
Erik pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota yang sudah sangat sepi, sambil sesekali Erik melirik ke arah Adit melalui kaca spion, memperhatikan Adit yang duduk di kursi belakang sedang tersenyum sendiri sambil sesekali memegang bibirnya
" Saya cuma berharap semoga aja dia gadis yang baik "
Karena sebenarnya jauh di dalam lubuk hati Erik dia merasa sedikit senang, saat melihat Adit yang bisa tersenyum dengan tulus seperti saat itu, kerena Erik belum pernah melihat Adit sekali pun seperti itu
Lain hal dengan mobil yang satu lagi, ya itu adalah mobil yang di kemudikan oleh Mita dan telah duduk di sebelahnya Cindy, Mita tak habis-habisnya meledek Cindy dari awal Cindy masuk ke dalam mobil itu
" Gimana rasanya ciuman pertama Cin ? "
" Aku aja ga sadar kalo aku ada cium dia, gimana aku tau rasanya " dalam seketika wajah Cindy menjadi merah merona menahan malu
" So sweet sampe tidur di lengannya segala "
Mita tak henti-hentinya tertawa meledek Cindy, tetapi jauh di dalam lubuk hati Mita dia juga bahagia melihat sahabatnya itu
" Akh.. Udah dong Mit jangan ngeledekin aku terus, kamu tau ga tadi begitu aku tau semuanya, aku itu jadi bingung antara takut dia marah dan malu setengah mati rasanya "
" Cie.. Cie.. Sahabat gw dapet gebetan orang kaya tajir melintir ni, inget ya jangan lupain sahabat lo yang satu ini "
Ucapan Mita barusan berhasil kembali membuat Cindy mengingat kembali rasa jengkel di dalam hatinya
" Apanya yang kaya tajir melintir, buktinya depan mata aku kalian semuanya dapat uang yang lumayan, lah giliran aku malahan uang yang tadi aku dapat di ambil juga sama dia "
" Dasar cowok sok ganteng, bikin emosi aja kalo inget kejadian tadi uang aku yang melayang gitu aja "
" Lah tapi kan tadi gw liat lo dikasih kartu ATM sama dia, tadi juga gw denger lo udah di kasih pinnya kan " Mita bener-bener gregetan melihat kebodohan sahabatnya itu
" Ya elah memang kita tau berapa isi saldonya, kalo cuma buat kartu ATM doang sih murah kali plend "
" Astaga Cindy kalo aja itu gw, sekarang juga udah mulai gw abisin deh itu isinya "
" Ampun deh gw, punya sahabat cuma satu tapi kok oon ya " ucap Mita sambil menggelengkan kepalanya
Mita benar-benar bingung apa yang ada di dalam pikiran sahabatnya itu, bagaimana mungkin dia merasa keberatan dengan uang yang tak seberapa itu, sedangkan dia mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar
" Jahat banget si kamu Mit, masa kamu bilang aku oon "
__ADS_1
" Jangan bilang kalo lo sebenarnya ga tau siapa orang tadi ? "
" Malas akh... Penting amat gitu aku harus kenal siapa dia ? " jawab Cindy acuh
Mita yang mendengar itu benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dia dengar, dengan semua yang tadi sudah di lakukan oleh sahabatnya itu, tetapi dia belum mengetahui siapa orang itu sebenarnya
" Astaga Cindy orang-orang tadi itu orang ternama semua, bahkan yang duduk samping lo itu orang nomer satu di kota ini "
" Masa sih ? " ucap Cindy seolah dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar
Mita pun hanya bisa membuang kasar napasnya, lalu Mita mengarahkan mobilnya ke arah salah satu pom bensin dan memarkirkan mobilnya tepat di depan gerai ATM
" Ayo turun "
" Ngapain ? kalo kamu mau ambil uang ya aku tunggu sini ajalah, memang kamu ga takut apa kalo aku sampe tau pin ATM kamu ? " ucap Cindy dengan polosnya
" Bukan gw yang mau ambil uang tapi lo, biar lo sadar siapa orang yang tadi lo cium itu "
Mita pun mulai sedikit memaksa menarik tangan Cindy untuk turun dari mobilnya, lalu mereka berdua mulai melangkahkan kakinya ke arah gerai ATM
Dengan berat hati Cindy pun mengikuti kemauan dari sahabatnya itu, dia pun mulai turun dari mobil dan mereka berdua memasuki gerai ATM
Mereka berdua pun benar-benar terkejut melihat rentetan angka nol yang terpampang di layar mesin ATM itu
" Waw fantastis.. Ini si nominalnya jauh lebih besar dari pada yang om Bima kasih ke gw selama ini, selamat ya " ucap Mita dengan semangat
" Tapi aku takut ni Mit "
Dengan perasaan takut Cindy langsung mengeluarkan kartu ATM itu, dan mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke dalam mobil
" Lo takut apa ? "
" Kebayang ga sama kamu kalo dia kasih aku uang sebanyak itu, ga mungkin dong dia ga akan minta imbalan apa-apa ke aku ? "
Mita pun baru tersadar dengan ucapan Cindy barusan, karena memang nominal dalam kartu ATM itu tidak main-main
" Hmm... Iya juga sih, tapi lo jangan berpikiran jelek dulu, gw bisa liat dia cowok baik-baik kok "
__ADS_1
" Oh ya gw udah pindah ke apartemen, lo nginep ya "
" Kok kamu ga bilang sih sama aku pas mau pindahan, kan biar aku bisa bantu-bantu "
Mita hanya berusaha untuk mengalihkan pikiran Cindy, dan ternyata dia pun berhasil Cindy sudah mulai melupakan masalah kartu ATM itu
" Kan mau surprise buat lo.. Hehe.. Ga apa kok gw memang sewa apartemen yang sudah full furniture, jadi ya gw modal bawa baju doang... "
Mita pun melanjutkan perjalanan tanpa membahas masalah ATM lagi, dia tidak ingin Cindy jadi merasa terbebani kembali dengan nominalnya, dan akhirnya sampailah mereka berdua di sebuah apartemen
" Ayo masuk " ucap Mita saat sudah membuka pintu
" Wah gede ya "
Cindy kembali terperangah melihat tempat tinggal Mita yang baru, jauh lebih mewah dari pada tempat kost Mita terdahulu
" Tapi kok kamarnya dua apa kamu ga takut ? "
" Sebenernya gw sengaja ambil yang kamarnya dua, gw mau ajak lo tinggal bareng sama gw di sini "
" Tapi aku ga akan sanggup kayaknya kalo buat patungan bayar di sini deh " jawab Cindy dengan polosnya
" Yah lo jangan pikirin itu lah, kan bukan gw juga yang bayar sewanya di sini " Cindy hanya bisa terdiam mendengar ucapan dari Mita
" Jadi biar gw bisa punya temen ngobrol, terus lo kan bisa sedikit irit ga perlu bayar sewa kost. Gimana ? "
" Tapi aku nanti jadi ga enak kalo pacar kamu dateng "
" Astaga ternyata temen gw otaknya mesum juga ya, gw ga akan bawa siapapun ke sini kayak ga bisa ketemu di luar aja, makanya gw ajak lo tinggal bareng disini. Mau ga ? "
Cindy pun menganggukkan kepalanya
" Nah gitu dong, ya udah itu kamar lo, udah yuk istirahat dulu pasti kepala lo masih berat kan, besok kita lanjut lagi. Ok.. " Cindy pun membalas dengan senyuman
mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk istirahat
bantu like dan komentar nya ya kawan-kawan 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maaf ya masih banyak typo masih belajar