
Perasaan Adit saat ini benar-benar luluh lantak, bagaimana mungkin ternyata keluarganya sendiri yang telah menghancurkan kebahagiaannya, Adit benar-benar merasa kecewa terhadap keluarganya dan dirinya sendiri. Kebodohannya tak pernah mau mencoba mencari tau kebenarannya
" Kamu ga perlu minta maaf sayang kamu ga salah aku yang salah, aku yang terlalu bodoh ga mempercayai cinta kita "
Adit pun semakin larut dalam kesedihannya hingga tanpa dia sadari akhirnya dia pun tertidur, dengan terus memeluk surat dari Cindy
Adit sedang larut dengan kesedihannya, Bagas dan Bastian pun sesungguhnya iba melihat keadaan Adit, tetapi saat ini gadis kecil itu sedang membutuhkan Adit, dan setidaknya mereka bisa bernapas lega karena beban yang mereka tanggung selama ini sudah mereka bayar
Berbeda dengan Rangga yang merasa kesal dengan Mita, Rangga menatap Mita dengan tatapan murka saat keluar dari ruangan itu, Rangga pun melajukan mobilnya dengan sangat cepat kembali ke kediamannya, sehingga mobil Mita tertinggal jauh di belakang
Rangga langsung mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur menghadap membelakangi arah Mita biasa tidur, tak selang berapa lama pun Mita sampai di kediaman mereka, dia langsung mengganti pakaiannya dan mulai merebahkan tubuhnya di dekat tubuh suaminya lalu memeluknya dari belakang
" Sayang maaf "
Mita tau dengan pasti bahwa Rangga belum tertidur, tapi Rangga tak menjawab dia masih diam menahan rasa kecewa di dalam hatinya
" Sayang.. " Rangga masih juga tak bersuara
Mita berusaha menarik tubuh suaminya agar mau menghadap ke arahnya, sia-sia tenaga Rangga jauh lebih besar untuk menahan tubuhnya tetap berada di posisi semula
Mita mulai membenamkan wajahnya ke punggung suaminya dengan suara yang mulai bergetar menahan tangisnya
" Aku minta maaf sayang aku tau aku salah, karena aku Adit jadi begitu "
Rangga yang mendengar suara istrinya sudah hendak menangis menjadi tidak tega dan membalikkan tubuhnya
" Aku kecewa sama kamu sayang "
" Maaf tapi aku juga terpaksa sayang, Zahra butuh papanya "
" Ini bukan masalah Adit sayang " Mita mulai menatap wajah suaminya
" Kamu tadi terlalu nekat, kamu ga tau seberapa takutnya aku tadi kalo Adit sampai berbuat sesuatu ke kamu "
" Maaf.. " Hanya itu yang bisa terucap dari bibir Mita dan dia mulai membenamkan wajahnya ke dada suaminya
" Kamu harus janji ga boleh ulangi lagi hal kayak tadi " di jawab anggukkan kepala di dada Rangga
Rangga mengangkat wajah Mita agar mereka dapat bertatapan mata
" Dan satu hal lagi, aku ga suka ucapan kamu tadi sayang, aku minta itu terakhir kali keluar dari mulut kamu "
Mereka pun berbaikan dengan sangat mudah, drama Mita dan Rangga hanya berakhir sampai di situ, seorang Rangga tak akan pernah bisa melihat Mita menangis, bukannya Rangga tidak ingin membantu Zahra, tetapi malam itu pun dia hadir kesana untuk memastikan Adit sudah siap atau belum menerima semua kenyataannya
__ADS_1
Pagi pun mulai menyapa, Adit sudah bersiap-siap untuk datang ke kediaman mamanya tak lupa dia juga menghubungi Imel agar datang ke sana, sedangkan Imel yang mendengar suara Adit merasakan ada sesuatu yang janggal
Imel langsung bergegas ke kediaman mamanya, dia ingin sekali sampai di kediaman mamanya sebelum Adit tiba di sana, sesampainya di sana dia langsung menuju ke kamar mamanya
" Mah "
" Hai sayang.. Tumben ni pagi-pagi udah ada di sini " mama Linda sumringah
" Adit yang telpon aku mah, katanya ada yang mau di omongin sama kita berdua "
" Wah Adit mau pulang juga akhirnya " ucap mama Linda bersemangat
" Apa Adit ga telpon ke mama juga ? " mama Linda hanya menggelengkan kepalanya
" Apa Adit udah tau ya mah ? " Imel mulai cemas
" Aduh ya ga mungkin lah sayang, lagi pula itu kan udah lama banget "
" Apa iya, tapi kenapa aku ngerasa ada yang aneh tadi waktu Adit telpon ya "
Mereka berdua pun berbincang ringan di dalam kamar mamanya menunggu kehadiran Adit, mama Linda sangat bahagia akhirnya Adit mau pulang juga ke kediamannya setelah sekian lama, sedangkan Imel menjadi cemas ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya
Tak selang berapa lama pun Adit sudah tiba di kediaman mamanya, dia mulai melangkahkan kakinya menuju ke kamar mamanya dan masuk ke sana, Adit masuk ke dalam dengan wajah merah menahan amarahnya dia langsung melemparkan amplop coklat yang di serahkan oleh Erik ke atas meja, sontak saja membuat Imel semakin yakin dengan kecurigaannya
" Apa ini sayang ? " mama Linda memasang wajah bingung
Imel hanya bisa terdiam merasakan perasaan bersalahnya, sedangkan mama Linda dan Adit menjadi saling berteriak
" Bukti kalo selama ini Cindy ga pernah khianati aku..!! "
" Kamu apa-apaan si Adit teriak sama mama..!! "
" Maksud mama apa ? kenapa mama lakuin itu ke Cindy mah..!! "
" Jadi kamu berani teriak ke mama cuma untuk perempuan murahan itu..!! "
" Kenapa mama tega buat itu ke dia mah..?!! "
" Ya karena memang mama mau yang terbaik untuk kamu, dia ga pantas untuk kamu Dit..!! "
" Terbaik mama bilang, apa mama ga salah ? mama udah buat hancur perasaan Adit mah. Mama udah nyakitin orang yang paling penting bagi Adit mah " lirih
" Adit perempuan murahan seperti itu ga pantas untuk kamu, kamu bisa dapatkan seribu perempuan yang lebih baik dari dia..!! "
__ADS_1
Mendengar semua ucapan dari mamanya Adit menjadi menggila, Adit mulai berteriak-teriak dan menghancurkan semua barang yang nampak oleh matanya, Adit melampiaskan semua kekecewaannya terhadap keluarganya
Sedangkan mama Linda yang melihat Adit seperti itu bukannya tersadar malah semakin emosi
" Adit cukup..!! " teriak mama Linda dan mulai bangkit dari duduknya, sedangkan Adit langsung terduduk dan menangis
Imel yang sedari tadi hanya berdiam diri tak bisa lagi menahan perasaannya, dia dapat merasakan sakit yang di rasakan oleh Adit saat melihat Adit menjadi terpuruk seperti itu
" Cukup mah..!! "
Imel yang sudah mulai berlinangan air mata mulai bangkit dari duduknya, dan mulai melangkahkan kakinya menghampiri Adit lalu memeluk adiknya dengan sangat erat
" Kakak minta maaf ya Dit, kakak sama mama yang salah "
" Akh..!! " Adit berteriak dan menangis dengan hebat di dalam pelukannya Imel
" Kakak udah pernah bilang kan sama kamu Dit, kakak akan selalu dukung apapun pilihan kamu, sekarang kamu cari dia Dit "
" Imel apa-apa si kamu.. !! "
" Udah mah cukup, apa mama ga liat keadaan Adit sekarang ? "
" Imel juga udah bilang kan ke mama, Imel ga akan izinkan mama sakiti Adit lagi " menatap mama Linda dengan tajam
" Percuma kak.. Cindy udah meninggal kak melahirkan anak aku, anak yang bahkan sampe selama ini aku baru tau kalo dia ada kak "
Imel semakin mengeratkan pelukannya, sedangkan mama Linda terduduk lemas mendengar ucapan Adit barusan
" Enggak aku ga tau, aku benar-benar ga tau keadaan gadis itu saat itu "
" Kakak mohon maaf ya Dit kakak salah "
Adit dan Imel menangisi dengan sangat hebat, Imel mulai melepaskan pelukannya saat dia merasa Adit sudah mulai tenang, dan mama Linda mulai bangkit dari duduknya menghampiri mereka berdua
" Adit mama min... " ucapan mama Linda langsung terpotong oleh lirikan tajam dan ucapan Adit
" Aku harap sekarang mama sudah puas, mulai sekarang mama bisa anggap aku bukan anak mama lagi " dingin dan menatap mamanya dengan tajam
Adit mulai bangkit dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mamanya, lalu pergi meninggalkan kediaman mamanya
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
__ADS_1
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar..