Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Terima Atau Lupakan Semuanya


__ADS_3

FLASH BACK


Hari sudah mulai menjelang malam, semua para undangan sudah mulai membubarkan diri satu persatu dari acara pernikahan Zahra dan David, termasuk juga anggota empat sekawan dan keluarga besar mereka


Tetapi malam itu karena Andin menggunakan mobilnya sendiri maka dia tak kembali bersama keluarganya, dia malah memutar kemudi mobilnya untuk singgah di suatu tempat untuk menghilangkan rasa sakit di dalam hatinya


Tetapi di kediaman Rangga semua sudah mulai cemas karena anak gadis mereka belum juga tiba di kediaman mereka, sedangkan waktu sudah mulai menunjukkan pukul dua malam. Karena sudah tak tahan menunggu Rangga langsung menghubungi Adit


Tut.. Tut..Tut..


" Dit gw minta tolong dong "


" Kenapa ? " Adit mulai cemas karena mendengar suara Rangga yang panik


" Andin sampe jam segini belum pulang "


" Ok.. Tunggu sebentar ya " Adit langsung memutuskan sambungan teleponnya


Dengan sigap Adit langsung menghubungi Erik untuk mencari tau di mana keberadaan anak gadis dari sahabatnya, tak butuh waktu lama Adit sudah mendapatkan info di mana keberadaan Andin


Adit langsung mengirimkan pesan kepada Rangga di mana anaknya berada, dan tak lupa dia langsung menghubungi Bagas karena dia yakin akan ada masalah di tempat itu. Karena Erik memberitahukan kepada Adit bahwa itu adalah apartemen Reno anaknya Bagas. Dan semua drama tersebut pun terjadi


FLASH OFF


Sedangkan Zahra kini sedang menikmati indahnya berbulan madu dengan seorang pria yang kini telah sah menjadi suaminya, mereka menghabiskan waktu bersama dengan sangat bahagia


Setelah lelah berjalan berkeliling seharian ini, Zahra dan David memilih untuk beristirahat pada malam itu. Mereka sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan tiba-tiba saja terdengar bunyi notifikasi dari ponsel Zahra, Zahra pun langsung menyambar ponselnya yang berada tak jauh dari dirinya


" Ara sayang, Bastian udah melamar aku. Sebentar lagi kami akan nyusul kamu untuk jadi pengantin baru " bunyi pesan yang di kirimkan oleh Lena


Membaca pesan tersebut Zahra tersenyum bahagia, bagaimana tidak saudara terbaiknya yang telah kini telah mapan dan sahabatnya yang telah menjadi seorang dokter akan segera menikah


" Dari siapa sayang ? " David mengerutkan keningnya melihat ekspresi Zahra


" Lena sayang " Zahra memeluk tubuh suaminya


" Kenapa ? "


" Bastian udah melamar dia sayang, mereka sebentar lagi akan menikah " David pun langsung tersenyum dan membalas pelukan dari istrinya


" Apapun yang membuat kamu bahagia, aku juga akan bahagia sayang. Aku mohon jangan pernah menangis di dalam kehidupan ini sayang "


David menjadi sosok yang sangat memperhatikan Zahra, semenjak Zahra menerima lamarannya bahkan kini David tak mengizinkan Alvian untuk memeluk tubuh Zahra seperti dulu yang sering di lakukan Alvian. Tetapi hal tersebut tak menjadi masalah bagi siapapun, mereka bahagia melihat tulusnya perasaan David terhadap Zahra


Sedangkan Reno mulai tak pernah keluar malam untuk menghabiskan waktunya bersama para gadis pemuas nafsunya, Reno mulai membenahi dirinya untuk menjadi sosok yang lebih baik sebagai pendamping Andin. Reno pun menghubungi Andin untuk mengajak gadis itu bertemu, dan mereka pun sudah berjanji untuk bertemu di sebuah cafe

__ADS_1


Andin tiba di tempat itu terlebih dahulu baru tak berselang lama Reno pun tiba di sana, Andin sudah memesan sebuah minuman hangat untuk dirinya, dan Reno pun langsung memesan sebuah minuman dan makan siang untuk mereka berdua


" Kenapa ? " Andin to the point


" Ga ada " tersenyum menggoda


" Dasar aneh "


" Terus ngapain kamu ajak aku ketemuan ? "


" Biar bisa lebih dekat sama calon istri aku " Andin mengerutkan keningnya dan memasang wajah kesal


" Kamu kenapa sih sebenarnya ? "


" Aku cuma mau makan siang sama calon istri aku, apa salah ? "


" Yang salah itu kamu panggil aku calon istri terus, kedengarannya aneh tau ga ? "


" Tapi kan memang kamu calon istri aku, papa bilang lagi urus semua untuk acara melamar kamu kok " dengan santai sedangkan Andin langsung memasang wajah terkejut


" Biasa aja kali harusnya kamu bersyukur dapat suami yang tampan kayak aku " tersenyum


" Aku akuin kamu memang tampan sayangnya kamu mata keranjang, setiap bulan kamu ganti pasangan. Gimana kalo nanti nikah butuh berapa bulan sampe kamu akhirnya ganti aku sama perempuan lain ? bayangin aja udah ngeri "


Dua orang yang saling duduk berhadapan tersebut memiliki pemikirannya masing-masing, hingga tiba-tiba ada yang menghampiri meja mereka dan menyapa mereka


" Hai Ren lagi makan siang "


" Ya "


" Andin " Andin hanya membalas dengan senyuman


" Kenapa harus ketemu dia sama ceweknya di sini sih ? apa yang bakal dipikirin sama dia liat aku makan sama Reno "


" Oh ya kenalin Ren, ini Lena calon istri aku "


Lena menyodorkan tangannya kepada Reno dan Andin secara bergantian dan tersenyum


" Gabung aja Vian "


" Ok deh, ayo sayang " Alvian menarik bangku di sebelah Andin untuk kekasihnya, sedangkan Andin akhirnya berpindah posisi duduk agar mereka bisa duduk berdampingan


Mereka pun menghabiskan makan siang di isi dengan saling melempar canda antara Alvian dan Reno, Andin memilih untuk lebih banyak diam dan Lena hanya selalu tersenyum dengan semua candaan mereka berdua


" Apa kamu masih ga bisa lupain dia Andin ? walaupun sebentar lagi dia akan jadi milik orang lain " Reno menatap ke arah Andin

__ADS_1


" Kapan kalian akan rencana menikah ? "


" Secepatnya lagi di urus " Alvian tersenyum bahagia


" Jadi kamu sebentar lagi akan resmi jadi milik orang lain ya ? " terlihat guratan kesedihan di wajah Andin walaupun dia berusaha tetap tersenyum


" Maaf ya Andin aku cuma mau tunjukkan ke kamu, udah saatnya kamu lupain dia dan mulai belajar terima aku "


" Jangan lupa sebar undangan ya "


" Pastilah " Alvian dengan bangga sedangkan Lena hanya bisa tersipu malu


Selesai menghabiskan makan siang mereka mereka pun saling berpisah, Reno mengantarkan Andin untuk kembali ke kediaman keluarganya. Di sepanjang perjalanan Andin hanya diam seribu bahasa, hingga tiba-tiba Reno menghentikan mobilnya di tepi jalan


" Kenapa berhenti Ren ? "


" Mau sampe kapan kamu begitu ? "


" Maksud kamu ? " Andin mengerutkan keningnya


" Mau sampe kapan kamu tunggu dia ? " Andin hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya


" Andin dia ga pernah liat ke arah kamu dari dulu, dari kita masih kecil sampe sekarang..!! " Reno menaikkan sedikit volume suaranya


" Aku tau Ren " lirih


" Sakit ga rasanya ? " Andin menganggukkan kepalanya


" Sama itu yang aku rasain dari kecil sama kamu " Andin langsung membulatkan kedua bola matanya dan menatap wajah Reno


" Apa aku ga salah denger ? "


" Aku ga akan paksa kamu lagi untuk terima acara pernikahan kita, aku akan cari cara untuk batalin acara ini " lirih


" Aku minta maaf ya aku cuma kasih kamu pilihan Andin, terima aku atau kita lupakan semuanya "


Reno langsung melanjutkan kembali perjalanan mereka tanpa ada sepatah katapun keluar dari bibirnya, Andin berulang kali mencoba mencuri pandang ke arah Reno dan Andin dapat melihat dengan jelas wajah Reno penuh dengan kekecewaan


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Mampir yuk kak ke karya terbaru aku 🤭


" Hati Seorang Wanita "

__ADS_1


__ADS_2