Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
XP 3. David VS Alvian


__ADS_3

Alvian dan Zahra pun kembali ke bangku mereka masing-masing, saat Zahra kembali duduk ke bangku si tukang tidur langsung duduk dengan tegap dan menghadap ke arah Zahra


" Walaupun lo anak asuh pak Adit, tapi kalo di sini lo ga usah terlalu dekat sama dia. Nanti lo bisa kena masalah sama Mak lampir "


" Maksud kamu Lidya " David menganggukkan kepalanya dan Zahra menjadi tertawa


Melihat untuk pertama kalinya seorang David bisa dekat dengan orang lain, membuat seorang Alvian sedikit kesal dan langsung bangkit dari duduknya, lalu menghampiri mereka berdua dan membisikkan sesuatu kepada David


" Gw ingetin sama lo, jangan dekat-dekat dengan dia "


" Urusannya sama lo apa ? " David menghadapkan wajahnya tepat di depan wajah Alvian


" Semua urusan tentang dia menjadi urusan gw " dengan tegas, David sempat melirik sejenak ke arah Lidya yang sedang menatap mereka dengan penuh kemarahan


" Dari pada lo urusin anak ini, mending lo urusin cewe lo yang lagi cemburu tuh "


" Itu bukan urusan lo, tapi gw ingetin lo sekali lagi jatuhin Ara "


David hanya membalas dengan senyuman mengejek dan kembali melipat tangannya, dan kini wajahnya menghadap ke arah Zahra seolah dia mengabaikan peringatan dari Alvian. Dan Alvian pun kembali ke bangkunya karena bel telah berbunyi


" Akh.. Dia dandan culun gitu aja gw masih di bikin repot, apalagi kalo mereka tau penampilan dan status aslinya dia coba. Bikin susah aja anak ini "


" Kalo lo mau aman sekolah di sini jauhin anak itu, atau mak lampir bakal cari masalah sama lo "


" Oke " Zahra tersenyum dengan sangat manis, dia merasa pria dingin di hadapannya itu sesungguhnya adalah anak baik. Seperti biasa David akan mulai memejamkan kedua bola matanya


" Gw ga salah liat kan ? barusan anak ini kok kelihatan manis banget ya pas senyum. Apa itu alasan anak sombong itu juga deketin anak ini ? bikin susah gw aja nanti ke depannya "


Jam pelajaran pun berlangsung ada David yang asik dengan tidurnya, ada Alvian yang terus saja kesal melihat posisi tidur David yang menghadap ke arah Zahra dan ada sang mak lampir yang semakin terbakar emosi karena melihat Alvian terus memandangi ke arah Zahra


Hari pertama Zahra bersekolah sudah di lalui dengan berbagai konflik drama, hingga bel tanda pulang sekolah berbunyi. David langsung secara spontan membuka kedua bola matanya


" Kamu pulang ke mana ? "


" Aku ke jalan xx " berbohong


" Aku antar aja, dari pada nanti kamu di ganggu mak lampir " Zahra kembali tertawa lepas, sedangkan Lena dan Sofie yang berada di bangku depan saling memandang dengan pemikiran yang sama. Mereka heran dengan sikap David terhadap Zahra, untuk pertama kalinya David perduli dengan keadaan orang lain

__ADS_1


David mulai bangkit dari duduknya dan Zahra masih merapikan buku-buku pelajarannya, tiba-tiba Alvian sudah berdiri tepat di samping David


" Ara lo pulang sama gw " dengan tegas


" Ga usah Vian, aku bareng David aja " tersenyum


" Ok.. Tapi sekarang juga gw akan bilang kalo.. " ucapan Alvian langsung terpotong oleh ucapan Zahra, Zahra sudah mengerti ke mana arah tujuan ucapan dari Alvian


" Ok... " Zahra memasang wajah kesal


" Maaf ya David aku bareng Alvian aja "


" Ok... Gw duluan ya " Zahra hanya membalas dengan anggukan kepalanya dan David pun pergi meninggalkan Zahra dan Alvian


" Sayang kamu ga antar aku hari ini ? " Lidya sudah berada di samping Alvian


" Maaf aku ga bisa mulai sekarang aku harus antar Zahra, kalo kamu mau kita antar Zahra dulu baru aku anter kamu. Gimana ? "


" Ga usah kalo gitu mulai besok aku bawa kendaraan sendiri aja "


" Ok "


" Kamu ga boleh gini mulai besok "


"Maksudnya ? "


" Kalo kamu gini terus lama-lama pacar kamu yang sombongnya selangit itu bisa cari gara-gara sama aku " Zahra mengucapkan kata-kata tersebut dengan ketus


" Ga ada siapapun yang boleh ganggu keluarga kita "


" Ya tapi namanya orang cemburu bisa lakuin apa aja "


" Kalo dia berani macem-macem tinggal aduin aja ke orang tua kita "


" Dasar anak sombong, apa sih yang kamu banggain kalo punya orang tua hebat ? " mencibir


" Ya punya orang tua hebat akan turun ke kita anak yang hebat lah " Alvian pun tertawa dengan sombongnya

__ADS_1


" Kalo bukan kita yang hebat sendiri buat apa ? " Zahra sudah malas melayani ucapan sombong dari saudaranya tersebut


" Yang penting mereka akan takut sama kita "


" Aneh " Zahra memalingkan wajahnya


Sepanjang perjalanan Alvian terus saja mengingatkan Zahra untuk menjauh dari David, hingga Zahra terselip rasa penasaran di dalam lubuk hati Zahra dengan sikap Alvian tersebut


" Sebenernya anak ini nutupin apa ? kenapa dia kayak takut banget kalo aku dekat sama David ? "


Tetapi untuk saat ini dia tak ingin ambil pusing, dan berbalik kini Zahra yang mengomeli Alvian agar menjauh darinya selama di lingkungan sekolah, dia tak ingin ada orang yang curiga bila mereka terlalu dekat


Hingga sampai lah mereka di kediaman Adit


" Mau mampir ga ? "


" Ga usah gw langsung aja, salam buat Tante Liana sama om Adit "


" Ok.. Inget ya pokoknya jangan sampe kamu terlalu dekat atau kayak gini lagi antar aku pulang. Ga usah kamu antar pulang juga orangnya ayah selalu ada yang ikutin aku "


" Ya.. Tapi inget jangan terlalu dekat lagi sama anak itu "


" Udah akh aku turun dulu, bye.. " Zahra mulai turun dari mobil Alvian dan masuk ke dalam kediaman orang tuanya, dan Alvian pun mulai melajukan mobilnya kembali ke kediaman keluarganya


" Bunda di mana mbak ? "


" Ibu lagi ke kantor bapak mbak sebentar, katanya ada perlu " ucap salah seorang pelayan dengan sopan, sedangkan Zahra hanya menganggukkan kepalanya


Zahra mulai melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua ke arah kamarnya berada, dia memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu mulai merebahkan tubuhnya di atas kasurnya


" Kalo di pikir-pikir aneh juga sikap Vian ke David, kenapa aku ngerasa kayaknya dia takut sesuatu akan terbongkar ya kalo sampe aku deket sama David ? "


" Atau mungkin cuma perasaan aku aja kali ya ? tapi kalo di perhatiin sikap David ke Vian juga agak aneh sih di banding sikap anak yang lain. David kayak berani gitu sama Alvian, akh tapi bisa juga semua perasaan aku aja kali ya "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗

__ADS_1


Maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar 😉


__ADS_2