
Hari-hari kelam dalam kisah hidup Nadin mulai berakhir, segala kecemasan di dalam hatinya mulai pergi. Nadin mulai mencoba membuka hatinya untuk yang namanya kebahagiaan
Kebahagiaan yang Nadin rasakan tak dapat dia ungkapkan lagi kini dia berada di tengah keluarga yang utuh, keluarga yang selalu tersenyum dengan tulus kepadanya. Ada seorang papa yang selama ini tak pernah dia miliki, ada seorang mama yang memeluknya dengan hangat. Dan ada saudara yang selalu siap untuk membantu dirinya
Nadin berhasil mengalahkan perasaan dendamnya yang selama ini menggerogoti dirinya di dalam hatinya, dan kini dia mulai bisa merasakan perasaan yang damai
" Rin saya mau keluar makan malam siang sebentar ya "
" Ya mbak " tersenyum
Nadin mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam butiknya menuju ke arah mobilnya yang terparkir tepat di hadapan butiknya
" Kamu mau pergi ? "
" Iya, mau makan siang " tersenyum
" Sama orang itu ya ? "
" Iya, mau ikut gabung makan siang ? "
" Aku ga mungkin dong harus jadi obat nyamuk kalo laki-laki itu lagi merayu kamu "
" Ga usah deh aku mau balik ke kantor aja, nanti makan siang di kantor aja " muram
" Gw ga salah liat kan ? mukanya lucu banget kalo lagi gitu, kalo kamu ga mau aku pergi minimal kamu tahan aku dong. Jangan cuma berani datang ga pernah berani ungkapin, aku perempuan butuh kepastian juga "
" Ok, aku jalan dulu ya " Reyhan hanya membalas dengan anggukan kepalanya dan senyum terpaksa
Nadin mulai menaiki mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya, tepat sesaat sebelum Nadin melajukan mobilnya Nadin sempat melihat Reyhan yang tertunduk lemas di tempat yang sama
" Aku udah maafin kamu, dan bahkan jujur sekarang ada perasaan suka yang sudah tumbuh di dalam hati aku. Tapi maaf kamu harus berani melangkah seperti aku dari bayangan masa lalu kamu dulu, aku harap kamu bisa buat keputusan di dalam hati kamu secepatnya Rey " Nadin mulai melajukan mobilnya dan meninggalkan Reyhan yang masih setia memandangi mobil Nadin
" Ga, aku ga bisa begini terus. Aku ga bisa biarin dia jadi milik orang lain gitu aja, setidaknya aku harus berjuang dulu. Maaf sayang aku bukannya mau melupakan kamu tapi hidup aku harus tetap berjalan. Dan aku rasa kamu akan setuju kalo aku bersama dia "
Reyhan bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat mengejar mobil Nadin, tetapi sayang mobil Nadin sudah menghilang entah kemana
" Hai kak " tersenyum
" Kamu makin cantik Nadin sekarang "
" Ya ampun kak kita udah tua sekarang masih aja suka gombal " mendudukkan dirinya
" Aku ga gombal kok, memang kamu cantik " tersenyum menggoda
__ADS_1
" Udah akh ga bikin kenyang pake gombal kak, lebih baik kita pesan makan "
" Kamu ga tau aja aku benar-benar menyesal waktu tau perasaan kamu sama aku, hari ini aku harus ungkapkan perasaan aku ke kamu "
Mereka pun makan siang dengan bercanda ringan seperti saat dahulu kala mereka masih berteman dekat
" Boleh aku ngomong serius ke kamu ? " Nadin menghentikan makannya dan menatap serius ke arah Dimas
" Maaf dulu aku terlambat tau tentang perasaan kamu, dan jujur aku cari kamu ke mana-mana waktu itu. Apa boleh sekarang aku minta kesempatan itu dari kamu ? "
" Wahai mulut tolong ngomong, jangan buat hati orang lain jadi berharap sesuatu yang aku ga bisa berikan. Lagi pula aku udah ga pantas untuk kak Dimas "
" Tolong kasih aku kesempatan ya, aku janji aku akan jaga kamu dengan baik "
" Maaf kak aku ga bisa " menundukkan kepalanya
" Apa kamu udah punya pacar ? "
" Belum kak, tapi aku suka laki-laki b*doh itu " menggelengkan kepalanya
" Terus apa alasannya ? kamu bukannya dulu suka sama aku ? "
" Aku bukan perempuan yang sempurna lagi kak, dan juga.. " dengan suara pelan tetapi tetap terdengar
" Maaf.. Maaf aku terlambat datang, aku ga pernah perduli akan masa lalu kamu. Tapi aku janji aku akan tetap lakukan yang terbaik untuk kamu " bisik Dimas
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakuin sekarang ? ada laki-laki yang bersedia untuk menerima keadaan aku. Tapi hati aku bagaimana ? "
Dimas mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Nadin dengan intens
" Dengerin aku, setiap orang pasti punya masa lalu tapi kita tetap punya masa depan. Lupain semua masa lalu kita, dan kita mulai belajar menata masa depan kita " Nadin hanya bisa terdiam dan meneteskan air matanya
" Jangan keluarin air mata kamu yang berharga ini, ke depannya kamu cuma boleh tersenyum " menghapus air mata Nadin
" Tolong jangan dekati dia " memegang pundak Dimas
Dimas dan Nadin menoleh secara bersamaan ke arah orang tersebut yang ternyata adalah Reyhan, begitu Reyhan kehilangan jejak Nadin Reyhan langsung menghubungi Zahra dan meminta tolong Zahra untuk menanyakan di mana keberadaan Nadin pada saat itu
" Ngapain dia di sini ? " Nadin mengerutkan keningnya
" Kamu siapa ? "
" Saya yang akan jadi penjaga dia ke depannya " dengan tegas
__ADS_1
" Apaan sih ? apa dia lagi akuin aku sekarang ? "
" Tapi Nadin bilang dia belum punya pacar " tersenyum meledek
" Aku memang belum jadi pacarnya, tapi aku akan jadi calon suaminya "
Dalam sekejap wajah Nadin menjadi merona mendengar ucapan Reyhan pada saat itu, Nadin pun menyadari bila orang di sekelilingnya sedang memperhatikan mereka bertiga. Dengan cepat Nadin langsung berdiri di antara ke dua pria yang sedang memperebutkan dirinya tersebut
" Cukup.. Apa kalian ga malu jadi tontonan orang ? " memasang wajah serius
Dengan hati yang sedikit kesal Dimas duduk kembali di bangku awalnya, sedangkan Reyhan tanpa rasa malu ikut duduk di antara mereka. Reyhan memilih untuk duduk tepat di samping Nadin
" Ngapain kamu susah-susah begini ? tadi waktu ketemu kamu ga cegah aku untuk pergi ketemu laki-laki lain, dasar pria b*doh " tersimpul senyuman di bibir tipis Nadin memandangi Reyhan
" Kamu ngapain ke sini ? "
" Karena sekarang saya sadar saya cemburu saat membayangkan kamu ketemu laki-laki lain "
" Cari kamu "
" Mau apa ? "
" Aku ga mau kamu ketemu dia " dengan suara pelan
" Apa-apaan lo ? apa hak lo ngelarang dia ketemu gw ? "
" Karena saya yang pertama untuk dia, dan saya yang akan menjadi calon suaminya " dengan tegas
" Oh.. Jadi lo laki-laki b*jingan yang udah ngerusak hidup Nadin..!! " mengepalkan tangannya
" Ya.. Tapi saya akan bertanggung jawab dengan sepenuh hati, saya akan menjaga dia dengan baik "
" Tapi apa lo cinta sama Nadin ? atau hanya perasaan bersalah aja ? "
Nadin langsung membulatkan kedua bola matanya mendengar pertanyaan dari Dimas, Nadin menatap ke arah Reyhan dengan perasaan cemas. Dia benar-benar takut akan jawaban yang akan dia dengar
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
__ADS_1
Maafin baru bisa up, kemarin keadaan yang tidak mengizinkan 😂😂😂