
makan malam keluarga Mita berjalan lancar, Rangga dan Mita mengantarkan Angel kembali ke kediaman papa Brahma, sedangkan papa Brahma mengantarkan mama Sinta, kedua orang itu hanya terdiam selama perjalanan tanpa ada satu kata pun yang keluar dari bibir mereka
tak butuh lama mereka berdua pun sampai di depan rumah mama Sinta
" kalau gitu saya turun dulu " ucap mama Sinta hendak membuka pintu mobil
" tolong kasih saya waktu sebentar " ucap papa Brahma
mendengar itu mama Sinta membatalkan niatnya membuka pintu mobil
" tolong kasih saya kesempatan " ucap papa Brahma menatap lurus ke arah depan
" saya akan menebus semua kesalahan saya di masa lalu " lanjut papa Brahma
" tolong maafin semua kesalahan saya, kita coba mulai lagi dari awal " ucap papa Brahma menatap mama Sinta dan mama Sinta pun mengangguk
papa Brahma memperistri mama Sinta kembali tanpa ada pesta besar, karena itu permintaan dari mama Sinta, baginya sekarang mereka sudah tua sudah tidak perlu melakukan itu
semua mulai menemukan kebahagiaan mereka masing-masing dengan cara nya sendiri, tapi berbeda dengan Adit, apalagi sekarang dia sering menghabiskan waktunya sendiri, Bastian dan Bagas sudah semakin jarang menemaninya karena mereka tinggal di kediaman orang tua mereka
malam itu Adit merasakan kesepian yang sangat menyiksa dia pun minum terlalu banyak hingga mabuk, Adit berkelahi di bar itu dengan beberapa orang, beberapa karyawan yang mengenal Adit langsung mengamankan Adit dan menghubungi Bastian
Bastian yang mendengar kabar tentang Adit langsung meluncur datang ke bar itu, dan Adit sudah mendapatkan hadiah beberapa bogem mentah di wajahnya yang sudah menjadi biru
Bastian pun sempat marah melihat keadaan Adit menjadi seperti itu, tetapi mereka menjelaskan bahwa Adit yang memulai keributannya terlebih dahulu
mereka menjelaskan bahwa Adit tiba-tiba saja menyerang seseorang yang tidak di kenal olehnya, Adit merasa marah melihat mereka bermesraan di depan Adit
Bastian yang mendengar penjelasan dari karyawan tempat itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Bastian langsung berniat membawa Adit keluar dari tempat itu
" woi bangun " ucap Bastian sambil menendang kaki Adit yang sudah tertidur dengan keadaan duduk
Adit mulai membuka matanya
" bikin malu aja lo..!! " Bastian berteriak
" berisik " jawab Adit setengah sadar sambil menutup kedua matanya kembali
__ADS_1
Bastian kembali menendang kaki Adit, sontak saja Adit langsung membuka matanya menatap Bastian dengan tatapan membunuh
" bangun lo, gw antar pulang " ucap Bastian
Bastian pun mulai mengajak Adit keluar dari tempat itu, walaupun Adit tadi mabuk berat tapi sekarang Adit sudah merasa lebih baik karena sudah tertidur sebentar
" antar ke rumah nyokap aja, gw lagi ga mau di apartemen " ucap Adit saat mobil sudah melaju
Adit saat ini sedang takut bila dia kembali ke apartemennya maka dia akan teringat tentang Cindy
" kenapa lo bisa sampai ribut gitu ? " tanya Bastian, Adit hanya diam saja merasakan kepalanya yang masih pusing
" woi.. di tanya diam aja lo " teriak Bastian
" mabuk " jawab Adit dengan malas
" lo kira gw b*go, sampai kapan lo mau siksa diri lo sendiri begini " Bastian kembali berteriak
" gw tau arah omongan lo tapi gw lagi ga mau ribut sama lo, jadi kalau lo masih anggap gw sahabat lebih baik lo diam " jawab Adit dingin menatap tajam Bastian
" terserah lo Dit gw udah berusaha ingatin lo, lo pasti akan menyesal " ucap Bastian
Bastian hanya melirik ke arah Adit dia tidak ingin memperpanjang masalah dan dia juga tidak tega melihat keadaan Adit, Bastian hanya diam dan terus melajukan mobilnya
" kalau sekarang aja lo separah ini, bagaimana mana nanti Dit saat lo tau kebenarannya " ucap Bastian dalam hatinya
mereka berdua akhirnya tiba di kediaman tante Linda, Adit berjalan sendiri ke dalam rumah itu dan Bastian pun langsung kembali ke kediaman orang tuanya tak lupa dia menghubungi Erik untuk mengatasi mobil Adit
Adit masuk ke dalam rumah mamanya, entah karena masih kesal dengan Bastian atau masih setengah mabuk dia menutup pintu dengan sangat kuat membuat mamanya terbangun dan keluar dari kamarnya
mama Linda yang baru keluar dari kamarnya terkejut melihat Adit yang jalan dengan sempoyongan dan banyak lebam di wajahnya
" Adit kamu kenapa ? " tanya mama Linda cemas dan berjalan ke arah Adit
" ga apa mah " jawab Adit dingin
" bilang ke mama siapa yang berani buat kamu kaya begini ? " tanya mama Linda kini sudah berada di depan Adit
__ADS_1
tiba-tiba saja Adit memeluk mamanya dengan erat, cukup lama Adit memeluk mamanya
" dia jahat ya mah " ucap Adit lirih
" tega banget dia sama Adit mah " lanjut Adit dan mama Linda bisa merasakan bahwa anaknya sedang menahan tangisnya
" kurang a*ar, bahkan saat dia sudah tidak ada di samping Adit pun dia masih membuat Adit susah " ucap mama Linda dalam hatinya
" Adit sudah.. air mata kamu ga pantas untuk dia " ucap mama Linda
saat ini hati mama Linda sudah benar-benar buta, bahkan dia masih belum menyadari bahwa anaknya menjadi seperti itu karena ulahnya, dia sampai lupa ini baru kedua kalinya Adit menangis selain saat kepergian papanya
" sudah kamu ke kamar kamu dulu istirahat, ga usah kamu pikirkan lagi perempuan j*lang kaya dia " ucap mama Linda
Adit pun melepaskan pelukannya, dan menuju ke kamarnya untuk beristirahat, dengan keadaan kepala yang masih setengah mabuk tak butuh waktu lama Adit sudah tertidur pulas
mama Linda pun kembali ke kamarnya dan terus saja mengutuk Cindy dengan berbagai kata-kata kasar, bagi mama Linda semua yang terjadi pada Adit karena Cindy yang masuk ke dalam kehidupan Adit, dan dia harus memikirkan lagi cara agar Adit dapat melupakan Cindy
pagi pun mulai menyapa, Adit sudah mulai bangkit dari tidurnya dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor
ya itu lah Adit apapun yang terjadi semalam bagi nya pekerjaan sekarang adalah nomor satu, pekerjaan di jadikan pelarian bagi Adit untuk menghabiskan waktunya, saat sudah rapi Adit mulai melangkahkan kakinya turun ke bawah dan di sana sudah ada mamanya di meja makan
" sarapan dulu sayang " ucap mama Linda, Adit hanya diam dan langsung duduk di meja makan, sosok Adit yang dingin kembali lagi
" sayang mulai hari ini kamu pulang kesini aja lagi ya" ucap mama Linda
mendengar itu Adit hanya diam dan mengerutkan keningnya
" kamu jangan tinggal di apartemen itu lagi, biar kamu bisa mulai lupain dia " bujuk mama Linda
" terserah mama aja " jawab Adit dingin
" ya udah nanti biar mama yang suruh orang untuk ambil barang-barang kamu disana " ucap mama Linda
tak selang berapa lama Erik pun datang untuk menjemput Adit ke kantor, Adit berpamitan dan beranjak pergi ke kantor
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...