Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Keusilan Seorang Bastian


__ADS_3

Hubungan Mita dan Cindy sekarang sudah benar-benar dekat, walaupun mereka mulai dekat belum sampai satu bulan lamanya


Hubungan mereka semakin dekat karena Cindy yang selalu setia mendengarkan semua cerita hidup Mita, dan Mita yang selalu membantu Cindy dan memberikan segala sesuatu yang terkadang membuat Cindy sampai tak enak hati


Itulah alasan Mita merasa sedikit takut bila sahabatnya itu tidak akan bisa lepas dari masalah ini, apalagi Mita tau siapa yang ada di ruangan ini sekarang, dia adalah orang yang bisa dengan mudah menutup tempat mereka bekerja


Sedangkan di luar ruangan itu pak Bambang langsung memerintahkan untuk memanggil Cindy ke kantor, untuk membicarakan masalah tentang Bastian, Cindy pun langsung menuju ke arah kantor


Tok..Tok..Tok..


" Masuk "


" Permisi pak, bapak memanggil saya "


" Duduk dulu Cindy "


Cindy pun mulai mendudukkan dirinya di kursi di depan meja kerja pak Bambang dengan perasaan cemas


" Aduh kenapa ya ? jangan-jangan masalah telat tadi.. Gimana kalo aku sampe di pecat gara-gara tadi ya "


" Maaf pak ada apa ya ? "


" Cindy saya mau minta tolong sama kamu ya "


" Minta tolong apa ya pak ? "


" Kamu tolong temani tamu yang tadi di ruang VVIP itu ya " pak Bambang mengucapkan kata-kata itu dengan berat hati


" Maksud bapak gimana ya ? " Cindy mengerutkan keningnya


" Ya tamu yang tadi itu minta kamu untuk temanin dia malam ini "


" Maaf pak saya ga bisa " jawab Cindy dengan tegas


" Apa-apaan coba masa aku di suruh melayani tamu di dalam ruangan "


" Tolong ya Cindy untuk satu kali ini aja kamu bantu kita " pak Bambang memelas


" Maaf pak saya ga bisa, itu juga bukan tugas saya "


" Cindy kamu tau orang-orang yang ada di dalam ruangan itu, mereka benar-benar bisa menutup tempat kerja kita ini dengan mudah "


Pak Bambang menunjukkan wajah memelasnya terhadap Cindy, membuat hati Cindy menjadi sedikit tidak tega


" Saya bukan ga mau bantu pak tapi saya juga takut "


" Gini aja saya akan ajukan ke perusahaan agar memberikan kamu bonus satu bulan gaji " pak Bambang mencoba untuk membujuk Cindy


" Ini bukan masalah uang pak, kan bapak tau saya ga pernah melayani tamu di dalam ruangan "

__ADS_1


" Saya mohon Cindy apa kamu ga kasihan sama seluruh karyawan disini, kalo mereka akhirnya harus kehilangan pekerjaan ? "


" Aduh... Gimana ini kalo aku nolak kasian juga liat pak Bambang, tapi aku juga takut "


" Tapi saya takut pak "


" Tolong ya Cindy. Gini aja yang penting kamu masuk aja dulu ke sana, kalo memang dia berbuat yang aneh-aneh kamu boleh pergi "


" Ok.. Saya akan masuk ke ruangan itu tapi kalo dia berbuat sesuatu yang sudah keterlaluan, saya akan tinggalkan ruangan itu apapun alasannya "


" Ya ga apa saya setuju, terima kasih ya Cindy " jawab pak Bambang tersenyum lega


Cindy dan pak Bambang pun keluar dari dalam kantor, pak Bambang langsung mengajak Cindy menuju ruangan Bastian dan kawan-kawannya


Tok.. Tok..Tok..


" Permisi pak saya mau antar Cindy " ucap pak Bambang dengan sopan


Sejujurnya ada perasaan sedikit bersalah di dalam hati pak Bambang, semua di tempat itu pun tau Cindy seorang anak yatim-piatu, hal itu yang menyebabkan dia terpaksa harus bekerja disitu untuk menutupi semua kebutuhan sehari-harinya


" Sini duduk dekat saya " ucap Bastian dengan senyuman kemenangan


Cindy pun dengan senyuman terpaksa dengan berat hati akhirnya duduk di samping Bastian, dan kini duduklah Bastian seperti seorang raja minyak yang diapit oleh dua orang gadis cantik, hanya bedanya yang satu cantik natural dan yang satu cantik polesan


dan pak Bambang pun meninggalkan ruangan itu dengan perasaan bersalah terhadap Cindy


" Sayang memang aku kurang cantik ya kok panggil dia lagi "


Mita yang melihat sahabatnya sudah berada di ruangan itu semakin bingung harus berbuat apa, dia terus mencoba membujuk Rangga


" Kamu kalo mau itu minum aja, atau kalo mau yang lain pesan aja " ucap Bastian sambil tersenyum ke Cindy


" Maaf pak saya ga pernah minum alkohol "


" Ya udah terserah kamu mau pesan apa, minta aja ya "


" Kalo memang terserah aku pak, aku pilih keluar dari sini aja pak "


Rangga dan Bagas pun di buat heran dengan kelakuan Bastian, karena belum pernah Bastian senekat itu, ya walaupun mereka berdua pun tidak bisa pungkiri kalo wajah Cindy benar-benar cantik, membuat yang melihat tidak pernah bosan untuk memandang


" Sayang aku di cuekin "


" Ga lah ayo minum lagi " jawab Bastian menghadap ladies yang menemaninya


Bastian mengangkat gelasnya sedikit tinggi, akhirnya semua yang ada di ruangan itu ikut minum hanya Cindy yang diam saja


" Kalo gitu cium dong sayang "


Bastian pun mencium bibir ladies itu tiba-tiba muncul pikiran kotornya untuk ngerjain Cindy, karena sejujurnya dia agak kesal terhadap Cindy, walaupun akhirnya Cindy datang juga ke dalam ruangan itu tetapi setelah satu jam lebih

__ADS_1


" Kamu juga cium aku " ucap Bastian menghadap Cindy


Cindy yang terkejut mendengar ucapan dari Bastian seperti sulit untuk menelan salivanya sendiri


" Maaf pak saya ga bisa "


" Saya kasih kamu uang satu juta setiap kamu cium saya, gimana ? "


" Maaf pak saya ga bisa, saya belum pernah ciuman pak " jawab Cindy dengan polosnya


Semua yang ada di ruangan terdiam sejenak mendengar jawaban dari Cindy, lalu mereka tertawa terbahak-bahak, kecuali Mita yang sudah kebingungan melihat nasib sahabatnya


" Ya udah saya ga akan paksa kamu "


" Makasih banyak pak "


" Selamat deh aku dari ni orang g*la "


" Tapi ada syaratnya.. " Bastian kembali tersenyum jahat


" M*mpus deh, aku lupa ni bocah kan g*la mana mungkin lepasin aku gitu aja "


Cindy benar-benar sudah ketakutan berhadapan dengan seorang Bastian, dia mulai mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya


" Syarat apa pak ? "


Bastian pun tersenyum penuh kemenangan


" Kena.. Kamu ga akan bisa lolos dari aku "


" Kamu saya kasih dua pilihan, setiap 10 menit kamu pilih cium saya atau minum 1 gelas ? "


" Apa ga ada pilihan lain pak ? "


" Ada si.. " Bastian menggantung ucapannya


" Malam ini kamu tidur sama saya " bisik Bastian di telinga Cindy


" Buset deh ni bocah fix g*lanya maximal, kalo sarapan tong sampah kali ya masa isi otaknya kotor semua "


" Ayo pilih mana ? kamu cewe pertama yang masih saya kasih keringanan buat ada pilihan "


" Ok.. saya pilih minum aja pak " jawab Cindy dengan yakin


" G*la ni cewe segitunya apa ga mau gw cium, padahal dia bilang dia ga bisa minum alkohol, tapi berarti bener pilihan gw cewe ini imut "


" Ok " Bastian pun tersenyum puas


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maaf kalo masih banyak typo masih belajar


__ADS_2