
" Tolong jangan berikan jawaban yang bisa menyakiti hati ini, aku tau masa lalu kamu ga akan mudah untuk di lupakan. Tapi tolong hargai perasaan aku sedikit aja " menatap Reyhan dengan seksama
Reyhan hanya bisa berdiam diri dan memberikan tatapan tajam ke arah Dimas, sedangkan Dimas melemparkan sebuah senyuman yang mengandung banyak arti. Kedua pria itu larut dalam pikiran mereka masing-masing
" Kalo kamu benar ada perasaan sama Nadin saya akan mundur secara baik, tapi bila kamu mau memiliki dia hanya karena sebuah perasaan bersalah. Maaf saya akan tetap merebut Nadin dari kamu, saya akan membuat hidup dia penuh dengan kebahagiaan "
" Kalo seandainya aku bilang sekarang aku sudah mulai jatuh hati, apa dia akan takut lagi sama aku ? "
" Kalo ga bisa jawab ya sudah lebih baik kamu yang menjauh dari dia, saya juga bisa bertanggung jawab dengan baik "
Reyhan hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya, Reyhan menghadapi pilihan yang sangat sulit. Di satu sisi dia ingin sekali mengungkapkan bahwa dia tak ingin kehilangan Nadin, tapi di sisi lain dia takut Nadin belum siap untuk mendengar jawaban darinya. Reyhan hanya takut bila Nadin akan kembali menjauh dari dirinya
" Mungkin memang selamanya cuma dia perempuan yang ada di dalam hati kamu, aku sedikit kecewa dengan diamnya kamu Rey. Tapi jujur aku salut dengan sikap kamu, bahkan seseorang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini bisa membuat kamu bertahan sampai sejauh ini "
" Sungguh beruntung perempuan yang bisa tinggal di dalam hati kamu, aku ga mau menjadi beban hidup kamu Rey "
" Ga perlu di jawab Rey pertanyaan dari kak Dimas " Reyhan menatap wajah Nadin dengan sendu, sedangkan Nadin tersenyum dengan tulus
" Aku minta maaf sebelumnya aku udah tau semuanya tentang kamu, jadi aku rasa kamu ga perlu lakuin itu semua ke aku kalo kamu belum siap "
" Kamu salah aku bukan belum siap, aku takut kamu jadi takut sama aku "
" Aku balik ke butik dulu ya, maaf aku ga mau ada di tengah masalah kalian berdua " Nadin langsung bangkit dari duduknya, dengan cepat Reyhan langsung memegang tangan Nadin
" Aku akuin memang aku lakuin itu ke kamu dulu tanpa ada perasaan apapun ke kamu, dan pada awalnya aku mau bertanggung jawab ke kamu atas dasar perasaan bersalah "
" Cukup Rey aku udah lupain itu semua, aku mau lanjutin hidup aku dengan baik " tersenyum getir
" Aku belum selesai " dengan serius sambil menatap Nadin dengan intens
" Tapi itu dulu, sekarang aku mau jalanin sisa hidup aku sama kamu "
" Aku ga salah dengar kan ? apa dia udah bisa melanjutkan perjalanan hidupnya ? "
" Rey kamu ga perlu memaksakan diri " Reyhan bangkit dari duduknya
" Aku tau mungkin kamu belum bisa percaya sama aku, tapi aku akan buktikan ke kamu kalo aku serius ke kamu "
" Boleh ga sih aku peluk laki-laki b*doh ini ? "
" Ehem.... Tolong di inget di sini masih ada orang lain " sontak saja membuat Reyhan dan Nadin menjadi tersipu, Dimas pun bangkit dari duduknya
" Gw titip Nadin ya, kalo gw dengar lo sakiti dia gw janji gw akan rebut dia dengan cara apapun " menepuk bahu Reyhan
" Gw ga akan pernah sakiti dia "
__ADS_1
" Aku duluan ya " memandangi Nadin dengan senyuman yang tulus
" Aku yang salah, aku yang terlambat dulu ke kamu. Aku yakin laki-laki ini bisa bikin kamu bahagia " Dimas pergi meninggalkan tempat itu
Kini hanya tersisa Nadin dan Reyhan yang saling diam karena canggung Reyhan tak berani menatap wajah Nadin, Nadin hanya tersenyum melihat tingkah Reyhan yang seperti itu
" Kamu punya hobi sebagai penguntit ya ? "
" Enggak kok "
" Terus tau dari mana aku di sini ? "
" Maaf tadi aku minta bantuan Ara " dengan suara yang kecil dan tetap terdengar
" Oh... Kenapa harus Ara yang tanya ? kenapa ga kamu sendiri yang tanya langsung ke aku ? "
" Itu... Soalnya... Itu... Aku... " terbata-bata
" Ikh... Rasanya mau cubit pipinya si b*doh ini "
Nadin tertawa lepas melihat Reyhan yang menjadi seperti itu, bukan seperti sosok Reyhan yang tadi bisa bicara dengan tegas saat berhadapan dengan Dimas. Reyhan hanya bisa pasrah menjadi bahan tertawaan Nadin
" Apa kamu yakin Rey ? " menghentikan tawanya
" Kamu pasti udah tau semua tentang masa lalu aku kan ? " Nadin menganggukkan kepalanya
" Yakin ? " tersenyum meledek
" Mungkin menurut kamu aku bukan pria baik aku ga setia karena aku bisa berpaling ke kamu sekarang, tapi aku yakin dengan perasaan aku. Aku mau kamu cuma jadi milik aku " dengan yakin
" Kirain cuma bisa berbuat b*doh aja, ternyata bisa gombal juga "
" Apa kamu bisa kasih aku kesempatan untuk membuktikan, kalo aku akan jaga kamu dengan baik ke depannya ? "
" Gimana ya ? " memasang wajah bingung
" Kamu masih belum bisa percaya ya sama aku ? " menundukkan kepalanya
Nadin bangkit dari duduknya dan cup... Sebuah ciuman mendarat di pipi Reyhan, Reyhan yang terkejut langsung memegang pipinya dan tak dapat berkata-kata lagi
" Jawaban dari aku udah jelas kan ? " Reyhan tetap masih terdiam dan tak percaya sambil terus memegang pipinya
" Mau sampe kapan di sini ? aku mau balik ke butik " tersenyum meledek
Reyhan yang tersadar bahwa Nadin sudah mulai berjalan pun langsung bangkit dari duduknya dan mengekor dari belakang. Reyhan pun langsung menuju ke kasir dan melakukan pembayaran
__ADS_1
Sesaat sebelum keluar dari tempat itu Nadin sempat menghentikan langkahnya sejenak dan melihat ke suatu arah
" Sama siapa dia ? "
" Kenapa ? "
" Ga apa kok, ayo " Reyhan mengikuti Nadin keluar dari tempat itu
" Mau aku antar ga ? "
" Mobil aku gimana ? " mengerutkan keningnya
" Kalo mau aku antar, nanti aku minta orang antar mobil kamu ke butik aja "
" Ok.. " memberikan kunci mobilnya
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Reyhan mengantarkan Nadin kembali ke butiknya, masih dengan keadaan yang sama menjadi gugup di hadapan Nadin
" Apa besok aku bisa ajak kamu ke suatu tempat ? "
" Bisa, mau ke mana ? "
" Aku mau kenalin kamu ke dia " memandang sekilas ke arah Nadin
Suasana di dalam mobil itu menjadi berubah menjadi canggung, Nadin yang mendengar hal tersebut menjadi diam seribu bahasa. Sedangkan Reyhan menjadi merasa bersalah terhadap Nadin, hingga mereka tiba tepat di depan butik Nadin
" Apa kamu marah ? " Nadin hanya menggelengkan kepalanya
" Terus kenapa kamu jadi diam waktu aku bilang mau ajak kamu ke sana ? "
" Maaf, aku cuma inget mama " lirih
" Ya Tuhan dia tau semua tentang aku, tapi aku ga tau apapun tentang dia " menggenggam tangan Nadin
" Apa mama kamu sudah ga ada ? " Nadin menganggukkan kepalanya dan kini matanya sudah mulai berkaca-kaca
" Habis itu kita ziarah ke tempat mama kamu ya, gimana juga aku harus izin sama mama kamu " Nadin menoleh ke arah Reyhan
" Makasih ya " lirih
" Aku tau pasti hidup kamu selama ini berat, aku janji akan jaga kamu dan hati kamu untuk selamanya "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
__ADS_1
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗