
FLASH BACK
Nadin merasakan kesadarannya mulai menghilang sang pria tersebut memapah Nadin masuk ke dalam salah satu apartemen yang cukup mewah di kota tersebut, senyuman jahat selalu terhias di bibir pria tersebut. Setelah memasuki apartemennya pria tersebut membaringkan tubuh Nadin di atas kasurnya
" Sabar ya sayang, aku bersih-bersih dulu " meninggalkan Nadin dan memasuki kamar mandi
" Ada yang ga beres, perasaan apa ini ? kenapa seluruh badan aku panas. Aku ga boleh begini aku harus tetap sadar " menggigit bibirnya dengan sangat kuat agar bisa mendapatkan sedikit kesadarannya
Dengan langkah kaki yang gontai Nadin berusaha keluar dari apartemen tersebut, Nadin berusaha melangkahkan kakinya sekuat yang dia bisa
" Tolong.. Siapapun tolong aku " Nadin menggigit kembali bibir bawahnya dengan sisa kekuatan yang dia punya hingga bibirnya memerah, Nadin kembali berhasil mendapatkan sedikit kesadarannya
Nadin terus melangkahkan kakinya hingga tiba di sebuah kamar yang baru saja di buka oleh Reyhan, Reyhan baru saja kembali dari kantornya untuk mengambil sebuah berkas yang tertinggal. Nadin memegang lengan Reyhan
" Pak tolong saya " dengan suara yang berat
" Astaga kenapa perempuan ini ? " Reyhan terkejut bukan main dengan cepat Reyhan melihat ke sekeliling dan tak menemukan siapapun, Reyhan langsung memapah tubuh Nadin masuk ke dalam apartemennya
" Panas banget badannya cewe ini "
" Tolong saya pak, orang itu mau berbuat jahat " semakin berat dan pengaruh obat tersebut semakin tak dapat Nadin kuasai
" Kamu tunggu sebentar saya akan hubungi dokter " merebahkan tubuh Nadin di sofa
Reyhan mencoba meraba sakunya ternyata ponselnya tertinggal di dalam mobil, karena dia berencana untuk mengambil sebuah berkas dan kembali ke kantornya
" Astaga handphone aku ketinggalan di mobil " menepuk jidatnya
" Kamu tunggu ya, saya ke mobil sebentar ambil handphone saya. Kamu jangan ke mana-mana " Reyhan baru saja memutar tubuhnya tangannya sudah di pegang oleh Nadin
Reyhan kembali menatap wajah Nadin, dan kali ini obat tersebut benar-benar sudah menguasai Nadin. Nadin menarik tangan Reyhan sekuat yang dia bisa
" Tolong saya pak, rasanya ga nyaman " tiba-tiba saja Nadin langsung mencium bibir Reyhan, Reyhan yang terkejut langsung mendorong tubuh Nadin sekuat tenaga
" Ya saya akan tolong kamu, saya akan panggilkan dokter " Reyhan kembali memutar tubuhnya, belum sempat Reyhan melangkahkan kakinya Nadin sudah memeluk tubuh Reyhan dari belakang
__ADS_1
" Jangan tinggalin saya sendirian pak "
Degh... Serasa jantung Reyhan akan berhenti mendengar ucapan dari Nadin, kata-kata tersebut adalah kata-kata yang paling di takuti oleh Reyhan. Merasa di tinggalkan sendirian
Reyhan memutar tubuhnya mencoba menenangkan Nadin, tetapi apa daya Nadin terus melancarkan serangan secara bertubi-tubi. Bagaimana pun juga Reyhan adalah seorang pria normal, semakin lama membuat hati Reyhan goyah dan mengikuti keinginan Nadin
Setelah Reyhan melakukan hal tersebut dan Nadin tertidur pulas di atas sofa, dengan lembut Reyhan membawa Nadin ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Setelah itu Reyhan pergi ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri, Reyhan sudah mengetahui bahwa saat Nadin masih belum pernah melakukan hal tersebut. Reyhan menatap Nadin dengan seribu perasaan bersalah di dalam hatinya
" Maaf saya ikut terbawa arus, saya akan ajak kamu bicara saat nanti kamu sadar. Saya akan berikan apapun yang kamu inginkan tapi maaf mungkin saya ga akan sanggup untuk menikahi kamu " Reyhan keluar dari dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas sofa
Ketika Reyhan terjaga dari tidurnya Reyhan mencoba memeriksa Nadin dan ternyata Nadin sudah tidak berada di dalam kamar. Karena perasaan bersalah yang terus menghantuinya Reyhan mencoba mencari tau tentang Nadin
FLASH BACK
Reyhan tak berani menatap wajah para pria keluarga Pratama yang berada di hadapannya, detak jantungnya berdetak lebih cepat dari pada biasanya. Bagaimana pun juga Reyhan mengetahui bahwa keluarga Pratama bukanlah keluarga yang bisa di permainkan
" Terus sekarang kamu mau apa ? " penuh penekanan
" Saya akan bertanggung jawab om " dengan suara yang pelan tetapi tetap dapat terdengar
" Bersyukurlah karena kamu terlahir sebagai anak Rangga dan Mita. Jika kamu terlahir bukan sebagai anak mereka, maka saya bersumpah akan menghancurkan kamu menjadi berkeping-keping saat ini juga "
Bagaikan tersambar petir di siang hari, detak jantung Reyhan berdetak semakin tak menentu mendengar ucapan dari Bastian yang penuh dengan kebencian. Reyhan sempat melirik wajah Bastian, untuk pertama kalinya Reyhan melihat wajah seorang Bastian yang penuh dengan kemarahan
" Saya minta maaf om "
" Udah Bas, kita harus pikirkan jalan yang terbaik " Adit menepuk bahu Bastian
" *Gw tau sebagai orang tua pasti lo sekarang lagi merasa kecewa dan marah Bas, tapi jangan sampe amarah lo akan membuat masalah semakin besar* "
" Saya ga bisa janjikan apapun sama kamu, tapi saya akan tegaskan dari sekarang. Bila anak saya akan menuntut sebuah pembalasan dari kamu, maka status kamu sebagai anak mereka ga akan bisa menyelamatkan kamu " Reyhan hanya bisa terdiam mendengar ancaman dari seorang Bastian Pratama
" Apapun yang mau om Bastian lakuin aku akan terima om "
" Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang juga "
__ADS_1
" Apa boleh saya jenguk dia sebentar om ? "
" Saya ga mau anak saya melakukan sesuatu yang berbahaya untuk dirinya lagi, saat nanti ketemu kamu "
" Bas masalahnya ga akan selesai kalo lo begini " Adit berusaha menjadi penengah bagaimana pun di satu sisi adalah keluarnya, dan sisi yang lain adalah anak dari sahabatnya
" Tapi Dit.. " mengeraskan rahangnya
" Kita coba liat aja dulu, kalo dia belum sadar biarin Reyhan jenguk Nadin sebentar "
Mereka mulai menuju ke ruang rawat inap Nadin, Bastian dan Adit untuk memastikan apakah Nadin sudah siuman atau belum. Ternyata Nadin masih dalam keadaan tak sadarkan diri, Reyhan pun ikut masuk ke dalam ruangan tersebut dan menatap Nadin dengan sejuta rasa penyesalan. Sedangkan semua yang berada di dalam ruangan tersebut menatap Reyhan dengan tatapan yang aneh
" Maaf karena saya ikut andil membuat keadaan kamu jadi seperti ini, jadilah perempuan yang kuat. Saya janji saya akan menebus kesalahan yang saya telah perbuat sama kamu "
" Sebaiknya kamu jangan lama-lama di sini, saya takut Nadin belum siap ketemu kamu lagi " Reyhan langsung memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut, tetapi langkah kakinya sempat terhenti sebelum membuka pintu ruangan tersebut
" Ingat apapun yang keputusan anak saya itu akan menjadi keputusan saya " penuh penekanan, Reyhan pun langsung keluar dari ruangan itu
" Apa maksud kamu tadi sayang ? " Bastian hanya bisa terdiam dan memejamkan matanya, sedangkan Siska paham apa maksud Bastian dan air matanya pun kembali mengalir
" Rey " Reyhan membalikkan tubuhnya
" Sakit ya ? " Zahra memegang pipi Reyhan yang telah lebam, Reyhan menggelengkan kepalanya
" Aku ga tau apa yang udah terjadi di antara kalian semua, tapi aku yakin kamu orang baik " tersenyum dengan tulus
" Makasih ya " Reyhan langsung meninggalkan rumah sakit tersebut
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
__ADS_1