Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
ziarah ke makam Cindy


__ADS_3

hari demi hari pun berlalu sudah satu bulan dari kepergian Cindy, dan weekend ini anggota empat sekawan selain Adit sudah membuat janji untuk bertemu dengan Zahra anak yang tidak memiliki dosa apapun tapi harus di urus oleh orang lain yang bukan orang tua kandungnya


mereka pergi menggunakan 2 mobil, di mobil yang satu ada Bagas dan Wulan dan yang satu ada Rangga, Bastian dan Mita, Siska tidak bisa ikut karena masih mengalami morning sickness pagi ini


mereka berangkat dari kota pagi hari dan sampai disana pada siang hari, di dalam mobil itu Bastian selalu uring-uringan karena hanya dia yang merasa menjadi obat nyamuk, setelah sampai di sana mereka langsung ke rumah Liana


" gw kemarin liburan ke daerah sini tau sama Siska " ucap Bastian dengan polosnya


Rangga dan Mita hanya tertawa mendengar ucapan Bastian, sedangkan yang lain menatap heran pasangan suami istri itu


" kenapa ketawa kalian ? " tanya Bagas


" ya orang yang dia lihat itu memang Cindy " jawab Mita meledek


" sial.. " teriak Bastian


" udah ayo masuk, apa lo ga penasaran lihat ponakan lo " ucap Rangga


" permisi " ucap Mita dari luar pagar


" ya " jawab seorang wanita keluar dari dalam rumah dia


" eh.. sudah pada sampai, ayo masuk dulu " ucap Liana membuka pintu pagar dan mengarahkan mereka menuju ruang tamu


" s*alan beneran ni cewek bohongi gw " ucap Bastian dalam hatinya sudah memasang wajah kesalnya


Ana langsung duduk di ruang tamu, karena sekarang dia menggunakan bantuan seorang ART semenjak ada Zahra di rumah itu, mereka pun saling berkenalan dan memperkenalkan diri tak berapa lama pun sang ART mengantarkan minuman untuk para tamu


" maaf ya saya kemarin terpaksa bohong " ucap Liana saat bersalaman dengan Bastian, karena Liana menyadari ekspresi wajah Bastian yang kesal menatap nya sedari tadi


" kenapa kamu bohong ? " tanya Bastian masih memasang wajah kesalnya


" itu permintaan Cindy " jawab Ana sambil tersenyum dan Bastian pun tidak bisa melakukan apapun lagi


" mbak Zahra nya di mana ? " tanya Mita


" oh.. ada di kamar, sebentar ya " jawab Ana dia mulai masuk ke dalam kamar dan keluar lagi menggendong gadis kecil itu


tiba-tiba saja gadis kecil itu menangis saat di gendong oleh Mita, Mita yang takut karena gadis kecil itu menangis memberikan kembali kepada Liana lalu gadis kecil itu terdiam, semua yang ada di ruangan itu menjadi tertawa

__ADS_1


Wulan pun mencoba hal sama dan terjadi lagi gadis kecil itu menangis lagi seolah-olah dia tau mana yang berhak untuk menimang nya, hingga Bastian ingin mencoba menggendong anak dari keturunan Pratama itu, dan gadis kecil itu diam tidak menangis


" wah memang ya kalau keluarga Pratama ini susah, kecil aja udah bisa milih " ledek Bagas dan semua yang ada di situ hanya tersenyum


cukup lama Bastian menggendong gadis kecil itu hingga akhirnya dia kembalikan lagi ke Liana sebelum dia kembalikan Bastian mencium pipi gadis kecil itu


" kamu baik-baik ya sayang di sini, saat kamu siap nanti saya akan jadi orang yang berdiri di belakang kamu untuk menjadi anggota keluarga Pratama " ucap Bastian dalam hatinya saat mencium pipi gadis kecil itu


Ana meminta bantuan dari ART nya untuk membawa gadis kecil itu ke kamar karena gadis itu sudah terlelap tidur


" apa kalian mau ziarah ke makam Cindy ? " tanya Liana dan semua pun mengangguk


" sebentar ya saya bersih-bersih dan ganti pakaian dulu " ucap Liana dan mereka pun mengangguk


" yang tadi lo bilang serius bro ? " tanya Bastian ke Rangga


" yang mana ? " tanya Rangga


" Cindy minta perempuan ini jadi istri Adit ? " tanya Bastian


" ya Mita baca diary Cindy di halaman terakhir nya " jawab Rangga


" cantik si, tapi... " ucap Bagas tergantung


" ya gw tau, masalahnya ada di Adit kan " sambung Rangga


" ya " jawab Bagas


" lo si berdua udah jarang nemenin Adit " ucap Bagas


" yah itu kamu aja yang parah udah punya istri masih kelayapan " celetuk dari Mita Wulan pun hanya tersenyum mendengar sindiran untuk suaminya


" gw cuma kasian sama Adit, sekarang dia semakin parah bro " jawab Bagas


" kenapa ? " tanya Rangga karena dia adalah orang yang paling jarang ikut bergabung


" gw ga tau apa yang sebenarnya dia rasa, tapi dia bener-bener ga bisa ke sentuh perempuan bro " ucap Bagas


" maksud lo apa ? ngomong yang jelas " ucap Rangga tegas bagaimana pun juga dia masih perduli dengan keadaan sahabatnya

__ADS_1


" terakhir gw temani dia masa dia tampar cewek yang sudah mabuk dan peluk dia " jawab Bagas


" gila lo serius ? " tanya Rangga


" masa iya gw bohong gw ada di situ " jawab Bagas


" masa Bas sekarang si Adit sampai kasar ke perempuan ? " tanya Rangga ke Bastian


" kalau pas kejadian itu gw ga ada, kan gw juga jarang sekarang ke sana semenjak Siska hamil, tapi memang dari yang gw lihat si Adit makin dingin kita aja bisa seharian duduk tanpa bicara apa-apa " jawab Bagas


" berarti fix jangan kita sampaikan dulu ni kejadian sebenarnya tentang Cindy, entah jadi apa dia kalau sampai tau sekarang semuanya " ucap Rangga dan semua pun setuju


tak selang berapa lama pun Liana sudah rapi mereka bersiap-siap untuk ziarah ke makam Cindy, Liana duduk di mobil Rangga dengan Mita di bangku belakang


tak selang berapa lama mereka sampai di pemakaman itu, karena jarak pemakaman itu dan rumah Liana tidak terlalu jauh, dan langsung menuju ke arah makam Cindy, semua yang ada di situ menjadi sedih mengingat semua kejadian yang menimpa Cindy


" hai.. Cindy.. aku jenguk kamu " ucap Mita dalam hatinya


" Cindy yang tenang ya di sana, kita semua akan jaga Zahra dengan baik, oh.. ya Siska titip permintaan maaf untuk kamu " ucap Bastian dalam hatinya


semua yang hadir di situ larut dalam kesedihannya masing-masing, bahkan Wulan yang tak mengenal Cindy pun menjadi sedih membayangkan nasib Zahra yang hampir sama dengannya, ibu mereka meninggal saat melahirkan mereka


setelah mereka selesai melepaskan rindu dan kesedihan mereka, mereka pun mulai meninggalkan pemakaman itu dengan formasi yang sama di dalam mobil


" mbak saya titip Zahra ya " ucap Bastian saat sudah di mobil


" saya pasti akan rawat Zahra dengan baik seperti anak kandung saya sendiri " jawab Liana


" terima kasih ya mbak, bagaimana pun juga dia adalah anggota keluarga Pratama, kalau butuh apapun hubungin saya " ucap Bastian


" ya saya mengerti " jawab Liana


" mang nya lo pikir cuma lo doang apa yang mau bertanggung jawab sama anak itu, gimana juga si Pratama nya kan ga tau, yang jelas dia itu anak sahabat gw " jawab Mita ketus


semua yang ada di mobil itu hanya diam, bagaimana pun juga mereka mencoba mengerti perasaan Mita ke Adit, seandainya ada pertanyaan kepada Mita siapa orang yang paling tidak ingin kamu temui di dunia ini maka orang itu adalah Adit


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


terima kasih 😊

__ADS_1


maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...


__ADS_2