
Siska dan Bastian selalu melakukan ritual yang sama setiap hari menghabiskan waktu berdua dan berkeliling berharap melihat sosok Cindy, hari demi hari pun berlalu dan hari ini adalah hari terakhir mereka di perkampungan itu Siska dan Bastian akan kembali ke kota
" sayang kita mampir toko roti itu dulu ya " ucap Siska
" mau ngapain sayang ? " tanya Bastian
" ya kita beli roti buat cemilan di jalan aja, kan perjalanan kita lumayan jauh sayang " jawab Siska
" ya sayang " ucap Bastian sambil mengusap rambut Siska
mereka berdua pun menepikan mobilnya di depan toko dan mulai masuk ke dalam toko itu, seperti biasa Bastian langsung ke arah kasir menunggu istrinya disitu
" ya ampun ni orang ngapain kesini lagi " ucap Ana dalam hatinya
" sayang kamu mau yang mana ? " tanya Siska
" yang mana sayang " jawab Bastian
setelah selesai memilih beberapa roti Siska pun langsung menuju ke arah kasir
" sayang kamu yakin ga mau sesuatu kita lumayan lama loch di perjalanan " tanya Siska saat di depan kasir
" ya nanti pertengahan jalan kalau lapar kita mampir dulu buat makan " jawab Bastian sambil tersenyum
" ya udah mbak ini aja, jadi berapa ? " tanya Siska ke Ana sambil memberikan roti yang sudah dia pilih
Bastian menyelesaikan pembayaran, dan mereka berdua pun langsung keluar dari toko itu menuju ke mobilnya dan beranjak kembali ke kota
" oh... mereka sudah mau pulang, selamat dech berarti aku ga perlu khawatir lagi " ucap Ana dalam hatinya
tapi Ana tetap tidak memberitahukan kepada Cindy untuk sementara waktu, sebenarnya dia ingin Cindy sudah istirahat total
tinggal dua hari lagi acara resepsi pernikahan Rangga dan Mita akan dilaksanakan, semuanya sudah disiapkan dengan matang oleh para ahlinya, karena om Bram ingin melihat putrinya bahagia. malam itu di ruang tamu apartemennya seperti biasa Mita sudah tiduran menggunakan kaki Rangga sebagai bantalan
" dua hari lagi acara resepsi pernikahan kita loch " ucap Rangga membuka obrolan
" ya... terus ? " tanya Mita
" apa kamu ga ada niat buat undang mama kamu ? " tanya Rangga
" kayaknya enggak dech sayang " jawab Mita lirih
__ADS_1
" aku juga ga mau ketemu sama laki-laki itu " lanjut Mita
" kan ada aku, aku yang antar kamu kesana. gimana ? " ucap Rangga sedikit berbohong, dia tidak mungkin mengungkapkan keadaan sebenarnya kalau Mita tidak akan pernah lagi bertemu pria itu
" aku belum siap sayang " ucap Mita sambil memutar posisi nya dan memeluk pinggang Rangga
" ya udah gpp, aku ngerti kok sayang " ucap Rangga, dia tidak mungkin memaksa wanita yang sudah menjadi istrinya itu. bagaimana pun juga yang mereka lakukan sudah sedikit keterlaluan
hari ini adalah hari resepsi pernikahan Rangga dan Mita mereka menyewa sebuah gedung yang memang selalu di jadikan tempat untuk acara bagi orang-orang penting, Mita masih duduk di dalam ruang make-up dengan balutan baju yang sangat cantik dan makeup yang membuat Mita seperti seorang putri, tiba-tiba saja ada tangan yang merangkulnya dari belakang
" kakak aku memang paling cantik " ucap gadis itu dan Mita pun hanya diam
lalu gadis itu menempelkan wajahnya di pundak Mita
" kak Mita jangan benci sama Angel kak, maafin Angel dulu angel terlalu pengecut untuk bantu kakak " ucap gadis itu dan Mita tetap setia dengan diamnya, ternyata gadis itu adalah Angel adik tiri Mita
" Angel sudah ga punya siapa-siapa sekarang, Angel cuma punya papa Bram sama kak Mita " ucap Angel lirih, dan Mita bisa merasakan ada air yang jatuh ke pundaknya menandakan Angel sedang menangis
" udah jangan nangis lagi, sudah besar kok masih cengeng " ucap Mita, tidak tega juga hatinya melihat Angel menangis
" lagian kalau kamu nangis terus nanti kak Mita juga ikut nangis, memang kamu mau kakak kamu yang udah cantik ini jadi berantakan lagi makeup nya " lanjut Mita
Angel pun melepaskan pelukannya lalu cup sebuah ciuman mendarat di pipi Mita
" mana kado buat kakak ? " tanya Mita
" ini kak " ucap Angel sambil memberikan kotak kado
" buka kak, aku ga tau kakak suka apa ga, tapi aku yakin kak Rangga pasti suka " ucap Angel sambil menahan tawanya dan keluar dari ruangan itu
Mita pun membuka kado dari adiknya itu dan dalam seketika wajah Mita menjadi merah, karena kado dari adiknya adalah sebuah lingerie berwarna merah yang sangat transparan
" Angel " teriak Mita dari dalam ruangan, Angel pun tertawa terbahak-bahak dari balik pintu
Angel memang tidak pernah membantunya dulu bila dia sedang di marahi atau terkadang sampai di pukul oleh mama tirinya, dan mama tirinya selalu pintar saat memukuli Mita dia akan memukul di bagian yang tidak akan terlihat oleh suaminya
setiap Mita habis di marahi atau di pukul oleh mama tirinya maka malamnya Angel akan masuk ke kamar Mita dan mencium pipi Mita saat Mita sudah tertidur walaupun sebenarnya Mita belum tertidur, seperti yang barusan di lakukan Angel
Rangga dan Mita pun sudah berada di atas pelaminan, satu per satu tamu mulai menyalami kedua pasangan itu dan memberikan selamat kepada mereka seperti tidak akan ada habisnya, bahkan pesta mereka lebih mewah dari pesta Bastian dan Siska
" kayaknya lebih mewah dari pesta Bastian ya sayang " bisik Mita ke Rangga
__ADS_1
" ya pastilah sayang, masa kamu ga tau kalau papa kamu kan orang no dua setelah Adit " jawab Rangga
" masa ? " ucap Mita seperti tidak percaya
" kamu ini lucu masa papa sendiri ga tau " ledek Rangga
Adit datang seperti biasa bersama partner sejatinya yaitu Erik, mereka pun naik ke pelaminan saat Adit di depan Rangga dia masih mengucapkan kata selamat tapi saat di hadapan Mita tidak satu kata pun terucap dari bibirnya
" ikh... teman kamu tuch " ucap Mita ke Rangga sedikit kesal
" ya udah namanya juga Adit, mau gimana lagi ? " jawab Rangga
sampai lah Bastian dan Siska di atas pelaminan
" selamat ya bro akhirnya " ucap Bastian ke Rangga
" makasih ya " jawab Rangga
" selamat ya Mit, sekarang ga perlu main umpet-umpetan lagi dech " ledek Bastian ke Mita
" makasih ya " jawab Mita sambil menahan malu
" selamat ya " ucap Siska ke Rangga
" makasih ya sudah datang " jawab Rangga dan di balas senyuman oleh Siska
" selamat ya, aku sudah duga dari awal " ucap Siska ke Mita
" maaf ya " jawab Mita tersenyum malu dan Siska pun membalas dengan senyuman
Bagas yang berdiri di belakang Siska pun ikut mengucapkan selamat kepada Rangga dan Mita, hanya bedanya Bagas yang dapat ejekan dari kedua mempelai itu kapan mau nyusul
Angel pun ikut mengantri di deretan para tamu menuju ke pelaminan seperti seorang tamu undangan, saat di depan Rangga dia langsung memberikan tangannya
" selamat ya calon suami aku yang enggak jadi " ucap Angel sambil tertawa Rangga pun hanya bisa mengerutkan dahinya
" selamat ya kakak aku yang paling cantik " ucap Angel saat di depan Mita
" ingat ya kak dipakai biar kak Rangga bahagia " bisik Angel ke Mita, Mita pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar....