Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Seorang Pelindung


__ADS_3

Reyhan keluar dari rumah sakit serasa seluruh tenaganya habis terkuras memikirkan segala masalah yang menghampiri dirinya, Reyhan duduk di salah satu bangku di luar rumah sakit. Reyhan sempat memejamkan kedua bola matanya, hingga tiba-tiba saja ada seorang pria yang duduk di sampingnya dan memberikan sebuah minuman kepada dirinya


" Lagi banyak masalah ya ? " Reyhan hanya diam dan mengambil minuman yang di tawarkan oleh orang tersebut


" Masalah sebesar apapun akan ada jalan keluarnya, cukup hadapi aja dan jangan menyerah " tersenyum dengan tulus


" Gw membuat sebuah kesalahan yang merusak hidup seseorang " lirih, Reyhan merasakan sebuah kenyamanan berbincang dengan orang tersebut serasa sudah mengenal lama orang itu


" Perempuan ya ? " Reyhan hanya melirik dan orang itu tersenyum meledeknya


" Sebenernya gampang kok " Reyhan langsung menatap pria tersebut dengan serius


" Tinggal tanggung jawab aja " Reyhan memutar bola matanya


" Masalahnya gw lakuin itu karena ga sengaja, waktu liat dia hancur gw berniat untuk tanggung jawab. Tapi dia liat gw aja takut, gimana mau tanggung jawab ? " pria tersebut tertawa lepas, sedangkan Reyhan langsung menatap tajam ke pria tersebut


" Sorry... Ya kan tinggal tunjukkin aja kalo lo serius mau tanggung jawab, perempuan itu mahluk yang berhati lembut " Reyhan bangkit dari duduknya dan tersenyum


" Semoga permintaan maaf lo di terima kawan, jangan merasakan hal yang sama seperti gw "


" Makasih ya " pria tersebut menjawab dengan anggukan kepalanya


Reyhan pun langsung bergegas meninggalkan rumah sakit dan kembali ke gedung di mana Andin sedang melakukan acara resepsi pernikahannya. Reyhan langsung mencari di mana keberadaan orang tuanya


" Pah... "


" Kamu kenapa ? "


" Ada hal penting yang perlu aku omongin sama mama dan papa "


" Ok, nanti selesai acara ini ya " Reyhan menganggukkan kepalanya


" Itu kenapa " menunjuk bagian wajah Reyhan yang lebam


" Aku ga apa pah " tersenyum


" Kenapa anak ini ? " menatap serius


Rangga berusaha memendam segala kegelisahan di dalam hatinya melihat keadaan Reyhan, bagaimana pun juga saat ini adalah hari bahagia bagi putri mereka. Malam pun semakin larut satu per satu semua para undangan mulai membubarkan diri


Kini Reyhan dan kedua orang tuanya sudah berada di kediaman mereka, segala lelah yang mereka rasakan mereka singkirkan terlebih dahulu. Mereka tetap harus memikirkan apa yang terjadi kepada Reyhan


" Pah aku habis melakukan sebuah kesalahan dengan seorang perempuan, tapi aku serius mau bertanggung jawab. Tolong bantu aku pah " dengan yakin, Rangga dan Mita ke arah Reyhan seakan tak percaya anak mereka dapat melakukan hal tersebut


" Kamu ga lagi bercanda kan Rey ? "


" Iya pah aku serius "

__ADS_1


" Semoga anak itu bisa membuat hidup kamu lebih baik Rey, semoga ini memang saatnya kamu bangkit dari masa lalu "


" Tapi kenapa kamu lakuin itu Rey ? mama selalu berdoa agar kamu mendapatkan seorang pendamping hidup. Tapi bukan dengan cara seperti ini " lirih


" Aku minta maaf ya mah, aku memang salah aku ga bisa nahan diri saat itu. Tapi aku mau bertanggung jawab mah "


" Ga semua perempuan memiliki hati yang kuat Rey, mama ga tau apakah mama harus marah atau bahagia Rey ? "


" Apa kamu tau Rey ? pasti sekarang perasaan perempuan itu sakit Rey "


" Sayang jangan gitu, setidaknya kita harus bangga. Setelah dia melakukan kesalahan dia mau bertanggung jawab " memegang tangan Mita, sedangkan Mita hanya bisa terdiam


" Tapi kamu harus tanya hati kamu Rey, apa kamu sudah siap ? sebuah pernikahan bukan sebuah permainan. Saat kamu memilih seseorang kamu harus menjaga dia seumur hidup kamu "


" Aku janji aku pasti jaga dia dengan baik pah "


" Ok kamu tenang aja, papa akan atur semuanya. Papa akan temuin keluarga perempuan itu "


" Tapi ada sedikit masalah pah " menundukkan kepalanya


" Apa ? "


" Perempuan itu seperti takut sama aku pah "


" Kalo kamu memang udah yakin kamu tenang aja, papa dan mama kamu akan temui dia. Kamu kasih tau aja ke kami alamat perempuan itu "


" Siapa perempuan itu ? " mengerutkan keningnya


" Anaknya om Bastian pah " dengan suara yang kecil dan tetap terdengar dengan jelas


Serasa sebuah pisau sedang menghujam jantungnya, Rangga sampai tak dapat berkata-kata lagi mendengar siapakah orang yang harus dia hadapi. Serasa saat itu otak Rangga menjadi kosong dan tak dapat berpikir apapun lagi


" Rey... Rey... Kamu cuma jadi kayak gitu aja udah syukur Rey "


" Ga lucu Rey cara bercanda kamu "


" Tapi aku serius mah "


" Astaga Reyhan, dari sekian banyak perempuan di dunia ini. Kenapa kamu harus main-main dengan anggota keluarga mereka sih ? "


" Apa itu hadiah dari mereka ? " Reyhan menganggukkan kepalanya


" Ya udah nanti papa coba temuin om Bastian "


" Makasih ya pah, aku juga mau minta maaf sama papa dan mama. Aku udah kecewain hati kalian "


Sedangkan di rumah sakit Nadin baru saja mulai tersadar, Nadin mulai membuka matanya secara perlahan. Dia melihat jika Siska berada tepat di sampingnya dan menggenggam tangannya

__ADS_1


" Kamu udah sadar sayang " meneteskan air mata


Dalam sekejap Bastian, Alvian dan Lena langsung menghampiri Nadin yang masih dalam keadaan terbaring lemah


" Maaf kalo aku jadi merepotkan kalian " dengan suaranya yang lemah


" Kamu ngomong apa sih sayang ? kamu itu anak mama. Mama yang harusnya minta maaf, mama ga bisa jaga kamu dengan baik " air mata Siska semakin deras mengalir


" Makasih ya mah "


Nadin mengedarkan matanya ke arah semua orang yang berada di situ, tampak dengan jelas bila keluarganya sedang mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sedangkan keluarga Adit sudah kembali ke kediamannya Adit termasuk Zahra dan David


" Mah, jangan sedih lagi mah. Nadin janji ga akan lakuin ini lagi, Nadin ga akan bikin mama sedih lagi "


" Udah sayang jangan nangis lagi, kasian Nadin biar dia istirahat dulu " Siska menganggukkan kepalanya


" Kamu istirahat aja ya, kamu ga usah pikirin masalah apapun. Mulai sekarang ada saya yang akan selesaikan semua masalah kamu " Bastian mengelus rambut Nadin dengan lembut


" Maafin saya yang telah gagal menjadi papa yang baik, mulai sekarang saya akan menjadi pelindung bagi kamu "


" Makasih pah, maaf aku belum bisa ucapin itu dengan bibir aku. Tapi di dalam hati aku, kamu memang sudah menjadi seorang papa " tersenyum tipis


Malam itu semua anggota keluarga Bastian berada di ruangan tersebut untuk menjaga Nadin, mereka berusaha untuk tidak membahas masalah Nadin terlebih dahulu. Bagi mereka kesehatan Nadin adalah prioritas utama pada saat itu


Sedangkan di tempat lain Adit sudah berada di ruang kerjanya dan membawa David ke sana, Adit harus mengetahui semua kejadiannya. Bagaimana pun juga kini dia berada di posisi yang sangat sulit, di satu sisi adalah keluarganya dan sisi lain adalah anak dari sahabatnya yang sangat di sayangi oleh Zahra


David mulai menceritakan semua tentang kejadian yang menimpa Nadin yang dia ketahui


" Siapa orang kurang aj*r itu ? " mengeraskan rahangnya


" Udah aku bereskan, sekarang dia ga akan bisa berbuat seperti itu lagi "


" Pertanyaan ayah cuma satu Vit, kenapa kamu sembunyikan ini semua dari kami ? "


" Sebelumnya aku minta maaf, aku egois cuma memikirkan perasaan Ara aja, karena Ara selalu bilang dia ga pernah ketemu ibunya. Dan perempuan yang paling dia sayang setelah bundanya adalah tante Mita, kalo aku cerita ke Vian atau om Bastian. Aku ga tau bagaimana nanti ke depannya ? "


" Aku awalnya cuma mau selesaikan masalah ini secara baik-baik, aku cuma mau tau apa yang di inginkan oleh Reyhan dan kak Nadin ? tapi ternyata perhitungan aku salah. Sekali lagi aku minta maaf " menundukkan kepalanya


" Sayang kamu liat kan dari sana ? anak kita sudah punya seorang pelindung yang sangat baik. Bahkan aku merasa dia akan melindungi anak kita lebih baik dari aku sayang "


" Ok saya ngerti, sebaiknya kamu kembali ke kamar kamu. Pasti Ara lagi tunggu kamu "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Kalo bisa berikan vote 🤭

__ADS_1


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


__ADS_2