Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Berbagi Beban Hati


__ADS_3

Pagi itu Bastian membawa Nadin untuk menggantikan posisi Alvian untuk sementara waktu, Bastian juga memperkenalkan Nadin kepada jajaran management sebagai anaknya seperti permintaan dari Siska


Tepat di siang hari Nadin menemui Siska di sebuah cafe yang berada tak jauh dari kantor Bastian, Siska mencairkan suasana dengan sejuta obrolan membuat Nadin semakin nyaman berada di dekatnya. Hingga tiba-tiba Siska mulai merubah ekspresi wajahnya menjadi mode serius


" Saya tau saya bukan ibu yang melahirkan kamu, tapi saya mau jadi ibu kamu sepenuhnya. Saya tidak akan pernah membedakan antara kamu dan adik kamu " menggenggam tangan Nadin


" Tolong kasih saya kesempatan untuk menjadi ibu kamu sepenuhnya "


Nadin menunjukkan wajah penuh penyesalan tentang apa yang telah dia lakukan selama ini, sedangkan dia sudah mengetahui bila Siska memang wanita yang sangat baik. Nadin selalu mengetahui bila malam hari Siska masuk ke dalam kamarnya dan mencium dirinya dengan sangat lembut


" Makasih tante " menundukkan kepalanya


" Apa boleh kamu belajar panggil saya mama ? " secara spontan Nadin langsung menatap wajah Siska, Nadin tak ingin menyakiti perasaan Siska tetapi hati kecilnya belum sanggup untuk melakukan hal tersebut


" Ga usah di paksain sayang, kita bisa mulai pelan-pelan. Tapi boleh ya kalo saya duluan yang membahasakan diri saya mama ke kamu " Nadin tersenyum dengan tulus


" Sepertinya dia udah bisa terima keberadaan aku, semoga dia udah bisa mulai terbuka sama aku "


" Apa ada sesuatu yang kamu butuhkan atau mau kamu minta dari mama sayang ? " Nadin membalas dengan gelengan kepala


" Apa mama boleh minta sesuatu dari kamu ? " Nadin menatap serius ke arah Siska


" Kemarin mama denger kamu nangis sayang di kamar mandi, dan mama denger kamu teriak kamu benci semua lelaki. Apa kamu mau berbagi cerita ke mama ? " dengan sangat lembut dan hati-hati


Nadin langsung mengeraskan rahangnya dan tampak dengan jelas air mata yang sudah akan terjatuh, Siska semakin mengeratkan pegangan tangannya ingin mengingatkan Nadin bahwa dirinya sedang tak sendiri ada seorang ibu yang bersedia memberikan anaknya kekuatan


" Pasti sesuatu yang sangat menyakitkan ya sayang ? tapi mama akan jadi pendengar dan pelindung bagi kamu mulai sekarang " dengan lembut dan akhirnya air mata Nadin mengalir


Siska berpindah posisi duduk menjadi tepat di samping Nadin Siska memeluk tubuh Nadin dengan Siska mencoba untuk menenangkan hati Nadin


" Ada mama sayang di sini kamu ga usah takut, mama akan selalu terima kamu apa adanya " bisik Siska di telinga Nadin


" Orang itu udah merebut kesucian aku " terdengar terbata-bata tertahan oleh tangisannya yang mulai hebat


Bak tersambar petir di siang hari Siska mendengar hal tersebut keluar dari bibir mungil Nadin, mungkin memang Nadin bukan darah dagingnya tetapi Siska adalah seorang wanita yang berhati lembut dan dia juga seorang wanita. Siska akhirnya mengerti rasa sakit hati Nadin

__ADS_1


" Maafin mama sayang, mama janji mama akan selalu jadi pelindung kamu untuk selamanya. Ga akan ada orang di dunia ini yang bisa sakitin kamu lagi sayang " Semakin mengeratkan pelukannya


Setelah Nadin berhasil menguasai emosinya Siska mulai melepaskan pelukannya, Siska menatap wajah Nadin dengan sendu


" Kamu tenang ya mulai sekarang ada mama yang akan selalu jaga kamu " memeluk kembali tubuh Nadin


" Apa kamu tau siapa orangnya ? kita akan buat dia menyesal berani melakukan hal tersebut ke kamu sayang " Nadin hanya membalas dengan gelengan kepalanya


" Apa kamu mau cerita ke mama kejadiannya ? " Nadin sempat terdiam ada perasaan ragu untuk mengatakan semuanya


" Sayang kamu harus bagi beban hati kamu itu ke mama jangan di pendam sendiri "


FLASH BACK


" Mah... Mama tenang aja aku akan usahakan cari uangnya untuk biaya operasi mama "


" Mama ga apa kok sayang jangan nangis lagi ya " menghapus air mata yang terjatuh dari kelopak mata Nadin


" Mama tau sayang umur mama ga akan lama lagi, jadi ini saatnya mama cerita tentang dia. Kalo nanti mama pergi kamu cari dia untuk jaga kamu "


" Mama ga boleh gitu mah, aku cuma mau mama aja " menangis dengan hebat


Wanita tersebut menceritakan segala hal yang pernah terjadi antara dirinya dan seorang Bastian Pratama, selama ini dia menutup rapat tentang Bastian tetapi saat ini dia tak tenang bila harus pergi untuk selamanya dan tak ada orang yang akan menjaga buah hatinya


" Dia orang kaya kata mama, aku bisa minta bantuan dia untuk biaya pengobatan mama. Sekarang kami udah ga punya apapun lagi, semoga dia mau bantu kami "


Nadin si gadis cantik nan polos pergi ke ibukota untuk menemui seorang Bastian Pratama, Nadin datang ke kantor Bastian dan bodohnya dia pikir dengan mengatakan bila dia adalah anak kandungnya akan dengan mudah bertemu dengan seorang Bastian Pratama


Saat itu Bastian sempat melintas dan hanya melirik ke arah Nadin, tetapi mereka adalah dua orang yang tidak saling kenal membuat Bastian tidak menghiraukan keberadaan Nadin pada saat itu. Dan pihak resepsionis yang melihat tingkah Bastian menjadi tak berani untuk memberitahukan tentang Nadin kepada Bastian


Nadin yang merasa di tolak menjadi sedikit histeris dan berteriak-teriak, karena Nadin membuat sedikit kegaduhan Nadin pun di usir oleh bagian keamanan


Bagian keamanan kantor Bastian mendorong tubuh Nadin sedikit kuat dari dalam gedung tersebut dan membuat Nadin tersungkur bertepatan dengan sebuah mobil yang hampir saja menabrak dirinya


" Kamu ga apa mbak ? "

__ADS_1


" Ya pak saya ga apa " Nadin mencoba berdiri di bantu dengan pria tersebut


" Mau saya bawa ke rumah sakit dulu, biar kita periksa siapa tau ada yang luka "


" Ga aku harus secepatnya balik, mama pasti khawatir sama aku "


" Ga usah pak terima kasih, saya mau pulang aja " lirih


" Ya udah sebagai permintaan maaf biar saya antar, mbak mau ke mana ? "


" Saya mau ke terminal pak "


" Ya udah ayo mbak saya antar "


" Makasih ya pak sebelumnya " terlihat senyuman jahat di bibir pria tersebut


Nadin gadis polos itu dengan bodohnya mengikuti masuk ke dalam mobil tersebut, dan lebih bodoh lagi Nadin meminum minuman yang di berikan oleh pria tersebut. Tak butuh waktu lama Nadin sudah merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya


Pria tersebut membawa Nadin ke sebuah apartemen yang sangat mewah, seluruh tubuh Nadin lemas seperti tak ada tenaga sama sekali dan ada perasaan yang dia sendiri pun tak pernah mengalaminya. Nadin akhirnya menyadari bahwa pria tersebut memiliki niat jahat pada dirinya


Dengan perasaan yang bercampur aduk nadin terus berusaha menggigit bibir bawahnya untuk bisa memiliki sedikit kesadaran, setelah pria tersebut membawa Nadin ke dalam kamarnya pria tersebut berpikir bahwa Nadin sudah dalam keadaan yang tak sadarkan diri. Dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Dengan sisa kekuatan yang ada Nadin menggigit kembali bibirnya dengan cukup kuat dan lari dari apartemen tersebut, tak selang berapa lama ada sebuah pintu yang baru saja terbuka karena penghuninya baru saja masuk ke dalam. Nadin menabrakkan diri ke pria tersebut


" Tolong pak tolong saya " pria tersebut merasa iba melihat Nadin dan membawanya ke dalam apartemennya


Tetapi naas pun tetap terjadi Nadin yang sudah di bawah pengaruh obat p*rangsang akhirnya terus menggoda pria tersebut hingga pria tersebut melakukan hal itu dengan Nadin


FLASH BACK


Siska kembali memeluk tubuh Nadin dengan sangat erat bahkan kini air matanya pun ikut mengalir mendengar kisah pilu tentang gadis tersebut


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗

__ADS_1


Kalo bisa berikan vote 🤭


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2