
Rangga hanya bisa tersenyum dengan terpaksa, dia tidak bisa membayangkan bagaimana bisa Mita menikmati nasi goreng itu dengan lahap hingga habis ludes
Setelah selesai mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dalam kamar dan mulai merebahkan tubuhnya, Mita terus saja memuji hasil masakan Rangga yang tak jelas rasanya itu
" Aneh banget sih kamu sayang masakan asin banget begitu kok kamu bilang enak "
" Tunggu.. Apa jangan-jangan "
Dalam sekejap wajah Rangga berubah dari yang tadinya masam menjadi bahagia, jauh di dalam lubuk hati Rangga berharap semoga apa yang dia pikirkan benar adanya, Rangga pun mulai menghujani ujung kepala Mita dengan ciuman
" Aku lagi kekenyangan sekarang sayang, aku ga mau "
Rangga hanya bisa tertawa mendengar ucapan dari istrinya itu
" Gw ga nyangka ternyata otak bini gw mesum juga ya "
Rangga mulai menatap wajah istrinya dengan lembut
" Besok kita periksa ya " Mita hanya bisa mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari suaminya itu
" Mau ngapain ? "
" Mungkin aja kamu sekarang lagi hamil sayang, biar kita pastiin dulu besok "
" Tapi kalo hasilnya masih negatif lagi gimana sayang ? " lirih
" Ya ga apa lah sayang kita buat lagi.. Kita kerja lebih keras lagi dua kali lipat atau tiga kali lipat dari biasanya "
" Ikh... dasar mesum itu mah enak di kamu aja " Rangga hanya bisa tertawa mendengar jawaban istrinya
" Sayang peluk " Mita mulai bermanja ria sambil membenamkan wajahnya ke dada suaminya
" Kamu kok sekarang wangi si sayang " Mita mulai menguselkan wajahnya di dada suaminya dan Rangga pun membalas dengan senyuman
" Mudah-mudahan aja apa yang gw pikirin ini bener, gw mau dia bahagia "
Pagi pun mulai menyapa memberikan sinar hangatnya kepada seluruh dunia .Rangga sudah beranjak dari tidurnya dan bergegas membersihkan diri terlebih dahulu, lalu dia mulai membangunkan Mita kembali dari tidur lelapnya, itu adalah hal yang sangat tidak biasa terjadi di sana
" Sayang bangun " lalu Rangga mencium pipi istrinya
" Aku masih ngantuk sayang 5 menit lagi ya " Mita menjawab dengan matanya yang masih tertutup
__ADS_1
" Sayang bangun ini udah ke berapa kalinya kamu bilang gitu "
" Ok.. aku bangun "
Mita mulai memaksakan tubuhnya untuk duduk agar dapat mengusir rasa kantuknya
" Ayo mandi kita mau periksa "
" Tapi peluk dulu sayang "
" Masih pagi udah manja " ledek Rangga dia pun mulai mendekati Mita dan memeluknya
" Ya udah sana mandi sayang udah jam berapa ini "
Dengan bersusah payah Mita berusaha melawan rasa kantuknya, Mita pun mulai beranjak dari tempat tidur menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri
Entah mengapa Mita tidak sadar bila sekarang dia suka sekali aroma tubuh dari suaminya, bahkan seperti tidak bisa jauh dari suaminya
Rangga dan Mita kini benar-benar bahagia sesuatu yang sangat mereka nantikan sedang tumbuh di rahim Mita, mendengar akan kehamilan Mita papa Brahma meminta mereka agar pindah ke kediamannya sementara waktu agar ada yg menjaga Mita saat Rangga bekerja
Hari demi hari pun berlalu Bagas dan Wulan sudah melahirkan anak pertama mereka yang berjenis kelamin laki-laki mereka benar-benar sangat bahagia, Bagas ikut menemani istrinya saat persalinan tetapi tidak terjadi tragedi apapun seperti Bastian
semua sedang di selimuti rasa bahagia di dalam ruangan itu, Siska dan Wulan juga menceritakan pengalaman mereka saat hamil kepada Mita, tak selang berapa lama Adit pun tiba di dampingi oleh Erik
Akhirnya untuk kedua kalinya Mita bertemu dengan Adit setelah kepergian Cindy. Mungkin karena pengaruh hormon yang sedang tidak stabil, Mita menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap Adit semakin jelas
Begitu Adit tiba di ruangan tiba-tiba suasana canggung menyelimuti ruangan itu, Mita terus menatap Adit dengan tatapan membunuh, setelah Mita tak tahan lagi menahan amarahnya dia langsung pamit undur diri dari situ
Mita yang hendak keluar dari ruangan itu sempat melirik ke Adit dengan tatapan penuh kebencian, sedangkan semua yang ada di ruangan itu tidak bisa berbuat apapun, dan Rangga hanya bisa mengikuti kemauan istrinya
Adit benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sudah di lakukan olehnya, sehingga Mita bersikap seperti itu kepadanya, Adit pun tidak terlalu lama berada di sana dia memutuskan untuk kembali ke kantornya
Sepanjang perjalanan ke kantornya Adit hanya bisa terdiam, otaknya tak sanggup untuk menerka apa yang ada di jalan pikiran Mita, begitu sudah sampai di ruangannya Adit langsung menghubungi Rangga untuk memperjelas semuanya
Tut...Tut...Tut...
" Halo Dit "
" Sebenernya istri lo punya masalah apa sama gw ? " Adit to the point
" Akh.. kenapa memang ? " Rangga masih berpura-pura
__ADS_1
" Ini udah kedua kalinya dia ketemu gw dan cara dia ngeliatin gw begitu "
" Aduh aku harus jawab apa dong "
" Istri gw kan sekarang lagi hamil Dit, mungkin hormonnya lagi kurang stabil aja " Rangga masih tetap berbohong
" Udah ngomong aja yang sebenarnya, ga usah lo tutup-tutupin " Adit mengucapkan kata-katanya dengan tegas
" Apa gw bilang aja sekarang ya, siapa tau aja Adit udah siap "
" Ya kan lo tau sendiri istri gw sahabatan sama Cindy, nah jadi yang sebenarnya sekarang Cindy sudah me... "
Rangga tak dapat lagi melanjutkan ucapannya karena Adit langsung memotong dengan cepat
" Kalau masalahnya bersangkutan sama dia gw ga mau dengar " Adit langsung mematikan sambungan teleponnya
" Ya terus aja Dit. Lo buat hati lo sekeras batu, tapi gw yakin lo akan menyesal Dit "
Rangga hanya bisa membuang napasnya dengan kasar, entah kapan sahabatnya itu akan mulai mau mendengarkan penjelasan dari yang lain
" Ya udahlah mungkin Adit belum siap, baru denger namanya aja udah gitu apalagi nanti pas tau semuanya "
Hari demi terus berlalu dengan sangat cepat, kini Mita sudah melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik, semua anggota empat sekawan hadir di sana hanya Adit yang tak hadir, Adit hanya mengirimkan sebuah kado yang di bawa oleh Erik dia berusaha menghindari pertemuan langsung dengan Mita
Rangga tak dapat berkata apa-apa mungkin itu memang pilihan terbaik, menjauhkan Mita dan Adit agar tak memperkeruh masalah lebih jauh, sedangkan Adit masih belum siap untuk mendengar nama Cindy apalagi sampai mengetahui kejadian sebenarnya
Entah itu sebuah kesengajaan atau tidak, akhirnya mereka memang tidak pernah membahas masalah Cindy kepada Adit
Bahkan sekarang Angel dan Irwan pun sedang menanti kelahiran buah hati mereka, sedangkan papa Brahma sudah menyiapkan sebuah rumah yang sangat mewah untuk keluarga kecil Rangga dan Mita
Dan jauh di perkampungan sana ada seorang Liana yang sangat mencintai seorang gadis kecil dengan sepenuh hati, hidupnya selalu dipenuhi kebahagiaan di saat gadis kecil itu mulai berjalan ke arahnya atau tersenyum kepadanya
Bagi Liana Zahra bukan hanya seorang gadis kecil yang di titipkan oleh sahabatnya, tetapi dia juga adalah setitik cahaya dalam kehidupannya, tidak pernah sedikitpun Liana mengalihkan pandangannya dari gadis kecil itu, Zahra adalah segalanya bagi Liana saat ini
Hari demi hari terus berlalu bahkan sekarang Bagas dan Rangga sudah mempunyai dua orang anak, hanya Bastian yang tidak ingin istrinya untuk hamil lagi dia benar-benar tidak akan tega melihat istrinya merasakan sakit yang teramat lagi
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar 😉
__ADS_1