Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Aditya Pratama


__ADS_3

Di tempat lain di suatu gedung pencakar langit, duduk lah seorang pria muda yang sangat tampan dan juga kaya raya, dia adalah Aditya Pratama atau teman-temannya biasa menyapa dia Adit


Adit adalah sosok yang keras kepala dan pencemburu berat, dia sosok orang yang tidak pernah mau berbagi dengan apa yang sudah menjadi miliknya


Adit adalah CEO muda dari Surya Abadi, dia memegang hampir seluruh bidang bisnis di kota ini bisa di katakan sekarang dia adalah orang nomor satu di kota itu bila menyangkut masalah bisnis


Adit mulai menjalankan perusahaannya setelah di wariskan oleh papanya yang sudah meninggal dunia saat dia terbilang masih sangat muda


Setelah papanya meninggal dunia dia memegang kendali penuh, walaupun saat itu dia masih terbilang sangat muda tetapi tidak bisa diragukan lagi di bawah tangan dinginnya lah perusahaannya kini bisa berkembang dengan pesat seperti sekarang


Setelah Adit mulai menjalankan perusahaannya, hampir sebagian hidupnya dia habiskan dengan sibuk bekerja bahkan dia tidak punya waktu untuk mencari pasangan


Sebagian orang mengatakan Adit tidak ingin dekat dengan seorang wanita, karena Adit pernah di tinggalkan oleh kekasihnya sesaat setelah ayahnya meninggal dan perusahaannya sedang goyah


Kekasih Adit dulu sangat mencintainya dan semua sahabat Adit juga mengetahui itu, tetapi wanita itu tetap meninggalkan Adit saat dia sedang terjatuh, itu yang menyebabkan Adit tidak mudah percaya dengan wanita


Tetapi yang sebenarnya Adit tidak pernah merasakan trauma dari kejadian itu, Adit hanya enggan untuk terlalu dekat dengan wanita karena dia merasa belum ada yang pas bersarang di dalam hatinya


Bahkan dengan kekasihnya terdahulu sebenarnya Adit tidak merasakan ada perasaan cinta di dalam hatinya, Adit hanya merasa perjuangan wanita itu sudah terlalu banyak maka dari itu Adit menjadikan wanita itu kekasihnya, karena Adit sangat menghargai seorang wanita


Walaupun Adit sesekali keluar malam dan minum-minuman yang mengandung alkohol hanya untuk menghilangkan rasa penat di otaknya, tetapi dia tidak seperti teman-temannya yang berlanjut ke hubungan yang lebih intens kepada para gadis yang menemani mereka


Bagi Adit pekerjaan adalah nomor satu saat ini dan wanita berada di urutan terakhir, tetapi entah saat nanti dia sudah menemukan wanita yang bisa membuat hatinya merasakan yang namanya cinta


Hari itu di ruangannya Adit terus melamun dan terkadang tersenyum sendiri, teringat sosok gadis polos yang cantik alami tanpa make-up sedikit pun yang dia lihat di salah satu rumah makan seafood ternama tadi


Entah mengapa Adit selalu membayangkan wajah gadis itu saat sedang tersenyum dengan sangat manis, dan perasaan itu belum pernah Adit rasakan selama ini


tok..tok..tok...

__ADS_1


Seseorang mengetuk pintu ruangan Adit, tetapi tak ada jawaban sama sekali maka orang itu langsung masuk ke dalam ruangan Adit, ternyata orang itu adalah Erik, Erik melangkahkan kakinya ke arah meja kerja Adit


" Maaf pak saya memerlukan tanda tangan anda "


Erik adalah sekretaris pribadi Adit atau bisa juga di katakan tangan kanan Adit, yang sudah Adit anggap sebagai kakaknya sendiri, karena saat dahulu kala dia belum mengerti apapun tentang cara menjalankan perusahaan, Erik adalah orang paling setia mendampinginya


" Kenapa ga ketuk pintu dulu si lo bikin gw kaget aja " Adit sudah membesarkan kedua bola matanya dan menaikan volume suaranya


" Tadi saya sudah mengetuk pintu pak, tapi tak ada jawaban dari bapak, saya pikir bapak tertidur di ruang istirahat makanya saya masuk karena saya memerlukan tanda tangan bapak untuk meeting nanti sore "


" Hmm.. " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Adit


Erik menyodorkan sebuah berkas yang harus di tanda tangani oleh Adit dan Adit pun langsung membubuhkan tanda tangannya di berkas itu


Bodohnya Adit bukannya memberikan berkas itu kepada Erik, entah mengapa tiba-tiba Adit malah tersenyum sendiri, mengingat kembali senyuman manis gadis itu lagi yang ternyata adalah Cindy


" Maaf pak apakah ada masalah ? "


" Cantik.. "


" Kayaknya Adit lagi mikirin perempuan sekarang "


" Maaf pak, maksud bapak apa yang cantik pak ? "


Adit yang tersadar pun jadi kelabakan seperti seorang anak kecil yang tertangkap basah oleh orang tuanya sedang mencuri sebuah permen, dengan cepat dia langsung menjawab dan untuk kesekian kalinya Adit mengulangi lagi kebodohannya


" Apa lagi ya tanda tangan gw lah cantik, masa lo kerja sama gw sudah lama ga tau apa, kalo tanda tangan gw ini cantik "


" Aduh apa-apa ni mulut sembarangan aja ngomong, pasti dia curiga dech "

__ADS_1


" Oh maafkan saya pak yang kurang pandai sepertinya, saya telat untuk menyadari kalo tanda tangan bapak seperti seorang wanita, CANTIK.. "


Erik pun menggunakan penekan pada kata cantik sambil tersenyum kepada Adit sedangkan Adit hanya bisa terdiam


" Kalo begitu saya permisi dulu pak "


Erik menundukkan sedikit kepalanya tanda memberikan hormat dan keluar dari ruangan Adit, Adit yang mendengar ejekan dari Erik hanya bisa pasrah bagaimana pun juga Adit tidak akan bisa menutupi apapun dari Erik


" Semoga aja dia sudah siap untuk membuka hatinya kepada seorang wanita, sudah saatnya di belajar tentang yang namanya perasaan "


Bagaimana pun juga Erik lebih menganggap Adit sebagai adiknya sendiri dari pada seorang bos di dalam hatinya, walaupun dalam keseharian dia selalu menunjukkan rasa hormatnya


Setelah Erik pergi dari ruangannya, Adit mulai memarahi dirinya sendiri, karena kata yang keluar tanpa dia sadari dari mulutnya tadi


" Bodoh.. Bodoh... Bodoh.. Apa-apaan si ni mulut ngomong begitu di depan Erik bikin malu aja aduh, mau taro di mana muka gw ini kalau dia sampai ledekin gw terus kayak tadi "


Adit pun terdiam lalu dia membayangkan kembali wajah Cindy yang sedang tersenyum dengan sangat manis, dia pun kembali tersenyum


" Tapi gadis tadi walaupun tanpa make-up sedikit pun beneran cantik, gw juga bingung selama ini gw belum pernah ngerasain perasaan aneh gini "


" Apa gw suruh aja Erik cari tau tentang gadis itu dari pada gw penasaran, akh.. ga bisa alamat nanti Erik bakal ledekin gw terus kayak tadi "


Adit memang sudah di akui oleh siapapun bila berurusan dengan masalah pekerjaan, tetapi Adit benar-benar akan menjadi manusia paling bodoh bila menyangkut masalah hati dan perasaan


Adit bahkan belum sadar bila dia sudah mulai tertarik dengan gadis itu, gadis yang belum dia kenal sama sekali itu, yang Adit tau saat ini dia hanya selalu terbayang senyuman manis gadis itu dan dia sangat ingin bisa melihat lagi gadis itu


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


terima kasih 😊

__ADS_1


maaf masih banyak typo masih belajar..


__ADS_2