Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Janjian 4 Sekawan


__ADS_3

Malam itu Adit masih setia berada di dalam ruang kerjanya, dengan seribu kesibukan seperti yang biasa dia lakukan dan di dampingi oleh Erik


Ting...


Bunyi dari notifikasi ponsel Adit memecah keheningan di dalam kantor Adit, Adit pun menghentikan sejenak segala aktivitasnya dan melihat ponselnya, sebuah pesan masuk di ponselnya pesan itu di kirim oleh Rangga salah satu sahabat Adit


" Dit nanti malam jalan yuk, lagi pada kumpul ni bertiga tinggal kurang lo doang "


" Gw masih di kantor bro, masih banyak kerjaan "


" Ya minimal lo nyusul lah, mumpung lagi pada kumpul semua ni "


" Akh... Kalian bertiga si memang hampir setiap malam juga kumpul terus "


Adit memang paling jarang untuk berkumpul dengan para sahabatnya itu, walaupun begitu dia tetap akan meladeni setiap pesan yang masuk dari sahabatnya untuk berkumpul


" Mau pada kemana kalian rencananya malam ini ? ke tempat biasa ya ? "


" Enggak bro, rencananya sih mau meluncur ke karaoke xx malam ini, katanya bosen ke tempat biasa terus bro, makanya gw ajakin lo nyobain tempat nongkrong baru "


" Ya udah kalo memang bosen pulang aja tidur, gitu aja bingung amat kalian "


" Pokoknya kita tunggu ya lo di karaoke xx, usahain buat datang ya, kan udah lama juga lo ga ikut gabung nongkrong sama kita "


" Hmm.. Tapi gw ga janji ya, nanti kalo kerjaan gw cepat selesai gw nyusul kayak biasa ke sana "


" Tau akh.. Susah banget kalo ngomong sama jones, udah kerja lagi sana biar cepat selesai kerjaan lo, bingung gw sama lo bro sudah jadi orang no 1 masih aja getol banget sama yang namanya duit, hehe.. bercanda bro "


Adit hanya memincingkan matanya membaca pesan terakhir dari Rangga dan dia tidak membalas kembali pesan dari Rangga, karena Adit yakin bila dia membalas maka tidak akan ada habisnya, Rangga akan terus mengirimi dia pesan kembali mencoba membujuknya agar mau ikut berkumpul bersama yang lain


" S*alan banget gw di bilang jones "


" Bukan gw ga mau tapi memang belum ada cewe yang bisa bikin gw tertarik dan sebenarnya gw juga takut "


" Takut di kecewakan sama perempuan yang nantinya bisa menaklukkan hati gw "

__ADS_1


Adit menyadari dengan pasti watak dan sifatnya, Adit adalah sosok yang pencemburu berat, Adit tidak akan pernah rela sesuatu yang sudah menjadi miliknya di sentuh oleh orang lain


Dia sendiri tidak bisa membayangkan bila suatu saat nanti, ada seorang gadis yang benar-benar bisa masuk ke dalam hatinya, lalu gadis itu mengkhianatinya maka apa yang akan terjadi pada dirinya, mungkin saja amarahnya akan mengalahkan cintanya


Dan itulah hubungan pertemanan Adit dan Rangga, mereka bersahabat berempat sudah sejak lama, tetapi mungkin hanya Rangga yang berani bercanda atau sesekali meledek seorang Aditya Pratama


Walaupun diantara mereka berempat bahkan ada yang masih sepupu Adit, dan merangkap sekaligus pengacara seorang Aditya Pratama, tetapi sosok Rangga lah yang paling bisa dekat dengan Adit


Sedangkan di tempat lain para sahabat Adit sudah berkumpul semua, seperti yang biasa mereka lakukan, mereka bertiga adalah para lelaki muda yang tampan dan berasal dari keluarga yang terpandang semua


Mereka terdiri dari Rangga, Bastian, dan juga Bagas mereka terbiasa keluar hampir setiap malam mencari hiburan


" Gimana ? "


" Ya mau gimana lagi, kayak biasa dia bilang di usahakan " Rangga menjawab pertanyaan dari Bastian sambil mengangkat bahunya


" Lagian gw bingung juga ya sama Adit cuma gara-gara itu cewe susah banget buat move-on " Bagas mencoba menimpali


" Padahal ganteng iya, kaya ga usah di tanya lagi dia si tajir melintir, ga usah antara kita mungkin kalo semua harta kita di gabung aja belum tentu bisa ngalahin dia "


" Gw si udah denger kan Adit sendiri yang cerita, cuma jujur aja antara percaya dan enggak kalo gw si " Bagas memasang wajah seperti meragukan


" Kalo lo masih ga percaya juga, lo tanya aja sama itu orang, sahabatnya Adit sekaligus pengacaranya dia yang makan itu cewe pertama kali, waktu mereka ketemu di luar negeri "


Rangga menunjukkan jarinya ke arah Bastian, sedangkan Bagas menjadi sedikit terkejut mendengar ucapan dari Rangga


" Serius lo bro, lo makan itu cewe mantannya Adit ? "


" Hmm... Memang gw belum cerita ya ke lo " Bastian menjawab dengan santai


" Ya belum lah gw juga baru tau sekarang, sakit lo... terus Adit tau ga ? " Bagas pun menjadi penasaran dengan cerita itu


" Gw ketemu pas lagi ke sana, kita lagi sama-sama keadaan mabuk, terus gw tes aja sekalian ternyata bener Adit belum pernah sentuh dia "


" Yang pasti Adit ga tau lah, gw juga langsung minta maaf dan tinggalin cewek itu kok, gw ga mau jadi kehilangan saudara sekaligus sahabat cuma karena cewek "

__ADS_1


" Sumpah salut gw sama Adit, gw pikir selama ini cuma jaga image aja depan kita, ternyata memang dia cowok sejati ya beda sama kita bertiga "


Haha... Tawa pun pecah diantara mereka bertiga...


" Tapi lo harus ralat tuh omongan lo barusan bukan bertiga kalian berdua aja, kalo gw mah ga separah kalian " protes Rangga


" Iya deh gw ralat cuma gw sama Bastian, mau gimana lagi kami suka sih, ya ga Bas ? "


Tawa pun kembali pecah di antara mereka bertiga, mereka memang selalu seperti itu sejak awal mereka berteman


" Tapi kalo menurut gw si Adit bukan cinta mati sama itu cewek sampe ga bisa move on, ya kan kalian tau sendiri Adit orangnya gimana ? "


" Dulu kan cewe itu yang deketin Adit terus sampe akhirnya dia terima itu cewe, gw si ngerasa Adit bukan ga move on dia cuma sebatas takut aja sama perempuan "


" Ya kalo gw rasa dia belum ketemu aja sama yang pas di hatinya, gw rasa nanti pas dia ketemu bakal bucin itu anak " Bastian menjawab ucapan Rangga dengan sebuah ledekan untuk Adit


" Asal jangan sampai di kecewain aja dia " Rangga menjawab dengan serius


Dan kedua sahabatnya yang lain menganggukkan kepalanya, mereka tidak bisa membayangkan bila Adit sampai bertemu dengan wanita yang dapat meluluhkan hatinya, dan di khianati pasti akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan karena sifat Adit yang sangat keras kepala


Bastian melirik ke arah jam tangannya dan sudah saatnya mereka untuk pergi, Bastian pun mulai bangkit dari duduknya


" Terus gimana ni kita, jadi mau coba tempat baru apa ke tempat biasa aja ? "


" Kita ke karaoke xx aja, siapa tau Adit nyusul tadi kan gw udah ngomong ke dia kita mau kesana "


" Ok lah ayo cabut " ucap Rangga dan ikut bangkit dari duduknya


Bagas pun ikut bangkit dari duduknya dan mereka mulai melangkahkan kakinya ke mobil mewah mereka masing-masing untuk menuju ke karaoke xx


bantu like dan komentar nya ya kawan-kawan 😊


terima kasih 😊


maaf kalo masih banyak typo masih belajar

__ADS_1


__ADS_2