
Malam itu Bastian dan Siska sedang menyantap makan malam mereka, mereka berdua benar-benar layaknya seperti orang yang sedang di landa mabuk cinta, Siska yang memang sudah mencintai Bastian sedari lama berusaha untuk selalu mengikuti kemauan Bastian, membuat Bastian sang Playboy itu menjadi benar-benar bertekuk lutut di hadapan gadis cantik itu
Setelah menyelesaikan makan malamnya mereka berdua mendudukkan dirinya di ruang tamu, Siska menyenderkan badannya di dalam rangkulan hangat seorang Bastian Pratama
'' Sayang aku mau ambil cuti dari kantor satu Minggu '' sambil memainkan rambut Siska
Siska yang mendengar ucapan dari Bastian pun langsung mendongakkan sedikit wajahnya ke arah Bastian
'' Kenapa sayang ? '' menatap wajah lelaki yang sangat dia cintai itu
'' Ga ada apa-apa, aku cuma mau buat rencana bulan madu sama kamu '' jawab Bastian sambil tersenyum menatap wajah istrinya tangannya pun masih setia memainkan rambut Siska
Siska pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan posisi yang benar dan menghadap ke arah suaminya
'' Kamu serius sayang ? '' antusias menatap wajah Bastian dan Bastian pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya
Bagaimana pun juga Siska sudah merasa cukup bahagia dengan Bastian yang sekarang, Siska berusaha tidak ingin mengekang Bastian atau memaksa Bastian mengikuti semua keinginannya. Dan ternyata cara itupun ampuh dan berhasil meluluhkan hati seorang Bastian Pratama yang memiliki label sebagai seorang penakluk wanita
Itu juga yang membuat Siska tidak meminta bulan madu, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia sangat ingin berbulan madu, seperti pasangan lainnya yang berbulan madu setelah mereka menikah
'' Akh... Aku senang banget sayang dengar itu '' Siska memegang kedua pipinya sendiri
'' Senang amat sih '' ledek Bastian sambil mencubit hidung mancung istrinya itu
'' Ya pasti dong sayang, perempuan mana yang ga bahagia di ajak bulan madu sama suami tercintanya '' tersenyum tulus
" Astaga ternyata hal kayak gitu aja bisa bikin kamu sesenang ini ya sayang ? maafin aku ya sayang yang kurang perhatian ke kamu selama ini "
'' Kalo kamu memang pengen bulan madu, kenapa ga bilang aja sama aku dari awal ? '' Siska pun menggelengkan kepalanya
'' Aku ga mau paksa kamu buat ikuti semua kemauan aku, buat aku bisa memiliki kamu seutuhnya aja itu udah cukup ''
Bastian yang mendengar hal itu pun langsung memeluk Siska dengan lembut
'' Terima kasih sayang, aku memang ga salah pilih kamu buat jadi pendamping hidup aku selamanya sayang, kamu selalu bisa membuat aku merasa di hargai ''
'' Enaknya kita bulan madu ke mana ya sayang ? " mulai melepaskan pelukannya
__ADS_1
'' Terserah kamu aja sayang ''
'' Kalo kamu sendiri maunya ke mana ? '' Bastian menatap wajah istrinya, sekali ini dia berniat ingin membahagiakan istrinya sehingga dia akan mengikuti keinginan dari istrinya
'' Terserah kamu sayang aku ikut aja '' tersenyum dengan tulus
'' Ga boleh, untuk sekali ini kamu ga boleh ikutin kemauan aku, biar aku tebak '' hanya di jawab senyuman oleh Siska
'' Paris '' Siska pun menggelengkan kepalanya
'' Hawai '' Siska pun masih menggelengkan kepalanya
'' Itali '' Siska masih tetap setia dengan gelengan kepalanya
'' Hmm.. Atau kamu maunya ke Bali atau Lombok '' Siska pun tersenyum dan kembali menggelengkan kepalanya
'' Jangan bilang kamu maunya kita bulan madu ke kutub utara '' Bastian mulai putus asa dan membuat Siska menjadi tertawa terbahak-bahak
'' Mau ngapain sayang kita ke sana? kamu ada-ada aja. Apa kita ada undangan menghadiri acara pernikahan pinguin ? " kembali tertawa
'' Yah abis kamu sih, aku udah sebut tempat-tempat yang romantis kamu geleng-geleng terus ''
'' Tapi buat sekali ini aku mau ikuti apapun maunya kamu '' jawab Bastian dengan yakin dan kembali memainkan rambut Siska
'' Ayo dong sayang kamu kasih tau aku, kamu maunya ke mana ? ''
'' Aku pengennya kita berdua jalan ke tempat yang masih perkampungan yang jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kota, aku pengen kita berdua ngerasain tempat yang tenang ''
'' Tapi ga usah kok sayang, kamu ajak aku ke mana aja aku udah bahagia '' Bastian pun mencium ujung kepala Siska
'' Ga sayang buat sekali ini aku ikuti semua maunya kamu, aku ingin kamu bahagia dan ga menyesal milih aku '' mengeratkan pelukannya
Siska benar-benar merasa bahagia di dalam hatinya, dia tidak pernah menyangka orang yang pernah menyakiti hatinya dengan sangat hebat dan menorehkan luka yang teramat dalam, kini bisa berada di sampingnya dan ingin membuat dirinya bahagia
'' Makasih sayang '' Bastian pun mencium ujung kepala Siska
Siapa yang akan menyangka Bastian dan Siska akan sebahagia ini, bila melihat kejadian di masa lalu mereka berdua
__ADS_1
Sedangkan di pagi hari di apartemen Rangga, Rangga dan Mita sedang sarapan seperti biasanya, Mita selalu menyiapkan sarapan untuk suaminya dan segala keperluan Rangga membuat Rangga melihat Mita sebagai istri idaman
Sebelum Rangga berangkat bekerja Mita pun mencium punggung tangan Rangga, Mita mulai belajar melakukan semua hal baik untuk suaminya
'' Aku berangkat dulu ya sayang '' Rangga sudah berada di depan pintu, Mita hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya
'' Nanti selesai dari kantor om Bram aku telepon ya, tapi kamu ingat ya jangan sampe ga makan siang kalo aku ga hubungi kamu, jangan sampe kamu jadi sakit ''
'' Ya sayang, lagian aku ga takut sama yang namanya sakit kok. Kan ada dokter ganteng yang selalu ada buat aku ''
'' Kamu ini pagi-pagi udah gombal aja, ya udah aku jalan ya '' Rangga mencium ujung kepala Mita
Rangga berangkat kerja tanpa memikirkan apapun, dia bersyukur dengan Mita yang sangat pengertian dengan keadaan yang ada di antara mereka berdua
Mita pun mulai merapikan kamarnya seperti biasanya, setelah itu dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia sudah berencana menemui seseorang untuk meminta bantuan mencari Cindy, seseorang yang membuat Mita pergi meninggalkan acara pernikahan Bastian dan Siska, seseorang yang membuat Mita menangis hebat pada malam itu, Mita pun menggunakan pakaian yang sangat sopan dan merias tipis wajahnya
Mita meninggalkan apartemennya dan langsung melajukan mobilnya menuju ke sebuah gedung pencakar langit, sesampainya di sana dia langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah meja resepsionis
'' Aduh gw ga tau nomor telponnya, gimana cara gw hubungi dia ? apa dia juga mau ketemu sama gw ? yang penting coba aja dulu. Yah nanti urusan nanti baru gw pikirin lagi ''
'' Maaf mbak, apa bapak Brahma Sanjaya ada ? '' dengan sopan
'' Maaf, apa mbak sudah buat janji ? ''
'' Belum sih mbak, apa bisa minta tolong hubungi pak Brahma Sanjaya, tolong kasih tau kalo Mita ingin ketemu ''
'' Oh baik mbak.. Tunggu sebentar ya saya coba hubungi sekretaris pak Brahma '' Mita menjawab dengan senyuman dan resepsionis itu pun menghubungi seseorang
'' Mohon di tunggu sebentar ya mbak '' ucap resepsionis itu dengan sopan, dan di balas senyuman ramah dari Mita
Mita pun memilih untuk menunggu di pojokan yang memang sudah di sediakan beberapa sofa untuk tamu yang sedang menunggu
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
__ADS_1
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗