Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Terima Kasih


__ADS_3

Pada hari itu Bastian ke rumah sakit karena di minta oleh Siska. Siska sedang ada sebuah urusan yang cukup mendesak sehingga harus pergi meninggalkan Nadin, sedangkan Alvian dan Lena sedang pergi berziarah ke makam kedua orang tua Lena


Sore itu Bastian memutuskan untuk membawa segala urusannya pekerjaannya ke rumah sakit, Bastian sibuk di depan laptopnya hingga Nadin mulai terbangun dari tidurnya. Nadin merasakan tenggorokannya yang sangat haus, Nadin berusaha meraih gelas yang berada di sampingnya, hingga Bastian melihatnya dan segera bangkit dari duduknya


" Kenapa ga bilang kalo mau minum ? "


" Maaf tadi kayaknya lagi sibuk " menundukkan kepalanya


" Maafin saya ya, sampe detik ini bahkan kamu masih belum berani untuk menatap saya "


" Ini " menyodorkan sebuah gelas


" Makasih "


Bastian memegang ujung kepala Nadin dengan sangat lembut, selesai Nadin minum Bastian dengan sigap langsung mengambil kembali gelas tersebut dan meletakkannya di atas meja. Bastian mendudukkan dirinya di bangku samping kasur Nadin


" Saya minta maaf ya " Nadin membulatkan kedua bola matanya


" Saya banyak salah sama kamu, saya ga bisa berharap kamu bisa panggil saya papa atau terima saya sebagai papa kamu. Saya hanya berharap tolong jangan takut dengan saya, bagi saya kamu sama pentingnya dengan Alvian. Kamu tetap darah daging saya " Nadin hanya bisa terdiam hanya matanya yang mulai berkaca-kaca


" Saya mohon maafkan semua kesalahan saya, dan tolong ijinkan saya bertindak sebagai orang tua bagi kamu. Ijinkan saya melindungi kamu "


Mendengar semua ucapan tulus dari seorang Bastian air mata Nadin tak lagi dapat dia tahan, air matanya mulai membasahi pipinya. Bastian menghapus air mata yang terjatuh di pipi Nadin


" Jangan nangis, jangan pernah bersedih lagi. Kamu cukup nikmati hidup dengan baik mulai sekarang " tersenyum dengan tulus


" Jangan pernah bersedih lagi nak, cukup jalani hidup kamu dengan baik mulai sekarang. Saya akan berusaha menebus semua kesalahan saya "


" Ya udah kamu istirahat lagi ya, saya ada di situ kalo butuh sesuatu. Mama kamu lagi ada urusan sebentar " Bastian mulai bangkit dari duduknya


" Apa boleh mulai sekarang saya panggil om dengan panggilan papa ? "


Bastian seperti mendapatkan sebuah kebahagiaan yang tak dapat dia ungkapkan pada saat itu, kebahagiaan dalam hidupnya kini sudah lengkap karena mendapatkan maaf dari Nadin


" Apa kamu ga keberatan ? " Nadin menganggukkan kepalanya, Bastian langsung memeluk tubuh mungil Nadin dengan lembut


" Terima kasih " Nadin hanya bisa menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Bastian


" Saya janji mulai sekarang saya akan jaga kamu dengan baik " melepaskan pelukannya


" Makasih ya pah " Bastian memeluk kembali tubuh Nadin


" Saya yang seharusnya ucapkan kata-kata itu berulang kali, terima kasih telah memaafkan saya dan bersedia menerima saya sebagai papa kamu. Dan maaf karena saya tak berhasil menjaga kamu dengan baik "


Hari demi hari terus berlalu Nadin sudah di ijinkan untuk kembali ke kediamannya, hubungan antara Nadin dan Bastian pun semakin membaik. Nadin memutuskan untuk tidak kembali bekerja di kantor Bastian, baginya tempat itu meninggalkan banyak kenangan buruk bagi hidupnya

__ADS_1


Bastian dan Siska pun mencoba mengerti apa yang di rasakan oleh Nadin, hingga mereka membukakan sebuah butik yang cukup berkelas untuk Nadin. Pada awalnya Nadin sempat menolak tetapi dengan bujukan dari seluruh keluarga akhirnya Nadin menerima butik tersebut


Kehidupan Nadin mulai berjalan dengan baik, curahan kasih sayang yang berlimpah tercurah kepada dirinya dari seluruh keluarganya. Siang itu Nadin sedang mengawasi beberapa karyawannya yang sedang memajang beberapa koleksi terbaru dari butiknya


" Kamu Nadin kan ? "


" Kak Dimas apa kabar ? " menyodorkan tangannya dan mereka pun saling bersalaman


" Baik "


" Kamu sendiri gimana ? "


" Aku baik kak " tersenyum


" Ya walaupun aku akuin banyak sekali masalah yang udah aku hadapi, tetapi sekarang aku bersyukur kak "


" Sendiri aja kak ? "


" Ga, itu lagi jadi pengawal si bontot " menunjuk ke arah seorang gadis muda yang sibuk memilih beberapa pakaian


" Ayo kak duduk dulu "


Nadin berbincang cukup lama dengan kenalannya, sehabis membayar beberapa pakaian yang di pilih adiknya pria tersebut pergi meninggalkan butik tersebut. Tak lupa mereka berdua saling bertukar nomor telepon


" Kak siapa tadi ? "


" Masa cuma teman, tapi dari tadi kakak senyum-senyum sendiri terus " tersenyum meledek


" Ya memang cuma teman, karena dulu gw terlalu bod*h ga bisa liat dia yang selalu ada buat gw "


Sedangkan di tempat lain ada seorang Rangga dan Reyhan yang memberanikan diri untuk menemui Bastian di kantornya, suasana di dalam ruangan tersebut seketika menjadi sedikit canggung


" Bas, gw tau anak gw juga salah. Tapi dia lakuin itu juga ga sengaja " Bastian menatap tajam ke arah Reyhan


" Kita juga pernah muda, setidaknya anak gw mau bertanggung jawab bukan karena dia anak lo. Selama ini dia udah coba cari keberadaan Nadin "


" Gw ga bisa jadi penentu di masalah ini, apapun keputusan Nadin gw ikutin " dengan tegas


" Minimal kasih kesempatan anak gw buat dekatin anak lo "


" Mungkin ini salah satu karma yang harus gw terima, semua kesalahan gw di masa muda tertimpa ke anak-anak gw sekarang. Aku mohon padaMu Tuhan lindungilah keluarga kami " memejamkan matanya


" Kalo Nadin bisa terima Reyhan mungkin seharusnya gw bersyukur, keluarga mereka keluarga baik. Dan gw bisa tenang titipkan Nadin ke dia "


" Ok.. Gw ga akan halangi Reyhan dekatin Nadin, tapi dengan satu catatan. Apapun yang akan jadi keputusan Nadin tetap harus kita hormati "

__ADS_1


" Papa cuma bisa bantu kamu sampe sini Rey " Rangga menatap sendu ke arah Reyhan


" Gw ngerti Bas, makasih ya "


" Dan untuk kamu Rey, ingat jangan pernah ulangi lagi perbuatan kamu. Om juga ga mau kamu paksa Nadin kalo dia masih takut sama kamu, kamu harus ingat dia salah satu anggota keluarga Pratama " dengan tegas


" Saya mengerti om, terima kasih om "


" Saya harap kamu bisa jaga dia dengan baik Rey, saya yakin kamu anak baik. Semoga kamu bisa bikin dia bahagia Rey, anak itu sudah terlalu banyak menderita "


Malam itu di kediaman Bastian mereka makan malam bersama seperti biasanya, Nadin sudah membaur di tengah keluarga tersebut kini sudah tak ada jarak di antara mereka semua. Nadin benar-benar bisa bangkit dari masa lalunya karena dukungan dari keluarganya


Di saat semua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing hanya tersisa Bastian dan Siska yang masih berada di ruang tamu


" Kamu kenapa sayang ? "


Bastian hanya membalas dengan senyuman dan kecupan lembut di kening Siska


" Ada masalah ya ? "


" Ga ada kok sayang "


" Kita sudah hidup bersama selama ini, apa kamu pikir kamu bisa simpan kebohongan dari aku ? "


Bastian membuang kasar napasnya dan merengkuh tubuh mungil Siska


" Tadi Rangga dan Reyhan ke kantor sayang "


Bastian mulai menceritakan semua kejadian yang dia hadapi tadi tanpa bisa berbohong kepada Siska


" Sekarang kamu mau gimana ? "


" Jujur aku bingung sayang, di satu sisi ada sahabat aku. Tapi di sisi lain darah daging aku sendiri " Siska membalas pelukan hangat dari Bastian


" Aku ngerti kok posisi kamu sayang " dengan lembut dan mengelus pundak Bastian


" Aku serahin semua keputusan di tangan Nadin sayang. Aku ga mau bikin dia kecewa lagi, aku udah banyak bikin hidup dia susah sayang "


" Makasih pah, makasih sudah bisa terima aku sepenuhnya. Aku janji aku akan berusaha ga kecewain hati papa "


Ternyata tak jauh dari mereka Nadin mendengar semua percakapan antara kedua orang tuanya


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗

__ADS_1


Kalo bisa berikan vote 🤭


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2