Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Seribu Cara


__ADS_3

Adit terus memukuli pria tersebut dengan bertubi-tubi hingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya, dan lebam sudah banyak menghiasai wajah pria tersebut. Pria tersebut hanya meringis tanpa mengeluarkan teriakan menerima semua pukulan dari Adit


Adit mulai menghentikan pukulannya karena dia mulai merasa lelah, bukan karena merasa iba dengan keadaan pria tersebut. Adit sempat melihat tangannya yang sedikit membengkak karena memukul pria tersebut


" Tolong jangan berhenti, bunuh saya lampiaskan semua kemarahan kamu. Tapi saya mohon jangan sentuh keluarga saya "


" Apa kamu fikir nyawa kamu sebanding dengan anak saya ? " Adit tersenyum sinis


" Saya mohon "


" Kamu berani memohon kepada saya setelah kamu membuat anak saya ga sadarkan diri b*jingan..!! " Adit kembali memukuli pria tersebut


Tiba-tiba saja Bastian memegangi tubuh Adit yang sudah berada di atas tubuh pria tersebut


" Dit udah Dit..!! " menarik paksa tubuh Adit


" Lepasin gw b*jingan..!! Lo berani larang gw karena Ara bukan anak lo, gimana kalo itu terjadi sama anak lo..!!? " meronta-ronta


Bastian yang ikut terpancing emosi melemparkan tubuh Adit dengan kencang hingga Adit tersungkur ke lantai


" Lo kira gw ga ngerasain apa yang lo rasain..?!! Gw orang pertama yang berjanji buat jaga Ara, sebelum lo tau tentang dia..!! "


" Dia orang yang udah nyakitin Ara, kenapa lo belain dia Bas ? " menatap tajam


" Kalo gw ga ingat apa yang tadi di bilang mbak Liana, gw bersumpah Dit. Orang ini ga akan selamat di tangan gw "


Adit bangkit dan mencengkram kerah baju Bastian " Jangan bawa perempuan di masalah ini Bas "


Bugh... Sebuah bogem mentah yang sangat keras mendarat mulus di pipi Adit membuat Adit kembali tersungkur ke lantai


" Semua keputusan ada di tangan lo Dit, tapi gw harus sampaikan apa yang di bilang sama istri lo "


" Dia yakin lo akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti orang lain, dia minta gw ingatin lo tentang keadaan Ara. Dia ga mau yang akan lo lakukan akan berdampak pada Ara "

__ADS_1


" Dia takut Tuhan membalas yang akan lo lakukan kepada Ara, kalo lo memang sayang sama Ara saat ini yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjadi kekuatan bagi Ara ? "


" Dia ga tau yang gw rasain Bas..!! Dia ga merasakan bagaimana perasaan gw ngeliat anak gw begitu..!! "


Bastian kembali mendekati Adit dan memberikan sebuah bogem mentah lagi di wajah Adit


" Lo ga berhak bilang begitu, gw tau lo orang tua kandung Ara. Tapi masalah perasaan mungkin perasaan dia yang paling sakit saat ini "


" Dan yang terpenting dia minta gw bilang ke lo seandainya Ara sadar nanti, apa Ara akan senang kalau tau apa yang lo lakuin sekarang ? "


" Akh....!! " Adit berteriak sekuat tenaga, sedangkan seluruh anak buah Adit yang berada di situ tak berani melerai mereka berdua


Bastian mencengkram kerah baju Adit " Dengerin gw baik-baik, yang di bilang istri lo benar adanya. Tahan emosi lo, lebih baik sekarang lo ada di sisi Zahra "


" Gw bener-bener takut Bas " lirih dan meneteskan air matanya


" Gw tau Dit perasaan lo, kita semua merasakan hal yang sama. Tapi jangan sampai hal yang kita lakukan berdampak buruk ke Ara " memeluk tubuh Adit


" Maaf Dit gw harus hentikan lo, padahal seandainya aja ini terjadi sama anak gw pun belum tentu gw sanggup menahan emosi gw "


" Semoga perjuangan ayah bisa menyelamatkan nyawa kamu sayang, ayah rela bila saat ini ayah akan kehilangan nyawa ayah asalkan kamu bisa selamat " pria itu sudah pasrah dengan apa yang akan dia alami


" Gw balik ke rumah sakit dulu Bas, gw yakin ada orang di belakang dia. Gw mau nama orang itu " berbisik dengan penuh penekanan


Bastian membuang napasnya dengan kasar " Gw ngerti lo tenang aja "


Adit kembali menghampiri pria tersebut dan menatap tajam


" Bersyukurlah kamu karena anak saya anak yang sangat baik, seandainya saja anak saya seperti anak yang lain dia pasti akan menuntut balas kepada kamu. Tetapi anak saya saat terbangun nanti pasti akan memaafkan kamu, walaupun kamu sudah membuat dia dan suaminya seperti itu. Bahkan kamu membuat seorang anak yang belum terlahir ke dunia ini dalam keadaan bahaya "


" Astaga apa yang sudah aku lakukan ? bahkan untuk menyelamatkan nyawa anak ku sendiri aku sudah membahayakan nyawa anak orang lain yang belum terlahir ke dunia ini " menundukkan kepalanya penuh penyesalan


Adit meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah sakit, Adit terus memaki dirinya sendiri karena tak berani melakukan hal yang sudah dia rencanakan untuk menyiksa pria tersebut, tetapi baginya saat ini Zahra jauh lebih penting. Adit tak ingin membuat Zahra kecewa dengan dirinya saat nanti Zahra mengetahui apa yang telah dia lakukan

__ADS_1


" Mana data tentang orang ini ? " menyodorkan tangannya ke anak buah Adit, dan mereka pun memberikan sebuah berkas


Bastian mulai membuka lembar demi lembar data yang telah di kumpulkan oleh anak buah Adit, Bastian membuang napasnya dengan kasar mencoba menahan semua emosinya membaca data-data tersebut. Bastian berjongkok tepat di hadapan orang tersebut


" Sebaiknya kamu segera sebutkan sebuah nama "


" Aku udah janji ga boleh sebut nama orang itu, atau dia ga akan membiayai pengobatan Rina "


" Mau sampe kapan kamu bungkam ? saya bukan orang tadi yang akan menahan diri. Saya orang yang akan langsung melakukan sesuatu yang saya inginkan "


" Saya mohon jangan pernah sentuh keluarga saya, saya yang melakukan kesalahan itu cukup lampiaskan semuanya ke saya "


" Ok.. Kalo kamu mau lindungi orang itu demi biaya pengobatan anak kamu, maka siap-siap kamu akan melihat anak kamu pergi untuk selamanya sebelum dia berhasil sembuh dari penyakitnya " pria tersebut membulatkan kedua bola matanya


" Dari mana orang ini tau ? "


" Apa kamu fikir kami orang b*doh ? semua data ini menunjukkannya dengan jelas "


" Ga ada yang suruh aku, aku yang lalai membawa mobil itu..!! "


" Mobil yang kamu curi dari sebuah proyek, kamu bilang kamu lalai ? dan tiba-tiba anak kamu bisa mulai di rawat di rumah sakit "


" Semua keputusan ada di tangan kamu, kamu mau sebutkan sebuah nama atau saya akan cari tau sendiri. Dan kamu akan kehilangan kesempatan melihat anak kamu untuk bisa sembuh " penuh penekanan


" Tolong jangan sakiti anak saya pak, saya akan lakukan semua yang kalian perintahkan " lirih


" Kalo mau main rahasia-rahasian sama saya kamu masih harus belajar banyak dulu kawan, kamu masih belum bisa mengalahkan saya karena saya akan punya seribu cara untuk membuat kamu berbicara. Dasar Adit b*doh begini aja kok ga bisa " tersenyum puas


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Kalo bisa berikan vote 🤭

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2