan tubuhmu juga mulai bergetar~ sepertinya kau sendiri sudah terangsang~ Aku benar kan istriku?" Keyran masih berlanjut meniup telinga Nisa.
"Tutup mulutmu! Aku mana ada terangsang!?"
Sial, aku ini cewek normal. Diperlakukan seperti ini oleh pria tampan tentu saja akan membuatku terangsang. Pokoknya aku harus tetap berusaha melonggarkan ikatan simpul aneh ini!
Nisa terus meronta dan berusaha keras untuk melepaskan tangannya yang terikat. Menyadari hal itu Keyran langsung memegang dagu Nisa sambil berkata, "Ckck... sudah aku bilang kalau kau tidak akan bisa melepasnya, berhentilah memberontak dan nikmati saja momen ini bersamaku~" Nisa tidak berkata apa pun dan melotot pada Keyran. "Hm? Apa apa istriku? Ohh.. aku tahu, sepertinya kau masih butuh rangsangan lagi. Akan aku kabulkan permintaanmu~"
Keyran terus menahan wajah Nisa lalu mencium bibirnya. Tapi Nisa masih terus bersikeras, dia akhirnya menggigit bibir Keyran sekuat mungkin hingga berdarah. Saat Keyran melepaskan ciumannya, dia langsung mengusap darah di bibirnya sambil berkata, "Cih, ini kedua kalinya kau menggigit bibirku hingga berdarah di tempat yang sama. Sepertinya aku harus melakukan cara lain~"
"Cara lain apanya!? Hentikan sekarang juga, kau sadarlah! Kau sedang dalam pengaruh obat, nantinya kau pasti akan menyesal setelah bercinta denganku!" teriak Nisa sambil terus meronta.
"Haha.. menyesal? Meskipun aku tahu kalau kau adalah barang bekas, aku tetap tidak akan menyesal. Kau jangan mencoba untuk menghindar lagi, kau adalah istriku, ini adalah kewajibanmu, dan tubuhmu adalah milikku!"
"Bajing*n! Yang berhak penuh atas tubuhku adalah diriku sendiri!" teriak Nisa seakan tidak terima.
Sialan, aku berhasil mengelabuhinya bahwa seandainya aku bukan lagi perawan. Tapi ternyata dia malah sama sekali nggak keberatan.
__ADS_1
"Ohh... kau berani mengataiku bajing*n. Baiklah, akan aku tunjukkan bajing*n yang sebenarnya!" Keyran tiba-tiba mencengkeram tank top yang Nisa pakai lalu merobeknya.
Sraaak!!!
"Amitaba!! Aku mau jadi biarawati saja! Aku akan menyerahkan diriku pada Tuhan! Lepaskan aku!" Nisa berteriak dan terus meronta tak terkendali.
"Heh, kau hanya membuang tenagamu sendiri jika terus memberontak. Aku peringatkan, kau masih harus menemaniku bermain beberapa ronde. Jadi simpan tenagamu!"
"Kau bangs*t, bajing*n, brengsek, dasar binatang!" teriak Nisa sekeras mungkin.
"Nisa... Nisa... kau mau berteriak sekencang apa pun, bahkan sampai tenggorokanmu pecah juga tidak akan ada yang menolongmu. Rumah ini sangatlah luas, dan hanya ada kita berdua disini~" Keyran lalu tersenyum, "Tadi kau juga menyebutku binatang. Maka sesuai permintaanmu, akan aku tunjukkan naluri binatang dari dalam diriku~ Tapi bukan binatang jinak, melainkan binatang buas~"
Keyran lalu mulai merobek helai demi helai pakaian Nisa. Dan ketika Nisa sudah telanjang bulat, tangan Keyran langsung merasai dada Nisa, bahkan dia juga meremas serta menciumnya. Sambil terus melakukan itu, Keyran lalu berkata, "Bagaimana? Apa sekarang sudah cukup terangsang? Jika belum~ maka..." dari mencium, Keyran lalu merubahnya menjadi menggigit.
"Uuhh... h-hentikan... jangan... jangan lakukan..." ucap Nisa dengan tubuh yang gemetaran.
"Ohh... ternyata masih belum ya~" Keyran terus menciumi tubuh Nisa, dan ciuman itu mulai menjalar kemana-mana. Tangannya masih terus di area dada, namun ciuman itu terus berpindah di semua area sensitif Nisa. Bahkan ciuman itu juga meninggalkan bekas yang sangat jelas.
Tubuh Nisa kini bergetar untuk yang kesekian kalinya, bahkan dia sudah tak kuasa lagi, dan dia mulai menggigit bibirnya sendiri.
Pertahanan Nisa akhirnya roboh. Begitu sadar akan hal itu, Keyran tanpa basa-basi lagi langsung mengarahkan bagian tubuhnya. Dan dalam sekali hentakan saat bagian tubuhnya terbenam dalam tubuh Nisa, maka langsung terungkaplah kebenaran sekaligus terjadilah perubahan yang besar.
"Aaarghh! S-sakit..." teriak Nisa dengan ekspresi yang terlihat sangat kesakitan, dan tubuh yang masih bergetar.
"K-kau..." Keyran langsung berhenti melakukan tindakannya. Dia juga menatap Nisa dengan tatapan seakan tidak percaya.
Ada darah! Ini artinya Nisa masih perawan, Nisa bukanlah barang bekas. Tapi waktu Nisa mabuk saat itu, dia bilang kalau dia telah bercinta dengan mantannya. Sialan, ternyata semua itu hanya sandiwara. Nisa sengaja melakukannya untuk mempermainkanku! Tapi kenapa Nisa melakukannya, sebenarnya apa tujuannya?
"Ugh... karena aku... ingin kau membenciku! Aku sudah berbohong padamu, maka bencilah aku! Dengan membenciku, kau pasti akan menceraikan aku!"
"Heh, kau ingin aku menceraikanmu? Maka jawabanku adalah itu mustahil, selamanya aku tidak akan pernah menceraikanmu!" Keyran lalu tersenyum pahit. "Baiklah, kau juga ingin aku membencimu, maka rasakanlah kebencianku!" Keyran lalu kembali melanjutkan tindakannya. Bahkan dia melakukannya dengan begitu kasar.
"Aaahhh.. sakit.. uuhh.. c-cukup.. bukan ini y-yang aku inginkan..." Nisa terus-terusan mendesah dan dia terlihat sangat kesakitan.
"Tenanglah~ ini akan berlangsung lama~"
Sebenarnya aku sedikit kasihan padamu, kau terlihat sangat kesakitan. Tapi, suara desahanmu itu semakin membuatku bergairah. Aku tidak bisa berhenti sekarang, mungkin setelah ini kau akan sangat membenciku...
***
Beberapa menit telah berlalu, namun percintaan yang dilakukan oleh Keyran dan Nisa bukannya semakin mereda, tapi malah semakin memanas. Semakin lama Nisa mulai merasakan kelelahan yang membuatnya berhenti meronta, suara desahan yang dia buat semakin lama juga semakin terdengar lembut, dan semakin terdengar menggairahkan di telinga Keyran.
"Aahh~ ehnn~" pandangan mata Nisa mulai terlihat meredup.
Lelah, aku lelah... kapan ini akan berakhir? Pada akhirnya semua ini memang mustahil dihindari... usaha yang aku lakukan sia-sia.. sekarang aku telah sepenuhnya menjadi istri Keyran.
"Nisa, akhirnya kau tenang. Sekarang aku bisa sepenuhnya menikmatimu..." Keyran lalu membelai wajah Nisa dan kemudian mencium bibirnya. Keyran mencium dengan begitu rakus, dan perlakuannya pada Nisa semakin lama semakin melembut. Pada akhirnya, malam ini benar-benar menjadi malam yang panjang.
π
π
__ADS_1
π
π
π
Keesokan harinya, matahari sudah terbit dan memancarkan sinarnya yang hangat. Sinar itu menyinari mata Nisa yang membuatnya silau. "Emmm..." Nisa lalu perlahan membuka matanya.
Begitu Nisa membuka mata, hal yang dia lihat pertama kali adalah jam dinding yang terdapat di kamarnya, dan jam itu menunjukkan pukul 10 pagi. Nisa terus memandangi jam dinding itu dengan tatapan kosong. Dan suara yang terdengar hanyalah suara jarum jam yang terus berputar.
Tik.. tik.. tik.. tik...
"Uuhh.. sial," Nisa lalu kembali menutup matanya.
Tenanglah Nisa... kuatkan dirimu, jangan biarkan emosimu mengambil alih atas dirimu, tetaplah berpikir, gunakan otakmu!
"Ini percuma," Nisa lalu kembali membuka mata dan bangun lalu duduk bersandar pada ranjang.
Untunglah Keyran masih punya hati nurani, dia telah melepaskan dasi yang mengikat tanganku. Jika dia bukan suamiku, sudah pasti aku akan memotong juniornya itu.
Setelah semua kejadian ini, mustahil aku untuk menuntut apa pun, berhubungan intim dengannya memang sudah menjadi kewajibanku, dan juga merupakan hak yang sangat pantas dia dapatkan. Meskipun... kenyataannya semua ini dilakukan tanpa adanya cinta.
Mungkin saja memang seperti ini yang disebut sebagai hubungan suami istri. Sekarang dia pasti sudah sibuk bekerja di kantor, dan juga... mestinya dia sudah melupakan yang terjadi semalam. Mungkin aku hanyalah salah satu dari banyaknya wanita yang telah dia rasakan.
Sebagai istrinya, bukankah aku seharusnya merasa sakit hati saat mengetahui hal ini? Tapi, entah kenapa hatiku rasanya kosong, sama sekali tak merasa tersakiti ataupun bahagia. Mungkin alasannya adalah... karena hatiku sepenuhnya telah diberikan kepada orang lain, ruang di hatiku sudah penuh, tak ada seorang pun yang bisa masuk lagi.
Sekarang persoalannya adalah aku sudah bercinta dengan Keyran, pasti kedepannya dia akan memintanya lagi. Aku masih mengingat semua kejadian semalam, Keyran bilang mustahil bercerai denganku, artinya selamanya aku harus terikat padanya.
Aku keberatan! Jika selamanya harus bersama dengan orang yang bukan aku cintai, lebih baik aku menggunakan cara nekat. Aku ingin membuatnya benar-benar membenciku, dan menyesal karena telah menikah denganku. Aku akan menghancurkan dirinya!
Aku akan menggunakan caraku sendiri untuk membuatnya hancur. Sebenarnya aku bisa saja menerima tawaran Daniel waktu itu, tapi aku juga nggak suka kepadanya. Bekerja sama dengannya sangat berisiko, Daniel bahkan ingin menghancurkan hidup saudaranya sendiri. Orang seperti ini bisa kapan saja berkhianat, karena inilah aku menolak tawarannya. Jika saja Daniel adalah orang luar, maka dengan senang hati aku akan menerima tawarannya.
Rencana menghancurkan Keyran bisa aku lakukan sewaktu-waktu, lebih baik sekarang aku membersihkan diri dulu. Aku sudah cukup muak melihat keadaan ini, Keyran semalam sangat kasar, bekas noda yang dia tinggalkan di sprei masih terlihat basah, bahkan... ada darahku yang tercampur di dalamnya.
Dengan keadaan tubuh yang telanjang dan masih lesu, Nisa lalu beranjak dari ranjang. Namun ketika mengambil langkah pertama, seketika dia merasa sakit, "Ssstt... ternyata masih sakit..." ucap Nisa sambil meringis kesakitan.
Nisa lalu berjalan tertatih-tatih menuju ke kamar mandi. Dia membasuh wajahnya, dan setelah itu kembali termenung sambil melihat bayangan dirinya pada cermin yang berada tepat di atas wastafel.
"Lihatlah ini, seluruh tubuhku dipenuhi oleh bekas kecupannya Keyran." ucap Nisa dengan ekspresi murung.
Aku pikir bercinta itu rasanya enak, tapi yang aku rasakan sekarang hanyarasa sakit. Bahkan berjalan saja rasanya sakit, sepertinya aku harus bolos kuliah hari ini, dan tentu saja tugasku akan semakin menumpuk. Bahkan... mungkin saja pak Erwin akan mengurangi nilaiku karena kelewat deadline.
Janji dengan Aslan juga harus diundur, besok aku akan ke rumah sakit. Dan semoga, aku nggak akan bertemu dengan Ricky. Yaa.. meskipun aku sangat berharap bisa melihatnya, melihatnya baik-baik saja sudah membuatku bahagia.
"Huft..."
Suasana hatiku hari ini sangat buruk, lebih baik aku berendam air hangat agar sedikit merasa lebih baik.
Nisa akhirnya berendam di bathtub menggunakan air hangat. Saat berendam cukup lama, bukannya merasa lebih baik, dia malah merasa semakin muak. "Sial!!"
Yang memberi Keyran obat perangsang pasti artis kampret itu! Yang aku inginkan adalah Keyran meninggalkan aku lalu bersama wanita lain, tapi kenyataannya itu malah menjadi bumerang untukku. Kenapa nasibku begini!!?
__ADS_1