
Sinar mentari pagi membangunkan Alvian dari mimpi indahnya karena sinar mentari menyelusup melalui celah gorden kamarnya menyinari wajah tampannya, Alvian membuka kedua bola matanya dan ternyata tangannya masih setia memeluk gadis yang telah menguasai hatinya yang kini telah sah menjadi istrinya
Alvian menatap wajah Lena dengan cukup lama membiarkan Lena tetap terbuai dalam mimpinya indah di dalam pelukan hangatnya, Alvian menghentikan pandangannya dan mencium kening Lena dengan sangat lembut membuat Lena terjaga dari tidurnya
" Selamat pagi wanita tercantik di dunia " tersenyum dengan sangat manis, ucapan gombal Alvian membuat Lena mengerutkan keningnya
" Kenapa sayang ? "
" Kamu yang kenapa ? "
" Maksudnya ? " kini berbalik Alvian yang mengerutkan keningnya
" Kamu kenapa jadi aneh sih sayang ? "
" Apanya ? "
" Kata-kata kamu barusan " Alvian hanya terdiam dan tetap mengerutkan keningnya menanti penjelasan dari Lena
" Ini pertama kalinya kami bilang aku cantik, selama ini kamu ga pernah bilang aku cantik " kata-kata dari Lena membuat Alvian spontan menjadi tertawa
" Masa sih sayang ? " Lena menganggukkan kepalanya
" Maaf ya kalo aku selama ini udah jadi sosok yang seperti itu, tapi kamu harus tau di dalam hati aku kamu adalah wanita tercantik sekarang dan selamanya "
" Mana mungkin ada orang cantik selamanya " Lena tersenyum
" Aku janji di hati aku selamanya kamu adalah wanita tercantik, bahkan hingga nanti ini sudah berubah menjadi berwarna putih " Alvian memainkan rambut Lena dan kembali memeluk tubuh Lena
Lena tersipu malu mendengar semua gombalan maut dari Alvian, sosok yang selama ini tidak pernah melakukan hal tersebut. Lena hanya bisa membenamkan wajahnya ke dada Alvian, sedangkan Alvian mencium ujung kepala Lena dengan sangat lembut
" Maaf ya sayang kalo selama ini aku kurang perhatian ke kamu, mulai sekarang kamu udah jadi bagian dari hidup aku. Jadi aku akan selalu memanjakan dan menjaga kamu selamanya "
Ting... Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Alvian ternyata itu adalah pesan yang di kirimkan oleh David
" Ya gw tau, gw juga udah suruh orang cari tau lebih dalam tentang kakak lo "
" Siapa sayang ? "
" David istri aku tercantik "
" Ikh... Kok aku jadi geli ya lama-lama denger kamu berubah gini "
" Ga apa, aku yang salah selama ini aku kurang manjain kamu ya. Mulai detik ini aku akan kasih semua kebahagiaan ke kamu, bahkan hanya sebuah pikiran untuk pergi dari aku aja ga ada "
__ADS_1
" Aku ga akan pernah lagi pergi dari sisi kamu apapun yang terjadi, karena hati aku udah kamu rampok " menatap wajah Alvian
Alvian mencium kening Lena dengan sangat lembut
" Kita harus janji ya, masalah apapun yang akan terjadi nanti ke depannya kita akan selalu bertahan " Lena menganggukkan kepalanya
" Ya udah aku mandi dulu ya, hari ini kamu ada jadwal terapi ke rumah sakit sayang " Alvian kembali mencium kening Lena baru melepaskan pelukannya
Pagi itu seperti biasa Siska akan memanggil semua penghuni rumah mewah tersebut untuk berkumpul sarapan, Siska mulai mengetuk kamar Nadin dan tak butuh waktu lama Nadin sudah membuka pintu kamarnya
" Sarapan yuk "
" Iya tante nanti aku turun, aku lagi siap-siap "
" Ini pertama kalinya dia panggil aku tante, mungkin ga lama lagi dia akan bersedia panggil aku mama " Siska tersenyum bahagia
" Oh ya.. Mulai nanti kamu ikut papa kamu ke kantornya ya, kamu bantu papa kamu ya sayang "
Nadin benar-benar terkejut mendengar ucapan dari Siska, Nadin bisa melihat ketulusan hati dari seorang Siska. Tetapi jauh di dalam lubuk hatinya itu adalah tempat yang paling tak ingin dia datangi, semua kisah kelam di dalam kehidupannya bermula dari tempat itu
" Ga usah kayaknya tante biar Vian aja yang kerja di kantor itu, aku tetap di kerja aku yang sekarang aja "
" Jangan gitu dong sayang, gimana juga kamu bagian dari keluarga ini "
" Tapi aku... "
Dengan berat hati Nadin mengikuti keinginan Siska, jauh di dalam lubuk hatinya sudah ada gejolak untuk mengalahkan segala rasa bencinya terhadap keluarga Bastian Pratama
" Nanti kita makan siang bareng ya, di depan kantor papa kamu ada cafe yang enak "
" Iya tante "
" Aku akan berusaha cari tau semuanya siang ini, semoga dia sudah mau cerita "
" Ya udah tante tunggu di bawah ya "
Siska meninggalkan kamar tersebut dan menuju ke kamar sang pengantin baru untuk memanggil mereka sarapan, semua duduk di meja makan seperti biasa dan memulai sarapan bersama tanpa ada lagi rasa benci untuk pertama kalinya
Bastian yang sudah menghabiskan sarapannya mulai beranjak dari duduknya dan bersiap untuk pergi ke kantor, tetapi Nadin tetap terdiam dia sendiri bingung harus melakukan apa ?
" Ayo sayang papa kamu udah siap "
" Iya tante " Nadin langsung bangkit dari duduknya
__ADS_1
Alvian dan Bastian sempat melirik ke arah Nadin mendengar Nadin memanggil Siska dengan sebutan tante untuk pertama kalinya, di dalam hati Alvian dia merasa lega dia dapat merasakan Nadin sudah mulai menerima mamanya sedangkan Bastian tetap menaruh rasa curiga akan perubahan sikap Nadin
" Hari ini kamu berangkat bareng papa kamu aja ya, soalnya mobil untuk kamu yang sama dengan punya Vian lagi di pesan sayang "
" Ga usah tante aku biar sendiri aja "
" Biar sekalian papa kamu kenalin kamu di sana, nanti kalo kamu jalan sendiri kamu bingung "
" Aku harus mulai mendekatkan Nadin dengan papanya "
" Ya udah bareng aja, kamu juga kan belum tentu tau kantor saya di mana ? "
Mendengar ucapan dari Bastian dalam sekejap wajah Nadin berubah tersirat kesedihan dan kebencian yang terlukis dengan jelas, Siska yang seorang wanita merasakan sesuatu yang janggal akan hal tersebut
" Udah ayo berangkat, Nadin jangan lupa ya nanti siang kita makan bareng " tersenyum dengan sangat tulus, dalam sekejap segala perasaan Nadin berubah menjadi lebih baik
" Iya tante "
Mereka pun pergi ke kantor secara bersamaan walaupun di sepanjang perjalanan hanya ada kebisuan di antara mereka berdua, selepas kepergian mereka Siska kembali mendudukkan dirinya di kursi ruang makan
" Kamu liat ga tadi ? "
" Ya mah "
" Mama rasa dia udah mulai bisa terima mama, jadi mama hari ini mau cari tau semuanya dari dia "
" Apa mau aku temenin mah ? "
" Biar mama aja, mungkin kalo sama-sama perempuan dia akan cerita "
" Ya udah tapi mama hati-hati ya "
" Mama seorang ibu Vian dan juga seorang wanita mama yakin dia sebenarnya anak baik, mama cuma minta tolong sama kamu satu hal Vian "
Alvian menghentikan makannya dan menatap serius ke arah Siska
" Apapun yang terjadi kamu harus selalu lindungi dia "
" Vian janji mah " Siska hanya membalas dengan senyuman
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
__ADS_1
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗