Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Kebohongan David


__ADS_3

" Liat sayang Andin bahagia banget di sana, seandainya kita punya kesempatan mungkin kita sekarang sudah memiliki buah hati sayang " Reyhan yang sudah tak kuasa menahan sakit di dalam hatinya memilih meninggalkan gedung tersebut dan mencari tempat duduk di luar gedung tersebut untuk sejenak menenangkan diri


" Kak boleh minta tolong " David tiba-tiba saja sudah ada di samping Nadin


" Tumben amat dia sapa aku, biasanya dia selalu diam dan menatap di kejauhan aja "


" Ara lagi kurang nyaman karena terlalu ramai di sini, jadi dia lagi di luar cari angin. Tapi ya tau sendiri kan namanya perempuan hamil dia lagi sebel sama aku kak, bisa minta tolong temenin dia sebentar di depan "


" Pantes aja nyapa ternyata untuk keperluan istrinya, tapi kamu beruntung banget Ara memiliki suami seperti dia "


" Ya udah aku temenin Ara dulu di depan "


" Makasih ya kak "


" Ya.. Sama-sama " Nadin mulai melangkahkan kakinya menuju ke luar gedung tiba-tiba saja bertemu dengan Alvian


" Mau ke mana kak ? "


" David minta tolong temenin Ara di luar "


" Oh ya udah kak, ajak Ara cepat masuk ya kak kasihan kalo kena angin malam kelamaan, dia lagi hamil "


" Ya udah aku ke luar dulu ya, kasian kalo Ara di luar sendirian " Alvian hanya membalas dengan senyuman, sedangkan tak jauh dari mereka David mencuri dengar percakapan mereka berdua


" Kayaknya ga ketahuan sama si anak sombong, kalo dia sampe tau duluan gw takut rame duluan jadinya "


Nadin mulai keluar dari gedung tersebut untuk mencari di mana keberadaan Zahra sedangkan David terus mengikuti Nadin dari belakang, sedangkan di dalam gedung setelah cukup lama secara kebetulan Alvian melihat Zahra yang sedang asik berbincang dengan Sofia dan Lena


" Ara kamu ada di sini ? "


" Ikh... Kamu kenapa sih ? dari tadi aku memang di sini kok "


" Berarti David bohongin kak Nadin dong, kurang aj*r. Apa dia udah tau sesuatu dan ga kasih tau ke gw ? "


" Kamu kenapa sayang ? " Lena menatap Alvian dengan perasaan yang sedikit cemas, karena dia dapat merasakan bahwa Alvian sedang dalam keadaan kesal


" Ga apa kok, kalian lanjut aja ya. Aku mau ke sana dulu sebentar " Alvian langsung melangkahkan kakinya dengan cepat dan mengarah ke luar dari gedung tersebut


Sedangkan sesaat sebelumnya di luar gedung sudah ada Reyhan yang sedang menghisap sebatang rokok untuk menghilangkan segala perasaan buruknya pada saat itu, jantungnya seperti hendak keluar dari tempatnya begitu melihat sosok Nadin yang berada tak jauh dari tempat dia duduk


" Itu perempuan yang kemarin kan ? tapi kenapa penampilannya beda banget. Sebaiknya gw pastiin dulu aja " Reyhan langsung membuang rokok yang berada di tangannya dan menghampiri Nadin


" Kamu ada di sini juga ? "

__ADS_1


Nadin memundurkan langkahnya ke belakang begitu melihat dengan jelas wajah Reyhan, dengan cepat Nadin berusaha untuk menghindari Reyhan. Reyhan yang melihat gelagat Nadin akan pergi langsung memegang tangan Nadin dengan cukup kuat


" Tunggu, saya perlu bicara sama kamu sebentar " seluruh tubuh Nadin bergetar karena ketakutan, bayangan masa kelam yang pernah terjadi terlintas kembali dengan jelas di dalam benaknya


" Lepas.. Tolong lepasin saya " langsung berjongkok dan meneteskan air matanya


David yang melihat keadaan Nadin sudah seperti itu tak lagi dapat menahan diri, dengan cepat David langsung memegang tangan Reyhan dengan cukup kuat


" Lepasin " dengan tegas, Reyhan pun melepaskan tangannya, David langsung membantu Nadin untuk berdiri


" Maaf ya kak, aku ga tau kalo kakak akan seperti ini saat ketemu dia "


" Ayo kak masuk ke dalam " Nadin menggelengkan kepalanya


" Aku mau pulang " lirih, David langsung menghubungi asisten pribadinya untuk mengantarkan Nadin kembali ke kediamannya


" Tunggu gw ada perlu sama dia sebentar " David menatap tajam ke arah Reyhan dan membuat Reyhan menjadi serba salah


" Apa hubungan David dengan perempuan ini ? "


Setelah asisten pribadi David datang Nadin pun pergi meninggalkan mereka berdua


" Lo kenapa ? gw ada perlu sama perempuan itu ? "


" Keperluan apa ? "


" Apa lo ga sadar kalo dia ketakutan liat lo ? "


" Tapi tadi gw ga lakuin apapun ke dia "


" Tadi memang ga, tapi saat dia dalam pengaruh obat di apartemen lo. Gimana ? " berbisik


" Ya gw tau gw salah, makanya gw mau minta maaf sama dia " menundukkan kepalanya


" Jadi keperluan lo cuma mau minta maaf aja ? kalo cuma itu sebaiknya mulai sekarang lo pikirkan juga gimana caranya meminta maaf kepada keluarga besar Pratama "


" Keluarga Pratama, ga mungkin kan dia anak om Adit anaknya om Adit cuma Ara aja, atau mungkin dia yang kemarin di omongin sama papa anak perempuannya om Bastian. Apa yang harus gw lakuin sekarang ? " Reyhan mengerutkan keningnya


" Gw... " langsung terpotong karena Alvian hadir di antara mereka


" Woi kenapa lo bohong sama kak Nadin ? "


" Apa ? " David berpura-pura bodoh

__ADS_1


" Mana kak Nadin ? "


" Udah pulang di anterin sama asisten gw "


" Lo ga bohong kan ? "


" Apa ada gunanya gw bohong sama lo ? "


" Gw ngerasa lo lagi nutupin sesuatu dari gw " menatap tajam


" Sorry gw belum bisa kasih tau sekarang, biar mereka dulu yang ambil keputusan " menatap penuh makna, membuat Alvian harus berhenti mendesak David


" Ya udah gw masuk dulu, gw harus kasih tau mama kalo kak Nadin udah pulang " David hanya menganggukkan kepalanya


" Masuk dulu ya Rey " Reyhan tersenyum canggung dan Alvian pun pergi meninggalkan mereka berdua


" Gw ga tau Vit apa yang lagi lo tutupin dari gw ? tapi gw yakin dengan keputusan yang lo ambil. Gw yakin lo ga akan khianati kepercayaan keluarga kita "


Alvian kembali ke dalam gedung tersebut dan memberitahukan kepada mamanya bahwa Nadin sudah kembali ke kediamannya, ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya, dia merasakan bahwa Nadin sedang dalam keadaan yang tidak baik


Siska membujuk Bastian agar segera kembali ke kediamannya, Bastian awalnya sempat menolak bagaimana pun itu adalah acara pernikahan anak dari dua orang sahabatnya. Dengan berat hati akhirnya Bastian memilih mengalah dan mengikuti keinginan istrinya


Bastian dan Siska memilih untuk kembali dan meninggalkan Alvian dan Lena sebagai perwakilan dari mereka, Siska merasakan sesuatu yang tak dapat dia ungkapkan hatinya merasakan sesuatu yang buruk sedang terjadi


Sesampainya di kediamannya Siska sempat bertanya kepada penjaga gerbang apakah Nadin sudah kembali, saat masuk ke kediamannya Bastian memilih untuk langsung ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya, sedangkan Siska melangkahkan kakinya ke arah kamar Nadin untuk memeriksa keadaannya


Tok.. Tok.. Tok..


" Sayang kamu ada di dalam kan ? " tak ada suara apapun dari dalam kamar Nadin


" Kenapa dia diam aja ? ga mungkin kan Nadin udah tidur. Sebaiknya aku periksa keadaan dia dulu "


Tok.. Tok.. Tok..


" Sayang mama masuk ya " Siska membuka pintu kamar Nadin yang tak pernah di kunci


Siska mencoba mencari di mana keberadaan Nadin ? Siska kembali melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi dan beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil nama Nadin tetap saja tak ada sahutan dari Nadin. Hanya terdengar suara gemericik air yang terus mengalir


" Sayang kamu di dalam ya ? " tetap tak terdengar balasan dari Nadin membuat hati Siska semakin cemas


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗

__ADS_1


Kalo bisa berikan vote 🤭


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2